
Sejak saat itu, Dinna sudah tidak lagi datang ke kantornya Boo Young. Tidak ada alasan yang jelas tentang kenapa Dinna berhenti bekerja. Bahkan Dinna tidak pernah menghubungi Boo Young atau memberi alasan dia berhenti. Boo Young sendiri tidak mencari tahu, dia malah bersyukur karena rencananya untuk menyingkirkan Dinna berhasil.
Setelah seminggu lebih ketidak hadiran Dinna di kantor Boo Young, Avril memutuskan untuk tinggal di rumah menjaga si kembar. Sungguh suatu hal yang melegakan bagi Avril dan Boo Young. Mereka berharap tidak ada lagi pengganggu dalam rumah tangga mereka.
Tidak ada lagi rasa cemburu atau khawatir walau Avril di rumah saja. Avril bisa berkonsentrasi merawat si kembar dan menikmati hari-harinya sebagai ibu rumah tangga. Jika sempat, ia akan memasak atau membuat sarapan untuk Boo Young dan Calvin. Dia merasa senang bisa menjadi istri dan ibu yang berkualitas.
"Wah... Masakan mama memang nomer satu deh!" Puji Calvin.
"Istri siapa dulu?" Sahut Boo Young dengan candaannya.
"Kalian pinter banget memuji ya!" Celetuk Avril.
Siang itu mereka bertiga duduk di kursi meja makan , menyantap hidangan yang di masak oleh Avril. Masakan kesukaan Boo Young dan Calvin, sehingga membuat mereka berdua makan dengan lahapnya. Hal itu membuat Avril senang, berarti masakannya benar-benar enak.
Karena hari itu hari libur, mereka pun menghabiskan waktu bersama. Avril memasak masakan Indonesia, Boo Young dan Calvin sibuk mengasuh si kembar dan mengajak mereka pergi keliling-keliling taman yang berada di sekitar apartemen.
"Pa, Nanti kalau Calvin lulus kuliah, kita pergi ke Indonesia ya! Papa belum berkeliling ke Indonesia kan? Di Indonesia banyak tempat-tempat yang indah dan juga makanannya enak-enak." Ajak Calvin sembari bercerita tentang keindahan di Indonesia.
"Tentu saja! Apapun kemauan Calvin, Papa pasti turutin kalau Papa ada waktu." Sahut Boo Young yang juga penasaran dengan Indonesia.
Karena cuaca agak mendung, sehingga siang itu udara terasa sejuk. Membuat Boo Young dan Calvin betah jalan-jalan di taman. Tetapi, mereka harus segera pulang, karena sudah sekitar dua jam mereka berada di taman. Si kembar perlu minum Asi, dan Avril sudah menelpon Boo Young untuk segera membawa si kembar pulang.
Ketika Boo Young dan Calvin memasuki apartemen, mereka bisa mencium bau masakan khas Indonesia. Karena memang saat itu Avril sedang memasak rendang sapi. Walaupun Avril sudah menyalakan blower, tetap saja aroma masakan yang pekat tercium.
"Mama masak rendang ya?" Tanya Calvin yang tidak asing dengan aromanya.
"Iya sayang, Mama masak banyak. Kita bawa ke rumah Jobumonim ok!" Jawab Avril yang masih sibuk di dapur.
"Asyiiikk.... Aku juga sudah kangen dengan Jobumonim." Kata Calvin bersorak.
Avril sengaja masak banyak, karena dia berencana mengajak suami dan anak-anaknya datang ke rumah mertuanya. Ia ingin memperbaiki hubungan dengan Ibu mertuanya yang sempat tidak baik. Avril menyadari kalau apa yang di lakukan Ibu mertuanya waktu itu demi kebaikannya dan si kembar.
Lalu Avril menyuruh Calvin untuk pergi mandi, sedangkan Boo Young sedang menghangatkan Asi di botol dengan penghangat khusus. Setelah hangat, Boo Young memberi Asi tersebut kepada si kembar secara giliran. Boo Young pun menyadari bahwa menjadi seorang Ibu tidaklah mudah.
"Sayang, si kembar sudah selesai minum Asi?" Tanya Avril yang baru saja masuk kamar.
"Abidah sudah, sekarang Afifah tinggal sedikit." Jawab Boo Young sambil memperlihatkan Asi di botol.
