
Ketika mereka berjalan melewati Lobby, scurity dan karyawan resepsionis pun menundukkan kepalanya, memberikan hormat dan menyapa mereka. Avril merasa malu karena Boo Young tidak mau melepaskan tangannya. Ia menggenggam erat tangan Avril, sehingga sedikit membuat Avril merasakan sakit.
Mereka berdua memasuki lift dan keluar di lantai tempat Boo Young bekerja. Hari ini Boo Young sengaja mengajak Avril ke tempat kerjanya. Ia berencana untuk memperlihatkan kemesraannya dengan Avril di depan Dinna. Selain itu, agar Avril tidak lagi menaruh curiga kepadanya.
Para karyawan pun menyapa mereka berdua. Tentu saja Avril berhenti sebentar untuk mengobrol dengan mereka, karena ketika Avril masih bekerja di kantor, dia cukup dekat dengan karyawan yang lain. Begitupun dengan ketua team yang dulu selalu membantunya menyelesaikan pekerjaannya yang tidak ia mengerti.
"Ayo masuk!" Ajak Boo Young.
"Okay!" Sahut Avril dengan senyum sumringah.
Walaupun tidak di ajak jalan-jalan ke tempat spesial, seperti harapannya, tapi Avril tahu kalau tujuannya Boo Young mengajaknya kerja, agar dia tidak lagi berprasangka buruk terhadap suaminya.
Ketika mereka berdua memasuki ruangan, sang sekertaris dan Dinna sudah duduk di tempat kerja mereka masing-masing. Sang sekertaris sibuk dengan komputernya dan Dinna sibuk dengan ponselnya. Ia terkejut ketika melihat Avril dan Boo Young datang masuk ke ruangan.
"Selamat Pagi...." Sapa Avril.
"Selamat Pagi...." Sahut sang sekertaris berdiri sambil menundukkan kepalanya.
Avril tersenyum ke arah Dinna, tetapi Dinna hanya membalas senyumannya dengan senyum tipis. Sepertinya Dinna tidak menyukai atas kedatangan Avril. Ia berharap Avril segera pergi dari ruangan itu.
"Sayang.. Coba sini kita lihat si kembar!" Panggil Boo Young.
Avril pun berjalan mendekati Boo Young, lalu tangannya di tarik sama sang suami hingga ia terduduk di pangkuannya. Avril sedikit malu karena ada sekertaris dan Dinna yang duduk melirik ke arahnya. Tetapi Avril mencoba untuk rileks, dia mau menunjukkan kepada Dinna bahwa Boo Young adalah miliknya.
"Wah... Kok secanggih ini! Aku baru tahu kalau CCTV bisa di koneksikan di handphone." Kata Avril yang memang tidak tahu
"Iya, jadi kamu bisa pantau si kembar ketika kamu tidak di rumah." Sahut Boo Young tersenyum kepada Avril.
Dinna mulai kepanasan melihat mereka berdua bermesraan di depannya. Apalagi Avril tak kunjung pergi, hal itu membuatnya semakin kesal. Di tambah Boo Young yang terlihat selalu menggoda Avril dengan tangan nakalnya.
Hingga waktunya tiba, Dinna dengan membawa berkas di tangannya. Ia berjalan menuju ke arah Avril dan Boo Young. Di saat yang bersamaan, Boo Young mencium leher Avril, sehingga membuat Avril menjerit karena kegelian. Belum juga Dinna memberikan berkas itu, Boo Young menyuruh Avril berdiri dari pangkuannya.
Lalu ia juga berdiri menarik tangannya Avril menuju pintu ruangan pribadinya. Sebelum Avril dan Boo Young memasuki ruangan pribadinya, dengan nakal Boo Young mendaratkan ciuman di bibir Avril. Dinna pun dengan jelas melihat aktivitas mereka.
"Ya! Kenapa kamu mencium ku di depan Dinna!" Protes Avril.
"Karena aku gak tahan untuk tidak mencium mu! Sahut Boo Young yang meneruskan aktivitasnya di dalam ruangan pribadinya.
Boo Young mendudukkan Avril di meja, lalu ia memainkan tangannya kepada Avril dengan sesuka hatinya. Dengan penuh keinginan, Boo Young menelusuri setiap bagian tubuh sensitif milik Avril. Tak ketinggalan, ia juga meninggalkan jejak langkah bibir di leher.
Setelah mereka selesai melakukan hal yang mereka sukai, Boo Young membopong Avril masuk ke dalam kamar mandi. Boo Young mengguyur badan Avril dengan air hangat, berkali-kali Avril memprotes kelakuan sang suami yang membuatnya untuk mandi lagi.
