
Sore itu Boo Young dan Calvin sedang di perjalanan menuju ke studio. Sebelumnya, Boo Young menyuruh asistennya untuk pergi ke apartemennya mengantar baju buat si kembar dan sang istri. Selain itu, sang asisten di tugaskan untuk menjemput mereka untuk pergi ke studio tanpa memberi tahu sang istri tujuan mereka.
"Ahjeossi, sebenarnya kita mau pergi kemana?" Tanya Avril penasaran.
"Maaf Nyonya, saya di perintahkan Tuan Boo Young untuk tidak memberitahu Nyonya kemana kita akan pergi." Jawab Ahjeossi sambil melihat ke arah Avril melalui spion dalam.
Avril mengendus kesal, karena Ahjeossi tak memberitahunya. Tetapi Avril sudah punya feeling kalau dia dan si kembar akan pergi ke studio. Dia tahu karena dari bajunya dan si kembar sama.
Bibirnya tersenyum lebar, karena sebentar lagi Avril akan mendapatkan surprise dari sang suami tercinta.
Tak lama kemudian mobilnya berhenti di depan sebuah studio yang cukup terkenal di Seoul. Avril juga melihat mobil Boo Young terparkir di sana. Dengan berhati-hati, Avril mengeluarkan si kembar dari dalam mobil dengan di bantu oleh Ahjeossi.
Tampaknya Boo Young tidak keluar untuk membantu Avril. Hal itu membuat Avril sedikit kesal. Ia pun berjalan sedikit cepat memasuki ruang studio sambil mendorong stroller khusus bayi kembar.
"Surprise macam apa ini? Mudah sekali di tebak!" Batin Avril sambil berjalan.
Ketika Avril memasuki ruangan dalam studio, tiba-tiba Boo Young menghampirinya sambil tersenyum manis ke arah Avril. Sedangkan Calvin masih sibuk dengan pemotretan yang ia lakukan.
Memang tampak berbeda background dari studio tersebut. Boo Young sengaja menyuruh pemilik studio tersebut membuat tema yang sesuai keinginannya Avril. Tentu saja Avril sangat senang saat melihat background yang sudah lama ia inginkan.
"Bagaimana? Kamu suka tidak?" Tanya Boo Young sambil mengecek si kembar.
"Tentu saja aku suka! Terima Kasih...." Jawab Avril bersemangat.
Melihat dekorasi background Photoshoot yang sesuai keinginannya, Avril dengan antusias menyiapkan diri untuk pengambilan photo. Hari itu Boo Young benar-benar membuat Avril senang.
*****
Setelah pengambilan photo keluarga dan juga si kembar, Boo Young mengajak Avril dan Calvin mampir di sebuah restoran Korea yang cukup terkenal. Selain makanan Korea, restoran tersebut juga menyajikan makanan seperti Pizza atau Spaghetti. Jadi Calvin bisa memesan makanan tersebut jika ia mau.
Sebelum turun dari mobil, Boo Young dengan hati-hati membantu Avril untuk memberi Asi kepada Afifah, sedangkan Avril memberi Asi kepada Abidah melalui botol yang di bawa olehnya.
"Ma, itu Asi atau susu formula?" Tanya Calvin yang penasaran.
"Ini Asi sayang! Kamu dulu juga selalu minum Asi. Tapi setelah umurmu 2 tahun, Mama ganti sama susu formula." Jawab Avril sambil tersenyum ke arah Calvin.
"Oh, aku kira susu formula! Asi kan memang paling baik untuk bayi sampai umur 2 tahun." Sahut Calvin yang memang sudah tahu manfaat dari ASI.
Si kembar sudah kenyang dan tidur lagi, lalu mereka bertiga keluar dari dalam mobil. Boo Young mendorong stroller khusus bayi kembar untuk memasuki restoran tersebut.
Syukurlah, saat itu restoran tidak terlalu ramai. Karena Avril tidak suka restoran yang terlalu ramai. Kemudian mereka duduk di ujung restoran, agar si kembar tidak terganggu oleh pengunjung yang lainnya.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Boo Young kepada Calvin.
"As always..... Pizza!" Jawabnya dengan senyum manisnya.
"Dua hari yang lalu sudah makan Pizza, pesan yang lainnya!" Protes Avril yang tidak suka kalau Calvin sering makan Pizza.
