My Korean Husband

My Korean Husband
Ada Yang Mencurigakan!



...****************...


Pagi-pagi sekali Boo Young pergi dari apartemen. Belum sempat sarapan dan tidak mengatakan apa-apa. Sikapnya membuat Avril bertanya-tanya. Akan menemui siapa dia?


Penampilannya yang menarik dan wajah yang rupawan, wangi parfumnya yang menusuk sampai ke kerongkongan. Membuat Avril curiga dan berfikir kalau Boo Young akan menemui pacarnya Boo Rua.


Tiba-tiba wajah Avril berubah menjadi masam, pikirannya mulai membayangkan jika orang yang ia anggap suaminya sedang bersama wanita lain.


"Mama, papa kemana?" Tanya Calvin yang siap untuk menyantap sarapannya.


Suara Calvin membangunkan lamunannya dan Avril segera menyiapkan sarapan untuk sang anak, karena asisten Joon sudah menunggu di parkiran.


"Papa sudah pergi bekerja sayang, tadi ada urusan yang mendadak." Jawab Avril asal.


Setelah sarapan Calvin di antar asisten Joon pergi ke sekolah. Avril juga bersiap-siap untuk pergi kerja. Kali ini Avril pergi ke kantor dengan menggunakan jasa taksi.


Matanya tak henti-hentinya mengecek handphone, berharap ada pesan atau telpon dari Boo Young. Tetapi hingga sampai kantor pun tidak ada pesan apapun.


"Avril...."


Ketika Avril berjalan masuk ke dalam kantor, seseorang memanggil namanya. Ketika Avril menoleh, ternyata dari kejauhan terlihat pria tampan berjalan menuju ke arahnya.


"Seung Chul, apa kabar?" Sapa Avril.


"Aku baik-baik saja! bagaimana dengan mu?" Tanya Seung Chul.


Seminggu yang lalu Seung Chul pergi ke luar negri untuk melakukan pemotretan. Dan baru semalam ia mendarat di bandara Incheon Korea. Karena dia sudah sangat merindukan Avril, hingga pagi-pagi ia menyempatkan waktunya untuk menemui Avril.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja!" Jawab Avril.


Karena masih ada waktu, Avril pun menghargai kedatangan Seung Chul dengan menemaninya minum kopi di taman sambil mengobrol.


"Aku dengar kamu sempat di rawat di rumah sakit. Kenapa?" Tanya Seung Chul.


"Hanya masalah kesehatan saja!" Jawab Avril sambil menyeruput kopinya.


Eun Soo memang memberi tahu ke Seung Chul bahwa Avril di rawat di rumah sakit. Sempat khawatir, tetapi ketika mendengar berita kalau Avril pulang dari rumah sakit, Seung Chul merasa tenang.


Makanya pagi-pagi Seung Chul ingin melihat sendiri bagaimana kondisi Avril setelah pulang dari rumah sakit.


"Maaf, aku tidak bisa menemani mu ketika kamu sedang sakit." Kata Seung Chul.


Seung Chul kemudian memeluk Avril dengan tiba-tiba, sedangkan Avril hanya bisa mematung dengan ekspresi kaget atas pelukan Seung Chul.


Sepasang mata pun melihat ke arah mereka dan mengabadikan momen-momen di saat Avril dan Seung Chul berpelukan. Jepret jepret jepret!


"Eh! tidak apa-apa. Aku masuk dulu ya, takut telat!" Pamit Avril.


"Iya, sampai ketemu nanti." Sahut Seung Chul melambaikan tangan.


Dengan rasa gugup, Avril meninggalkan Seung Chul yang masih setia duduk di taman itu. Dengan sedikit lari, Avril masuk ke dalam kantor.


Entah kenapa Avril merasa gugup atas pelukan yang di berikan oleh Seung Chul. Tak bisa di pungkiri, Seung Chul memang sangat baik dengan Avril. Di saat Avril dapat masalah, ia lah orang pertama yang mempercayai Avril. Lebih tepatnya, Seung Chul adalah pria idaman Avril.


Setelah ia masuk ke ruangannya, ia langsung duduk di kursi kerjanya. Mencoba menenangkan hatinya yang masih deg-degan karena ulah Seung Chul. Dengan raut wajah yang susah di artikan.


Matanya mulai melihat sekitar, melihat rekan-rekan kerjanya yang mulai serius melakukan pekerjaan mereka. Karena penasaran, Avril pun berdiri dan berjalan menuju ruang sang CEO. Dia mulai membuka pintu secara pelan-pelan. Kepalanya ia masukan ke dalam dan mencari keberadaan Boo Young.


Karena posisi pintu ruangan berada di samping, rekan kerjanya pun tak dapat melihat aktivitasnya. Karena terhalang oleh sekat kayu.


