
...****************...
Setelah jam kantor selesai, Avril sengaja tidak pulang ke rumah. Tanpa minta ijin kepada Boo Young dia pergi jalan-jalan dengan Eun Soo, karena sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.
Mereka pergi ke restoran Indonesia yang berada di Korea, memang cukup jauh jarak tempuh ke restoran tersebut. Tetapi demi untuk membeli kerupuk dan tempe, Avril dan Eun Soo pergi ke sana.
"Kalau saja Calvin ikut, pasti lebih seru." Eun Soo melontarkan kata.
"Dia selalu sibuk dengan pelajarannya. Sebenarnya aku tidak tega melihat Calvin yang masih kecil, tetapi harus belajar mati-matian demi mencapai suatu target yang ia inginkan." Keluh Avril.
"Tapi Calvin pernah bilang kepada ku, kalau dia sangat menikmati sesuatu yang ia lakukan. Belajar membuatnya seperti orang hidup, sejam tanpa belajar membuatnya bosan. Seperti itulah anak Genius, selalu ingin mempelajari hal baru." Kata Eun Soo menyemangati.
Mereka duduk di restoran Indonesia sambil memesan beberapa menu masakan khas Indonesia. Avril menceritakan semua keluh kesahnya kepada Eun Soo tentang hubungannya dengan Boo Young.
Walaupun Eun Soo sahabat terdekatnya, Avril tidak bisa bercerita tentang Boo Young yang sudah menganiayanya. Dia merasa tidak ingin menceritakan keburukan Boo Young kepada siapapun.
Mungkin rasa cinta memang sudah tertanam di hati Avril. Apalagi akhir-akhir ini Boo Young sangat baik kepadanya, tak bisa di pungkiri kalau Avril menikmati semua perlakuan Boo Young kepadanya. Hanya saja ia masih marah, karena sebelumnya Boo Young begitu kasar kepadanya.
Kring... Kring...Kring...
Deringan handphone tak henti-hentinya berdering, Avril hanya tidak ingin di ganggu oleh siapapun ketika ia sedang berkeluh kesah pada Eun Soo, tapi deringan itu terus meneru mengganggunya.
Sudah ia ketahui bahwa pengganggu itu adalah suaminya. Entah suami kontrak atau suami yang sesungguhnya, Avril sendiri masih tidak tahu statusnya.
"Eun Soo, kita pergi ke karaoke sebentar yuk! Sudah lama aku rindu dengan suara ku sendiri hehehe...." Ajak Avril memohon.
"Let's go! i'm ready to beat you!" Sahut Eun Soo dengan semangat.
Seolah-olah tidak ingin di ganggu oleh Boo Young, ia pun mengajak sang sahabat untuk pergi ke sebuah karaoke. Setidaknya ia bersenang-senang sebentar sebelum Calvin anak kesayangannya pulang dari les.
Saat ini dua wanita yang sedang bersenang-senang di sebuah ruangan karaoke, berusaha menyuarakan suara terindahnya. Lantunan musik pun menghanyutkan mereka berdua dalam lirik yang menyentuh hati.
"Ayo segera pulang!" Ajak Eun Soo kelelahan.
"Rasanya malas sekali bertemu rubah jantan itu!" Sahut Avril dengan malas.
Yang ia maksud rubah jantan itu adalah sang suami Boo Young. Setiap mengingat apa yang di lakukan Boo Young kepadanya, membuat hatinya merasa marah.
Karena sebuah tanggung jawab sebagai seorang ibu, Avril dengan malas pulang ke apartemen. Malas karena harus berhadapan dengan singa banci atau rubah jantan. Dua nama itu memang pantas untuk di sematkan pada Boo Young.
...****************...
"Kenapa dia tidak mengangkat panggilan ku? kemana dia pergi? sedang sama siapa dia? Avril.. kenapa kamu membuatku seperti ini?" Batin Boo Young yang bertanya-tanya.
Jika cinta sudah mendarah daging, perasaan pun jadi gelisah ketika seorang pasangan tak berada di dekatnya. Berburuk sangka hanya akan menambah rasa gelisah, tak sepantasnya seorang suami menaruh pikiran buruk terhadap istrinya, kalau seorang istri memang memiliki tabiat yang baik.
Lelah menunggu Avril, Boo Young pun menelpon sang asisten dan memberitahu kepadanya kalau dirinya akan menjemput Calvin dari tempat les. Kesibukan adalah kunci untuk menyingkirkan rasa gelisah dan berburuk sangka.
"Calvin....." panggil Boo Young.
"Papa...." Sahut Calvin dengan berlari menghampiri sang papa.
