My Korean Husband

My Korean Husband
Suami Ideal



...****************...


Padahal hari ini hari libur, tetapi Boo Young sudah bangun pagi dan sedang berkutat di dalam ruang fitnesnya. Berbeda dengan Avril, setelah membersihkan diri, ia pun kembali merebahkan badannya di atas kasur. Perlahan ia mulai tertidur pulas dengan posisi tengkurap.


Boo Young yang sudah selesai melakukan rutinitasnya pun langsung masuk ke kamarnya. Di lihatnya Avril yang masih tertidur, ia pun tersenyum dan duduk di sofa sejenak untuk menghilangkan keringat yang masih menempel di tubuhnya.


Sesaat kemudian Boo Young pun masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi, ia kemudian keluar dari kamar menuju ke dapur. Boo Young mulai mengubek-ubek isi kulkas. Ia berencana untuk membuat sarapan untuk dirinya dan Avril.


Karena Avril sedang menstruasi, Boo Young pun membuat sup ayam dan di tambahi sayur hijau-hijauan. Setahunya, daging ayam dan sayuran sangat bagus untuk wanita yang sedang menstruasi.


Setelah kurang lebih 45 menit dia berkutat di dapur, akhirnya masakan yang ia masak pun sudah selesai. Lalu ia masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Avril. Tetapi ketika ia membangunkan kan Avril, tubuh Avril hanya menggeliat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Sayang, ini sudah siang lho! ayo bangun, jangan malas-malasan." Kata Boo Young mengelus rambut Avril.


"Hmmmm......" Sahut Avril menggeliat.


Avril pun duduk di atas ranjang sambil mengucek matanya, lalu Boo Young menarik tangannya untuk turun dari ranjang. Kemudian Avril masuk ke kamar mandi membasuh mukanya.


Boo Young tersenyum melihat wajah istrinya yang baru bangun tidur dan tanpa riasan. Tersenyum karena sang istri tampak cantik dan menggemaskan. Ia pun menarik lengan Avril dan memeluknya seketika.


"Kenapa kamu memelukku begini?" Tanya Avril bingung karena dengan tiba-tiba Boo Young memeluknya.


"Karena aku sangat merindukan mu, kapan itunya selesai?" Rengek Boo Young manja.


Avril pun di buat tertawa oleh kelakuan sang suami, lalu mereka berdua keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan. Avril tampak bersalah karena sudah membiarkan suaminya membuat sarapannya sendiri.


Kemudian Boo Young menyuruh Avril untuk duduk dan ia mengambilkan semangkok nasi dan ia letakkan di hadapan Avril. Boo Young juga menyuruh Avril untuk menghabiskan sayuran dan daging ayam yang ia masak.


"Habiskan ini, aku sengaja masak ini biar perut mu tidak sakit saat haid." Kata Boo Young sambil menyodorkan mangkuk yang berisi daging ayam dan sayuran.


"Aku jadi merasa bersalah, membiarkan suami ku masak sendiri." Sahut Avril.


Mereka berdua pun memakan sarapan mereka, Boo Young pun melarang Avril untuk mencuci piring. Ia malah menyuruh Avril untuk duduk di sofa dan menonton TV. Sedangkan ia sibuk membersihkan dapur dan mencuci piring.


Lagi-lagi karisma sebagai CEO tak ada lagi saat Boo Young sedang bersama Avril. Setelah selesai membersihkan dapur, Boo Young kemudian menghampiri Avril dan duduk di sampingnya.


"Nanti sore kita jemput Calvin ya!" Ajak Boo Young.


"Ok! lama kita tidak ke rumah orang tuamu." Kata Avril menyetujui.


Avril kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Boo Young sambil memainkan handphonenya. Ia pun iseng-iseng menelpon Eun Soo dengan panggilan Vidio. Ia mau pamer kemesraan dengan Boo Young, agar sahabatnya itu segera membuka hatinya untuk pria.


Di lihatnya Eun Soo tidur di ranjang yang berbeda dengan milik Eun Soo. Avril memperhatikan dengan seksama, dia yakin Eun Soo tidak tidur di kamarnya.


"Ya! kamu tidur di mana?" Tanya Avril penasaran.


"Tidur di kamar lah!" Sahut Eun Soo yang baru bangun dari tidurnya.


Tetapi saat Eun Soo mengubah posisinya, seorang laki-laki terlihat sedang berdiri meregangkan otot tubuhnya di belakang Eun Soo. Avril pun menyadari keberadaan sang pria itu dan langsung menuduh Eun Soo bahwa dia tidur di rumah seorang pria.


