
...****************...
Ketika Avril bangun di pagi hari, ia m menemukan Boo Young tidak berada di sampingnya. Bantalnya pun masih tertata rapi, itu berarti Boo Young tidak pulang semalaman.
Perasaan Avril mulai tak tenang, ia mengambil handphonenya di atas nakas. Di cek handphonenya, tetapi tidak ada pesan masuk atau panggilan dari Boo Young. Antara marah dan khawatir menyergapi perasaannya. Di buangnya rasa gengsi dan ia mulai menelpon Boo Young.
Beberapa kali Avril mencoba untuk menelpon Boo Young, tetapi suara operator lah yang menjawabnya. Itu berarti, handphone Boo Young sedang tidak aktif.
"Kemana rubah jantan pergi? kenapa handphonenya mati? jangan bilang kalau kau sedang sama Boo Rua!" Avril bermonolog sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
Avril kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian ia pergi ke luar kamar dan membangunkan Calvin. Sementara Calvin membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Avril mulai menyiapkan sarapan untuk Calvin.
"Mama, kenapa papa belum keluar dari kamar?" Tanya Calvin.
"Semalam Papa mu tidak pulang sayang, karena pekerjaannya belum selesai." Jawab Avril memberi alasan.
Calvin memang tidak banyak bertanya, karena ia tahu kalau seorang CEO itu tidak mudah. Makanya ia ingin segera tumbuh dewasa dan menggantikan posisi sang Papa.
Asisten Joon pun mempencet bel pintu rumah, karena Calvin sudah terlambat. Avril kemudian membukakan pintu dan langsung mulai mengintrogasi asisten Joon.
"Asisten Joon, kamu tahu Boo Young pergi kemana?" Tanya Avril serius.
"Maaf Nyonya, Tuan Boo Young tidak pergi dengan saya. Ia pergi dengan asisten barunya, karena Tuan Boo Young menugaskan saya hanya untuk menjadi asisten Calvin." Jawab asisten dengan sopan.
Tak kurang akal, Avril kemudian meminta nomer telepon asisten baru Boo Young kepada asisten Joon. Beruntungnya, asisten Joon punya nomer asisten baru Boo Young.
"Mama, Calvin berangkat sekolah dulu ya!" Pamit Calvin dengan memeluk sang mama.
"Hati-hati ya Sayang, kalau ada apa-apa kasih tahu mama dan jika membutuhkan sesuatu kamu tinggal meminta pada asisten Joon. Dia selalu menemani mu di sekolahan." Kata Avril melepas pelukan Calvin.
Setelah Calvin berangkat ke sekolah, Avril kemudian bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Karena waktunya sangat mepet, ia pun tak ada waktu untuk menghubungi asisten baru Boo Young.
Sesampainya ia di kantor, Avril terlebih dahulu mengecek keberadaan Boo Young di dalam ruangan, tetapi ia hanya menemukan ruangan yang kosong. Teringat, ia belum menelpon asisten baru Boo Young.
Tiga kali Avril menelpon asisten baru Boo Young, tetapi tidak ada jawaban. Kemudian ia mengirim pesan kepada asisten baru itu.
"Siapa pun kamu, di mana suami ku Boo Young?" Isi pesan Avril.
Karena Avril tidak menemukan Boo Young, ia pun segera keluar dari ruangannya. Ketika ia keluar dari ruangan Boo Young, ia melihat sang sekertaris yang sedang sibuk memberikan berkas kepada ketua team.
"Selamat pagi...." Sapa sang sekertaris sambil menundukkan kepalanya.
"Pagi....." Balas Avril seraya menundukkan kepalanya.
Sebenarnya Avril ingin bertanya pada sang sekertaris tentang keberadaan sang suami, tetapi Avril tidak ingin jika para karyawan membicarakan hubungan dia dan sang suami. Avril takut jika para karyawan mengetahui kalau hubungan dengan Boo Young memang tidak terlalu baik.
Ia pun segera duduk dan memikirkan tentang keberadaan Boo Young. Pikirannya pun mulai membayangkan jika Boo Young sedang bersama Boo Rua.
...****************...