Pelukan pun bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan anak dan orang tua. Itulah salah satu yang di lakukan m Boo Young agar dekat dengan sang anak. Walaupun mereka tidak sering bersama.
Memberikan pertanyaan-pertanyaan pada sang anak tentang keseharian yang mereka lakukan ketika di sekolah adalah jurus jitu agar sang anak merasa di perhatikan oleh orangtuanya. Begitulah Boo Young saat bersama Calvin, dia menjadi papa yang cerewet, selalu bertanya ini dan itu.
"Aku mau makan yang sehat saja pa!" Jawab Calvin.
Boo Young pun membawa Calvin ke sebuah vegetarian restoran. Restoran yang menyajikan makanan sehat tanpa lemak hewani. Walaupun begitu rasanya tidak kalah dengan yang berminyak.
Setelah mereka selesai makan, Boo Young pun mengajak Calvin untuk pulang. Karena memang sudah malam dan Calvin butuh istirahat.
"Memangnya mama kemana pa?" Tanya Calvin.
"Mama sedang ada kerjaan." Jawab Boo Young sambil menyetir.
Dengan penjelasan Boo Young Calvin pun bisa mengerti. Semenjak mereka tinggal di Korea, Calvin memang tidak banyak menghabiskan waktunya dengan sang mama. Maka dari itu Calvin sedang berusaha untuk menyelesaikan ujiannya tahap ke-3, jika ia lolos, dia akan menjadi seorang mahasiswa termuda dan lebih banyak waktu menganggur.
Setelah sampai di rumah, Boo Young pun membantu Calvin untuk membersihkan diri dan menemaninya untuk tidur.
...****************...
"Kamu sudah kesini berkali-kali, tetapi masih nyasar juga! pasti Calvin sekarang sudah pulang!" Gerutu Avril.
"Kamu telpon dia lah, bilang kalau kamu nyasar?" Kata Eun Soo yang sedang berkonsentrasi menyetir.
Sekitar 1 jam lebih mereka nyasar salah jalan. Avril tidak mau menelpon Boo Young, karena dia tahu kalau Boo Young akan memberinya banyak pertanyaan dan menyalahkannya karena pulang malam.
Akhirnya mereka sampai di bawah apartemen Boo Young, kemudian Eun Soo pun berpamitan kepada Avril untuk pulang.
"Aku pulang dulu Vril, sampai ketemu besok!" Pamit Eun Soo.
Avril pun melambaikan tangannya ke arah Eun Soo hingga ia benar-benar hilang dari hadapannya. Kemudian dengan rasa malas dia naik ke atas.
Avril membuka pintu dengan pelan-pelan hingga tak menimbulkan suara. Di lihatnya sekitar dan sepi tidak ada siapapun di sana, hatinya pun merasa tenang. Lalu ia menuju dapur untuk menaruh belanjaannya.
"Ngapain aku harus sembunyi-sembunyi seperti. Toh nanti dia juga akan tahu kalau aku pulang telat." Gumam Avril.
Avril pun kemudian membuka kamar Calvin dan di lihatnya Boo Young yang sedang menemani Avril tidur. Lalu dengan cepat Avril menutup pintu kembali dan ia lari masuk ke kamarnya.
"Kenapa aku jadi takut begini. Padahal aku tidak melakukan kesalahan." Gumam Avril.
Tak lama kemudian Boo Young membuka pintu kamar dan Avril pun langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Cukup lama Avril berada di dalam kamar mandi, berharap Boo Young sudah tidur. Karena sudah sekitar 30 menitan di dalam kamar mandi, Avril pun memutuskan untuk keluar.
"Sedang telpon siapa dia?" Batin Avril.
Saat itu Boo Young memang sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Avril pun menggambil kesempatan itu untuk segera merebahkan badannya di ranjang.
"Sudah ku duga, pasti dia pelakunya! beri dia pelajaran!" Kata Boo Young dengan nada keras.
Avril pun penasaran, sebenarnya dengan siapa Boo Young berbicara. Dengan posisi membelakangi Boo Young, Avril menguping pembicaraan Boo Young dengan seseorang.
Tak terdengar lagi suara Boo Young, berarti panggilan telepon sudah berakhir. Avril kemudian memejamkan matanya, tetapi tangan liar Boo Youn mulai berjalan-jalan di atas tubuh Avril. Tanpa merespon tangan Boo Young, Avril berpura-pura untuk tidur.
Bersambung....
Jangan lupa baca juga My Lucky Life dan tinggalkan 💙 like dan komen. Terima Kasih.