My Korean Husband

My Korean Husband
Cemburu Itu Nikmat



...****************...


Avril terbangun dari tidurnya dan Boo Young sudah tidak ada di sampingnya. Lalu ia beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu, ia kemudian keluar dari kamar dan mencari keberadaan Boo Young.


Langkahnya terhenti ketika mendengar suara Boo Young seperti mengangkat sesuatu yang berat. Avril pun sudah paham dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu. Karena suaminya sedang olahraga, Avril kemudian pergi ke dapur untuk untuk membuat sarapan.


"Selamat pagi Nyonya." Sapa seorang asisten rumah tangga.


"Selamat pagi." Sapa Avril balik dengan sopan.


Biasanya asisten rumah tangga datang pagi-pagi sekali sebelum Avril dan Boo Young bangun, untuk membersikan semua ruangan kecuali kamar Avril. Sebelum mereka bangun, sang asisten sudah pergi. Tetapi tidak di pagi itu, sang asisten masih di sana untuk bersih-bersih.


"Ahjumma... kenapa pagi ini kamu telat?" Tanya Avril penasaran.


"Ka-karena a-anak saya di rawat di rumah sakit Nyonya, jadi saya harus menemaninya." Jawab asisten dengan rasa takut, kalau di marahin.


Mereka kemudian saling mengobrol, sebenarnya di Korea sama halnya di Indonesia. Ada yang miskin dan ada pula yang kaya, setiap negara pun begitu. Hanya saja kita tidak tahu sedetail tentang kehidupan di Korea. Kalaupun kita tahu, bersyukurlah kita hidup di Indonesia. Karena kehidupan di Korea tak seindah di Drama.


Sebelum asistennya pulang, Avril mengambil beberapa lembar uang untuk di berikan pada asistennya.


"Ini uang apa Nyonya? banyak sekali!" Tanya sang asisten kebingungan.


"Ini uang untuk kamu dan anak mu. Gunakan uang ini untuk hal yang kalian perlukan!" Jawab Avril dengan penuh bangga bisa menolong orang yang kesusahan.


Sang asisten itu pun langsung memeluk tubuh Avril dan berterima kasih kepada Avril. Mata asisten itu pun penuh dengan air mata haru, ternyata masih ada orang baik. Setelah itu, sang asisten pun pulang dan Avril mulai melanjutkan masaknya.


Tanpa Avril sadari, sedari tadi Boo Young sudah memperhatikan ia dari depan pintu ruangan fitness. Boo Young merasa bangga memiliki istri canti, tak hanya cantik tetapi juga dermawan. Seumur hidup Boo Young, dia belum pernah melakukan perbuatan mulia seperti Avril.


Kemudian Boo Young berjalan mendekati Avril yang sedang memasak. Kemudian ia memeluk Avril dari belakang dan membisikan kata I Love You pada telinga sang istri. Avril yang mendapat pelukan secara tiba-tiba pun merasa kaget dan membalikan badannya hingga mereka saling bertatapan muka.


"Kamu kenapa mengganggu ku?" Protes Avril.


"Entahlah....aku hanya ingin memeluk mu seperti ini." Sahut Boo Young mempererat pelukannya.


Karena Avril sedang memasak, Boo Young segera melepaskan pelukannya agar sang istri cepat selesai memasak. Sedangkan dirinya pergi ke kamar untuk mandi.


Tak lama kemudian, masakan pun sudah siap. Dan Boo Young keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah tapi. Avril memandangi sang suami, karena ketika Boo Young memakai setelan jas, aura wajahnya pun berebuah menjadi berkarismatik.


"Sayang, sarapan dulu." Suruh Avril sambil mengambilkan nasi di mangkok.


"Terima Kasih atas makanannya." Kata Boo Young dan mulai memakan makanannya.


Setelah mereka sarapan, Avril pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan ganti baju kerja. Sementara Boo Young sedang sibuk dengan handphonenya. Ia melihat-lihat akun sosial media milik sang istri.


Ia pun kaget ketika Boo Young melihat ada nama Seung Chul berteman dengan Avril. Dan yang membuatnya geram, Seung Chul mengomentari dengan kata-kata merayu di setiap foto yang di upload oleh Avril.


