
Akhirnya setelah menempuh perjalanan dua jam, mereka pun akhirnya sampai di apartemen. Avril yang merasa kelelahan, ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Begitupun dengan Boo Young merebahkan tubuhnya di samping Avril.
Karena barang-barangnya belum ia keluarkan dari koper, Avril pun bangkit dari ranjang dan duduk di lantai sambil mengeluarkan isi kopernya dan milik Boo Young. Sedangkan Boo masih tetap di sana dengan posisi yang sama.
"Apakah sepatu ini bisa di tukar?" Tanya Avril sambil melihat-lihat sepatu mahal itu.
"Tentu saja! toko itu sudah langganan ku, jadi aku bisa kapan saja membalikan sepatu itu tanpa harus banyak bicara." Jawab Boo Young yang sedang memandang ke arah langit-langit.
Avril yakin kalau Boo Young dan Boo Rua sering ke toko itu, makanya Boo Young berkata kalau Toko itu adalah langganannya. Ada raut wajah sebal di wajah Avril saat itu.
Karena tidak ingin ribut dengan Boo Young, Avril lebih memilih diam dan tidak mau mempermasalahkan itu, toh saat ini Boo Young sudah menjadi miliknya, tidak perlu memikirkan masa lalu.
Setelah selesai membereskan isi koper, Avril kemudian mengambil tas tangannya yang berada di nakas samping ranjang. Ia mengambil handphonenya dari dalam tas dan meletakan tasnya kembali di atas nakas.
Avril kemudian keluar kamar dengan membawa handphonenya. Kemudian ia duduk di sofa dan mengaktifkan handphonenya. Di bukanya pesan-pesan yang telah masuk. Salah satunya pesan dari seorang pria yang mengaguminya.
"Kenapa dia terus-menerus mengirimi ku pesan?" Avril bermonolog dengan nada lirih.
Boo Young yang merasa curiga pun langsung mengikuti Avril keluar kamar. Ia kemudian menghampiri Avril dari belakang sofa dan melingkarkan lengannya di pundak Avril.
Kemudian ia mencium telinga dan leher Avril secara bersamaan, hingga membuat Avril merasa kegelian yang berganti dengan kenikmatan. Avril pun segera membalikan badannya dan saling berciuman bibir. Boo Young dengan sekuat tenaganya mengangkat tubuh Avril dan menggendongnya di depan.
Posisi Avril saat itu sudah melingkarkan tangannya di leher dan melingkarkan kakinya di pinggang Boo Young dengan menguncinya. Bibir mereka saling berciuman satu sama lain. Boo Young kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
"Aku mau pergi." Kata Avril yang menghentikan aktivitas mereka.
Ada perasaan kecewa di hati Boo Young, karena ia sudah merasakan puncaknya. Tetapi ia tidak mau memaksa untuk melakukan hubungan suami istri.
"Pergi kemana?" Tanya Boo Young curiga.
Avril pun menjelaskan kepada Boo Young, kalau ia pergi untuk menemui temannya. Sedangkan setahu Boo Young Avril hanya dekat dengan Eun Soo dan tak pernah melihat dia memiliki teman lain.
Dengan menurunkan tubuh Avril, Boo Young merasa ada yang aneh dari sikap Avril. Karena ia tidak mau menjadi suami yang posesif, Boo Young pun kemudian memberi ijin kepada Avril tanpa banyak bertanya.
"Pergilah, tetapi pulanglah sebelum makan malam." Kata Boo Young memberi ijin Avril.
Dengan semangat Avril langsung mengambil bajunya di lemari dan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan badannya. Ia keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan wajah yang sudah di rias.
Boo Young yang sedang duduk di bibir ranjang pun hanya bisa memandangi wajah istrinya yang begitu cantik baginya.
"Sebenarnya di menemui siapa? kenapa dia berdandan cantik kalau hanya menemui temannya? tapi teman siapa yang akan ia temui, setahuku temannya hanya Eun Soo!" Batin Boo Young bertanya-tanya.
Sudah siap semua, Avril pun segera berpamitan kepada Boo Young untuk pergi. Dengan raut wajah yang ceria, Avril mengecup pipi Boo Young dengan kilat. Lalu ia pergi keluar kamar dan memakai sepatunya. Ketika ia hendak keluar dari pintu, Boo Young memanggilnya.
"Avril, biarkan aku mengantar mu!" Kata Boo Young.
