
Avril dan Boo Young terkejut saat seseorang membuka pintu dari dalam. Begitupun dengan orang yang di dalam villa itu, yang nampak ingin marah. Tetapi melihat ekspresi Avril dan Boo Young membuat empunya villa menahan tawa.
"Sepertinya kalian salah villa." Kata seorang pria yang membuka pintu.
"Tidak mungkin aku salah villa, ini jelas-jelas bunga yang bawa mama ku." Kata Boo Young menunjuk sebuah bunga di depan villa itu.
Karena Boo Young ngeyel kalau villa itu miliknya, yang empunya villa pun menyuruh Boo Young untuk masuk dan melihat isi di dalam untuk memastikan villa itu miliknya atau bukan.
Tentu saja isi di dalam villa itu bukan miliknya, karena sudah jelas-jelas villa itu ada empunya. Karena merasa ada yang aneh, Boo Young kemudian menelpon sang mama untuk bertanya.
Tut...Tut...Tut...
"Ma, villa kita tidak di jual kan?" Tanya Boo Young.
"Tidak! memangnya kenapa?" Tanya sang mama balik.
Kemudian Boo Young menceritakan bahwa di villa ada penghuninya dan di dalam pun tampak bukan seperti villanya. Karena sang mama juga tidak percaya, akhirnya Boo Young melakukan panggilan video.
Boo Young kemudian memperlihatkan semua isi villa itu dan terasnya. Sedangkan Avril dan empunya villa sedang mengobrol membicarakan sejak kapan mereka membeli villa itu.
"Bukankah itu villa tetangga kita! Nomer villa kita 303!" Kata sang mama memberi tahu.
"Berarti aku salah villa Ma!" Sahut Boo Young merasa malu.
Boo Young pun merasa malu dan meminta maaf kepada pria yang empunya villa. Boo Young dan Avril tak henti-hentinya menundukkan kepalanya untuk meminta maaf atas kesalahan dan mengganggu waktunya.
Untung saja pria itu pemaaf, jadi tidak mempermasalahkan atas kesalahpahaman yang di lakukan Boo Young. Bagaimana jika empunya itu orang sombong, pasti Boo Young dalam masalah.
"Tidak apa-apa, terkadang orang membuat kesalahan." Kata pria itu dengan senyum.
"Tapi dia melakukan kesalahan berkali-kali dan lebih parahnya dia jarang mengakui kalau dia salah, baru kali ini saja dia mengakui. Jadi maafkanlah dia ,Sir!" Sahut Avril meledek Boo Young.
Mereka berdua pun langsung menarik kopernya menuju villa sebelah. Avril melihat ada bunga yang sama dengan villa yang tadi, makanya Boo Young jadi salah masuk.
Boo Young pun memencet tombol kode pintu. Sekali mencoba langsung terbuka. Boo Young pun tertawa karena merasa dirinya konyol dan ceroboh.
"Memangnya yang punya bunga itu cuma kamu, lihat tuh tetangga kanan kiri mu juga punya!" Kata Avril sebelum masuk ke dalam villa sambil menunjuk bunga ke kanan dan ke kiri.
"Hahahahha... sudahlah, terkadang orang melakukan kesalahan." Boo Young menertawai dirinya sendiri.
Avril yang merasakan capek langsung melemparkan badannya di atas sofa, begitu pun Boo Young yang duduk di samping Avril sambil menggodanya.
"Villa ini tampak bersih walaupun tidak di tempati." Kata Avril sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"Karena setiap pagi ada orang yang membersihkan villa ini." Jawab Boo Young.
Lalu Boo Young pergi keluar untuk memarkirkan mobilnya tepat di depan villa dan mengambil beberapa makanan dan minuman yang ia beli waktu di perjalanan. Karena terlalu banyak, Avril pun menghampiri Boo Young untuk membantunya.
Setelah minum, Avril masuk ke kamar untuk istirahat. Sedangkan Boo Young mengecek semua ruangan di villa itu. Karena semua bersih dan rapih, akhirnya Boo Young bisa merebahkan badannya di samping Avril.
Selang beberapa menit, Avril pun tertidur pulas. Mata Boo Young pun tak berhenti memandanginya sambil mengelus rambut Avril dengan rasa cinta. Karena Boo Young juga kecapekan, ia pun juga tertidur dengan memeluk Avril.