Avril menduga bahwa laki-laki di belakang Eun Soo adalah Seung Chul. Dari postur tubuhnya, Avril mengenal betul bahwa laki-laki itu adalah Seung Chul.


Kemudian Boo Young pun langsung ikut nimbrung dan melihat Eun Soo dari layar handphone.


"Ya! kamu sok tahu!" Sahut Eun Soo.


"Ya! Eun Soo, berhati-hatilah dengan Seung Chul, dia laki-laki mata keranjang. Kamu orang yang baik dan carilah pria yang baik juga!" Nasehat dari Boo Young.


Karena Avril dan Boo Young terlalu brisik, Eun Soo pun mematikan panggilan itu. Biar bagaimanapun Boo Young perduli dengan Eun Soo karena dia sahabat dari sang istri. Karena setahu Boo Young, Seung Chul suka gonta-ganti pasangan, jadi dia tidak ingin jika Seung Chul mempermainkan Eun Soo.


Tetapi Avril yakin kalau Eun Soo tak semudah itu untuk di permainkan oleh laki-laki, karena Avril tahu betul siapa Eun Soo. Avril juga meyakinkan Boo Young kalau Eun Soo bisa menjaga dirinya sendiri dan tahu mana yang terbaik untuk dia.


Betapa bangganya Avril memiliki suami yang perdulian seperti Boo Young. Kadang-kadang Boo Young mengingatkan Avril untuk menelpon orang tuanya dan Boo Young sendiri terkadang mengobrol dengan orang tua Avril. Hal itu ia lakukan untuk membuktikan kalau Avril bahagia bersamanya.


Bahkan Boo Young mengirim barang-barang bermerk untuk adiknya Avril. Begitulah cara Boo Youn menunjukan rasa cintanya terhadap Avril, walaupun ia bukan tipe pria romantis, tapi dia tahu cara membahagiakan orang yang ia kasihi.


"Sayang, nanti aku mau bawa semur ayam ke rumah mama. Tetapi tidak ada bahannya." Keluh Avril.


"Ayo kita belanja ke supermarket!" Ajak Boo Young bersemangat.


Kemudian Boo Young menyuruh Avril untuk berganti pakaian. Lalu Avril beranjak dari duduknya dan pergi masuk ke kamar bersamaan dengan Boo Young.


Avril pun memilihkan baju untuk sang suami, kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan Boo Young menunggu Avril sambil memainkan handphonenya dengan duduk bersandar di kepala ranjang.


Tak lama kemudian Avril pun keluar dari kamar mandi, lalu ia mengajak Boo Young untuk berangkat.


"Sayang, aku sudah siap. Ayo berangkat!" Ajak Avril sambil membenarkan baju Boo Young yang agak berantakan.


Lalu Boo Young memasukan handphonenya ke dalam sakunya dan keluar kamar bersama Avril. Karena hari ini hari libur, Boo Young tidak mau merepotkan sang asisten, jadi dia menyetir mobil sendiri untuk pergi ke supermarket.


Sesampainya mereka di supermarket, Boo Young langsung ambil troli dan mendorong troli itu di belakang Avril, sedangkan Avril sibuk memilih-milih bahan untuk membuat semur.


"Jangan lupa kentangnya!" Kata Boo Young mengingatkan.


"Terima Kasih sudah di ingatkan." Sahut Avril tersenyum pada Boo Young.


Mereka berdua seperti pengantin baru yang sedang menikmati waktu berduaan. Terkadang mereka saling bercanda dan meledek satu sama lain, hingga tertawa kecil terdengar oleh pengunjung supermarket lainnya.


Setelah mendapatkan bahan masakan yang mereka perlukan, Boo Young pun mengajak Avril untuk makan kue beras pedas. Karena siang itu memang waktunya makan siang.


"Ini kalau di Indonesia sama kaya cilok. Sama-sama kenyal!" Kata Avril sambil menunjukan gambar cilok di handphonenya.


"Kapan-kapan kita ke Indonesia, aku mau berkuliner." Sahut Boo Young yang merasa makanan Indonesia sangat enak-enak.


Makanan mereka pun sudah habis, lalu mereka berdua bersiap untuk pulang. Tangan kanan Boo Young menggandeng Avril dan yang kiri membawa belanjaan.


Bersambung....


Jangan lupa Like dan komentarnya.