
...****************...
Kontraksi palsu pun terkadang masih di rasakan Avril. Maka dari itu, setiap dua hari sekali dia datang ke klinik kandungan untuk memeriksakan keadaan janin yang ada dalam kandungan. Pagi itu dengan di temani Boo Young, Avril masuk ke dalam ruangan dokter. Waktu itu Calvin tidak ikut, karena dia harus mengikuti ujian semester.
Karena seringnya mereka datang ke klinik kandungan, hal itu membuat Boo Young tak lagi merasa tegang. Ketika ia masuk ke ruang dokter, dia hanya tidak sabar ingin mendengar perkembangan janin yang ada kandungan sang istri.
Seperti biasa, sang dokter melakukan USG untuk mengetahui keadaan janin. Entah apa hasilnya, tetapi raut wajah dokter terlihat tidak senang. Hal itu di sadari oleh Boo Young, karena sedari tadi ia memperhatikan sang dokter yang terus menerus menggelengkan kepalanya.
Ketika sudah selesai, Boo Young membantu Avril untuk membersihkan gel yang menempel di perut Avril. Sang asisten dokter pun menyuruh mereka berdua untuk segera mengikuti dokter, agar di jelaskan hasil USG nya. Dan seperti biasanya, mereka berdua duduk di kursi bersiap-siap untuk mendengarkan penjelasan dari dokter.
"Posisi bayi pertama Anda saat ini sungsang. Jika sudah waktunya untuk melahirkan dan ternyata masih sungsang, nanti kita terpaksa melakukan operasi sesar." Kata Dokter menjelaskan.
Mendengarkan penjelasan sang dokter membuat Avril lemas tak bertenaga. Dia ingin melahirkan dengan normal. Boo Young kemudian meraih tangan Avril memberi kekuatan untuknya agar tidak bersedih.
"Apakah ada caranya agar istri saya bisa lahir normal, Dok?" Tanya Boo Young berharap.
"Bisa, tetapi saya tidak yakin. Di lantai 6 ada terapi hipnosis untuk membenarkan posisi bayi yang sungsang. Nanti saya kasih surat pengantar, sehingga Anda bisa langsung mendaftar dan melakukan appointment." Kata Dokter memberi harapan.
"Terapi hipnosis dilakukan untuk membuat Anda menjadi rileks, tenang, dan fokus dengan memberikan sugesti ke alam bawah sadar Anda." Imbuh Dokter.
Mengetahui masih ada harapan untuk melahirkan secara normal, Avril pun sedikit merasa lega. Yang terpenting saat itu kondisi bayi mereka di dalam kandungan sehat dan memiliki berat badan yang normal. Tetapi sang dokter mengingatkan Avril tentang kontraksi palsu dan yang sebenarnya. Karena hamil kembar beresiko untuk lahir prematur.
"Ibu harus tetap waspada, karena kontraksi ibu begitu sering. Jika di rasa kontraksi terlalu sering, segera pergi ke rumah sakit, agar cepat di tangani." Kata Dokter berpesan.
"Baik Dok!" Sahut Boo Young.
Setelah selesai semua, Avril dan Boo Young langsung pergi ke lantai enam dengan membawa surat rujukan dari dokter untuk mendaftar sebagai pasien terapi bayi sungsang.
Setelah mendaftar, suster penjaga pun menyuruh Avril untuk datang besok jam sembilan pagi. Perasaan Avril sedikit lega, setidaknya dia masih punya harapan, karena usia kandungannya sebentar lagi menginjak delapan bulan.
Sebenarnya Avril tidak takut jika harus di operasi sesar atau ada tanda bekas operasi di perutnya. Hanya saja, dia merasa jika melahirkan secara normal feel nya dapat dan juga setelah melahirkan dia tidak harus merasakan sakit berhari-hari atau berbulan-bulan.
Setelah selesai mendaftar dan membayar administrasi, Avril pun mengajak Boo Young untuk pulang. Dia ingin istirahat dan menenangkan dirinya, dia tidak mau stress hingga berdampak pada janinnya.
"Sayang, kamu harus rileks! jangan memikirkan hal negatif. Aku yakin, kamu pasti bisa melahirkan dengan normal." Kata Boo Young menyemangati Avril.
