
Rasa lelah menghampiri mereka berdua setelah menemani Calvin mengikuti ujian Fisika. Tujuan Calvin untuk mengikuti ujian Fisika ini, karena dia sudah mulai bosan dengan pelajaran di sekolahnya yang menurutnya mudah di pelajari.
Padahal menurut sang guru, mereka sudah memberi pelajaran setara dengan SMA kepada Calvin. Mungkin karena kecerdasan Calvin yang di atas rata-rata membuat semuanya menjadi mudah.
Seorang profesor fisikawan memberi kesempatan pada Calvin untuk mengikuti perkuliahan di Universitas Korea secara gratis. Kesempatan itu pun di ambil oleh Calvin dengan penuh antusias.
"Anak Papa memang the best!" Puji Boo Young kepada Calvin dengan memberi jempol tangannya.
"Karena Calvin memiliki orang tua seperti kalian, makanya Calvin menjadi anak yang terbaik!" Sahut Calvin dengan bangga diri.
Avril kemudian berpamitan kepada Boo Young untuk pergi keluar dengan alasan membeli kebutuhan memasak, karena Nyonya Jie Hyo dan Tuan Min Sik akan datang
Sebenarnya, selain membeli bahan untuk masak, Avril juga berencana untuk mengambil tiket pesawat yang ia pesan seminggu yang lalu. Avril berencana akan pulang ke Indonesia dengan Calvin tanpa sepengetahuan Boo Young.
Sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, Avril pun dengan buru-buru pulang dengan menggunakan taksi online.
Setelah ia sampai di apartemen, Avril mencari keberadaan Calvin. Ia pun membuka pintu kamar Calvin dan di lihatnya Calvin yang sedang belajar, sedangkan Boo Young tertidur di ranjang Calvin.
"Sayang, apakah kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Avril yang berjalan menghampirinya.
"Tidak Ma, Terima Kasih. Calvin masih kenyang." Tolak Calvin atas tawaran sang mama.
Avril pun berjalan mendekati Boo Young, dia menutupi badan Boo Young dengan selimut. Kemudian Avril pun keluar dan mempersiapkan untuk masak.
Kali ini Avril ingin memasak sup daging, Ayam goreng kremes dan pergedel kentang. Sengaja Avril masak ala Indonesia, Karena hari ini hari pertama sang mertua datang ke apartemen.
"Kamu masak apa?" Tanya Boo Young sambil berjalan ke arahnya.
"Lihat ini, aku masak makanan Indonesia." Jawab Avril sambil menyodorkan sendok isi sup.
Boo Young pun mengangguk-anggukan kepalanya, pertanda kalau masakannya enak. Memang tidak bisa di ragukan lagi, Avril memang benar-benar jago masak.
Setelah mencicipi masakan Avril, Boo Young pun pergi ke kamarnya. Ketika baru saja menutup pintu, tiba-tiba handphonenya Avril berbunyi. Boo Young pun mencari sumber suara itu dan sepertinya berada di dalam tas Avril.
Kemudian di bukanya tas milik Avril untuk mengambil handphone, tetapi Boo Young tak sengaja melihat sebuah amplop putih yang ada gambarnya pesawat terbang.
"Ini amplop apa?" Kata Boo Young bermonolog.
Karena penasaran, Boo Young kemudian mengambil amplop itu dari dalam tas Avril. Di bukanya dan ternyata isinya dua buah tiket atas nama Avril dan Calvin.
"Ternyata kamu tidak bisa melihat kebaikan ku Avril! Aku sudah mulai menerima mu dan melupakan kejadian di hotel itu, tetapi kamu menusuk ku dari belakang." Batin Boo Young sambil menahan amarahnya.
Padahal Boo Young sudah berubah pikiran untuk tetap bertahan dengan Avril demi kebahagiaan Calvin, tapi tak di sangka Avril malah mau pulang ke Indonesia tanpa memberi tahunya.
Dengan menahan amarahnya, Boo Young keluar dari kamar. Tapi bel pintu berbunyi dan Boo Young segera membukakan pintu, karena dia sudah menduga kalau yang datang adalah kedua orangtuanya.
Calvin pun juga keluar dari kamarnya ketika mendengar bel berbunyi dan menyambut kakek-neneknya yang baru saja datang.