"Ok kalau gitu aku mandi dulu, habis itu kamu juga mandi. Kita pergi ke rumah Mama." Kata Avril memberitahu.
Boo Young sedikit terkejut ketika Avril mengajaknya ke rumah orangtuanya. Mengingat terakhir hubungan Mamanya dan Avril kurang baik. Itu artinya Avril ingin memperbaiki hubungannya dengan ibu mertuanya. Hal itu membuat Boo Young tersenyum penuh kebahagiaan.
Selesai memberi ASI, Boo Young segera menaruh Afifah ke dalam box bayi. Lalu ia masuk ke kamar mandi yang tidak terkunci. Ia melihat Avril yang sedang mandi di balik partisi kaca, jadi dia bisa melihat tubuh Avril yang sedang terguyur air.
"Jangan main-main, cepetan mandi! Sudah sore nih!" Protes Avril, karena tangan Boo Young bermain pas di dadanya.
"Gak butuh waktu lama, cuma sebentar kok!" Sahut Boo Young yang semakin berani menelusuri tubuh Avril dengan tangannya.
Avril pun pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya yang membuatnya merasa geli tapi membuatnya ketagihan. Ia membiarkan Boo Young bermain-main di titik sensitive tubuhnya, karena memang Avril juga menyukai sensasi itu.
Setelah selesai mandi, mereka berdua buru-buru memakai baju, karena sedari tadi Calvin sudah memanggil mereka. Sepertinya Calvin sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan nenek-kakeknya. Memang sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu.
*****
Tak sabar Calvin langsung keluar dari mobil, berlarian menuju ke gerbang rumah. Dia meloncat-loncat agar sampai untuk menekan bell. Sedangkan Boo Young dan Avril sibuk mengeluarkan barang-barang yang mereka bawa, karena mereka berencana untuk minap.
Tak lama kemudian pintu gerbang pun terbuka, Nenek-kakeknya keluar menyambut kedatangan mereka. Seperti tak terjadi apa-apa، Jie Hyo langsung memeluk mereka satu persatu.
"Kalian kesini kenapa tidak memberitahu dulu, Mama gak ada persiapan buat makan malam." Protes Jie Hyo.
"Tenang Ma, menantu mu bawa makanan banyak!" Sahut Boo Young sambil memperlihatkan box makanan pada sang Ibu.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah. Betapa bahagianya Jie Hyo dan Min Sik, saat mengetahui kalau mereka akan menginap. Di tambah Avril membawa makanan kesukaannya Jie Hyo. Hal itu membuat Jie Hyo tambah senang.
"Mama, maafin aku ya! Kemarin aku bersikap tidak baik terhadap Mama." Kata Avril meminta maaf sambil memeluk Jie Hyo.
"Mama juga minta maaf, sudah membuatmu tidak nyaman." Sahut Jie Hyo yang juga meminta maaf.
Akhirnya, mereka saling meminta maaf dan memulai menjalin hubungan baik. Karena sudah malam, Avril dan Jie Hyo pun menyiapkan makanan di meja makan. Lalu mereka semua makan bersama dengan menu masakan khas Indonesia yang di bawa oleh Avril. Tak ketinggalan, Avril memasak orek tempe kesukaannya.
"Makanan Indonesia memang the best! Apalagi yang masak menantu sendiri." Puji Min Sik kepada Avril.
"Beruntung sekali aku memiliki istri seperti dia, aku menyesal tidak menikahinya sejak pertama kita bertemu." Tambah Boo Young memuji sang istri.
"Kalian terlalu memuji, banyak kok yang jago masak dari pada aku." Sahut Avril tersipu malu.
"Iya banyak, tapi gak seenak masakan mu!" Sahut Jie Hyo yang tak mau ketinggalan memuji Avril.
Calvin pun tersenyum melihat Avril yang sedang menahan malu atas pujian beruntun yang di berikan kepadanya. Bagi Calvin, memiliki orang seperti Avril dan Boo Young adalah hadiah terindah dari Tuhan. Boo Young yang begitu perhatian dengannya, Avril yang selalu perduli dengannya. Kombinasi yang sangat Calvin syukuri.
Setelah mereka selesai makan malam, mereka semua duduk di ruang keluarga, tidak ketinggalan si kembar. Mereka saling mengobrol sambil memakan buah. Sebuah kebahagiaan yang semua orang impikan. Dan itulah kebahagiaan yang Avril harapkan selama ini.
...***TAMAT***...