My Korean Husband

My Korean Husband
Gaduh Di Kantor



Banyak para karyawan menanyakan ketidak hadiran sang CEO, bahkan sampai membatalkan meeting penting dengan perusahaan Mr.Z yang sangat berpengaruh pada perusahaan Boo Young. Seperti hal mustahil jika Boo Young sampai membatalkan meeting.


"Setelah 5 tahun bekerja, baru kali ini aku mendengar CEO tercinta membatalkan meeting dengan perusahaan besar. Dia sakit saja tetap masuk kerja, apa yang menyebabkan CEO kita seperti ini?" Seru seorang karyawan.


Selama ini Boo Young memang tidak pernah absen dalam meeting atau libur kerja tanpa alasan, kecuali dia ada perjalanan bisnis. Sehingga membuat karyawan di perusahaan menjadi gaduh dan menduga-duga atas ketidak hadiran sang CEO.


Eun Soo yang tahu penyebabnya ketidak hadiran sang CEO hanya bisa diam tanpa menyuarakan sepatah kata pun. Dia pura-pura tidak tahu, karena tidak lucu kalau sampai dia berbicara yang sebenarnya mengenai alasan Boo Young tidak masuk kerja.


"Kira-kira CEO kita kenapa ya? Apakah dia sedang bersama pacarnya atau sedang sakit?" Tanya seorang karyawan kepada Eun Soo.


"Sudahlah... kalian kerja saja. Lagian dia CEO, jadi suka-suka dia mau masuk atau tidak." Jawab Eun Soo dengan ekspresi datarnya.


Sebenarnya Eun Soo juga merasa bingung dengan sikap Boo Young yang tiba-tiba baik kepada Calvin dan mau berpura-pura menjadi Ayahnya. Sikap itu berbalik dengan sifat asli Boo Young yang biasanya tidak perduli dengan orang lain, kasar dan egois.


"Apakah dia tahu kalau Calvin adalah anaknya? Tapi tidak mungkin, terus kenapa tadi pagi dia bertanya tentang siapa Calvin. Berarti dia sudah ada feeling kalau Calvin adalah anaknya." Batin Eun Soo.


Eun Soo mulai menyadari jika kedatangan Boo Young sebenarnya hanya untuk mencari tahu tentang siapa Calvin sebenarnya.


Tampak rasa khawatir di wajah Eun Soo, dia khawatir jika Boo Young tahu kalau Calvin adalah anaknya dan dia takut kalau Boo Young mengambil Calvin dari Avril sahabatnya.


*****


Siang itu para karyawan sedang berpesta ria merayakan ketidak hadiran sang CEO dengan makan siang di sebuah restoran dekat perusahaan. Entah kenapa para karyawan sangat bahagia atas ketidak hadiran sang CEO, mungkin Boo Young terlalu dingin terhadap karyawannya.


Setelah selesai makan siang, mereka pun membawa snacks untuk di makan di ruang kerja, hal yang langka bagi mereka untuk makan sambil bekerja. Jadi mereka tidak mau melewatkan kesempatan itu.


Bagi mereka ketidak hadiran sang CEO membuat kebahagian tersendiri, maka dari itu mereka hari ini sedikit malas untuk bekerja, hingga sang manajer datang untuk menegur para karyawan.


"Kalian bersenang-senang tetapi tidak mengajak ku!" Tegur sang manager.


"Mari bersenang-senang!" Seru salah satu karyawan.


Teriakan pun terdengar nyaring ketika sang manager sejalan dengan apa yang mereka lakukan dan kegaduhan-kegaduhan tak bisa mereka hindari. Melupakan kegunaan CCTV yang terpasang di beberapa sudut ruangan.


Sebenarnya mereka tidak menyadari, kegiatan yang mereka lakukan di rekam oleh CCTV. Sebab mereka tidak tahu, karena CCTV itu sangat kecil jadi tidak seorang pun melihat dan menyadari kalau adanya CCT di setiap sudut ruangan, kecuali Boo Young.


Eun Soo dengan lemas hanya melihat rekan-rekan kerjanya yang bertingkah konyol di dalam ruang kerja. Tidak hanya di departemennya, tetapi di departemen yang lain juga membuat kegaduhan.


*****


Karena Avril menangis sesenggukan, Boo Young pun melepaskan cengkeramannya terhadap Avril. Dan tak lama kemudian, Calvin pun keluar dari kamarnya dan segera memeluk sang Ayah yang masih duduk di sofa.


Dengan senangnya Boo Young memeluk balik Calvin yang sedang ingin di manja. Karena merasa bosen di apartemen, Boo Young pun mengajak Avril dan Calvin untuk jalan-jalan.


"Ini mobil Papa?" Tanya Calvin sambil melihat mobil sport yang ada di depannya.


"Iya, Calvin suka gak?" Jawab Boo Young balik bertanya.


