
...****************...
Pagi sekali sebelum kedua orangtuanya bangun, Calvin bangun lebih awal untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Di nyalakan laptop miliknya, ia mulai membuka file yang di berikan oleh sang dosen. Mengingat dia di beri kesempatan untuk bereksperimen, ia pun mulai mulai menguji kemampuannya sendiri.
Hingga terdengar suara pintu terbuka, sudah ia duga, pasti sang mama yang membuka pintu untuk membangunkannya. Tapi karena ia sudah bangun, sang mama pun ikut duduk di sampingnya, lalu ia memeluk erat tubuh Calvin. Dan Calvin pun memandangi wajah sang mama dengan senyuman.
"Sayang, kamu harus jaga kesehatanmu. Mama dan Papa sudah sangat bangga sekali melihatmu sampai seperti ini. Tetapi tidak baik jika kamu belajar berlebihan tanpa memikirkan kesehatan mu." Kata Avril menasehati Calvin.
"Tapi Calvin ingin menjadi asisten Dosen Ma, jadi saat ini Calvin harus bekerja keras. Calvin cukup tidur, cukup makan dan ada Mama yang menjaga ku" Sahut Calvin tersenyum.
Memang sejak mereka pindah ke Korea, Calvin lebih sering fokus melatih kemampuannya dalam bidang ilmu fisika. Jika di Indonesia, dia lebih santai tetapi di Korea dia menemukan orang-orang yang sangat mendukung, jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.
Kemudian Calvin meneruskan aktivitasnya dan Avril keluar dari kamar Calvin untuk menyiapkan sarapan. Avril tidak bisa apa-apa ketika sang anak memiliki keinginan, saat ini yang harus ia lakukan hanyalah mendukung dan menyemangati sang anak, agar tercapai semua yang Calvin harapkan.
Ketika Avril mulai memasak, Boo Young baru saja keluar dari kamarnya dan langsung masuk ke ruang fitness. Sebelum ia masuk, ia terlebih dahulu menyapa Avril dan sedikit menggodanya. Avril yang dapat godaan dari sang suami pun hanya bisa tersenyum.
"Mama, Aku lapar!" Kata Calvin keluar dari kamarnya.
"Kamu duduk dulu ya, sebentar lagi sudah selesai." Sahut Avril.
Boo Young yang baru selesai berolah raga pun langsung mendekati mereka berdua di dapur. Dengan badan yang masih basah karena keringat, ia pun memeluk Calvin dari belakang. Alhasil, dia mendapat protes dari sang anak.
"Papa bau asem! cepetan mandi, terus kita sarapan." Kata Calvin memprotes.
"Maaf sayang, papa mandi dulu ya!" Kata Boo Young sambil melepaskan pelukannya.
Kemudian Boo Young masuk ke kamar untuk mandi, sedangkan Avril masih sibuk menyiapkan sarapan. Dan tak lama kemudian Boo Young keluar dari kamar, makanan pun sudah siap dan mereka pun makan sarapannya dengan lahap.
Setelah mereka sarapan, kemudian mereka bersiap-siap. Calvin akan pergi ke kampus, Avril dan Boo Young pergi ke kantor. Boo Young yang sudah selesai berganti baju, ia pun langsung masuk ke kamar Calvin yang baru saja memasukan buku-bukunya ke dalam tas.
"Sayang, sudah beres? hari ini Papa dan Mama antar kamu ya!" Tanya sang Papa sambil mengelus kepala Calvin.
"Ok! aku sudah siap!" Sahut Calvin dengan semangat.
Dan mereka bertiga kemudian keluar dari apartemen untuk pergi ke kampus Calvin. Dengan bangganya Boo Young menyetir untuk sang anak menuju ke kampus.
...****************...
Waktu makan siang Seung Chul datang ke kantor untuk menemui Eun Soo. Dengan sembunyi-sembunyi Eun Soo masuk ke dalam mobil milik Seung Chul. Kebetulan hari itu Seung Chul di antar oleh managernya menggunakan mobil fan, jadi tempatnya luas.
