My Korean Husband

My Korean Husband
Rencana Yang Berhasil



Malam itu setelah Avril menggosok gigi, dia pun merebahkan badannya di atas ranjang. Begitu pun dengan Boo Young, ia segera merebahkan tubuhnya di samping Avril.


Karena ranjangnya berukuran jumbo, walaupun mereka tidur satu ranjang, tetap saja ada sekat guling dan bantal di tengah-tengah mereka.


Ketika Avril mencoba menutup matanya, tiba-tiba Calvin datang dan ingin tidur dengan mereka. Bukanya Calvin di tengah, dia malah merebahkan tubuhnya di pinggir samping sang mama.


"Sayang, kamu tidur di tengah, nanti jatuh kalau di pinggir!" kata Avril dengan halus.


"Calvin ingin tidur di sini, makanya mama agak geser sedikit agar Calvin tidak jatuh." kata Calvin memberi alasan.


Avril pun menggeser badannya hingga badannya menyentuh Boo Young. Ada rasa tidak nyaman ketika tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Boo Young. Apalagi, malam itu Avril hanya mengenakan baju tidur super mini.


"Papa, aku ingin memegang tangan mu." pinta Calvin tersenyum.


Boo Young pun menyelipkan tangannya dari pinggang Avril dan saat itu mereka benar-benar bersentuhan kulit. Apalagi Boo Young punya kebiasaan tidak memakai baju ketika tidur.


Badan Avril merasa panas dingin atas perbuatan Boo Young dan Calvin. Itulah rencana Boo Young yang ia pikirkan tadi siang, dengan bantuan Calvin, rencana itu pun berjalan lancar sesuai apa yang di rencanakan Boo Young.


Kini Boo Young dan Calvin tersenyum puas atas keberhasilan mereka berdua. Sedangkan Avril pasrah menerima posisi tidurnya yang tidak nyaman.


Karena merasa capek, Avril pun tertidur pulas. Calvin pun dengan pelan-pelan menurunkan kakinya dan beranjak dari ranjang.


Calvin pun memberikan jari jempol ke arah sang papa, begitupun dengan Boo Young. Mereka tersenyum dalam diam, merayakan atas keberhasilan yang mereka lakukan.


Kemudian Calvin memberi isyarat kepada sang papa, kalau dirinya akan keluar dari kamar.


Setelah Calvin keluar dari kamar, Boo Young masih dalam posisi yang sama, memeluk Avril dari belakang. Boo Young sengaja mengerjai Avril karena, tadi siang Avril mengatakan pada Seung Chul, bahwa dirinya masih lajang.


Ketika Boo Young akan mengangkat tangannya dari tubuh Avril, tiba-tiba Avril membalikan badannya ke arah Boo Young dan menyelipkan tangannya di pinggangnya Boo Young.


Wajah Avril begitu dekat dengan wajah Boo Young, kini giliran jantung Boo Young seperti di pacu. Wajah manis dan bibir menggoda, membuat Boo Young tak tahan untuk tidak merasakan Bibir Avril.


Tetapi dengan sekuat tenaga, Boo Young menahan nafsunya dan melepaskan pelukan Avril dari badannya.


"*Ba*dan ku terasa panas sekali!" batin Boo Young.


Karena badannya terasa panas dan tidak bisa tidur, Boo Young pun pergi ke kamar mandi untuk mandi agar suhu badannya kembali normal. Bukan panas karena sakit, tapi panas menahan nafsunya.


Di rasa nafsu Boo Young sudah mereda, ia pun menyudahi mandinya dan kembali tidur di samping Avril. Ketika mereka tertidur lelap, mereka tidak menyadari kalau posisi tidur mereka saling berpelukan.


...****************...


"Ya...................!" teriak Avril terdengar nyaring di telinga Boo Young.


Boo Young yang masih mengantuk pun hanya menutupi kepalanya dengan bantal, agar tidak mendengar teriakan-teriakan Avril.


Kebetulan hari ini hari Minggu, Boo Young ingin menghabiskan waktunya untuk tidur.


"Kenapa kamu memelukku!" Avril masih berteriak sambil memukulkan bantal ke badan Boo Young.


Setelah mengingat kejadian tadi malam, Avril pun segera menyudahi tangannya yang sedang memukulkan bantal ke badan Boo Young.