Mereka jalan-jalan ke kebun binatang dan ada beberapa orang yang mengenal Calvin. Hal itu membuat Boo Young tidak merasa nyaman. Apalagi saat itu segerombol turis dari Indonesia meminta foto.


"Papa, gandeng tangan mama dunk!" Suruh Calvin sambil tersenyum.


Boo Young tanpa menolak, ia langsung meraih tangan Calvin dan yang satunya menggandeng tangan Avril. Mereka seperti keluarga yang harmonis, penuh kasih.


Pipi Avril merah merona tampak malu, karena tangannya di gandeng oleh Boo Young. Biar bagaimanapun itu hal pertama bagi Avril di gandeng oleh Boo Young.


Avril memang belum mengenal jauh tentang Boo Young, dia hanya bekerja selama 3 bulan. Selama Avril bekerja di perusahaan milik Boo Young, Avril jarang berkomunikasi atau bertemu tatap muka dengan sang CEO.


"Calvin pasti lapar kan?" Tanya Boo Young sambil memberantakkan rambut Calvin.


"Iya Pa!" Jawab Calvin.


Mereka pun masuk ke dalam restoran untuk makan malam. Calvin tersenyum melihat sekeliling restoran yang terlihat mewah itu, sedangkan Avril mulai berfikir atas sikap Boo Young yang begitu baik kepada Calvin.


Avril mengingatkan dirinya sendiri agar tidak terlena atas kebaikan Boo Young, karena dia takut jika yang ia khawatirkan benar-benar terjadi.


"Calvin masih mau bermain atau pulang ke apartemen Aunty Eun Soo?" Tanya Boo Young memandangi wajah imut Calvin.


"Aku mau pulang, aku capek dan sudah mengantuk." Jawab Calvin lirih.


Setelah berjalan mengelilingi kebun binatang, Calvin terlihat kelelahan. Boo Yang pun mengantar pulang mereka, dan Calvin pun tertidur di mobil.


Begitupun Avril yang tampak kelelahan tertidur pulas, sedangkan Boo Young memandangi mereka yang tertidur di jok belakang.


Entah kenapa Boo Young seperti bukan dirinya, sebelumnya ia tidak pernah berbuat baik, sebaik yang di lakukan kepada Calvin. Ia semakin yakin kalau Calvin adalah anaknya, karena dia merasa Calvin sangat istimewa baginya.


"Avril, sudah sampai." Boo Young membangunkan Avril, kemudian dia menggendong Calvin yang masih tertidur.


Eun Soo membukakan pintu untuk mereka dan Boo Young menidurkan Calvin di kamar.


Kemudian mereka bertiga duduk di ruang tamu membicarakan atas kebaikan Boo Young.


"Sebenarnya apa mau mu?" Tanya Eun Soo dengan nada jengkel.


"Seperti yang kalian lihat, Calvin menganggap ku Papanha dan aku menganggap Calvin anak ku. Bukankah tadi pagi kamu yang menyuruh ku?" Kata Boo Young.


Avril yang merasa khawatir pun melarang Boo Young untuk datang menemui Calvin. Dia tidak mau, suatu saat nanti, Boo Young benar-benar mengambil Calvin darinya.


"Aku tidak mau membohongi anak ku lagi! Aku mohon jangan datang lagi kesini. Untuk uang mu yang aku pakai, aku akan mengembalikan dengan mencicil setiap bulannya." Kata Avril dengan yakin.


"Uang itu tidak sedikit, bagaimana kamu akan mengembalikannya?" Sahut Boo Young meremehkan Avril.


Lalu Eun Soo berdiri dan melipat tangannya dan seraya berkata dengan nada menekan.


"Aku akan membantu melunasi hutang Avril, jadi lebih baik kamu pergi dari sini sekarang." Usir Eun Soo dengan amarahnya.


Boo Young pun langsung berdiri dan tanpa berkata apa-apa dan keluar dari apartemen Eun Soo.


"Apakah Boo Young tidak bersikap kasar dengan mu?" Tanya Eun Soo khawatir.


Kemudian Avril menceritakan kejadian di atas sofa siang tadi atas apa yang di lakukan Boo Young terhadapnya.


Eun Soo pun segera memeluk Avril sambil menenangkan, supaya Avril tidak lagi merasa khawatir.


"Sudah jangan menangis, sekarang kamu mandi dulu. Besok kita pikirkan lagi, apa yang harus kita lakukan." Kata Eun Soo sambil melepaskan pelukannya.


Karena Avril adalah sahabatnya yang paling baik yang pernah Eun Soo miliki, maka dari itu Eun Soo sebisa mungkin membantu Avril.


Avril pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian tidur di sebelah Calvin. Karena dia merasa capek, Avril pun tak memerlukan waktu lama untuk tidur.


Bersambung...