
Avril baru saja selesai menelpon kedua orangtuanya dan memberitahu mereka bahwa dirinya sudah melahirkan. Tak lama kemudian Eun Soo pun datang dan menyapanya dengan penuh semangat.
"Avril! Selamat, kamu memiliki bayi kembar yang sangat cantik-cantik." Sapa Eun Soo sambil menghampiri Avril yang berbaring di ranjang.
"Terima Kasih! kamu pulang lebih awal?" Sahut Avril sambil memeluk Eun Soo.
Kemudian Eun Soo menjelaskan kepada Avril, bahwa dirinya di suruh Boo Young untuk pulang lebih awal agar menemaninya. Mereka pun mengobrol kesana kemari menceritakan perjuangan Avril saat ia melahirkan bayi kembar.
*****
Sementara Boo Young baru sampai di restoran Z, ia keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki restoran mewah tersebut. Dengan langkahnya yang berwibawa, Boo Young memasang wajah dinginnya hingga membuat pelanggan wanita di restoran itu terpana oleh ketampanannya.
Dengan di antar seorang pelayan, Boo Young di beri tahu ruang keberadaan Dinna berada. Lalu pelayan itu membuka pintu ruangan itu dan di lihatnya Dinna duduk di kursi restoran sambil memainkan ponselnya. Dinna pun berdiri ketika melihat kedatangan Boo Young dan mempersilahkan ia duduk.
"Silahkan duduk!" Suruh Dinna.
"Terima Kasih!" Sahut Boo Young dengan dingin.
Tanpa basa-basi Boo Young kemudian menanyakan tentang kepastian kontrak perusahaan. Dia tidak punya banyak waktu, karena dia ingin cepat-cepat melihat keadaan Avril. Tapi kelihatannya Dinna malah sengaja memperlambat waktu.
"Aku datang kesini hanya mau memastikan kontrak perjanjian perusahaan. Ini tidak benar, jika kamu memutuskan sepihak!" Kata Boo Young dengan dingin.
"Kita makan dulu, baru bicarakan hal itu." Kata Dinna melambaikan tangannya ke pelayan.
Boo Young pun tampak kesal karena Dinna seperti menganggap enteng masalah dalam perusahaannya. Bagaimana tidak kesal, dia mempercayakan perusahaan Dinna untuk pemasaran sekitar 60% dari produk yang di produksi oleh perusahaan Boo Young, tetapi dengan sepihak Dinna memutuskan kontrak tanpa kejelasan.
Kalau saja ayah Dinna bukan pemilik tunggal perusahaan itu, mungkin Boo Young masih bisa memperkarakan permasalahan itu ke jalur hukum. Tapi nyatanya, tak ada perusahaan yang berani melawan perusahaan ayah Dinna. Mereka yang berani melawan perusahaan ayah Dinna, tak lama kemudian akan gulung tikar. Hal itu membuat Boo Young harus hati-hati mengambil langkah.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Dinna.
"Terserah!" Jawab Boo Young dingin.
Dinna tersenyum gemas karena melihat Boo Young tampak kesal. Kekesalan Boo Young membuat Dinna semakin bersemangat untuk menggodanya. Itulah alasan Dinna membatalkan kontrak di antara perusahaan mereka, karena Boo Young tidak menganggapnya ia sebagai wanita spesial. Walaupun Dinna tahu Boo Young sudah memiliki istri, tapi ia tidak henti-hentinya untuk menarik perhatian Boo Young.
Bagi Dinna, dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan. Jika sesuatu tidak bisa ia dapatkan, ia tak segan-segan untuk melakukan apa saja sampai mendapatkan hal yang dia inginkan. Tapi sepertinya cukup sulit jika ia menginginkan Boo Young untuk menyukainya, karena di dalam hatinya sudah terukir nama Avril dan anak-anaknya.
Setelah mereka selesai makan siang, Boo Young kemudian mulai membicarakan tentang kepastian kerja sama perusahaan mereka. Tapi lagi-lagi Dinna sepertinya tidak niat untuk membicarakan hal itu. Dia malah ingin membicarakan hal itu ke sebuah tempat yang tidak di lihat atau di dengar orang lain.
"Sebaiknya kita jangan membicarakan hal itu di sini, bagaimana kalau kita menyewa ruangan atau kita ke apartemen ku saja?" Saran Dinna.