"Calvin, dengar kata Mama ya! Papa janji, Minggu depan kita makan di restoran Italia favorit mu!" Ujarnya menghibur sang anak.
"Ok Pa! Janji ya, jangan lupa!" Sahut Calvin yang mengganti pesanannya dengan Bibimbap.
Walaupun Calvin memiliki pemikiran di atas umurnya, tetapi dia tetap saja memiliki sisi kekanak-kanakan. Dia juga bisa ngambek seperti anak-anak lainnya dan di saat-saat tertentu dia bisa berpikir dewasa seperti orang yang sudah umur 40an.
Avril sebagai ibu yang perduli dengan kesehatan sang anak, ia pun harus mengontrol Calvin untuk makan-makanan yang sehat. Selain berpengaruh dengan tumbuh kembang Calvin, itu juga baik untuk Calvin di masa mendatang.
Entah sengaja atau kebetulan, di saat Avril dan Boo Young sibuk makan, tiba-tiba suara Dinna menyapa Boo Young yang membuat Avril berhenti mengunyah. Saat itu Dinna datang dengan asistennya yang juga seorang perempuan.
"Boo Young! Kamu juga makan di sini!" Kata Dinna sambil berdiri di samping Calvin.
"Dinna! Iya, sama istri dan anak-anakku." Sahut Boo Young yang juga berhenti makan.
Sepertinya Dinna sedang berusaha untuk mendapat perhatian dari Boo Young. Bisa di lihat dari gerak-geriknya dan juga cara ia berbicara. Semua orang pasti tahu kalau Dinna saat itu sedang mencoba untuk menggoda Boo Young di depan Avril.
"Maaf Boo, Aku bisa minta waktu sebentar gak? Tentang pekerjaan!" Tanya Dinna dengan nada manja.
Boo Young seketika menoleh ke arah Avril, seperti ia sedang meminta izin. Sedangkan Avril yang sebenarnya kesal, mencoba menutupi kekesalannya dengan tersenyum ke arah Boo Young dan memberi tanda kalau ia memberi izin untuk berbicara kepada Dinna.
Dinna dan Boo Young duduk di meja kursi di sebelah. Ia mulai menjelaskan masalah perusahaan kepada Boo Young, yang padahal masalah itu tidak begitu penting. Sesekali Avril melirik ke arah mereka, ia semakin kesal karena Boo Young tampak akrab dengan Dinna.
"Boo, Bicaranya sudah belum? Aku dan Calvin sudah selesai makan. Kalau sudah selesai, kita pulang yuk! Kasihan juga si kembar, dari tadi sore tidur di stroller." Ajak Avril dengan tersenyum.
"Oh kalian sudah selesai. Ok, kita pulang sekarang!" Sahut Boo Young tanpa tahu arti senyumannya Avril.
"Kita bicarakan lagi besok di kantor. Aku mau pulang dulu!" Kata Boo Young kepada Dinna.
"Ok! Sampai ketemu besok." Sahut Dinna dengan manja.
Avril mencoba untuk mengontrol amarahnya, ia dengan tersenyum berpamitan kepada Dinna dan asistennya. Begitupun dengan Calvin, ia berpamitan kepada mereka dengan sopan santun.
Boo Young benar-benar tidak menyadari di balik senyum Avril yang menyimpan penuh dengan amarah. Ia sempat melambaikan tangan kepada Dinna sambil mendorong stroller dan hal itu di lihat oleh Avril.
Di sepanjang jalan, Avril hanya diam seribu bahasa. Hingga mereka sampai di apartemen pun Avril masih diam. Saat itu Boo Young belum menyadari kemarahan Avril, karena sesampainya mereka di apartemen, Boo Young membantu Calvin untuk mandi dan juga berganti pakaian.
"Papa, sepertinya Mama marah!" Kata Calvin sambil memakai baju tidurnya.
"Marah kenapa? Dari tadi senyum terus kok!" Timpal Boo Young yang tidak menyadari kemarahan Avril.
"Papa tidak lihat tadi ekspresi Mama yang terpaksa tersenyum!" Imbuh Calvin yang mencoba memberitahu sang Papa.
Mendengar perkataan Calvin, Boo Young pun berpikir sejenak. Ia baru ingat kalau Avril tidak suka kalau dirinya dekat dengan Dinna. Kemudian ia menemani Calvin sampai tidur.
Bersambung....