
Ternyata Avril menambahkan obat pencuci perut dalam makanan Boo Young, sontak saja Boo Young segera pergi ke kamar mandi dengan buru-buru untuk mengeluarkan makanannya.
Tetapi sudah terlanjur masuk semua ke dalam perut, makanan pun tidak bisa di keluarkan. Boo Young keluar dari kamar mandi dengan wajah lemas.
"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan ku, kamu harus bertanggung jawab!" kata Boo Young dengan lemas.
Avril berdiri dengan menyandarkan tubuhnya ke meja makan sambil melipatkan tangannya di dada.
"Selamat menikmati penderitaan mu. Kamu pikir, hanya dirimu saja yang bisa bermain-main!" ucap Avril tersenyum puas melihat ke arah Boo Young.
Boo Young yang tidak ingin berdebat dengan Avril, ia pun memutuskan untuk masuk ke kamarnya.
Tiga jam kemudian,
Perut Boo Young mulai merasakan kram, padahal ia berencana untuk menemui Boo Rua untuk makan siang dengannya, tetapi keadaan Boo Young tidak memungkinkan.
Kini Boo Young mulai keluar masuk ke kamar mandi, setelah isi perutnya terkuras habis, ia merasa sekujur tubuhnya lemas tak bertenaga.
Sedangkan saat ini Avril sedang di perjalanan pulang dari menemui Eun Soo. Mungkin dalam 15 menit lagi baru akan sampai di apartemen.
Setelah Avril sampai di apartemen, ia berjalan menuju kamar untuk melihat keadaan Boo Young. Dia sengaja hanya sebentar ke apartemen Eun Soo, karena dia ingin menyaksikan Boo Young menderita.
Avril pun membuka pintu kamar Boo Young dan di lihatnya Boo Young yang terduduk di lantai dengan keadaan lemas. Lalu Avril segera menghampirinya dan membantunya untuk naik ke ranjang.
"Kamu yang membuat ku seperti ini, tunggu pembalasan ku Avril!" kata Boo Young dengan wajah pucat.
Keadaan Boo Young membuat Avril merasa khawatir, karena ia pikir Boo Young hanya akan pergi ke toilet bolak balik, ternyata malah membuat Boo Young lemas tak berdaya.
"Iya-iya aku minta maaf!" kata Avril dengan wajah khawatir.
Kemudian Avril pergi keluar untuk mengambil air isotonik agar Boo Young tidak lagi hidrasi. Niat mau mengerjai, tapi malah Avril sendiri yang merasa khawatir.
Setelah meminum air isotonik, badan Boo Young berangsur membaik dan Avril juga membuatkan bubur untuknya.
Handphone Boo Young berkali-kali berbunyi, tidak ada tenaga untuk mengangkat panggilan itu. Boo Young tahu kalau panggilan itu dari sang kekasih.
...****************...
"Ada apa lagi kamu kesini?" tanya Seung Chul malas.
"Kamu kenapa akhir-akhir ini jutek dengan ku?" tanya Boo Rua dengan wajah kesalnya.
Seung Chul masih sakit hati atas sikap Boo Rua yang telah mencampakkan dirinya, karena dia lebih memilih Boo Young yang banyak uangnya.
Boo Rua dengan kesal melemparkan tubuhnya di atas sofa. Dia mulai menelpon Boo Young, berkali-kali ia mencoba menelpon kekasihnya, tetapi tidak ada respon sama sekali.
"Kenapa? tidak di angkat? pasti sekarang ini mereka sedang menikmati hari libur sebagai keluarga lah, biar bagaimanapun ada anak di antara mereka, jadi mau tidak mau Boo Young akan dekat dengan Avril dan tumbuhlah cinta." kata Seung Chul sengaja membakar amarah Boo Rua.
Raut wajah Boo Rua semakin memerah karena menahan amarahnya. Kemudian dia berdiri dan memeluk Seung Chul dari belakang.
Saat ini Boo Rua pura-pura menangis agar mendapat simpatik dari Seung Chul, tetapi bukan rasa simpatik yang ia dapat, tapi malah Seung Chul melepaskan pelukan Boo Rua.
"Sudahlah jangan nangis, ya seperti itu rasanya sakit hati, seperti waktu kamu menyakiti aku." kata Seung Chul mengingatkan Boo Rua atas pengkhianatan yang ia lakukan kepada Seung Chul.
