
Hari yang melelahkan, Avril pun malas untuk mengangkat badannya dari ranjang. Matanya terasa berat untuk di buka, sedangkan Boo Young sudah sibuk memberi Asi untuk si kembar dengan menggunakan botol yang di siapkan oleh Ahjumma.
Hal itu tidak lain dan tidak bukan karena ulah Boo Young yang membuatnya terjaga sepanjang malam. Entah makan apa Boo Young begitu kuat dan bersemangat melakukan kegiatan suami istri, hingga semalam terulang berkali-kali. Badan Avril terasa remuk tanpa bertenaga.
"Sayang.. Ayo bangun! Sudah siang nih, kamu mau ikut ke kantor gak?" Boo Young membangunkan Avril dengan membuka selimutnya.
"Aku gak punya tenaga untuk bangun!" Sahut Avril yang menarik selimutnya untuk menutupi badannya yang tanpa sehelai benang di tubuhnya.
Seperti tak memperdulikan sang istri yang sedang kelelahan, Boo Young kemudian tidur di samping Avril dan masuk ke dalam selimut. Tangannya mulai beraksi menelusuri tubuh Avril yang tanpa pakaian.
Avril hanya bisa pasrah mendapat perlakuan sang suami yang terus menggodanya. Tanpa respon, Avril memejamkan matanya seraya menikmati aktivitas yang di lakukan oleh sang suami, yang membuatnya merasakan sensasi geli tapi membuatnya ketagihan.
"Apa kamu gak ke kantor? Nanti gimana kalau Dinna menggodaku?" Tanya Boo Young berbisik di telinga Avril.
Seketika mata Avril terbuka lebar ketika mendengar nama Dinna. Tenaganya serasa kembali penuh mengisi setiap otot-otot yang kaku. Ia menoleh ke arah Boo Young, menatapnya dengan penuh kemanjaan. Lalu Avril memeluk Boo Young dengan erat.
Boo Young tahu jika sang istri sangat mencintainya, kalaupun Dinna menggodanya, dia tidak akan pernah tergoda, karena rasa cintanya terlalu besar untuk sang istri. Dengan senyumnya, Boo Young membalas pelukan sang istri.
"Ayo mandi, tapi mandiin aku!" Ajak Avril bersemangat.
"Siap tuan putri!" Sahut Boo Young yang juga bersemangat.
Dengan membopong Avril, mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi. Walaupun berat badan Avril tambah, tetapi Boo Young masih kuat untuk menggendongnya. Karena hampir setiap hari dia olahraga mengangkat beban berat.
Di guyurkan air hangat ke badan Avril, seperti biasa kalau mereka sedang mandi berdua, ritual suami istri harus di lakukan. Rasa lelah berubah menjadi energi ketika air hangat mengalir di tubuh Avril, di tambah tangan dan Bibir Boo Young yang nakal mendarat di tubuhnya, serasa memiliki kekuatan super.
Selesai melakukan ritual suami istri, lalu mereka berdua mandi. Seperti biasanya, Boo Young selalu membantu Avril mengeringkan rambutnya. Hal itu bagi Avril membuatnya merasakan kebahagiaan tersendiri. Bangga memiliki suami yang begitu perhatian.
"Kamu mau pakai baju yang mana?" Tanya Boo Young kepada Avril.
"Apa saja, kamu yang pilih!" Jawab Avril sambil mengecek rambutnya.
Lalu Boo Young pergi ke ruang penyimpanan baju. Tanpa memilih-milih, ia pun langsung mengambil baju yang ia sukai. Karena Avril terlihat cantik dengan baju yang ia pilih. Bahkan Boo Young membantu Avril memakai bajunya.
Setelah Avril selesai semua, barulah Boo Young mengganti bajunya dengan setelah jas. Melihat sang suami terlihat tampan dengan stelan jas, Avril pun mendekat dan melayangkan ciuman mesra di bibir Boo Young.
Maklum, mereka berdua sedang mengalami pubertas kedua, jadi mereka lebih agresif dari sebelumnya. Sekarang si kembar masih bayi, jadi mereka berdua punya banyak waktu untuk bermesraan. Mereka memang harus menikmati waktu mereka.
Di saat mereka menikmati ciuman, tiba-tiba Avril ingat kalau Calvin belum bangun. Ia pun segera menyudahi aktivitasnya dengan Boo Young dan menyuruh Boo Young untuk keluar terlebih dahulu untuk mengurus Calvin.
