My Korean Husband

My Korean Husband
Hasil Tes DNA



Dengan menaikan kakinya ke atas meja, Boo Young bermain-main bolpoin yang ada di tangannya. Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu dan ia pun menyuruhnya untuk masuk.


"Mr. Boo Young, ini hasil tes DNA nya" Kata asistennya sambil menaruh amplop warna coklat di meja kerja sang CEO.


Hati Boo Young mulai berdegup kencang ketika melihat amplop wana coklat itu, tangannya tak mampu untuk membuka isi amplop itu dan ia pun menyuruh sang asisten untuk membantunya membuka amplop.


Tangan sang asisten meraih amplop itu dari meja dan perlahan ia membukanya hingga kertas berwana putih tertarik keluar dengan sempurna.


Kemudian sang asisten mulai membacanya dan ia merasa bingung dengan penjelasan di kertas itu.


"Maaf Mr. Boo Young, ini maksudnya apa ya?" Tanya sang asisten sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatel.


Sia-sia Boo Young menyuruh sang asisten, toh pada akhirnya ia harus melihatnya sendiri apa isi dari kertas itu.


Boo Young pun menarik kertas itu dengan kasar sambil menatap sang asisten dengan tatapan jengkel.


Mata Boo Young hampir saja melesat keluar dari sarangnya ketika melihat hasil tes DNA dia dengan Calvin.


Ya! seperti dugaannya, kalau Calvin adalah anaknya. Boo Young pun seketika menangis tanpa air mata dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya agar suara tangisannya tidak terdengar.


"apakah seperti ini rasanya punya anak? Bodohnya diri ku yang sudah menyuruh Avril untuk menggugurkan kandungannya. Terima Kasih Avril, kau telah menjaga malaikat kecil ku." Batin Boo Young yang menahan tangis di kerongkongannya.


Sang asisten yang melihat CEO nya bertingkah aneh, ia pun merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa dan berkata apa.


"Mr. Joon, berikan kunci mobil kepada ku dan tolong katakan pada sekertaris ku untuk mengurus pekerjaan ku, aku mau keluar." Suruh Boo Young sambil membasuh air matanya.


Dia pun segera bergegas keluar untuk pergi ke apartemen Eun Soo untuk menemui Calvin. Dengan sedikit berlari Boo Young memasuki lift.


Hal itu membuat para karyawannya bertanya-tanya karena wajah Boo Young sembab seperti orang yang sedang menangis.


"Ahjeossi, CEO Boo kenapa ?" Tanya Eun Soo kepada sang asisten.


"Tadi dia membuka hasil tes DNA dan dia langsung bersikap aneh." Jawab sang asisten yang masih memandangi arah lift.


Deg


Eun Soo langsung mengambil tas nya berlari dan memencet tombol lift. Hal itu membuat sang asisten juga merasa bingung dan beberapa rekan kerjanya pun ikut terheran-heran.


"Ada apa dengan mereka berdua, apa telah terjadi sesuatu di antara mereka atau mereka ada hubungan spesial?" Batin sang asisten kebingungan.


Saat ini Eun Soo tidak bisa berfikir lagi, dia menduga kalau Boo Young telah melakukan tes DNA secara diam-diam dan yang di khawatirkan Eun Soo, jika Boo Young mengambil Calvin dari tangan Avril.


Di lihatnya mobil Boo Young yang sudah keluar dari parkiran dan Eun Soo pun kemudian mencari taksi untuk pulang.


Beberapa kali Eun Soo mencoba menelpon Avril, tetapi Avril tak menjawab panggilannya.


"Avril... kamu di mana? Please jangan buka pintu untuk Boo Young!" Gumam Eun Soo lirih sambil memencet tombol handphonenya untuk menelpon Avril.


Karena tak ada jawaban dari Avril, Eun Soo pun merasa gelisah di sepanjang jalan. Di dalam taksi, dia terus menggigit-gigit kuku jari tangannya hingga tak sadar kukunya rusak.


Kuku yang selalu di rawatnya dan di manjakan oleh lulur warna pun telah rusak oleh ganasnya gigi Eun Soo.


*****


Avril baru saja selesai membersihkan apartemen dan menyuruh Calvin untuk belajar. Ketika ia hendak mengambil handphonenya, tiba-tiba seseorang memencet bel pintu.


TingTong...TingTong....