"Aku pribadi lebih memilih Avril, selain dia cantik, dia juga perhatian dan juga bisa menghargai orang lain." imbuh Seung Chul yang membuat Boo Rua geram.
Karena ucapan Seung Chul yang menusuk hatinya, Boo Rua pun pergi dari apartemen dengan raut wajah marahnya.
Boo Rua pun melajukan mobilnya untuk mendatangi apartemen Boo Young. Dia tidak perduli lagi dengan kata-kata Boo Young yang melarangnya datang ketika hari libur, karena Boo Young tidak mau jika Avril mengetahui dirinya punya kekasih.
TingTong...TingTong....
Avril keluar dari kamar Boo Young untuk melihat siapa yang datang. Dia melihat layar CCTV dan ternyata ada Boo Rua.
Karena tidak ada Calvin, Avril pun membukakan pintu untuk Boo Rua. Seperti biasanya, Boo Rua selalu bersikap kasar terhadap Avril.
Tanpa menghiraukan keberadaan Avril, Boo Rua pun masuk ke kamar dan memeluk tubuh Boo Young, hingga membuat Boo Young meringis kesakitan.
"Ya! dia sedang sakit, kamu jangan terlalu kasar." kata Avril mengingatkan Boo Rua.
"Memangnya kamu siapa? istri kontrak saja belagu!" kata Boo Rua berjalan mendekati Avril yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Kemudian Boo Rua mendorong tubuh Avril agar keluar dari kamar. Boo Young melihat kelakuan kasar Boo Rua kepada Avril, hingga membuatnya bangun dari tidurannya.
Dengan keadaanya yang masih lemas, Boo Young dengan sekuat tenaga berdiri ke arah mereka berdua dan meraih tangan Boo Rua untuk keluar dari kamarnya.
"Kamu sebaiknya pulang saja, sebentar lagi Calvin akan pulang." suruh Boo Young sambil menuntun Boo Rua keluar dari kamarnya.
"Sayang, aku mau menemani kamu!" kata Boo Rua memohon.
"Sudah ada Avril, kamu tidak perlu khawatir." sahut Boo Young dengan lirih.
Dengan marah-marah Boo Rua memaksa untuk tetap menemani Boo Young, hingga kata-kata kasar pun terlontar dari mulut Boo Rua untuk menghina Avril. Dan Boo Young hanya bisa terduduk lemas di sofa, mendengar amarah sang kekasih.
Karena sudah tidak tahan dengan kata-kata kasar Boo Rua, Avril pun segera menarik tubuh Boo Rua untuk keluar dari apartemen atas perintah Boo Young.
Setelah Boo Rua keluar dari apartemen, Avril berjalan mendekati Boo Young. Avril berlutut di depan Boo Young dan dia mengecek suhu badan Boo Young.
Avril pun merasa bersalah atas kelakuannya yang keterlaluan. kemudian Avril membantu Boo Young untuk masuk ke dalam kamar.
"Apakah kamu merasa lapar?" tanya Avril mendudukkan Boo Young di tepi ranjang.
Melihat Boo Young yang tak berdaya, ia pun segera memeluk tubuh Boo Young dan meminta maaf atas aksinya yang keterlaluan.
Boo Young pun tersenyum tanpa sepengetahuan Avril, dia tersenyum karena Avril begitu khawatir dengannya, dia merasa spesial karena dia tidak pernah mendapat perlakuan itu dari Boo Rua sebelumnya.
"Kamu harus menebus kesalahan mu ini!" kata Boo Young yang masih di peluk Avril.
Yang tadinya Avril berdiri, kini dia berlutut mensejahterakan dengan wajah Boo Young dan bertanya dengan apa dia harus menebus kesalahannya.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Avril.
"Temani aku di sini sampai aku tertidur." jawab Boo Young tersenyum.
Kemudian Avril membantu Boo Young untuk merebahkan tubuhnya ke ranjang dan Boo Young menarik tangan Avril untuk tidur di sampingnya.
"Tidurlah di sini, sampai aku tertidur." suruh Boo Young.
Avril tidak membalas ucapan Boo Young dan ia pun merebahkan tubuhnya di samping Boo Young dengan posisi membelakangi Boo Young dan Boo Young pun memeluk tubuh Avril dari belakang.
Awalnya Avril menolak, tetapi karena Boo Young memaksa, akhirnya Avril pasrah dan tertidur di pelukan Boo Young.