My Korean Husband

My Korean Husband
Mempersiapkan Untuk Menikah



Setelah mengurus visa dia dan orangtuanya, Boo Young ingin mengajak Avril pergi ke sebuah tempat.


"papa, aku tidak ikut. Aku mau di rumah saja sama kakek dan nenek." kata Calvin saat Avril menyuruhnya untuk berganti baju.


Anak Genius kebanyakan memang lebih suka menyendiri, apalagi Calvin dalam masa pertumbuhan. Dia lebih suka melakukan hal yang edukatif, bermain Lego adalah favoritnya.


Bukan Lego bata yang ia suka, tapi Lego rangkai yang sangat rumit. Sudah bermacam-macam Lego yang Calvin rangkai, dari robot hingga istana.


Makanya Boo Young sering membelikan Calvin Lego dari pada mainan yang lain.


Avril dan Boo Young berpamitan untuk pergi, mereka hanya pergi berdua, sedangkan Calvin di apartemen bersama kakek-neneknya.


"pasang sabuk pengaman mu." suruh Boo Young yang juga sedang memasang sabuk pengaman.


Karena ini pertama kali Avril duduk di jok depan, hal itu membuatnya sedikit grogi hingga sabuk pengaman yang akan dia pakai tersangkut.


Boo Young yang melihat itu, langsung membantu Avril memakaikan sabuk pengaman.


Avril langsung menoleh ke arah berlawanan, karena saat ini hatinya sedang berdegup kencang.


"let's go....." teriak Boo Young melajukan mobilnya.


Ternyata Boo Young mengajak Avril ke sebuah butik yang menyediakan kebutuhan pernikahan, termasuk gaun pengantin.


"kenapa kita kesini?" tanya Avril melihat sekeliling yang di penuhi dengan perlengkapan pernikahan.


"kita beli gaun pengantin." jawab Boo Young sambil memilih-milih gaun yang terpajang.


Sebenarnya Avril tidak membutuhkan gaun pernikahan, toh pernikahan mereka hanyalah kontrak. pikirnya!


Tapi karena Boo Young memaksa, jadi Avril memilih gaun pengantin yang simpel dan tidak susah jika di bawa ke Indonesia.


"ayo pulang." ajak Avril yang sedang menenteng tas yang berisi gaun pengantinnya.


"kita makan dulu, aku lapar." sahut Boo Young dan meraih tangan Avril.


Dan di gandeng tangan Avril, berjalan menuju parkir. Boo Young sengaja menggandeng tangan Avril, karena karyawan toko tersebut memperhatikan mereka.


Setidaknya Boo Young berakting menjadi calon suami yang perhatian dan romantis.


Karena handphonenya tak henti-hentinya berdering, Boo Young pun segera menonaktifkan. Karena dia tahu, yang menelponnya adalah Boo Rua sang kekasih.


Mereka sampai di sebuah restoran yang memiliki dekorasi bertema aquarium.


"waah.... ada macam restoran seperti ini ternyata." kata Avril terkagum-kagum.


Boo Young hanya tersenyum melihat tingkah Avril yang seperti anak kecil.


Mereka memesan makanan khas Korea, walaupun Avril tidak begitu cocok dengan masakan Korea, Avril tetap menghabiskan makanannya.


Bibir Boo Young tersenyum mengembang, melihat Avril dengan lahapnya makan yang ia pesan. Avril tampak imut dan menggemaskan.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka dari ujung restoran.


"aku mau ke toilet dulu." pamit Avril kepada Boo Young.


Kemudian Avril berdiri dan berjalan menuju ke toilet, dan orang yang mengawasi mereka pun mengikuti Avril ke toilet.


Ketika Avril keluar dari kamar mandi, orang itu sengaja menabrakkan dirinya ke Avril, hingga Avril tersungkur ke lantai.


"maaf, aku tidak sengaja." kata orang itu yang di ketahui seorang pria, membantu Avril berdiri.


"iya, aku tidak apa-apa." sahut Avril merapikan pakaiannya.


Sang pria itu pun menyunggingkan bibirnya, sambil melihat Avril berjalan ke arah Boo Young.


"ayo pulang!" ajak Avril sambil meraih tasnya.