Di bukanya pintu dan Boo Young langsung berlari menuju kamar Calvin dan memeluk Calvin dengan erat.


Avril yang nampak kebingungan pun langsung menghampiri Calvin dan Avril melihat Boo Young yang sedang memeluk Calvin sambil menangis.


"Papa kenapa menangis?" Tanya Calvin heran.


"Karena papa sangat merindukan mu sayang." Jawab Boo Young dan mempererat pelukannya.


Setelah Boo Young dapat mengendalikan dirinya, kemudian dia menarik tangan Avril dan mereka duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Calvin belajar di kamarnya.


"Kamu kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya, kalau Calvin adalah darah daging ku?" Tanya Boo Young sambil menyodorkan amplop warna coklat itu.


Beruntung Avril mengerti tulisan Hangul, walaupun tidak keseluruhan, tetapi dia mengerti bahwa isi di kertas putih itu menyatakan bahwa 99% Calvin adalah anaknya Boo Young.


Air mata pun tak terbendung lagi, rasa khawatir pun mulai menyergap dalam hatinya.


"Please jangan ambil Calvin dariku." Mohon Avril sambil menangis.


"Aku tidak akan mengambil Calvin dari mu, aku berterima kasih karena kamu sudah merawat Calvin dan tidak menggugurkannya." Sahut Boo Young yang saat ini sedang berlutut di hadapan Avril dan menggenggam tangan Avril.


TutTitTutTit.....


Seseorang mencoba membuka kode pintu.


Eun Soo yang masih dengan nafasnya yang memburu, ia membuka pintu apartemennya dan tak pernah ia duga, Eun Soo melihat Boo Young berlutut di hadapan Avril.


Avril dan Boo Young masih dengan posisi yang sama, menoleh ke arah Eun Soo yang baru saja membuka pintu.


"Kalian sedang apa?" Tanya Eun Soo menyelidiki.


Tentu saja Eun Soo terkejut melihat mereka yang seperti Romeo dan Juliet. Padahal bayangannya beberapa menit yang lalu, Boo Young mengambil paksa Calvin dari tangan Avril dan nyatanya malah berbalik.


Kemudian mereka bertiga berdiskusi untuk kebaikan Calvin. Setelah melalui argumen-argumen akhirnya Avril mengalah demi kebaikan Calvin.


Boo Young berencana untuk mengajak Avril dan Calvin tinggal di apartemennya, agar Calvin tak lagi merengek-rengek ingin bertemu dengannya.


"Tapi aku tidak mau jika Calvin mengetahui kalau kamu punya pacar." Kata Avril tegas.


"Kamu jangan khawatir akan hal itu. Aku akan pastikan kalau Calvin tidak akan tahu jika aku punya pacar." Sahut Boo Young menyakinkan.


"Dan aku akan mengurus visa mu dan Calvin, jadi kalian bisa tinggal lebih lama di Korea." Imbuh Boo Young.


Tak lama kemudian Calvin keluar dari kamarnya, sambil membawa mainan Rubrik miliknya. Calvin berjalan menuju ke arah Boo Young dan duduk di pangkuannya.


"Papa, aku mau makan pizza!" Pinta Calvin dengan manja.


"Sayang, jangan terlalu sering makan pizza ya! Papa tahu kamu sangat menyukai pizza, tapi pizza tidak bagus bagi kesehatan mu." Kata Boo Young menjelaskan kepada Calvin.


Tanpa menjelaskan panjang lebar, Calvin pun menuruti perkataan papanya. Hal itu membuat Avril terkejut, karena Calvin menjadi penurut ketika bersama Boo Young.


Boo Young benar-benar berubah 180° setelah ia bertemu dengan Calvin. Pria yang dingin, angkuh dan sombong yang melekat pada dirinya telah sirna di telan kebahagiaannya.


Selain Genius, Calvin juga sangat mirip dengannya. Itulah salah satu alasan Boo Young menginginkan Calvin selalu berada di sampingnya.


Walaupun Boo Young tak menganggap Avril ada, dia berusaha untuk tidak menampakkan wajah ketidak sukaannya kepada Avril. Semua itu demi kebahagiaan Calvin.


Bagi Avril sendiri, kebahagiaan Calvin adalah penyemangat baginya dan tidak ada di pikirannya untuk menikah dengan siapa pun. Saat ini Avril menikmati kesendiriannya bersama Calvin.


Bersambung.....