"Kenapa kamu menyuruhku untuk menemui mu?" Tanya Eun Soo dingin.
"Ya! Eun Soo, bukankah aku sudah menyatakan untuk menikahi mu? sudahkah kau pikirkan itu?" Tanya Seung Chul menarik tangan Eun Soo untuk masuk ke dalam mobil.
Seung Chul sendiri terus mendesaknya agar cepat menjawab bersedia menikah dengannya atau tidak. Banyak janji-janji yang keluar dari mulut Seung Chul untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar serius dan tulus untuk menikahi Eun Soo.
Di melihat Eun Soo sebagai wanita yang berbeda dari yang lain. Jika biasanya wanita yang ia dekati tidak jual mahal, tetapi Eun Soo sangat menjaga dirinya agar tidak di sentuh oleh Seung Chul. Selain cantik, Eun Soo juga memiliki pesona sebagai wanita Korea.
"Ayo kita makan di luar!" Ajak Seung Chul.
"Maaf, aku sudah janji sama Avril dan saat ini dia sudah menunggu ku." Sahut Eun Soo.
Sebenarnya Seung Chul ingin makan dengan mereka berdua, tetapi dia belum siap menatap wajah Avril karena pernyataannya waktu konferensi pers itu. Dia khawatir jika Avril membuat hat itu sebagai candaan.
Kemudian Seung Chul pun berpamitan untuk pergi dengan alasan karena ada pekerjaan yang belum selesai. Eun Soo pun langsung keluar dari mobil dan pergi untuk menemui Avril yang sudah menunggunya.
...****************...
Dari kejauhan Eun Soo melihat Avril dengan wajah yang mulai bosan. Mungkin karena menunggu Eun Soo terlalu lama, Avril kemudian berdiri dan membalikan badannya. Tapi Eun Soo dengan langkah kakinya yang lebar berjalan menuju kepadanya dengan tersenyum.
Avril yang tadinya akan pergi meninggalkan restoran itu pun tidak jadi dan duduk kembali dengan raut wajah yang kesal. Lalu Eun Soo duduk di hadapannya dengan tersenyum, agar Avril tidak marah dengannya.
"Sudah lama ya nungguin?" Tanya Eun Soo meledek.
"Belum, baru sedetik yang lalu!" Sahut Avril kesal.
Kemudian mereka berdua memesan makanan yang ia sukai. Mereka makan sambil mengobrol tentang hubungan Eun Soo dan Seung Chul. Eun Soo menceritakan jika Seung Chul terus-menerus menyuruhnya untuk segera menjawab lamaran itu.
"Tetapi aku lihat Seung Chul pria yang baik. Mungkin dia playboy karena belum menemukan wanita yang ia cari. Dan sekarang dia melamar mu, bisa jadi kamu wanita yang ia cari. Kalau dia masih mau bermain-main, tidak mungkin kalau dia mengajak mu menikah." Kata Avril memberi masukan.
"Iya juga ya! Waktu aku minap di apartemennya saja, dia tidak menyentuhku sama sekali." Sahut Eun Soo keceplosan.
Akhirnya Eun Soo pun mengatakan kalau malam itu ia sedang menginap di apartemen Seung Chul. Padahal, awalnya ia mengelak kalau ia menginap di apartemen Seung Chul.
"Tumben suami mu tidak mengekor mu?" Tanya Eun Soo.
"Sedang ada banyak kerjaan dia. Sekali-kali lah kita seperti dulu, bisa menikmati kebersamaan kita." Sahut Avril tertawa kecil.
Memang biasanya Boo Young selalu ikut kemanapun Avril pergi. Begitupun Avril juga akan di ajaknya jika menemui rekan bisnisnya. Akhir-akhir ini memang Boo Young terlihat begitu posesif terhadap Avril.
Itu semua karena foto Avril dengan Seung Chul yang membuatnya menjadi lebih posesif. Selama itu tak mengganggu Avril, ia pun tidak mempermasalahkannya, malah Avril merasa senang, karena suaminya benar-benar mencintainya.
Bersambung....