"kita cari mas kawin dulu." sahut Boo Young yang saat ini menggandeng tangan Avril.


Sang pria itu pun hanya memperhatikan Avril dan Boo Young dari balik kaca restoran tersebut.


"kamu kenapa tidak mau di gandeng?" tanya Boo Young menatap Avril.


"ya karena aku tidak mau!" jawab Avril dengan nada tinggi.


Karena merasa jengkel, Avril pun mengeluarkan nada tingginya. Biasanya dia berbicara dengan lembut dan sopan.


Hal itu membuat Boo Young kaget mendengar suara Avril yang sedikit teriak.


"ya! kenapa kamu berteriak!" protes Boo Young.


Bukan tanpa alasan Avril merasa jengkel, bagaiman tidak jengkel, Boo Young hanya menikahinya secara kontrak tapi bersikap seperti suami sungguhan. Sungguh Avril ingin memprotes semua yang di lakukan Boo Young, tapi nyatanya dia tidak mengatakan kata yang seharusnya ia katakan.


Avril seperti orang bodoh semenjak ia bertemu dengan Boo Young, dia lebih banyak diam tanpa menyuarakan opininya.


Bahkan saat Boo Young merencanakan pernikahan kontrak dengannya, Avril hanya bisa mengangguk setuju.


"bisa pilihkan kami yang paling mahal dan bagus." kata Boo Young kepada salah satu karyawan penjaga toko emas.


Di sodorkan tiga model emas putih yang termahal dan terbagus di toko itu oleh karyawan.


"aku tidak mau, ini terlalu mahal." tolak Avril sambil memandang ke arah Boo Young.


"aku yang bayar! aku tidak mau jika nanti saudar-saudara mu berfikir kalau aku hanya memberi mu mas kawin murahan." kata Boo Young menarik paksa jari Avril untuk di masukkan cincin.


Setelah mendapatkan sesuai selera Boo Young, mereka pun langsung pulang ke apartemen. Karena memang hari sudah agak malam.


Di pertengahan jalan Avril tertidur di mobil, Boo Young sesekali melihat ke arah Avril.


Walaupun Avril tidak termasuk standar kecantikan di Korea, tapi banyak orang Korea mengakui kalau Avril sangat imut.


"maaf, jika aku terlalu kejam." batin Boo Young.


Di hentikan mobilnya di pinggir jalan, entah apa yang ada di pikiran Boo Young saat ini. Merasa Kasian pun menghampiri dirinya.


Sudah merusak masa muda Avril dan sekarang berencana untuk mengambil milik Avril yang berharga.


Tapi semua itu ia lakukan untuk kebahagiaannya dan demi untuk bisa bersama sang kekasih Boo Rua.


"apa kita sudah sampai?" tanya Avril yang terbangun dari tidurnya.


"oh... aku merasa capek, jadi aku istirahat sebentar." alasan Boo Young berbohong.


Kemudian Avril melihat jam di handphonenya, jam sudah menunjuk ke angka 7.10 pm dan Avril mulai panik, karena sudah waktunya Boo Young makan malam.


"jangan khawatir, tadi mama telpon dan Calvin sudah makan malam." kata Boo Young yang menenangkan Avril.


Lalu Boo Young melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah tempat yang menjual makanan Korea, bisa di bilang Snack seperti fish cake, rice cake dan masih banyak lagi.


Dan mereka langsung turun untuk membeli jajanan khas Korea.


Avril dengan semangat membeli rice cake pedas dan memakannya sambil berdiri, walaupun dia tak terbiasa makan sambil berdiri.


Setelah mereka kenyang, Avril dan Boo Young langsung pulang ke apartemen.


Sesampainya mereka di apartemen, Calvin sudah tertidur pulas, sedangkan kedua orang tua Boo Young menonton TV di ruang tamu.


"kalian sudah makan?" tanya Jie Hyo.


"sudah ma, mama menginap di sini saja." jawab Boo young sambil menaruh belanjaan mereka.


"papa mu besok pagi ada acara dengan temanya, jadi tidak bisa menginap." sahut sang mama.


Orang tua Boo Young pun langsung berpamitan pulang, sedangkan Boo Young dan Avril merapikan belanjaannya.


Bersambung....