My Korean Husband

My Korean Husband
Afifah-Abidah



Sebelum Calvin memilih nama untuk adik kembarnya, ia terlebih dahulu menanyakan arti dari nama-nama yang tertera di kertas itu.


"Mama, Papa! apa arti-arti dari nama ini?" Tanya Calvin bingung.


"Afifah adalah suci dan sederhana. Abidah artinya ahli ibadah. Sedangkan......" Jawab Avril yang belum selesai.


"Ok! Aku pilih Afifah dan Abidah!" Sahut Calvin memotong jawaban dari sang mama.


Semua orang pun setuju atas nama yang di pilih oleh Calvin. Dan Calvin pun memberi nama panjang mereka dengan marga nama sang kakek. Afifah Sanjaya dan Abidah Sanjaya.


Ada beberapa alasan kenapa Boo Young ingin menamai anak kembarnya dengan nama seperti orang Indonesia. Karena dia tidak mau kalau anak-anak mereka memiliki kewarganegaraan Korea. Bukan karena dia tidak suka, tapi karena Avril sendiri pernah bilang kepadanya kalau ia ingin anak-anak memiliki kewarganegaraan Indonesia.


Boo Young tidak mau egois, dia ingin membuat Avril senang. Pikirannya, jika ia membiarkan anak-anak memiliki kewarganegaraan Indonesia, Avril akan senang seperti yang dia harapkan. Toh, masih ada waktu banyak untuk sang anak memilih kewarganegaraan mereka sendiri kelak. Karena selama anak masih umur 18 tahun kebawah, mereka masih memiliki hak untuk memilih kewarganegaraan mereka sendiri.


"Boo, apa kamu tidak memberi mereka nama Korea?" Tanya sang mama.


"Tidak perlu! Karena aku ingin anak-anak ku menjadi warganegara Indonesia." Jawab Boo Young singkat.


Boo Young kemudian menjelaskan kepada orangtuanya dan Avril, kenapa dia ingin anak-anaknya memiliki kewarganegaraan Indonesia. Avril pun tersenyum mendengar penjelasan Boo Young, karena apa yang Boo Young lakukan demi dirinya.


Tapi Avril sadar, bahwa untuk meneruskan perusahaan milik Boo Young, Calvin harus menjadi warga negara Korea. Tetapi Avril tidak mau ambil pusing, semua pasti ada jalannya.


Beruntungnya, kedua orangtua Boo Young tidak mempermasalahkan hal itu. Dan mereka hanya bisa menyetujui apapun yang jadi keputusan Boo Young.


Setelah semuanya selesai makan siang, orangtua Boo Young berpamitan untuk pulang. Calvin pun ikut pulang dengan mereka, karena besok ia harus pergi kuliah.


*****


Sore itu seorang Dokter wanita datang untuk memeriksa kondisi bayi dan Avril. Kondisi Avril sudah mulai normal, begitupun dengan si kembar. Sang Dokter pun memperkirakan kalau Avril dan bayinya boleh pulang besok.


"Kondisi pasien dan anak-anak sudah normal. Kemungkinan besok mereka di perbolehkan untuk pulang." Kata Dokter kepada Boo Young.


"Benarkah? Terima Kasih Dok!" Sahut Boo Young yang tampak gembira.


Sang Dokter pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu ia keluar dari ruangan di mana Avril di rawat.


Betapa senangnya Boo Young setelah mendengar penjelasan dari Dokter. Ia kemudian berjalan menghampiri Raya yang sedang sibuk menidurkan si kembar.


"Sayang, kata Dokter kan besok sudah boleh pulang, kamu mau pakai jasa perawat rumah sakit tidak? Supaya kamu juga tidak terlalu capek, rawat twins sendirian." Tanya Boo Young memastikan.


"Tentu saja tidak! kan ada kamu dan juga Ahjumma. lagian aku kan sudah berpengalaman merawat Calvin sendirian." Jawab Avril menolak.


Raya tahu jika suaminya sangat mengawatirkan dirinya. Tetapi dia merasa mampu untuk mengasuh si kembar sendiri tanpa bantuan dari perawat.


Setelah si kembar tidur, Boo Young pun juga ikut tidur di sebelah Raya. Dia memeluk sang istri dari arah belakang dan berterima kasih karena Raya sudah berjuang dalam masa kritis.


"Sayang, terima kasih kamu sudah berjuang sampai sejauh ini." Kata Boo Young sambil mencium kepala Avril.


Kemudian mereka berdua saling berpelukan, seperti orang yang sedang melepas rindu. Wajah Boo Young pun memerah tatkala Avril mendaratkan sebuah ciuman manis di bibir sang suami.


