
Karena kedekatan Avril dan Seung Chul semakin mereka umbar ketika berada di kantor, akhirnya semua karyawan kantor pun mulai membicarakan mereka berdua.
Berita itu pun terdengar oleh telinga Boo Young, hingga membuatnya tak bisa lagi menahan amarahnya. Ia pun kemudian memanggil sekertarisnya untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Tunda meeting dengan perusahaan Z!" perintah Boo Young.
"Tapi Tuan........" belum selesai berbicara, Boo Young sudah melambaikan tangannya pertanda untuk tidak melanjutkan bicaranya.
Sang sekertaris pun kemudian berpamitan kepada Boo Young untuk membuat jadwal ulang dan menghubungi pihak perusahaan Z. Untung saja perusahaan Boo Young lebih besar dari perusahaan Z, jadi pihak dari perusahaan Z pun memaklumi.
Lalu Boo Young mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja. Ia berencana untuk menghubungi asisten Joon.
"Bagaimana? apakah kamu sudah menyelesaikan itu semua?" tanya Boo Young melalui telepon dengan asisten Joon.
"Sudah Tuan, semua surat nikah sudah ada di tanganku sekarang ini." jawab asisten Joon dengan pasti.
Ternyata Boo Young mendaftarkan pernikahannya dengan Avril secara hukum, karena pernikahannya berbeda negara, sehingga baru hari ini surat pernikahan mereka di terbitkan.
Boo Young memang lebih pintar dari Avril untuk masalah ini, karena Boo Young tidak ingin sewaktu-waktu Avril membawa pergi Calvin dan dia pun mengantisipasi jika Avril meminta cerai, jadi dia bisa merebut Calvin dari Avril.
Memang itulah rencana Boo Young dari awal dia bertemu Avril, tapi dengan seiring waktu Boo Young mulai melupakan rencananya dan menikmati kebersamaannya dengan Avril dan Calvin.
Tetapi karena Avril menyakitinya, kini ia pun mulai memikirkan kembali bagaimana untuk menceraikan Avril dan mendapatkan hak asuh dari anaknya Calvin.
Tiba-tiba terlintas bayangan Avril yang sedang tidak mengenakan pakaian di otaknya. Sepertinya tubuh Avril membuat Boo Young kecanduan dan ia pun mengambil kunci mobilnya, lalu keluar dari ruangannya.
Memang akhir-akhir ini Boo Young sering mengendarai mobilnya sendiri, karena asisten Joon ia tugaskan untuk menunggu Calvin dan siap siaga jika sewaktu-waktu Calvin membutuhkan bantuannya.
...****************...
Merasa ia sendirian di apartemen, Avril pun berencana untuk berendam diri di bathtub untuk merilekskan tubuh dan pikirannya dengan aromaterapi kesukaannya. Setelah acara bercocok tanam dengan Boo Young, Avril pun merasakan tubuhnya perlu di manjakan.
Avril menyiapkan air hangat, kemudian ia tuangkan aromaterapi kesukaannya. Ia mulai membuka bajunya dan berendam di bathtub. Dia merasa tubuhnya sangat nyaman, aromaterapi itu pun tercium harum di hidung Avril hingga membuat pikirannya rileks tanpa beban.
Sudah sekitar 15 menit ia merendamkan dirinya di bathtub hingga ia terserang rasa kantuk dan akhirnya ia tertidur di bathtub.
Seperti ada seseorang yang sedang membuka pintu kamar mandi. Ternyata dia adalah Boo Young yang baru pulang ke apartemen. Ia pun mencari keberadaan Avril ke semua ruangan tetapi tidak ia temukan.
"Kemana perginya Avril?" tanya Boo Young kepada dirinya sendiri.
Baru saja ia teringat kalau dirinya belum mencari Avril di kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Ia pun beranjak dari duduknya, lalu ia memasuki kamarnya dan membuka pintu kamar mandi dengan pelan.
Di lihatnya Avril yang tertidur pulas di bathtub itu, dengan mata nakalnya Boo Young menelusuri setiap lekuk tubuh milik Avril. Tangannya mulai membuka jas, kemeja lalu celananya hingga ia tak lagi berpakaian.
