
Pagi yang cerah, tetapi tak secerah suasana hatinya. Boo Young yang masih merasa kecewa atas sikap Avril yang tidak jujur kepadanya. Setelah berolahraga, Boo Young langsung masuk ke kamar dan merebahkan badannya di atas ranjang.
Avril yang sedari tadi sibuk menyiapkan sarapan pun menyadari, bahwa suaminya masih marah. Setelah Avril selesai menyiapkan sarapan, lalu ia pergi ke kamar untuk memanggil Boo Young.
Saat ia masuk ke kamar, di lihatnya Boo Young yang sedang bersandar di ranjang sambil memainkan handphonenya. Avril pun mendekat berdiri di sampingnya dan melihat apa yang di lakukan Boo Young hingga ia tak mau menoleh ke arah Avril.
Boo Young ternyata sedang membalas komentar di salah satu fotonya yang ia upload. Karena pagi itu Boo Young mengunggah foto seorang diri yang menunjukan sixpack pada perutnya. Hal itu membuat Avril merasa geram.
Avril kemudian mengambil handphone Boo Young dan menghapus foto yang baru 15 menit yang lalu di upload. Boo Young kemudian mengambil handphonenya kembali dari tangan Avril.
"Ya! bisakah kau tidak mengganggu ku!" Protes Boo Young.
"Aku tahu, tubuh mu sangat menarik, tapi tak seharusnya kamu memamerkan ke semua orang!" Protes Avril balik.
Boo Young kemudian tersenyum mendengar perkataan Avril. Itu tandanya Avril sedang cemburu. Kemudian Boo Young melingkarkan tangannya ke perut Avril dengan manja.
Sebenarnya semalam Boo Young menelpon Eun Soo untuk memastikan apakah yang di ceritakan Avril benar, bahwa ada perjodohan. Setelah mendapat penjelasan dari Eun Soo, malam itu juga Boo Young sudah tidak marah pada Avril. Hanya saja dia berlagak masih ngambek.
"Kamu sudah tidak marah?" Tanya Avril sambil mengelus rambut Boo Young.
"Memangnya ada yang marah? lain kali kamu harus cerita apa saja kepada ku, tidak ada yang harus di sembunyikan. Begitupun dengan ku, aku tidak akan menyembunyikan apapun dari mu." Jawab Boo Young panjang lebar.
Avril hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar perkataan suaminya, lalu ia mendongakkan kepala Boo Young dan Avril pun mendaratkan bibirnya ke dahi Boo Young dengan lembut.
Karena sudah siang, mereka berdua buru-buru untuk pergi sarapan. Setelah sarapan, Avril tidak sempat mencuci piring kotor, karena ia harus mandi terlebih dahulu. Karena dia lagi menstruasi, jika tak mandi rasanya tidak nyaman.
Boo Young sebagai suami yang pengertian, ia pun membantu Avril untuk mencuci piring dan membersihkan dapur. CEO yang kasar dan dingin berubah menjadi lelaki yang bertanggung jawab dan pengertian. Itu semua ia lakukan hanya untuk Avril, istri tercinta.
Setelah selesai mencuci piring, Boo Young kemudian masuk ke kamar untuk berganti baju. Di ketoknya pintu kamar mandi, agar Avril cepat keluar. Karena sejam lagi, Boo Young harus ikut meeting.
Tok...Tok...Tok...
"Sayang, cepat keluar. Kita hampir telat!" Teriak Boo Young agar terdengar oleh Avril.
"Iya, sebentar lagi aku keluar!" Sahut Avril dari dalam kamar mandi.
Tak lama kemudian, Avril pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Lalu ia keluar dari kamar, di lihatnya Boo Young yang sedang menunggunya di sofa ruang tamu. Avril pun tersenyum melihat Boo Young yang begitu berkarisma ketika memakai setelan jas.
"Sayang, kamu bersihin dapurnya?" Tanya Avril sambil memakai sepatu kerjanya.
"Iya! Ayo cepetan berangkat!" Kata Boo Young sambil menjulurkan tangannya.
Avril pun meraih tangan Boo Young dan mereka berdua pergi keluar dari apartemen. Sesampainya mereka di parkiran, Avril melupakan handphonenya di atas nakas kamar. Boo Young tampak kesal, dan ia pun pergi ke atas untuk mengambilnya.
"Lain kali kamu harus lebih teliti!" Kata Boo Young sambil berjalan menuju ke arah lift.
" Sorry!" Sahut Avril sedikit teriak, karena Boo Young berjalan sangat cepat.