Matanya tak menemukan keberadaan Boo Young. Pikirannya mulai berfikir negatif, tiba-tiba ada seseorang menyentuh lengan tangannya. Avril pun mulai mengeluarkan kepalanya dan di lihatnya Boo Young yang sudah berdiri tegap di hadapannya.


"Oh, Tidak! a-aku ha-hanya......" Jawab Avril dengan gagap.


Tetapi Avril belum selesai bicara, Boo Young sudah menarik tangannya untuk masuk ke dalam ruangannya. Boo Young mendudukkan Avril di meja kerjanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Avril.


Avril yang mendapatkan tatapan mata dari Boo Young pun langsung menundukkan kepalanya. Lalu dia berusaha untuk turun dari meja, tetapi Boo Young mengunci tubuh Avril dengan menempelkan kakinya di antara selah-selah paha Avril.


"Ya! aku mau keluar!" Protes Avril.


"Bukankah kamu tadi sedang mencari ku, katakan dulu kalau kamu sedang merindukan ku. Karena tadi pagi kamu tidak mendapat ciuman ku." Kata Boo Young semaunya.


Mata tajam Avril langsung menatap wajah Boo Young. Memprotes atas perkataannya yang tak berdasar. Tangannya mendorong tubuh Boo Young, tetapi sangking kuatnya, dorongan itu tak membuat Boo Young bergeser.


Tangan Boo Young meraih dagu Avril dan mendongakkan kepalanya. Dengan spontan Avril memejamkan matanya, tetapi Boo Young malah memperhatikan wajah Avril dengan lekat.


"Hahahaha......." Suara tertawa Boo Young pun terdengar renyah di telinga Avril.


Kemudian Avril membuka matanya, karena Avril merasa kalau Boo Young sedang menertawakannya.


"Tuh kan! Kamu sudah siap memberikan bibir mu." Kata Boo Young tersenyum.


"Ya! minggir!" Sahut Avril yang merasa malu atas kesalahannya yang memejamkan mata.


Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Boo Young dan akhirnya ia bisa turun dari meja itu. Avril langsung melangkahkan kakinya, tetapi Boo Young berhasil meraih tangannya. Dengan Cepat Boo Young menarik tangan Avril dan Boo Young melanjutkan aksinya.


Mendaratkan ciuman mesra pada bibir Avril. Tampak Avril memberontak, tapi setelah beberapa detik Avril mulai membalas ciuman buas dari Boo Young. Mata mereka berdua pun terpejam, menikmati setiap sentuhan bibir mereka yang terasa lembut.


Tok... Tok...Tok...


Seseorang mengetuk pintu dan membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas mereka yang sedang berciuman. Avril dengan segera merapikan baju dan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Masuk!" Suruh Boo Young.


Seorang pria dengan menggunakan pakaian yang serba hitam pun masuk ke ruangan. Karena ada tamu, Avril berencana untuk keluar dari ruangan Boo Young, tetapi tangan Boo Young meraih tangannya agar tetap tinggal di sampingnya.


"Ada apa? katakan!" Kata Boo Young yang penuh dengan wibawa.


Mungkin karena hal yang rahasia, pria itu pun berbisik kepada Boo Young dan mengatakan sesuatu. Hal itu membuat Avril tampak curiga.


"Kamu boleh keluar!" Suruh Boo Young dengan tegas.


Setelah pria itu keluar dari dalam ruangan kerja Boo Young, Avril pun menatap Boo Young dengan tatapan curiga. Sedangkan Boo Young hanya bisa tersenyum yang mendapat tatapan yang menggemaskan baginya.


"Kalian kenapa berbisik-bisik? pasti ada rencana jahat yang akan kalian lakukan!" Tuduh Avril asal berbicara.


"Iya! rencana untuk membuat adiknya Calvin." Sahut Boo Young yang mendaratkan bibirnya ke bibir Avril.


Tanpa memberi kesempatan Avril berbicara, Boo Young semakin buas melahap bibir ranum Avril. Dengan masih saling berciuman, mereka berdua masuk ke dalam ruang istirahat Boo Young.


Pagi-pagi penuh kehangatan, di kantor penuh tantangan. Mereka melakukan proses pembuatan adik Calvin. Beberapa kali Avril memberontak dan menolak atas kelakuan Boo Young, tetapi lama kelamaan dia malah menikmati setiap sentuhan yang di berikan sang CEO suaminya Boo Young.


Tetapi Avril masih bisa mengendalikan dirinya, karena bayangan Boo Rua tiba-tiba datang dalam pikirannya.


"Ya! lepaskan!" Teriak Avril yang membuat Boo Young menghentikan aktifitasnya.


Akhirnya Boo Young melepaskan Avril, karena teriakan Avril yang sangat keras. Hingga membuat Boo Young sedikit takut dan memastikan kalau Avril baik-baik saja.


Bersambung....