"*A*ku tahu, semalam itu adalah ide mu. Kamu melibatkan Calvin dalam hal seperti ini. Keterlaluan kamu Boo Young! tunggu pembalasanku!!" batin Avril yang sedang membara.


Kemudian Avril keluar dari kamar untuk membuat sarapan untuk Calvin, walaupun hari ini hari Minggu, tetapi Calvin sedang mengikuti penelitian ilmu fisika di universitas Korea.


Maka dari itu, Avril tetap bangun lebih awal dan menyiapkan semua kebutuhan Calvin. Semua apa yang di lakukan Calvin atas kemauannya sendiri, Avril tidak pernah memaksa atau melarang. Dia sebagai orang tua hanya bisa menyemangatinya, asal itu hal yang positif.


Calvin sendiri tidak merasa lelah untuk belajar, bisa di bilang Calvin itu hobinya belajar dan belajar. Ia selalu ingin tahu dengan sesuatu yang baru, walaupun kepribadiannya yang agak egois dan menyendiri, Avril tetap berharap kelak Calvin menjadi seorang pemimpin yang tidak sombong.


Avril lah saat ini yang berperan penting dalam mendukung langkah Calvin. Walaupun Calvin adalah anak Genius, tetapi jika orangtua tidak mengarahkan dalam hal positif, Calvin tidak akan bisa menjadi genius seperti saat ini.


Bersyukur, Calvin memiliki mama yang selalu mendukungnya dan begitupun Avril sangat bangga memiliki anak seperti Calvin.


Pagi itu setelah sarapan, Calvin pergi ke universitas Korea dengan di temani asisten Joon. Bisa di bilang Asisten Joon saat ini menjadi bodyguard Calvin. Tanpa berpamitan dengan sang papa, Calvin pun pergi meninggalkan apartemen.


Ini saatnya Avril melakukan sesuatu untuk membalas perbuatan Boo Young semalam. Ia mulai memasak untuk sarapan buat Boo Young.


Setelah semua sudah siap, Avril masuk ke kamar dan membangunkan Boo Young. Ketika Avril akan membangunkannya, tiba-tiba tangan Boo Young menarik tangannya Avril, hingga Avril terjatuh di tubuh Boo Young.


Boo Young pun memeluk tubuh Avril dengan erat tanpa perlawanan dari Avril.


Kali ini Avril tidak marah, ia tersenyum dan berkata dengan lembut kepada Boo Young, untuk segera menyantap sarapan paginya.


"Sarapan sudah siap, ayo cepetan keluar." kata Avril dengan lembut.


Boo Young pun segera melepaskan pelukannya pada Avril dan beranjak dari ranjangnya untuk pergi ke kamar mandi, membersihkan diri.


Setelah selesai, ia kemudian langsung keluar menuju ke meja makan. Di lihatnya nasi goreng yang terlihat lezat.


"Ini untuk ku?" tanya Boo Young sambil menoleh ke arah Avril yang sedang membersihkan dapur.


"Iya itu untuk mu, cepatlah makan! selagi masih hangat!" sahut Avril dengan nada mencurigakan.


Awalnya Boo Young ragu untuk memakannya, karena pagi itu sikap Avril tidak seperti biasanya dan mencurigakan.


Tetapi karena dia cukup lapar, akhirnya Boo Young pun duduk dan melahap nasi goreng tersebut sampai habis.


Dari kejauhan Avril tampak tersenyum puas, entah dasar apa ia tersenyum seperti itu. Kemudian Avril mendekati Boo Young yang baru selesai makan.


"Apakah nasi gorengnya enak?" tanya Avril dengan senyum liciknya.


"Enak, makanan Indonesia semua enak!" jawab Boo Young.


Lalu Avril mengambil piring kosong di depan Boo Young sambil membisikan sesuatu ke telinga Boo Young dengan senyum yang susah di artikan.


Setelah mendengar bisikan dari Avril, Boo Young pun segera berdiri dan pergi ke kamar mandi sambil berlarian.


Entah apa yang di katakan oleh Avril kepada Boo Young? kenapa Boo Young berlarian ke kamar mandi? sebenarnya apa yang terjadi? apakah Avril menaruh sesuatu ke dalam makanan Boo Young?


Bersambung.....