Mood Boo Young tiba-tiba off setelah melihat semua itu, terlebih Avril tidak meng-upload fotonya. Dia tidak melihat satu pun fotonya di akun sosial media Avril. Hal itu membuatnya ingin marah.


Tak lama kemudian Avril keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi dan elegan. Avril melihat ekspresi di wajah Boo Young yang sedang tidak senang. Avril pun menghampirinya dan membenarkan dari Boo Young yang terlihat miring.


"Sayang, kenapa tiba-tiba wajah mu seperti orang yang sedang marah?" Tanya Avril dengan senyum.


Avril tahu kalau ada sesuatu yang membuat Boo Young seperti itu, karena pas waktu sarapan dia masih bersikap baik.


Saat itu mereka sudah berada di dalam mobil, Avril merasa tidak nyaman atas sikap sang suami yang dingin. Karena dia tidak mau menambah suasana menjadi lebih buruk, Avril pun memandang keluar dari kaca mobil.


"Kamu kenapa tidak meng-upload foto ku sama sekali di media sosial mu?" Tanya Boo Young dengan dingin.


"Oh! apakah kamu marah karena hal itu?" Tanya Avril tersenyum.


Kemudian Avril mengambil handphonenya dari dalam tas dan mulai membuka sosial medianya. Avril kemudian mencari fotonya dengan Boo Young di galeri. Ia memilih foto yang menampilkan kemesraan dan lalu ia upload dengan caption "You are my destiny" .


Setelah berhasil meng-upload foto mereka berdua, Avril memperlihatkan kepada Boo Young, bahwa dirinya sudah meng-upload foto di saat mereka sedang bermesraan. Seketika wajah Boo Young pun berubah, ia tersenyum malu karena bertingkah seperti anak kecil.


"Tapi aku tidak suka kalau kamu berteman dengan Seung Chul." Protes Boo Young.


"Aku hanya sekedar berteman dan aku tidak pernah meresponnya. Jangan khawatir!" Sahut Avril yang merasa gemas melihat suaminya sedang cemburu.


Sesampainya mereka di kantor, Boo Young menggandeng tangan Avril berjalan masuk. Banyak karyawan yang memandang ke arah mereka, karena sang CEO baru saja mulai bekerja.


Baru saja Avril mau masuk ke dalam lift sama Boo Young, tangannya sudah di tarik oleh seseorang dan mengajak Avril untuk berbicara.


"Ya! sopan sedikit kenapa!" Protes Boo Young.


"Maaf sayang, aku bicara sama Eun Soo sebentar ya!" pamit Avril pada Boo Young.


Mau tidak mau Boo Young memberi ijin, kalaupun tidak memberi ijin si harimau betina itu juga akan memaksa. Kemudian mereka berdua pergi keluar dari kantor.


Eun Soo menyuruh Avril untuk duduk di kursi taman, sedangkan ia berdiri sambil melipatkan tangannya.


"Avril! kenapa kamu meninggalkan aku dan Seung Chul di restoran?" Tanya Eun Soo dengan sebal.


"Tapi kamu suka kan? bagaimana, apa yang kamu lakukan ketika aku sudah pulang?" Tanya Avril meledek.


Kemudian Eun Soo duduk di samping Avril dan menceritakan apa saja yang ia lakukan setelah Avril pulang. Bisa di bilang saat itu Eun Soo sedang bahagia, karena itu terlihat dari raut wajahnya dan cara ia berbicara.


Eun Soo juga merasa senang, karena Seung Chul cukup perhatian dengannya. Tapi masih ada yang mengganjal di hatinya, ketika Seung Chul mabuk di karaoke dia terus-menerus memanggil nama Avril, bahkan Seung Chul mencium Eun Soo karena ia pikir Eun Soo adalah Avril.


"Dia benar-benar menyukai mu!" Kata Eun Soo lirih.


"Tidak! ia hanya mengagumi ku. Dia butuh orang yang bisa mengerti dan perhatian terhadapnya. Jadi kamu harus tahu apa yang seharusnya kamu lakukan, agar cintamu terbalas olehnya." Kata Avril serius.


Karena sudah hampir terlambat, Avril pun mengajak Eun Soo untuk naik ke atas. Sebagai sahabat yang baik, Avril hanya bisa menyemangatinya. Karena dulu ketika ia terpuruk, Eun Soo lah yang selalu ada untuknya.


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar.


Terima Kasih!