
Sesampai dia di apartemennya, Boo Young mulai memikirkan siapa sebenarnya Calvin? Yang membuatnya heran, kenapa anaknya Avril mirip dengan dirinya. Hal itu membuat Boo Young tak berhenti berfikir tentang siapa Calvin.
"Bagaimana bisa anaknya Avril mirip dengan ku? Apakah dia anak ku? Tapi tidak mungkin, Bukanya Avril sudah menggugurkan kandungnya." Batin Boo Young mulai tidak tenang.
Malam itu Boo Young benar-benar tidak bisa tidur karena memikirkan siapa sebenarnya Calvin. Beberapa kali dia membuka sosial media milik Avril, memandangi wajahnya Calvin yang begitu mirip dengannya sewaktu masih kecil. Ia mencari-cari foto suaminya Avril, tapi dia tidak menemukan satupun.
Boo Young semakin yakin kalau Calvin itu adalah anaknya. Pertama, Calvin sangat mirip dengannya, kedua, dia tidak melihat Avril benar-benar menggugurkan kandungannya atau tidak. Tidak mungkin jika Calvin anaknya Avril dengan laki-laki lain. Karena Calvin mirip dengan Boo Young.
Memikirkan hal itu membuat Boo Young hampir gila. Pikirannya terus berputar-putar memikirkan siapa sebenarnya Calvin hingga ia merasa kelelahan dan tertidur pulas.
*****
Pagi itu rasa malas menghampiri Boo Young, tak seperti biasanya yang selalu semangat jika menyangkut dengan pekerjaan. Ia menggerakkan badannya untuk mengurangi rasa malas.
Terpaksa ia harus bangun dari tidurnya, karena nanti jam 10 ada meeting dengan rekan partner penting dari perusahaan besar. Sebelum pergi ke kamar Manda, Boo Young duduk di tepi ranjang. Di rasa kesadarannya sudah kembali normal, ia pun berjalan menuju ke kamar mandi.
Seperti biasanya sebelum ia mencuci muka, ia lebih dulu meregagkan otot-ototnya dan memijit bagian matanya sebagai rutinitas sehari-hari. Agar otot-otonya tidak kaku.
Ketika ia melihat ke arah cermin, tiba-tiba bayangan Calvin datang dalam pikirannya dan dia pun menghentikan aktifitasnya sejenak dan memandangi wajahnya di cermin wastafel.
"Kenapa anak itu selalu datang dalam pikiranku?" Tanya Boo Young pada dirinya sendiri.
Dengan buru-buru ia keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian. Ketika dia keluar dari kamarnya, sang asisten sudah di dapur menyiapkan sarapannya untuknya.
"Maaf boss, sarapan belum siap!" Kata sang asisten sambil membuat omelette telur.
Biasanya Boo Young keluar kamarnya jam 7.00 tapi, pagi itu dia keluar jam 6.00 sehingga sang asisten belum sempat menyiapkan sarapan untuknya. Biasanya kalau sarapan telat, Boo Young suka marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak di dengar oleh telinga kepada asistennya. Tapi pagi itu Boo Young tidak perduli dan langsung pergi begitu saja.
...****************...
Pagi itu Avril sedang sibuk membuat sarapan untuk Eun Soo dan Calvin. Saat itu ia sedang memasak masakan Indonesia. Karena Eun Soo sudah lama tidak makan makanan Indonesia.
Eun Soo dan Calvin duduk di kursi meja makan, sambil menunggu omelette telur untuk teman makan nasi goreng.
"Kapan Aunty mau temani Calvin cari papa?" Tanya Calvin menagih janji.
"Sayang, Aunty hari ini masuk kerja, nanti kalau Aunty ada waktu pasti Aunty temani." Jawab Eun Soo beralasan.
Mendapat jawaban yang mengecewakan, Calvin pun berlari ke kamarnya tanpa berkata apa-apa. Calvin merasa kecewa, karena tantenya tidak menepati janjinya. Padahal Calvin sudah berharap banyak pada tantenya, ia benar-benar ingin segera bertemu dengan Ayahnya.
"Eun Soo, kita tidak bisa bohongi dia seperti ini terus. Lihat, Calvin pasti saat ini sedang kecewa. Apa yang harus kita lakukan?" Kata Avril yang paham dengan sifat Calvin.
TingTong...TingTong....
Bel pintu berbunyi..
Eun Soo melihat dari layar CCTV, di lihatnya Boo Young yang sudah berdiri di depan pintu. Walaupun merasa heran dengan kedatangannya Boo Young, Eun Soo tanpa berpikir, langsung membukakan pintu untuknya.
"Kenapa kamu kesini?" Tanya Eun Soo heran.
"Ada yang ingin aku omongin sama Avril!"Jawab Boo Young dingin.
Tanpa di persilahkan masuk, Boo Young langsung menerobos dan menghampiri Avril. Belum saja Boo Young mengatakan sepatah kata pun pada Avril, tiba-tiba Calvin keluar dari kamarnya dan memanggil Boo Young dengan sebutan 'Papa'.
