My Korean Husband

My Korean Husband
Akhirnya Pulang Juga!



Siang itu akhirnya Avril dan si kembar pulang ke apartemen. kedua mertua pun sudah menunggu di sana menyambut kedatangan si cucu kembarnya. Saat itu kebahagiaan mereka tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Beberapa hari setelah melahirkan, Avril belum sempat untuk mandi. Ia pun memberi ASI untuk si kembar terlebih dahulu dan kemudian dia berencana untuk mandi.


Boo Young yang pengertian, ia pun menyiapkan air hangat di bathtub untuk Avril berendam. Di masukan wewangian aromaterapi kesukaan Avril ke dalam bathtub.


"Sayang, airnya sudah siap. Ayo segera mandi!" Suruh Boo Young sambil membantu Avril menaruh Si kembar ke dalam ranjang bayi.


"Terima kasih suamiku!" Sahut Avril.


Sementara kedua mertua Raya menunggu si kembar sambil menonton TV. Avril dan Boo Young kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Dengan hati-hati Boo Young membantu Avril melepaskan bajunya.


Dengan lembut Boo Young membasuh tubuh Avril dengan sabun. Sungguh suami yang sangat pengertian dan perhatian membuat Avril terlena oleh sikap itu. Selama Boo Young membersikan badannya, Avril hanya bisa tersenyum dan merasa tersanjung. Dia seperti wanita yang paling bahagia di dunia ini.


Sekitar 30 menit Boo Young memandikan Avril, mereka berdua pun keluar dari kamar mandi. Boo Young mengeringkan rambut Avril dengan hairdryer.


"Kalian brisik sekali, nanti si kembar bangun!" Protes Jie Hyo.


"Maaf Ma, sebentar lagi selesai." Sahut Boo Young.


Kemudian Boo Young menyuruh Avril untuk istirahat dan Boo Young mengajak sang mama untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Dia berencana untuk membeli pompa ASI, agar Avril bisa tidur nyenyak di malam hari.


"Mama, temani aku ke pusat perbelanjaan. Aku mau beli sesuatu yang Avril butuhkan." Ajak Boo Young.


"Okay! sebentar, aku cuci tangan dulu." Kata Jie Hyo.


Dan mereka berdua pun keluar dari apartemen untuk beli pompa ASI. Sementara Avril mulai terserang rasa kantuk dan Min Sik mertuanya juga tertidur di sofa yang berada di kamar dengan TV yang masih menyala.


Ahjumma pun mengambil pakaian kotor di dalam kamar Avril untuk di cuci. Karena penghuni kamar itu sudah pada tidur, Ahjumma pun mematikan TV dan mengecilkan volume AC. Karena saat itu, ruangan kamar sangat dingin.


*****


Sekitar 2 jam Boo Young dan mamanya berbelanja, akhirnya mereka pulang juga. Saat itu Avril sedang menyusui, sedangkan Min Sik duduk di sofa ruang tamu sambil nonton TV. Karena Avril menyuruh mertua laki-lakinya keluar dari kamar saat ia sedang menyusui si kembar.


Banyak sekali belanjaan yang di beli oleh Boo Young. Pakaian untuk si kembar dan juga beberapa mainan. Tapi ketika mereka sampai di apartemen, Jie Hyo sedikit marah karena Boo Young membeli alat pemompa ASI.


"Pokoknya Mama tidak setuju kalau Avril memompa ASI nya!" Kata Jie Hyo sedikit teriak.


"Avril memompa ASI nya hanya untuk malam hari, sedangkan siang hari Avril akan menyusui si kembar secara langsung!" Sahut Boo Young menjelaskan.


Jie Hyo pun tampak kesal dan langsung duduk di sofa di samping sang suami. Avril yang mendengar teriakan mertuanya, ia pun menaruh si kembar ke dalam ranjang dan bergegas untuk keluar dari kamar.


Boo Young yang sedang mengeluarkan belanjaannya pun segera menghampiri Avril yang baru keluar dari kamar dan menyuruh Avril untuk istirahat saja di kamar.


"Sayang, kamu istirahat saja." Suruh Boo Young.


"Aku mau lihat apa yang kamu beli. Lagian tadi waktu kamu pergi, aku sudah tidur." Kata Avril menolak untuk istirahat.