...****************...
Avril terbangun karena merasakan lapar. Lalu ia turun sari ranjang dan keluar dari kamar untuk mengambil roti yang mereka bawa. Ketika ia sedang menikmati makan roti sambil duduk di sofa menonton TV, Boo Young keluar dari kamar.
"Sayang, kamu pasti lapar ya? Aku sudah menelpon asisten ku dan sebentar lagi makanan datang. Tapi aku mau mandi dulu ya." Kata Boo Young dan mendaratkan bibirnya ke pipi Avril.
"Iya, aku sudah lapar. Ya sudah cepetan mandi." Sahut Avril yang sedang serius menonton TV.
Tak lama kemudian suara bel pintu berbunyi, saat itu juga Boo Young keluar dari kamar. Avril yang baru berdiri pun di suruh untuk duduk lagi dan Boo Young langsung membuka pintunya.
Sang asisten pun menyodorkan beberapa bungkus makanan dan buah-buahan. Lalu Boo Young menyiapkan makanan di meja makan. Ketika Avril berdiri ingin membantunya, Boo Young melarang dan menyuruh Avril untuk duduk lagi.
"Kamu duduk saja! Aku siapkan semua dulu, baru kamu kesini." Kata Boo Young tersenyum.
Tanpa berkata apapun, Avril kembali duduk dan merasa heran dengan sikap sang suami. Karena semua sudah siap, Boo Young pun segera menghampiri Avril dan membopong tubuh Avril menuju ke meja makan.
Avril yang di bopong oleh Boo Young secara tiba-tiba membuatnya terkejut dan heran. Apapun yang di lakukan Boo Young itu bukan style Boo Young, jadi Avril merasa heran di buatnya. Di dudukan Avril di kursi dan di ambilkan makanannya.
"Kamu sedang tidak sakit kan?" Tanya Avril keheranan.
"Ya! kenapa kamu terus meledek ku!" Protes Boo Young.
"Karena kamu bukan tipe pria yang suka melayani!" Sahut Avril.
"Ya! kalau kamu sedang tidak ada di rumah, aku yang selalu melayani Calvin. Sudahlah... cepat makan!" Kata Boo Young yang nampak kesal.
Avril pun tersenyum melihat Boo Young yang sedang kesal, dia tahu kalau Boo Young saat itu sedang mencoba untuk menjadi suami yang baik dan romantis.
Setelah makan, Boo Young langsung pergi ke belakang villa dan duduk di kursi yang di samping-sampingnya banyak pohon bunga.
Sementara Avril sedang membersihkan meja makan dan mencuci piring. Setelah selesai, ia menghampiri Boo Young dan duduk di pangkuannya.
Avril meraih wajah Boo Young dengan dua tangannya ia letakkan di pipi. Lalu Avril mencium ringan bibir Avril agar Boo Young tidak marah lagi karena dari kemarin Avril meledek dirinya.
"Sayang, jangan marah lagi ya!" Kata Avril sambil mengecup ringan bibir Boo Young.
"Jangan mencoba untuk menggodaku!" Protes Young yang masih kesal.
Melihat Boo Young yang masih kesal, Avril pun mengganti posisinya duduk berhadapan di pangkuan Boo Young. Avril menggoda Boo Young dengan memberi senyuman termanisnya sambil menempelkan hidungnya ke hidung Boo Young.
Boo Young yang di serang oleh Avril dengan godaan-godaan yang menggemaskan, membuat Boo Young tak bisa menahan keinginannya untuk menyerang bibir Avril. Puas menyerang bibirnya, kini Boo Young memeluk Avril dengan erat.
"Terima Kasih sudah memberi ku kesempatan untuk berada di samping mu." Bisik Boo Young pada telinga Avril.
"Terima Kasih telah hadir dalam hidup ku!" Balas Avril berbisik.
Mereka berdua pun mengobrol tentang kehidupan di Indonesia. Saling bercanda dan tertawa kecil, karena Avril beberapa kali melontarkan candaan kepada Boo Young.
Bersambung....
Jangan lupa like,
Jika ada kekurangan mohon isi kolom komentar atau follow akun Author, nanti Author follback.