"Aku sudah dandan dan berpakaian rapi, tapi kamu malah membuat rambutku basah kuyup seperti ini. Mana gak ada hairdryer, apa yang akan mereka pikirkan ketika aku keluar dari sini." Protes Avril sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kamu kan bawa peralatan make up. Biarin saja orang mau berfikir apa, kan memang kita suami istri." Sahut Boo Young sambil memakai bajunya.
Cukup lama mereka berdua berada di ruang pribadinya. Sehingga seseorang mengetuk pintu memanggil nama Boo Young.
Tak memperdulikan rambutnya yang masih basah, Boo Young pun keluar dari ruangannya. Sedangkan Avril tetap berada di dalam, ia malu untuk keluar karena rambutnya yang masih basah.
"Iya gak apa-apa. Kita sudah selesai kok!" Sahut Boo Young memberitahu Dinna bahwa dia dan Avril sudah selesai melakukan sesuatu.
Dinna pun merasa risih dengan ucapannya Boo Young. Dia tahu apa yang mereka lakukan di dalam, karena dia juga bukan anak kecil yang masih polos. Antara cemburu, kesal, marah jadi satu, membuat Dinna tidak bisa berkonsentrasi bekerja.
Di pikirannya, memikirkan bagaiman ia bisa membuat Boo Young tergoda dengannya di depan Avril. Tapi nyatanya malah Boo Young dan Avril melakukan hal itu di kantor. Dan ia berakhir dengan rasa sakit hati.
*****
Sudah waktunya makan siang, Boo Young menyuruh sang asisten untuk membelikan makan siang untuknya dan juga Avril. Sedangkan Avril di dalam ruangan sibuk dengan handphonenya, sesekali ia mengecek apa yang di lakukan si kembar.
"Boo, mau makan di luar?" Tanya Dinna yang belum menyerah.
"Sorry, aku makan sama istriku." Jawab Boo Young.
"Boleh gabung gak?" Pinta Dinna.
Itu kesempatan bagi Boo Young untuk memperlihatkan kemesraannya dengan Avril kepada Dinna. Ia pun membiarkan Dinna untuk makan dengan mereka. Tapi sebelum makanan datang, Boo Young terlebih dahulu meminta ijin kepada Avril agar Dinna makan bareng dengan mereka.
Dengan menceritakan rencananya, akhirnya Avril menyetujui Dinna untuk makan dengan mereka. Tak lama kemudian, makanan pun datang. Boo Young menyingkirkan barang-barang dari atas meja kerjanya. Kemudian ia menyiapkan makanan di meja dan segera memanggil Avril untuk makan.
"Sayang... Ayo makan dulu!" Ajak Boo Young.
"Okay, aku datang!" Sahut Avril keluar dari ruangan.
Rambut Avril terlihat masih basah, Dinna pun menyadari hal itu. Lalu mereka duduk dan mulai memakan makanan mereka.
Boo Young sangat perhatian kepada Avril, ia juga menyuapi Avril. Mereka berdua seperti pengantin baru yang sedang di mabuk kasmaran. Dinna lah yang menjadi saksi atas kebahagiaan mereka.
Niat mau menggoda Boo Young, tapi malah Dinna yang menjadi korban atas kemesraan mereka berdua. Merasa hanya menjadi obat nyamuk, Dinna pun segera menghabiskan makanannya dan berpamitan untuk keluar, dengan alasan ingin membeli sesuatu.
"Kerja bagus sayang!" Kata Avril dengan tertawa kecil.
"Tapi aku merasa senang, dengan begini kita bisa bermesraan sepanjang hari. Hehehe..." Sahut Boo Young dengan senyum nakal.
Memang itulah rencana Boo Young untuk membuat Dinna menyerah untuk menggodanya. Selain itu Boo Young juga ingin membuat Dinna tidak betah bekerja di kantornya dan ia dengan kemauannya sendiri pergi dari kantornya.
Sehingga kerjasama antara perusahaannya dan perusahaan Dinna tidak terganggu. Dinna juga pergi sediri dari kantornya, tanpa perlu mengusirnya. Dan tentunya Avril tidak akan menaruh curiga lagi kepadanya, dan juga Avril bisa konsentrasi mengasuh si kembar.
"Kamu kesini tidak memberitahuku!" Tiba-tiba Eun Soo masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ah kamu! Bikin kaget saja! Dua hari lagi acara pernikahanmu, kenapa kamu masih bekerja?" Tanya Avril yang baru selesai makan.
Eun Soo pun duduk di kursi Dinna dan ia memberitahu Avril jika ia sudah mempersiapkan semuanya.
Lalu mereka bertiga saling mengobrol, membicarakan malam pertama yang akan segera Eun Soo rasakan. Karena memang selama pacaran dengan Seung Chul, Eun Soo tidak melampaui batas. Jadi malam pertamanya nanti akan sangat berarti baginya.
Bersambung.....