"Kamu kenapa dari tadi melamun terus? Kangen sama suami ya? Kenapa suami mu tidak masuk hari ini?" Beberapa pertanyaan pun keluar dari mulut Eun Soo.
"Aku juga tidak tau kemana dia pergi, dari kemarin dia juga tidak pulang. Mungkin lagi bersenang-senang dengan pacarnya Boo Rua." Jawab Avril dengan nada lemas.
"Kayaknya tidak mungkin kalau dia lagi bersenang-senang dengan Boo Rua, karena tadi pagi ada berita kalau Boo Rua di bawa ke rumah sakit karena Hipotermia akut." Sahut Eun Soo.
Jadi, sebenarnya di mana Boo Young? Setidaknya Avril merasa lega kalau saat ini Boo Young tidak dengan Boo Rua. Sekarang Avril merasa khawatir jika terjadi sesuatu dengan Boo Young.
Setelah selesai makan siang, mereka berdua pun kembali ke ruang kerja mereka masing-masing.
Ketika Avril baru saja menyalakan komputernya, tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda jika ada pesan masuk. Di lihatnya pesan itu dan ternyata itu adalah balasan pesan dari asisten baru Boo Young.
"Maaf Nyonya, Tuan Boo Young sudah pulang ke apartemen." Balasan pesan Avril.
Mendapat balasan itu pun Avril merasa lega, entah kenapa ia ingin sekali cepat pulang dan menemui Boo Young. Matanya terus menerus melihat jam di dinding kantor, rasanya jam itu tidak berputar.
Karena sudah tidak sabar lagi, Avril kemudian meminta ijin kepada ketua team untuk pulang lebih awal. Tentu saja ketua team memberi ijin, karena Avril istri sang CEO.
Dengan buru-buru Avril keluar dari perusahaan, dia menghentikan sebuah taksi dan menyuruh sang sopir untuk mengantarkannya pulang ke apartemen. Hatinya sudah berdegup kencang, tak sabar ingin menemui Boo Young.
Apakah itu yang di namakan cinta? Karena Avril tidak pernah merasa bertingkah konyol sebelumnya. Perasaan khawatir, marah, curiga menjadi satu ketika pasangannya tidak berada di dekatnya.
Kemudian Avril dengan cepat memencet kode pintu. Ketika ia masuk ke dalam apartemen, di lihatnya Boo Young yang sedang berdiri sambil meminum kopi di depan TV di belakang sofa.
Avril dengan cepat menghampiri Boo Young dan langsung memeluk tubuh kekarnya dengan cepat hingga membuat kopi Boo Young tumpah sedikit di lantai. Boo Young yang mendapat pelukan dari Avril secara tiba-tiba hanya bisa bengong memandangi Avril yang tampak menggemaskan.
Kesadaran diri Avril pun kembali, ia merasa malu karena sudah memeluk Boo Young dengan agresif. Avril kemudian melepaskan pelukannya dan segera lari ke arah kamar dan masuk ke dalam.
Boo Young pun merasa aneh dengan sikap Avril yang tiba-tiba memeluknya. Kemudian Boo Young meletakkan kopinya di meja makan dan dia mengikuti Avril masuk ke kamar.
Ketiak Boo Young masuk ke kamar, saat itu Avril sedang di kamar mandi mengganti pakaiannya. Boo Young dengan setia menunggunya di depan pintu kamar mandi. Karena Avril lumayan lama di kamar mandi, Boo Young kemudian mengetok pintunya.
Avril pun segera keluar dari kamar mandi dengan menutupi mukanya yang sedang merasa malu.
"Kenapa kamu pulang lebih awal? apa karena aku tidak di kantor, jadi kamu bersikap seperti Nyonya?" Tanya Boo Young.
Belum sempat Avril menjawab pertanyaan itu, Boo Young sudah lebih dulu menyerang bibir ranum milik Avril. Ciumannya pun di balas oleh Avril dan menikmati setiap bibir mereka yang saling bersentuhan.
Kini posisi Boo Young sudah menindih tubuh Avril dan tidak ada perlawanan dari Avril. Mereka berdua pun melakukan hubungan suami istri.
Bersambung......