"Aku sebenarnya tidak takut jika harus operasi. Seperti kata Dokter, karena bayi kita kembar, jika di operasi sesar, aku akan di bius total. Jika di bius total, aku tidak akan mendengar tangisan pertama bayi kita dan aku tidak bisa langsung menggendong mereka dan memberi asi. Itu yang aku khawatirkan, sayang!" Kata Avril sambil melihat ke arah luar jendela mobil.
"Ketika aku melahirkan Calvin secara normal dan langsung bisa memeluk dan memberi asi kepadanya, aku merasa ikatan batin ku dengan Calvin sangat kuat." Imbuh Avril.
"Nyonya, bagaimana hasil pemeriksaannya?" Tanya Ahjumma sambil memberinya segelas air putih.
"Semua baik-baik saja. Terima Kasih!" Jawab Avril sambil berterima kasih karena memberikannya air minum.
Tujuh bulan sudah Ahjumma bekerja di sana. Karen Avril sangat baik, jadi ia menganggap Ahjumma sebagai bagian dari keluarganya. Maka dari itu, Ahjumma pun memberikan pelayanan terbaiknya. Sesuatu yang baik pasti menghasilkan kebaikan pula.
Sedari tadi handphone Boo Young berdering, Avril tahu itu panggilan dari kantor. Ia pun kemudian menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa. Avril menyuruh Boo Young untuk pergi ke kantor. Karena sebelumnya Eun Soo mengiriminya pesan dan mengatakan kalau perusahaan sedikit kacau karena Boo Young jarang masuk kerja.
"Sayang, kamu tidak pergi ke kantor?" Tanya Avril yang duduk di sebelah suaminya.
"Tidak! karena aku ingin menemani mu. Lagian ada sekertaris ku yang bisa di andalkan." Sahut Boo Young sambil mencium kening Avril.
Avril pun tersenyum mendengar jawaban dari sang suami. Itu terdengar kalau suaminya sangat menyayanginya dan lebih mementingkan dirinya daripada perusahaannya. Tapi Avril tak mau egois, dia tidak mau perusahaan suaminya hancur karena dirinya.
Perusahaan yang sudah di besarkan dengan penuh perjuangan, hancur dengan mudahnya karena hanya ingin menemani sang istri. Terdengar konyol jika sampai itu terjadi. Dengan pelan, Avril pun menyuruh Boo Young untuk pergi ke kantor.
"Kata Eun Soo perusahaan lagi membutuhkan mu. Kenapa kamu tidak pergi ke kantor? Aku baik-baik saja dan ada Ahjumma yang menemaniku. Kamu tidak perlu khawatir, cepat ganti baju dan pergi ke kantor." Suruh Avril beralasan.
"Yakin kamu tidak apa-apa jika aku pergi ke kantor?" Tanya Boo Young meyakinkan.
Avril pun mengangguk sebagai tanda bahwa dia tidak apa-apa jika sang suami pergi ke kantor. Lalu Boo Young bergegas untuk berganti pakaian dengan setelan jas. Kemudian ia berpamitan kepada Avril dan mengingatkan untuk tidak telat makan siang.
Boo Young juga berpesan kepada Ahjumma untuk menjaga Avril dan membantunya jika Avril tidak bisa melakukan hal yang akan ia kerjakan. Dan menyuruhnya untuk menghubunginya jika ada sesuatu yang terjadi pada Avril.
"Ahjumma, hubungi saya jika Avril merasakan sakit pada perutnya, ok!" Kata Boo Young.
"Sayang, aku pergi dulu. Setelah semua beres, aku akan segera pulang." Pamit Boo Young dan mencium bibir Avril.
Avril pun tersenyum melihat tingkah suaminya yang terlalu khawatir. Seumur hidup Avril, dia baru merasakan bagaimana rasanya ketika dirinya sangat berharga bagi orang lain. Bisa di bilang, Boo Young lah cinta pertamanya. Selama dia tinggal di Indonesia setelah kepulangan dari Korea dan hamil Calvin, hingga umur Calvin 7 tahun, dia tidak pernah menjalin asmara dengan laki-laki.
Dia terlalu fokus mengasuh Calvin, hingga tidak memikirkan asmaranya. Hingga akhirnya ia kembali ke Korea dan bertemu dengan Boo Young lagi. Tak pernah ada di benaknya, sampai dia menikah dengan pria berwarganegara asing. Tapi kini dia sudah bahagia, tidak mau melihat masa lalunya.
Masa lalu yang virus memang harus di pendam sedalam-dalamnya dan kenangan yang indah akan selalu terukir di hati.
Bersambung...