Calvin pikir, Boo Young adalah Ayahnya yang ingin ia cari selama ini. Mungkin juga karena ada ikatan batin antara mereka, Boo Young pun merasa kalau Calvin adalah anaknya. Bukan hanya dari fisik Calvin, tapi dari cara ia berjalan pun memiliki kesamaan dengan Boo Young.
"Please, berpura-pura lah menjadi papanya. Karena papanya pergi meninggalkannya demi perempuan lain." Kata Eun Soo berbisik.
Eun Soo membuat Boo Young kebingungan, karena Eun Soo mengatakan bahwa Ayahnya Calvin pergi meninggalkannya. Itu artinya Calvin memiliki Ayah dan Boo Young bukanlah Ayah biologis Calvin. Itulah yang ada di pikirannya Boo Young saat itu.
"Papa, kenapa selama ini tidak pernah datang menemui Calvin. Papa tahu, aku membuatkan mu mobil classic miniature. Karena mama bilang papa suka dengan mobil Classic." Kata Calvin sambil berlari ke kamarnya mengambil mobil miniatur yang ia buat sendiri.
Boo Young berdiri tanpa ekspresi seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa. Entah atas dasar apa, Boo Young tiba-tiba berlutut di depan Calvin dan berpura-pura menjadi Ayahnya.
"Waaahhh... anak papa hebat! Maafkan papa sayang, karena papa tidak sempat datang ke Indonesia. Papa sangat sibuk mengurus perusahaan." Sahut Boo Young sambil melihat mobil miniatur yang di buat oleh Calvin.
"Tenang saja Pa, sekarang sudah ada Calvin yang akan membantu Papa mengurus perusahaan." Sahut Calvin sambil terus memeluk pria itu.
Avril tidak tahu harus mengatakan apa, melihat senyum Calvin membuatnya tidak tega mengatakan kalau Boo Young bukanlah Ayahnya. Di tambah respon Boo Young baik kepada Calvin, membuat Avril memilih diam. Begitupun Eun Soo yang hanya diam memperhatikan mereka.
Kemudian Avril menyiapkan makan sarapan untuk pria itu, makanan khas Indonesia nasi goreng kesukaan Calvin dan pria itu duduk di kursi meja makan dengan Calvin.
"Kamu pasti belum sarapan kan, silahkan sarapan dulu." Suruh Avril kepada Boo Young sambil memberikan sendok.
"Masakan mama the best loh Pa! Papa harus habiskan nasi goreng ini, supaya Mama gak marah." Kata Calvin memuji masakan mamanya.
Boo Young hanya tersenyum dan mulai memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Karena enak, Boo Young pun melahap nasi goreng itu sampai habis.
Setelah selesai sarapan, Calvin mengajak Boo Young untuk masuk ke kamarnya dan memperlihatkan sesuatu yang ia buat waktu di Indonesia.
"Papa, aku melukis wajah Papa loh... Walaupun aku belum pernah melihat Pap, tetapi Papa selalu datang dalam mimpi ku. Karena aku tidak ingin lupa dengan wajah Papa, jadi aku melukis wajah Papa di buku ini." Kata Calvin memperlihatkan lukisannya.
Boo Young pun terkejut melihat lukisan Calvin. Pria yang di lukis Calvin benar-benar mirip dengannya. Sedangkan Calvin mengaku bahwa dirinya belum pernah melihat wajah Ayahnya sekalipun.
"Tapi, bagaimana bisa lukisan ini mirip dengan Papa, sedangkan Calvin belum pernah bertemu Papa?" Tanya Boo Young penasaran.
"Kan Calvin tadi bilang, kalau Papa selalu datang dalam mimpi Calvin." Jawab Calvin dengan senyum polos.
"Apakah mama pernah memberi tahu siapa Papa atau memperlihatkan foto Papa ke kamu?" Tanya Boo Young yang semakin penasaran.
"Tidak, Mama tidak pernah memperlihatkan foto Papa. Hanya saja mama pernah cerita tentang papa, kalau papa itu orang yang tampan dan juga baik hati yang tinggal di Korea." Jawab Calvin jujur.
Boo Young semakin yakin bahwa Calvin adalah anaknya. Gambar itu menjadi salah satu bukti kalau Calvin bertemu dengan Boo Young di dalam mimpinya.
Ketika Boo Young sedang melamun memikirkan siapa Ayahnya Calvin, tiba-tiba Avril masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
"Maaf, Eun Soo mau berbicara dengan Anda. Biar saya saja yang menemani Calvin bermain." Kata Avril dengan sopan.
"Calvin sayang, papa keluar sebentar ya. Kamu main main sama Mama dulu." Pamit Boo Young seraya mengelus rambut Calvin.
Dan Calvin pun mengangguk setuju, lalu ia memasuki lukisannya ke dalam koper agar sang Ibu tidak melihat gambar siapa yang ada di buku itu.
Bersambung.....