"Ti-tidak perlu, aku hanya sebentar. Lagian kamu masih capek, sebaiknya kamu istirahat saja!" Avril menolak tawaran Boo Young.
Boo Young pun hanya tersenyum dan melihat Avril menghilang dari balik pintu. Sebisa mungkin Boo Young berpikiran positif, karena dia tahu, Avril tidak akan berbuat buruk di luar sana.
Untuk menghilangkan rasa curiga dan gelisah, Boo Young memilih untuk tidur dan beristirahat. Berharap Avril segera pulang ke apartemen.
Avril baru saja turun dari taksi di depan sebuah restoran, dari kejauhan dia sudah melihat seorang laki-laki yang sedang duduk menunggunya. Lalu ia berjalan menghampiri laki-laki itu dengan senyum.
"Sudah lama menunggu?" Tanya Avril tersenyum.
"tidak juga! baru 15 menit yang lalu." Jawab laki-laki itu tersenyum.
Kemudian Avril duduk di depan laki-laki itu dan mulai melihat-lihat menu. Sedangkan laki-laki itu hanya memandangi Avril yang baginya sangat cantik dan menarik.
Belum sempat Avril menemukan makanan yang ia suka, laki-laki itu sudah menyodorkan kotak kecil di dekat tangan Avril.
"Selamat ulang tahun......." Kata selamat dari laki-laki itu.
"Terima Kasih! bagaimana bisa kamu tahu ulang tahunku?" Tanya Avril berterima kasih.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil gambar mereka di saat laki-laki itu memberi kado kepada Avril. Di tambah mereka berdua tertawa kecil saling melempar candaan, ketika laki-laki itu memberi tahu bagaimana ia bisa tahu hari ulang tahun Avril.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya laki-laki itu.
"Bisakah kita pesan nanti saja! Sekarang kita pesan minum saja dulu ya!" Kata Avril tersenyum.
Laki-laki itupun mengangguk setuju atas permintaan Avril. Sebenarnya Avril menunggu Eun Soo untuk datang menemuinya. Tetapi karena Eun Soo saat itu baru keluar dari kantor, jadi Avril mengulur waktu untuk memesan makanan.
Laki-laki itu tidak tahu kalau Avril mengundang Eun Soo untuk makan bersama mereka. Karena Avril takut si laki-laki itu tidak menyetujui idenya, ia pun merahasiakan dari laki-laki tersebut. Begitupun dengan Eun Soo, ia tak tahu kalau Avril sedang bersama laki-laki itu.
"Avril"
Eun Soo pun datang menghampiri Avril, tetapi karena dia melihat laki-laki itu duduk di hadapan Avril, Eun Soo pun seketika memasang wajah jutek. Lalu ia duduk di samping Avril tanpa menyapa laki-laki itu.
"Lama sekali kamu! kita sudah menunggumu setengah jam yang lalu." Protes Avril.
"Tau seperti ini, aku tidak bakal kesini!" Kata Eun Soo sebal.
Karena Eun Soo tak henti-hentinya berbicara, Avril pun kemudian memberi menu di tangan Eun Soo untuk memesan makanan. Eun Soo pun langsung menyambar menu dari tangan Avril dan di balas senyuman oleh Avril.
Laki-laki itu pun tersenyum melihat Eun Soo yang sedang mengambek. Kemudian mereka memesan makanan yang mereka sukai. Lelaki itu sangat perhatian kepada Avril, hingga membuat Eun Soo ingin melayangkan pukulan di wajah lelaki itu.
"Ingat! istri orang, jangan di godain!" Protes Eun Soo kesal.
"Hehehe... kamu lucu sekali!" Sahut pria itu tersenyum ke arah Eun Soo.
Mendapat senyum killer dari pria itu, Eun Soo pun kemudian memalingkan wajahnya. Tiba-tiba Avril berpamitan untuk pergi, karena ada keadaan mendesak.
"Eh! maaf, aku harus pergi sekarang, ada sesuatu yang mendesak." Kata Avril sambil melihat ke layar ponselnya.
"Tapi makanan kamu....." Kata Eun Soo bingung.
Tentu saja itu hanyalah akal-akalan Avril agar bisa meninggalkan mereka berduaan. Tanpa menghiraukan perkataan Eun Soo, Avril pun pergi meninggalkan mereka berdua di restoran itu.
Bersambung....