Kerinduan membuat Boo Young ingin lebih lama menikmati bibir Avril. Ia pun bermain-main sejenak dengan bibir Raya yang ranum. Beberapa hari tidak saling bermesraan, hal itu membuat Boo Young lupa diri bahwa sang istri baru saja melewatkan masa kritisnya.


Ciumannya semakin bergairah menelusuri sela-sela telinga hingga turun ke bawah leher. Avril membiarkan suaminya melakukan hal yang ia sukai. Hingga akhirnya Boo Young menyadari bahwa aktivitasnya sudah berlebihan.


"Kenapa berhenti?" Tanya Raya tersenyum.


"Apakah aku boleh melakukan lebih dari ini?" Jawab Boo Young lirih.


Kepala Boo Young yang masih berada di leher Avril, ia pun segera mendongakkan kepalanya memandangi Avril sambil tersenyum malu. Avril pun kemudian meraih bibir sang suami dan mulai melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Boo Young sebelumnya.


Tapi tak lama kemudian aktivitasnya terhenti karena seorang perawat datang untuk memastikan kalau Avril harus memberikan susu kepada anak setiap 2 jam sekali.


Boo Young pun langsung turun dari ranjang pasien, karena dia merasa malu. Apalagi di leher Avril ada bekas-bekas ciumannya yang tak terkontrol, hingga meninggalkan bekas merah khas ciuman.


"Apa tidak perlu susu formula Sus? saya khawatir kalau produksi susu istri saya tidak cukup untuk si kembar." Tanya Boo Young khawatir.


"Ibu dengan bayi kembar dua secara konsisten akan memproduksi jumlah ASI dua kali lebih banyak dari jumlah ASI yang diproduksi ibu dengan bayi tunggal, bahkan ibu dengan bayi triplet dapat memproduksi 3 liter ASI dalam 24 jam. Komposisi laktosa, protein dan lemak sangat bervariasi namun mencukupi kebutuhan bayi," Jawab perawat menjelaskan.


Boo Young pun paham, tapi ia juga mengawatirkan kondisi sang istri jika harus menyusui setiap 2 jam sekali. Itu berarti akan membuat kwalitas tidur sang istri terganggu. Apalagi setiap menyusui membutuhkan waktu 15 menit sampai 20 menit.


"Tapi sus, apa hal itu tidak mengganggu jam tidur istri saya?" Tanya Boo Young dengan cemas.


"Ketika siang hari, Nyonya dapat memompa ASI dan menyimpannya, sehingga Tuan dapat dengan mudah memberikan ASI pada malam hari menggunakan botol. Namun, sebisa mungkin Nyonya tetap memberikan ASI secara langsung, supaya kontak batin antara ibu dan anak dapat tetap terjalin dengan baik." Jawab perawat menjelaskan.


Setelah tidak ada pertanyaan lagi, sang perawat pun berpamitan untuk keluar. Karena masih ada beberapa ibu yang harus ia ingatkan agar menyusui anaknya dengan jarak waktu 2 jam. Avril maupun Boo Young mengerti atas penjelasan dari sang perawat.


Kemudian Boo Young berjalan mendekati Raya dan menyuruhnya untuk meminum vitamin yang di berikan oleh perawat agar kondisi kesehatannya semakin sehat.


"Apakah aku perlu membeli pompa ASI sekarang?" Tanya Boo Young bersemangat.


"Sekarang sudah malam, kamu tidur saja di sini dan bangunkan aku setiap 2 jam sekali untuk menyusui Afifah dan Abidah." Sahut Avril melarang Boo Young.


Tetapi karena Boo Young belum mandi, ia pun berpamitan kepada Raya untuk pergi ke hotel yang ia sewa di sebrang rumah sakit. Dia pergi untuk mandi dan berganti pakaian dan juga membeli makanan untuk Avril, karena dia tahu ibu menyusui akan cepat lapar.


"Sayang, kamu ingin di belikan makanan apa?" Tanya Boo Young sambil mengelus rambut Avril.


"Aku mau makan apa saja, asal jangan terlalu pedas." Jawab Avril yang tiduran di ranjang pasien.


Lalu Boo Young dengan segera keluar dari ruangan itu dan buru-buru pergi ke hotel. Dia mempercepat langkahnya agar tidak terlalu lama meninggalkan Avril terlalu lama.


Ketika ia sedang keluar dari lift, tiba-tiba handphonenya berdering ada panggilan masuk. Boo Young kemudian melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Bersambung....