
...****************...
Boo Young baru saja kembali dari makan siangnya. Ketika ia keluar dari lift, dia tidak mendapati Avril duduk di tempatnya. Ia kemudian berjalan mendekati ketua team dan menanyakan keberadaan Avril.
"Ketua team, Avril kemana?" Tanya Boo Young khawatir.
"Maaf Tuan, tadi Nyonya Avril berpamitan untuk pulang lebih awal bersama Eun Soo." Jawab ketua team dengan sopan.
Setelah mendengar jawaban dari ketua team, Boo Young kemudian berjalan masuk ke dalam ruangannya. Lalu ia duduk di kursi kebesarannya dan menelpon Avril.
"Sayang, kamu di mana?" Tanya Boo Young khawatir.
"Maaf sayang, saat ini aku sedang sama Eun Soo membeli sesuatu." Jawab Avril berbohong.
Setelah mendengar Avril sedang bersama Eun Soo, Boo Young pun sedikit lebih tenang. Yang ia khawatirkan karena sudah dua hari Avril merasa tidak enak badan, jadi Boo Young khawatir jika tiba-tiba Avril merasakan mual dan tidak ada orang di sampingnya.
Bisa saja Boo Young menyuruh orang untuk mengawasi Avril, tapi dia tidak mau karena takut Avril berfikiran kalau dirinya tidak percaya dengannya.
Karena Calvin pulang dari kampus agak siang, Boo Young pun pulang dari kantor lebih awal, karena dia ingin menjemput sang anak. Sebenarnya Boo Young ingin menelpon Avril, karena ia ingin tahu apa yang di lakukan sang istri, tapi ia urungkan. Karena dia tak mau terlalu posesif hingga membuat Avril risih. Diam-diam Boo Young belajar mengenal kepribadian Avril yang tidak suka terlalu di atur-atur.
Kemudian Boo Young keluar dari kantornya menuju ke parkiran, lalu ia melajukan kendaraannya. Tak lama kemudian, ia pun sampai di depan kampus Calvin dan Calvin yang sudah menunggunya pun berlarian menghampiri Boo Young.
"Sayang, sudah menunggu lama ya?" Tanya Boo Young tersenyum.
"Baru saja keluar. Mama kemana Pa?" Tanya balik Calvin.
"Mama pergi sama aunty Eun Soo." Jawab Boo Young singkat.
Calvin pun merengek kepada sang papa untuk di belikan pizza, karena sang mama tidak di rumah. Seperti biasanya, Boo Young pun tak bisa menolak kemauan Calvin. Lalu ia menghentikan mobilnya di depan restoran Italia.
Setelah mereka kenyang makan pizza, lalu Boo Young mengajak Calvin pulang ke rumah. Siapa tahu Avril sudah berada di rumah, karena beberapa kali dia mengirim pesan, Avril tak meresponnya. Hal itu membuatnya semakin khawatir.
"Papa kelihatannya tidak tenang, kenapa?" Tanya Calvin heran.
"Papa hanya khawatir saja, Mama mu sudah dua hari mual-mual terus. Takutnya kenapa-kenapa di luar sana." Jawab Boo Young sambil menyetir.
Pikiran Calvin pun langsung memikirkan jika sang mama sedang hamil. Karena menurut yang ia pelajari, jika seorang ibu yang sering mual di pagi hari, itu tandanya sedang mengalami sick morning.
Tapi Calvin tidak mengatakan apa yang ada di pikirannya kepada sang papa, takutnya sang mama hanya mual biasa. Karena Calvin tidak ingin melihat sang papa kecewa kalau ternyata Avril tak hamil. Walaupun Calvin sendiri berharap jika dirinya ingin mempunyai adik perempuan.
Sesampainya mereka di apartemen, Boo Young masuk ke dalam kamar dan ternyata Avril tidak ada di sana. Itu tandanya Avril belum pulang. Sedangkan Calvin langsung menemui kucingnya dan bermain-main di lantai.
"Mama belum pulang ya pa?" Tanya Calvin sambil menggendong anak kucing.
"Belum! kamu ganti baju dulu, baru gendong Nino. Nanti Mama marah lho!" Suruh sang papa dengan tegas.
Tanpa membantah, Calvin pun langsung menaruh kucingnya yang ia beri nama Nino. Lalu ia masuk kamar untuk mengganti pakaiannya. Memang Avril mengharuskan Calvin untuk mencuci tangan dan ganti baju jika dari luar ruangan.