Setelah melepas rasa rindu, Avril pun mengajak mereka untuk makan malam, karena memang sudah waktunya makan malam.
"Kalau ada waktu, nanti kita main bareng-bareng ke rumah Ma." Jawab Avril.
Boo Young hanya memandangi Avril dengan tatapan marah, Avril sendiri menangkap pandangan itu dan mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang apa kesalahannya, sehingga Boo Young terlihat marah seperti itu.
"Kenapa Boo Young terlihat marah? ada salah apa aku?" Batin Avril.
Mereka pun akhirnya selesai makan malam, kemudian Avril memotong buah sebagai pencuci mulut. Sedangkan mereka duduk di sofa sambil bercerita.
"Ayo di makan buahnya." Kata Avril sambil meletakan potongan buah di meja.
Karena sudah cukup malam, Avril kemudian menyuruh Calvin untuk tidur dan setelah Calvin tidur, sang mertua pun ikut tidur di kamar Calvin. Mertua Avril tidur di ranjang Calvin dan Calvin tidur di ranjang bawah yang bisa di tarik keluar masuk.
Ketika Avril keluar dari kamarnya Calvin, Boo Young sudah tidak ada di sofa. Lalu Avril membersihkan meja makan dan mencuci piring.
Baru saja Avril selesai bersih-bersih tiba-tiba Boo Young datang dan menarik tangannya dengan kasar. Avril mulai ketakutan, karena tatapan Boo Young sangat marah.
Avril pun di lempar oleh Boo Young di lantai hingga ia tersungkur. Lalu Boo Young mengambil amplop yang berisi tiket dan menyobeknya di hadapan Avril.
"Apa maksudmu dengan ini semua. Kamu mau bawa Calvin pergi? Jangan harap kamu bisa pergi dariku! Tanda tangani ini atau aku akan menyiksa mu sampai kamu mau menandatangani surat perceraian ini!" Kata Boo Young mengancam.
"Karena aku sudah tidak tahan dengan sikap mu! kau memandangku murahan, sedangkan aku tidak pernah melakukan apa-apa. Aku sudah tidak tahan lagi, karena kau menghancurkan hidupku untuk keduakalinya." Sahut Avril sambil menangis.
Boo Young pun meraih rambut Avril dan menariknya sekuat mungkin hingga membuat Avril menjerit kesakitan. Karena khawatir jeritan Avril di dengar oleh kedua orangtuanya, Boo Young pun berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi keluar.
"Mama, Papa.. Kalian belum tidur? Aku dan Avril mau keluar, Aku titip Calvin ya." Pamit Boo Young yang masuk ke kamar Calvin.
Setelah berpamitan Boo Young meraih tangan Avril dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. Boo Young berencana untuk membawa Avril ke suatu tempat untuk menyiksanya sampai Avril mau menandatangani surat perceraian itu.
Jika Avril menandatangani surat perceraian itu, otomatis hak asuh Calvin akan jatuh ke tangan Boo Young dan Boo Young menjamin hidup Avril dengan memberinya uang 50 juta setiap bulan hingga 2 tahun kedepannya.
Tentu saja Avril tidak mau melepas Calvin begitu saja, anak yang sudah menyemangati hari-harinya dan menjadi kebanggaannya. Avril tidak akan semudah itu untuk melepas Avril demi uang.
Boo Young membawa Avril ke sebuah hotel dekat apartemennya. Boo Young bertekad akan mendapatkan tanda tangan Avril, bagaimanapun caranya.
"Kamu tahu, aku sudah terlalu baik kepadamu. Aku sudah mulai menerima mu, walaupun kamu sudah tidur dengan laki-laki lain, tetapi kenapa kamu menusukku dari belakang! kenapa? kenapa?" Teriak Boo Young yang masih di dalam mobil di depan Hotel.
Kemudian Boo Young dan Avril turun dari mobil dan berjalan menuju hotel. Boo Young memesan kamar yang paling mahal.
"Eh kamu... apa kabar nona cantik. Dia ini siapa?" tanya penjaga hotel.
"Dia suami ku." Jawab Avril sambil melirik ke arah Boo Young.
Ada yang aneh karena penjaga hotel itu seperti mengenal Avril. Boo Young pun menatap penjaga hotel itu dengan tatapan curiga. Lalu Boo Young pun menggandeng tangan Avril untuk masuk ke dalam kamar.
Bersambung....