Sementara, Avril menunggu di dalam mobil dan tak lama kemudian Boo Young muncul keluar dari lift membawa handphone Avril.
Dengan buru-buru Boo Young masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Avril melihat ke arah Boo Young yang tampak marah tanpa berkata sepatah katapun.
"Aku tidak marah, hanya saja kita harus buru-buru sampai di kantor. Kamu tahu kan, kalau hari ini aku ada meeting dengan rekan bisnis yang sangat berpengaruh pada perusahaan kita." Kata Boo Young menjelaskan.
Boo Young kemudian mengelus rambut Avril sebagai tanda bahwa dia tidak marah, sambil berkonsentrasi menyetir. Bersyukur, pagi itu jalanan tidak begitu padat.
Akhirnya mereka sampai di parkiran kantor, Avril dan Boo Young keluar dari dalam mobil dan buru-buru masuk ke dalam kantor. Dengan menggandeng tangan Avril, mereka pun masuk ke dalam lift khusus.
"I love You!" Bisik Boo Young di telinga Avril.
"Apa-apaan ini, menyatakan cinta dalam keadaan buru-buru begini. Tidak romantis sama sekali!" Protes Avril dengan manja.
Boo Young tersenyum dan mengecup bibir Avril dengan pelan dan pintu lift pun terbuka. Tak sengaja sang manager pun melihat aktivitas sang CEO dengan istrinya yang sedang berciuman.
Sang manager yang sedang menunggu lift terbuka pun tertunduk malu dan menyapa mereka dengan salam. Begitupun dengan Avri yang tampak malu, hanya menundukkan kepalanya membalas sapaan dari manager.
"Kamu ikut meeting dengan ku!" Pinta Boo Young sambil berjalan.
"Kenapa aku harus ikut, kan bukan...." Belum juga selesai bicara sudah di potong Boo Young.
"Kalau kamu tidak ikut, kamu pasti menyesal!" Sahut Boo Young sambil membuka pintu ruangannya.
Para rekan kerjanya pun pada tertawa geli melihat tingkah sang CEO dan istrinya. Tak lama kemudian, orang petinggi perusahaan, manager dan sekertaris berjalan menuju ke tempat meeting.
Boo Young yang baru keluar dari ruangannya pun menjulurkan tangannya kepada Avril dan di gandeng tangan Avril menuju ke arah lift. Lagi-lagi karyawan pun di buat tersenyum geli melihat sang CEO bersikap romantis.
"Kenapa aku harus ikut?" Tanya Avril manja.
"Kalau kamu tidak ikut, nanti ada yang godain aku!" Jawab Boo Young merapikan rambut Avril yang menutupi matanya.
Avril di buat bingung oleh Boo Young, siapa yang akan menggoda suaminya, sedangkan seluruh karyawannya semua tahu bahwa Boo Young sudah beristri.
Setelah mereka sampai di ruang meeting, Boo Young menyuruh Avril duduk di dekatnya. Mata Avril tertuju ke seorang wanita cantik dengan riasan sederhana, seperti wanita Korea pada umumnya. Wajahnya cantik seperti arti Korea, wajahnya mulus bersih seperti bayi.
Wanita itu duduk di dekat Boo Young, tampak mereka berdua sedang berdiskusi. Tatapan wanita itu kepada Boo Young sangat berbeda, seperti ada rasa suka. Hal itu membuat Avril sedikit gerah.
"Perkenalkan, ini Avril istri saya." Kata Boo Young dengan bangga memperkenalkan sang Istri.
Avril pun berdiri dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada semua orang yang datang dalam meeting itu. Terlihat mata perempuan itu menatap Avril dengan tatapan yang tidak suka.
Sekitar 2 jam, akhirnya meeting mereka pun selesai. Perempuan itu mendekati Boo Young dan bersalaman. Sepertinya wanita itu pura-pura tersandung dan terjatuh di tangan Boo Young. Melihat kelakukan wanita itu membuat Avril gerah tetapi tidak panas.
Ketika semua orang sudah meninggalkan ruangan meeting dan hanya tinggal mereka berdua, Boo Young kemudian mendekati Avril yang cemberut. Boo Young segera memeluk tubuh Avril.
"I love You....Avril Ramona!" Kata Boo Young dengan lembut.
"I love You Too my husband.." Sahut Avril membalas pelukan Boo Young.
Kemudian mereka berdua keluar dari ruang meeting dan kembali ke atas tempat mereka kerja. Hati Avril masih berbunga-bunga, kata-kata I love You Avril Ramona berngiang-ngiang di telinganya.
Bersambung...