Karena Avril tak kunjung pulang, Boo Young kemudian menghabiskan waktunya bersama Calvin dan berharap Avril segera pulang. Setidaknya membalas pesan-pesannya.
****
Avril baru saja keluar dari ruang Dokter, wajahnya berseri-seri, begitupun dengan Eun Soo yang beberapa kali memeluk tubuh Avril. Sebagai tanda kalau dirinya sangat perduli dengan sahabatnya itu.
Karena merasa lelah, Avril pun meminta Eun Soo untuk mengantarkannya pulang ke apartemen. Dirinya masih tidak percaya dengan hasil tes bahwa dirinya sedang mengandung hasil buah hatinya dengan Boo Young.
"Antar aku pulang, Boo Young sudah mengirimiku pesan." Suruh Avril.
"Tenang saja ibu hamil, kemanapun kamu ingin pergi, pasti aku antar." Ledek Eun Soo sambil menyetir.
Avril tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, di sepanjang jalan ia tersenyum melihat ke arah kaca jendela. Pikirannya sudah menari-nari membayangkan jika anak yang ia kandung adalah anak perempuan. Walaupun kehamilannya masih berusia 4 Minggu dan belum tahu jenis kelamin sang jabang bayi, tetapi Avril sudah merasakan bahwa anak yang ia kandung adalah bayi perempuan.
Pasti Boo Young sangat senang mendengar berita bahwa dirinya sedang hamil. Tetapi Avril merahasiakannya dulu, karena dia ingin memberi surprise pada sang suami.
"Senyumnya sudah... nanti di kira orang gila loh!" Ledek Eun Soo.
Karena dia melihat Avril tak henti-hentinya tersenyum, Eun Soo tahu kalau Avril saat itu sedang berbahagia, begitupun dengan dirinya. Jadi wajar saja kalau Avril senyum-senyum sendiri menikmati kebahagiaannya.
Akhirnya merekapun sampai di parkiran apartemen, Eun Soo kemudian berpamitan kepada Avril untuk pulang karena Seung Chul sudah menunggunya di apartemen. Sedangkan Avril langsung masuk ke dalam lift dan naik ke atas.
Jari Avril memencet kode pintu, karena sangking gugupnya, ia pun sampai mengulangi dua kali dan akhirnya pintu terbuka. Tak terlihat siapa-siapa di ruang tamu. Suasananya sepi, seperti tidak berpenghuni.
Lalu ia berjalan menuju kamarnya untuk mencari keberadaan Boo Young, tetapi setelah membuka kamarnya tidak ia temukan Boo Young di sana, bahkan kamar mandi pun kosong. Kemudian dia keluar kamar, berjalan menuju ke kamar Calvin dan di lihatnya Boo Young tertidur di samping Calvin sambil memeluknya.
Melihat pemandangan itu pun Avril berjalan mendekati mereka berdua. Avril berlutut di dekat ranjang dan mencium kening sang suami. Ia merasa bersyukur memiliki suami yang begitu sayang dengan anaknya.
Karena ciuman Avril, Boo Young pun terbangun dan langsung duduk di tepian ranjang. Lalu Avril berdiri di hadapannya dan Boo Young pun langsung menarik perut Avril dan menempelkan kepalanya di perut Avril.
"Hati-hati, di dalam sana ada kehidupan." Kata Avril sambil mengelus rambut sang suami.
"Maksudnya?" Tanya Boo Young dengan bingung.
Karena Boo Young tidak mau Calvin terbangun atas obrolan mereka, Ia pun menarik tangan Avril dan menuntunnya untuk keluar dari kamar Calvin.
"Apa kamu sudah tidak mual lagi?" Tanya Boo Young khawatir dan memeluk Avril dengan erat.
"Sekarang tidak mual, tapi besok pagi pasti mual lagi." Jawab Avril yang membuat Boo Young kebingungan.
"Kenapa hanya di pagi hari? Sepertinya kita perlu ke Dokter, agar kita tahu permasalahannya apa." Sahut Boo Young dengan khawatir.
"Karena di dalam perutku ada kehidupan, jadi ya sudah sewajarnya kalau setiap pagi mengalami mual-mual." Kata-kata Avril semakin membuat Boo Young bingung plus khawatir.
Sampai saat itu Boo Young belum mendapatkan clue atas ucapan dari Avril. Karena melihat Boo Young merasa kebingungan, Avril kemudian meraih tangannya dan menempelkan telapak tangannya di perut Avril.
Bersambung....