
Setelah Calvin tidur, Boo Young segera masuk ke kamarnya dengan buru-buru, karena dia ingin minta jatah sama sang istri. Tetapi ketika dia masuk, Avril sudah tertidur di ranjang. Boo Young pun tak mau menyerah, kemudian dia naik ke atas ranjang untuk membangunkan Avril.
Tetapi, ketika ia menyentuh tangannya Avril, dengan kasar Avril menepis tangannya. Jika Avril sudah bersikap seperti itu, artinya ada sesuatu yang terjadi. Untungnya Boo Young sudah mulai mengerti dengan sifat sensitive nya Avril.
"Sayang... Jangan seperti ini dunk! Kalau ada masalah, kita bicara dan selesaikan." Protes Boo Young sambil menarik tangan Avril.
"Lihatin tuh handphon mu. Sudah di bilang, kalau aku gak suka kamu dekat dengan Dinna, tapi kamu malah foto berduaan!" Kata Avril dengan kesal.
Boo Young kemudian mengambil ponselnya dan mengecek pesan masuk dari Dinna. Ia pun sedikit kaget, karena di photo itu tidak hanya dirinya dan Dinna, tapi semua karyawan yang ikut meeting tadi pagi. Ia yakin kalau photo itu hanya editan, bukan yang aslinya.
"Sayang, di photo ini bukan hanya aku dan Dinna, tapi semua karyawan yang ikut meeting tadi pagi. Ini editan, Dinna sengaja mengirim ini kepadaku biar kamu marah. Percayalah sama aku!" Kata Boo Young menjelaskan.
"Walaupun sama karyawan yang lain, tetapi kenapa kamu posisinya nempel gitu sama Dinna!" Sahut Avril dengan kesal.
"Ini kan ngambil photo nya sama handphone, kalau gak mepet, gak masuk semua." Imbuh Boo Young tersenyum.
"Terserah katamu saja lah!" Sahut Avril sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Malam itu Boo Young tidak dapat jatah dari Avril. Sedikit kecewa, tapi ia tetap bersyukur karena Avril tidak marah dengannya.
Karena tidak dapat jatah, Boo Young kemudian turun dari ranjang dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu ia keluar kamar dari kamar mandi dan mengambil handphonenya. Ia menelpon sang asisten untuk mencarikannya Ahjumma. Setelah itu, ia tidur di samping Avril sambil memeluknya dari belakang.
*****
Pagi subuh sebelum Avril bangun, Boo Young tampak sudah berkeringat di ruang fitness. Sudah beberapa hari dia tidak olahraga, hal itu membuat ototnya terasa kaku. Dengan bersemangat, ia mengangkat barbel dengan kedua tangannya.
Merasa sudah cukup, ia pun keluar dari ruang fitness. Di lihatnya Ahjumma yang sedang bersih-bersih di ruang tamu.
"Ahjumma, nanti ada orang yang datang. Dia akan bantu kamu bersih-bersih dan masak. Tapi kamu bantu Avril untuk jaga si kembar ya!" Kata Boo Young memberitahu.
"Baik Tuan!" Sahut Ahjumma sambil menundukkan kepalanya.
Lalu Boo Young mengecek bank penyimpanan Asi untuk si kembar. Ia tampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jika Boo Young bersikap seperti itu, tandanya Boo Young mau ajak Avril pergi.
Karena keringatnya sudah hilang, Boo Young kemudian pergi masuk ke kamarnya. Avril ternyata sudah bangun dan sedang memberi Asi kepada Abidah. Tampak dari wajah Avril yang jutek, ia tidak melirik sedikitpun kepada Boo Young.
Melihat sang istri masih jutek, Boo Young pun langsung masuk pergi mandi. Sebenarnya Avril tidak marah, hanya saja ia masih kesal dengan Boo Young yang sudah nempel-nempel sama Dinna.
"Sayang, kamu siap-siap ya! Kamu ikut aku." Suruh Boo Young yang baru keluar dari kamar mandi.
"Mau pergi kemana? Si kembar ikut?" Tanya Avril yang sebenarnya ia suka kalau di ajak pergi sama Boo Young.
"Si kembar di rumah sama Ahjumma." Jawab Boo Young sambil memakai pakaiannya.
Avril pun kegirangan saat mau di ajak Boo Young pergi. Ia dengan buru-buru segera pergi untuk mandi. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Avril mengguyur tubuhnya dengan air hangat.