Dengan pelan-pelan Boo Young masuk ke dalam bathtub itu tanpa membangunkan Avril. Aromaterapi itu pun mulai tercium di hidung Boo Young, hingga membuatnya merasa melayang.
Tiba-tiba Avril terbangun karena merasakan kedua gundukan kembar miliknya di remas seseorang. Avril pun membuka matanya lebar-lebar dan di lihatnya Boo Young yang sudah tanpa busana berada di atasnya.
"Hentikan Boo Young! Hentikan kata ku!" bentak Avril dengan nada marah.
"Kamu itu istri sah ku, jadi tubuhmu adalah hak ku." kata Boo Young dengan senyum sinis.
Kemudian melakukan apa yang ia ingin lakukan terhadap tubuh Avril. Karena air mulai dingin, Boo Young pun menambah kehangatan air yang berada di bathtub.
"Berendam air panas di musim dingin ternyata terasa nikmat, apalagi sambil bermain-main." bisik Boo Young di telinga Avril.
Hal itu membuat Avril merasa kegelian di daerah telinganya dan kemudian Boo Young mendaratkan bibirnya di setiap daerah sensitif milik Avril. Tanpa Avril sadari, ia menikmati serangan dari Boo Young.
Mereka pun menikmati hubungan suami istri di bathtub tersebut, sejenak mereka melupakan kemelut masalah yang mereka hadapi saat ini. Avril dengan lincahnya bermain-main dan begitupun Boo Young dengan agresif menyentuh setiap inci tubuh Avril.
"Apakah aku lebih pandai dari laki-laki mu? sehingga membuat mu puas lemas seperti ini?" tanya Boo Young di telinga Avril.
Avril tidak memperdulikan ucapan Boo Young, dia saat ini sedang di puncak kenikmatannya. Akhirnya mereka pun terkulai lemas di dalam bathtub, tanpa Avril sadari Boo Young mengecup kening Avril dengan lembut.
Setelah mereka selesai bercocok tanam, Boo Young segera mandi, sedangkan Avril masih betah di bathtub dan menunggu Boo Young keluar dari kamar mandi.
Avril pun akhirnya punya kesempatan untuk mandi setelah Boo Young keluar dari kamar mandi. Sembari mandi Avril mengingat-ingat kelakuannya saat bercocok tanam dengan Boo Young. Dia tak menyangka kalau dirinya bisa begitu liar bermain dengan Boo Young.
Rasa malu pun menghampiri Avril "Pasti Boo Young menganggap ku sebagai wanita murahan, benar-benar murahan! bodohnya diriku!" batin Avril sambil memukul kepalanya.
Setelah mandi Avril melilitkan handuk di tubuhnya, dia membuka pintu kamar mandi dan di lihatnya Boo Young yang tertidur di ranjang. Avril pun bejalan dengan berjinjit mengambil baju gantinya. Padahal saat itu Boo Young hanya pura-pura tidur, sehingga ia tersenyum melihat tingkah laku Avril yang menurutnya lucu.
"Kenapa dia pulang dengan tiba-tiba. Aku pikir dia sedang sibuk di kantor." gerutu Avril yang terdengar Boo Young samar-samar.
Terdengar suara bel berbunyi, Avril pun keluar dari kamar dan di lihatnya dari CCTV. Ternyata yang datang Boo Rua dan seorang laki-laki yang tak kalah tampan dari Boo Young.
Karena Avril tidak mau dapat masalah, ia pun pergi ke kamar untuk membangunkan Boo Young.
"Boo..... di luar ada Boo Rua dan laki-laki. Aku tidak mau membuka pintu, nanti pacar mu salah paham lagi dan dia bisa mengamuk." kata Avril sambil menggoyangkan badan Boo Young.
Boo Young pun memposisikan dirinya untuk duduk, dan lalu turun dari ranjang penasaran dengan siapa Boo Rua datang. Boo Young pun menarik tangan Avril untuk menemaninya membuka pintu.
"Dengan siapa Boo Rua datang?" Boo Young bermonolog.
Setelah ia melihat CCTV, Boo Young pun tersenyum dan segera membuka pintunya.
"Hai Bro........." laki-laki itu menghampiri Boo Young dan memeluknya.
Begitupun Boo Young membalas pelukan dari laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat senang, seperti mereka tidak bertemu lama.
Bersambung.....