"Bukankah kita sudah berada di ruangan khusus dan tidak akan ada orang yang mengganggu kita." Tolak Boo Young dengan halus.
Dengan rasa kesal bercampur marah, Boo Young kemudian mengikuti kemauan Dinna untuk pergi ke apartemennya. Dinna pun tersenyum penuh dengan kemenangan. Mereka berdua pun keluar dari restoran tersebut dan langsung pergi ke apartemen Dinna.
Sesampainya mereka di apartemen, Dinna mempersilahkan Boo Young untuk duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Dinna pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Lagi-lagi, Boo Young di buat kesal oleh Dinna yang terus-menerus tersenyum nakal kepadanya. Kalau bukan demi perusahaannya, dia tidak akan mau menemui wanita seperti Dinna. Memang Dinna sangat cantik, tetapi bagi Boo Young, Avril lebih cantik dari siapapun termasuk artis Song Hye Kyo.
Dinna keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian seksi, sontak saja Boo Young terkejut dengan penampilan Dinna yang hampir tidak memakai baju. Sebagai pria normal, Boo Young sempat terpanah oleh lekuk tubuh Dinna yang menggoda, tapi kesadarannya segera kembali saat mengingat Avril yang sedang di rumah sakit.
"Tutup badan mu!" Suruh Boo Young kesal.
"Bukannya kamu menyukai ini." Rayu Dinna.
Dengan tidak senonoh Dinna malah duduk di pangkuan Boo Young dan dengan reflek, Boo Young mendorong badan Dinna hingga ia terjatuh di lantai. Boo Young langsung berdiri dan berjalan pergi ke pintu keluar.
Melihat tingkah laku Dinna membuat Boo Young geram dan tidak perduli lagi dengan nasip perusahaannya. Ketika ia hendak membuka pintu, Dinna berlari ke arahnya dan memeluk Boo Young dari belakang.
"Kamu mau kemana? bukankah kamu ingin kerjasama dengan perusahaan ku?" Rayu Dinna.
"Melihatmu seperti ini membuatku tidak ingin bekerja sama dengan mu! aku pikir kamu wanita yang sopan, tapi nyatanya kamu tak lebih dari seorang wanita murahan!" Kata Boo Young dengan halus tetapi memiliki makna yang berat.
Lalu Boo Young melepaskan tangan Dinna dari pinggangnya, ia pun dengan kasar mendorong tubuh Dinna dan langsung keluar dari apartemen itu. Dia membodohi dirinya sendiri yang sudah terjebak perangkap dari Dinna. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukan ke arah rumah sakit.
Untuk sementara ini dia tidak mau memikirkan perusahaannya, jika memang nanti perusahaannya bankrut, Boo Young sudah menyiapkan uang gaji untuk karyawannya. Walaupun dia harus menjual beberapa aset, itu tak masalah baginya. Yang penting saat itu adalah Avril dan anak-anaknya.
Sesampainya ia di rumah sakit, ia langsung berjalan menuju ke ruang di mana Avril di rawat. Ia membuka pintu ruangan dan di lihatnya Avril sedang mengobrol dengan orangtuanya dan Eun Soo. Sedangkan Calvin tidur di sofa yang ada di ruangan itu.
"Sayang, apa yang kamu rasakan?" Tanya Boo Young yang menghampirinya.
"Aku sudah baik-baik saja! tapi badanku masih terasa lemas." Jawab Avril tersenyum.
Melihat suami ada di sampingnya, membuat Avril lebih bersemangat. Entah kenapa rasanya ia sangat merindukannya ketika Boo Young tak ada di sampingnya. Lalu Boo Young duduk di sampin Avril dan memegang tangannya dengan penuh cinta.
"Kalian sudah pada makan?" Tanya Boo Young ke semua.
"Sudah! tadi Eun Soo membawakan kita makan siang. Calvin setelah makan siang tertidur di sofa." Sahut sang mama.
Saat itu Boo Young membawakan beberapa buah-buahan dan dia mengambil buah anggur dan menyuapi Avril dengan sabar. Sementara orangtuanya asyik mengobrol dengan Eun Soo, sedangkan Boo Young dan Avril tampak bermesraan seperti sedang berpacaran.
Berpacaran setelah menikah itu memang lebih nikmat. Tak perlu khawatir orang membicarakannya dan bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, karena apapun yang mereka lakukan tidak ada larangan.
Bersambung...