Setelah mandi ia langsung keluar dari kamar mandi. Saat itu Boo Young sedang berdiri di depan cermin, dengan bersemangat Avril memeluk sang suami dari belakang.
"Sebenarnya kamu mau ajak aku pergi kemana sih?" Tanya Avril penasaran.
"Rahasia! Pokoknya kamu harus dandan yang cantik." Jawab Boo Young tidak memberitahu.
"Tapi jangan lama-lama ya, kasihan si kembar di rumah sendiri." Kata Avril dengan manja.
"Tenang saja! Nanti ada Ahjumma baru kok, jadi Ahjumma yang lama bisa jagain si kembar." Sahut Boo Young.
TingTong TingTong...
Yang datang pagi itu adalah asistennya Boo Young dengan membawa Ahjumma baru. Selain itu dia juga membawa ahli untuk memasang CCTV di setiap sudut ruangan, agar Boo Young bisa mengawasi si kembar melalui CCTV selama Avril dan Boo Young tidak di rumah.
Pada waktu yang bersamaan, Calvin keluar dari kamarnya. Ia pun merasa heran karena pagi-pagi rumahnya sudah banyak orang.
"Mereka sedang apa Pa? Tanya Calvin kebingungan.
"Mereka memasang CCTV." Jawab Boo Young yang siap untuk menyantap sarapannya.
"Kenapa di pasangin CCTV? Tanya Calvin ingin tahu.
"Buat keamanan saja. Kalau Mama dan Papa tidak di rumah, kita bisa pantau si kembar dari handphone." Jawab Boo Young memberitahu.
Mereka semua sedang sarapan pagi. Tukang pemasang CCTV pun sudah selesai dan berpamitan untuk pulang.
Setelah selesai sarapan, Boo Young kemudian menyuruh Calvin dan Avril untuk bersiap-siap. Karena pagi itu, Boo Young akan mengantar Calvin pergi ke kampus.
"Ahjumma, aku pindahin box tidur si kembar di kamar tamu. Jangan melakukan apa-apa, kamu cukup jagain si kembar seperti yang aku kasih tahu sebelumnya. Jangan lupa memberi Asi buat si kembar setiap tiga jam sekali." Kata Avril menjelaskan ke Ahjumma.
"Baik Nyonya!" Sahut Ahjumma
Boo Young sengaja menambah asisten rumah tangganya, agar Ahjumma bisa konsentrasi mengurus si kembar, sedangkan Ahjumma yang baru mengurus rumah. Hal itu ia lakukan bukan semata-mata ia ingin bersenang-senang dengan Avril, tapi dia punya rencana.
"Memangnya Mama mau pergi kemana?" Tanya Calvin yang semakin penasaran karena pemasangan CCTV dan menambah asisten rumah tangga.
"Mama kan juga perlu 'me time' Sayang..." Jawab Boo Young.
Mendengar jawaban dari sang Ayah, Calvin pun langsung mengerti. Kemudian mereka bertiga keluar dari apartemen. Tangan Boo Young tidak berhenti menggandeng tangan Avril saat menuju ke parkiran mobil.
Calvin yang melihatnya pun punya pemikiran kalau orangtuanya akan pergi jalan-jalan. Begitupun dengan pemikiran Avril, ia mengira sang suami akan mengajaknya jalan-jalan.
Sesampainya mereka di depan kampusnya Calvin, Boo Young langsung berpamitan kepada Calvin untuk pergi. Boo Young pun segera memutar balikan mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Avril penasaran.
"Nanti kamu juga tahu!" Jawab Boo Young yang semakin membuat Avril penasaran.
Tak lama kemudian, Boo Young pun membelokkan mobilnya ke sebuah gedung yang Avril kenal. Dia menghentikan mobilnya di parkiran gedung tersebut.
"Kok kesini?" Tanya Avril protes.
"Lha emangnya mau kemana?" Boo Young balik bertanya.
"Kamu menyuruhku dandan yang cantik, tapi malah membawaku kesini." Protes Avril yang sedikit kecewa.
"Cepetan turun! Sudah kesiangan nih!" Suruh Boo Young sambil menarik tangan Avril.
Dengan raut wajah kesalnya, Avril pun terpaksa turun dari mobil dan berjalan mengikuti sang suami. Ketika mereka sampai di lobby, Boo Young dengan mesranya menggandeng tangan Avril.
Bersambung...