Kemudian Avril dan Boo Young membuka semua belanjaan yang berada di lantai. Avril sangat senang karena Boo Young membeli semua yang Avril butuhkan. Sedangkan Jie Hyo masih tampak kesal memandang ke arah TV.


"Kalau pakai botol, bayi tidak perlu susah menyedot. Dimiringkan sedikit atau botol dibalikkan, ASI sudah menetes. Biasa pakai botol bisa membuat bayi malas menyedot ASI secara langsung (melalui payudara)," tambah Jie Hyo.


"Efek buruk memberikan ASI pakai botol juga memengaruhi hubungan psikologis antara bayi dengan ibu. Kedekatan akan berkurang. Bahkan bayi bisa saja menolak diberi ASI langsung lewat payudara." Imbuh Jie Hyo kesal.


Memang apa yang di katakan oleh Jie Hyo adalah benar. Tapi Boo Young hanya tidak ingin Avril kurang tidur dan malah membuat produksi ASI menurun. Apalagi menyusui bayi kembar akan membuat Avril selalu merasa lapar di malam hari.


"Tapi Avril akan memberi ASI dari botol ketika malam hari saja, kalau siang hari Avril akan memberi ASI secara langsung (melalui payudara)." Jelas Boo Young.


"Pokoknya aku tidak setuju TITIK!" Teriak Jie Hyo semakin marah.


Avril yang tak ingin suami dan mertuanya bertengkar, ia pun menengahi mereka berdua.


"Aku tidak akan memberi ASI melalui botol dan setiap malam aku akan bangun untuk menyusui si kembar secara langsung." Kata Avril menenangkan mereka berdua.


Sebenarnya Boo Young memaksa Avril agar memompa ASI, tapi karena Avril tidak mau mertuanya marah, ia pun tidak mempermasalahkan kalau harus bangun di tengah malam untuk memberi ASI pada si kembar.


Sudah menjadi tanggung jawab seorang ibu, jika harus bangun di tengah malam untuk menyusui atau sekedar mengganti popoknya.


"Aku akan tinggal di sini untuk memastikan kalau Avril tidak memompa ASI nya!" Kata Jie Hyo.


"Avril malah senang kalau Mama tinggal di sini, jadi kalau ada sesuatu yang tidak aku tahu, aku bisa tanya sama mama." Sahut Avril tersenyum.


Boo Young tidak menyangka kalau mamanya menjadi sensitive seperti itu. Tapi karena dia tidak mau ribut, Boo Young pun hanya bisa mengalah dan membiarkan orangtuanya tinggal di apartemennya.


Tak lama kemudian Calvin, Eun Soo dan Seung Chul datang. Mereka bertiga bertemu di lobby apartemen. Eun Soo membawa banyak hadiah untuk di berikan si kembar.


"Kalian kok bisa bareng?" Tanya Avril sambil memeluk Calvin.


"Tadi kita berdua bertemu Calvin di lobby, jadi kita bareng-bareng naik ke atas." Jawab Eun Soo.


Calvin kemudian mencuci tangannya dan langsung menghampiri si kembar. Sedangkan Eun Soo dan Seung Chul menyapa Jie Hyo dan Min Sik.


Mereka semua duduk di sofa dan saling mengobrol. Sementara Ahjumma sedang sibuk memasak makan malam untuk mereka. Tak lama kemudian terdengar tangisan dari si kembar. Avril dan Eun Soo masuk ke kamar untuk melihat si kembar.


"Mama, sepertinya Afifah dan Abidah lapar!" Kata Calvin.


Kemudian Avril pun menyuruh Calvin untuk keluar, karena dia mau memberi ASI untuk si kembar. Setelah si kembar kenyang, Eun Soo membantu Avril menggendong Afifah agar segera bersendawa. Setelah itu, si kembar di tidurkan di ranjang dan mereka berdua keluar dari kamar.


"Tuan, makan malamnya sudah siap." Kata Ahjumma.


"Terima kasih Ahjumma." Sahut Boo Young.


Boo Young kemudian mengajak mereka semua untuk makan malam. Eun Soo membantu Ahjumma mengambilkan nasi untuk mereka semua.


Walaupun masakan Ahjumma bisa di bilang enak, tapi tetap saja masakan Avril lebih enak bagi Boo Young dan dia sangat merindukan semur ayam buatan sang istri.


Bersambung....