"Calvin! Kamu sudah siap!" Kata Boo Young yang melihat Calvin duduk di kursi meja makan.
"Lihat! jam berapa sekarang pa?" Sahut Calvin sambil menunjuk jam di dinding.
Bergulat dengan Avril membuat mereka lupa waktu. Sehingga anak kesayangannya mandi sendiri, ganti baju sendiri, bahkan makan sarapan sendiri. Untung saja Calvin anak yang cerdas, tanpa bantuan orangtuanya, ia bisa melakukan semuanya sendiri.
Saat itu Avril sedang mendorong box tempat tidur keluar kamar. Seperti biasanya, jika Avril sedang pergi keluar, ia akan memindahkan si kembar di kamar tamu.
"Mama, Papa, aku pergi kuliah dulu ya!" Pamit Calvin.
"Papa antar ya!" Sahut Boo Young.
"Gak usah, karena asisten sudah menunggu di parkiran bawah." Tolak Calvin.
Kemudian Boo Young mengantar Calvin sampai di parkiran. Setelah Calvin pergi, ia pun kembali ke atas, karena dia belum sarapan dan juga Avril belum siap untuk pergi.
"Ayo sarapan!" Ajak Avril yang melihat Boo Young masuk ke dalam apartemen.
Mereka berdua pun menyantap sarapan mereka dengan nikmat. Sesekali mereka mengobrol tentang rencana mereka untuk ke depannya. Bahkan Boo Young ingin sekali membuat pesta besar untuk pernikahan mereka. Baginya, tidak ada kata terlambat untuk bahagia.
Setelah selesai sarapan, mereka pun berpamitan kepada Ahjumma dan menitipkan si kembar kepadanya. Avril dan Boo Young keluar dari apartemen, mereka berjalan menuju ke parkiran dengan bergandengan tangan, seperti sepasang kekasih yang di mabuk kasmaran.
*****
Karena kesiangan, mereka pun telat masuk ke kantor. Para karyawan sudah duduk di kursi meja kerja mereka masing-masing, serius memandangi komputer. Avril pun tak melewatkan untuk menyapa mereka, karena ada beberapa karyawan mantan rekan kerjanya. Sehingga ia tak pernah absen untuk menyapa mereka.
Ketika Boo Young dan Avril memasuki ruangan mereka, para karyawan pun mulai berbisik-bisik membicarakan mereka berdua.
"Si Avril pinter, ikut kerja biar bisa ngawasin suami. Maklum Dinna lebih cantik darinya, pasti dia takut jika sang suami berpindah hati." Kata salah satu karyawan.
"Pastilah dia khawatir, lha Dinna aja genit begitu. Lihat saja ekspresi Dinna waktu jalan dengan CEO, terlihat menggoda sekali." Sahut karyawan yang lain.
"Tapi CEO kita tuh the best loh! Ingat gak, sebelum Avril ikut kerja, dia nyuruh sekertarisnya kerja di ruangannya. Itu tandanya, dia tidak mau terjadi sesuatu antara dia dan Dinda. Paham kan maksudku?" Imbuh yang lainnya.
Sepertinya para karyawan lebih mengerti dengan situasi mereka. Bahkan ada beberapa karyawan yang tidak menyukai Dinna berada di perusahaannya Boo Young. Mereka khawatir kalau Dinna akan merusak rumah tangganya Avril dan sang CEO.
Dari sikap Dinna, karyawan sudah bisa menilai kalau Dinna tertarik dengan sang CEO. Apalagi, Dinna tak malu-malu ketika ia menggoda Boo Young di depan karyawan yang lain. Itulah sebabnya, beberapa karyawan tak menyukai keberadaannya.
Avril dan Boo Young memasuki ruangan, Dinna sudah duduk di kursi kerjanya. Hari itu ia benar-benar terlihat cantik, dengan memakai baju warna biru telur bebek. Tatapannya tajam menatap Boo Young, senyum sinis ke arah Avril.
"Selamat pagi.... " Sapa Avril.
"Pagi... Boo, nanti siang kita di ajak makan siang Papa." Sahut Dinna.
"Avril biar ikut ya!" Kata Boo Young yang masih menggandeng tangan Avril.
"Tapi Papa maunya hanya kita berdua! Sembari membicarakan pekerjaan." Sahut Dinna yang masih duduk santai di kursi kerjanya.
Sepertinya Dinna mulai lebih berani menggoda Boo Young di depan Avril. Walaupun saat itu Avril sangat marah, tetapi ia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak meluapkan amarahnya di depan Dinna.
Bersambung....