
...****************...
Seung Chul baru saja sampai di parkiran perusahaan milik Boo Young. Ia berencana untuk menjemput Eun Soo. Tanpa ia sadari Avril memperhatikannya dari kejauhan.
Tak lama kemudian Eun Soo pun datang dan menyapa Seung Chul dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Begitupun Seung Chul membalas senyuman Eun Soo.
"Sudah menunggu lama?" Tanya Eun Soo tersenyum.
"Tidak! aku baru saja datang." Jawab Seung Chul meraih tangan Eun Soo.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil. Rasa canggung pun di rasakan oleh Eun Soo, lelaki yang ia sukai saat ini sedang duduk di sampingnya dan menyetir untuknya.
Sura handphonenya Eun Soo pun berdering tanda ada pesan masuk. Lalu ia meraih handphonenya buang berada di dalam tas. Ia mulai membaca pesan itu yang ternyata dari Avril.
"Yang lagi kasmaran, ingat batasan ya!" Pesan Avril mengingatkan.
Eun Soo pun tersenyum geli setelah membaca pesan dari sahabatnya itu. Seung Chul yang menyadari, kalau Eun Soo tersenyum setelah mengecek pesan itu pun bertanya.
"Pesan dari siapa?" Tanya Seung ikut tersenyum.
"Biasa, pesan dari Avril yang suka meledek." Jawab Eun Soo sambil memasukan handphonenya ke dalam tas.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di parkiran apartemen Seung Chul. Memang mereka sebelumnya sudah berencana akan ke apartemen Seung Chul. Bukan untuk melakukan hal-hal aneh, tetapi untuk makan malam di sana.
Setelah mereka sampai di apartemen, Seung Chul mempersilahkan Eun Soo untuk duduk di sofa ruang tamu, sedangkan dirinya masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
Mereka berencana untuk memasak sendiri, karena Eun Soo khawatir jika makan di luar ada biang gosip yang akan mempengaruhi karir Seung Chul. Apalagi saat ini Seung Chul sedang naik daun.
"Jadi masak tidak? atau kita beli saja?" Tanya Seung Chul yang baru keluar dari kamar.
"Terserah kamu saja!" Jawab Eun Soo.
Sebenarnya Seung Chul ingin memasak, tetapi karena waktu sudah hampir malam dan belum membeli bahan untuk masak, ia pun memilih untuk pesan makanan saja. Eun Soo yang masih grogi hanya duduk terdiam di sofa sambil menonton TV.
Padahal tadinya mereka ingin masak bersama, tapi setelah bertemu malah tidak ada persiapan, karena Seung Chul sibuk dengan pekerjaannya. Lalu Seung Chul duduk di sofa samping Eun Soo, mereka berdua mengobrol tentang hubungan Avril dan Boo Young.
"Bagaimana bisa kamu mengenal Avril?" Tanya Seung Chul penasaran.
Kemudian Eun Soo menceritakan awal mula dia bertemu dengan Avril hingga mereka menjadi sahabat di kala senang maupun susah. Bahkan saat Avril pulang ke Indonesia pun Eun Soo kadang menjenguknya.
Bukan karena Eun Soo yang terlalu baik, tetapi sikap Avril lah yang membuat Eun Soo menjadi baik. Karena pada dasarnya, Eun Soo memiliki sikap dingin dan keras kepala, tetapi sejak bertemu dan tinggal bersama Avril, sifat-sifat itu lama kelamaan berubah menjadi lebih baik.
"Pasti kamu sangat menyukai Avril ya? Hingga kamu bertanya detail tentangnya?" Tanya Eun Soo menunduk.
"Aku sangat menyukainya, tetapi aku tidak mau merusak rumah tangganya. Menyukai bukan berarti harus memiliki." Sahut Seung Chul memandang ke arah Eun Soo.
Tak lama kemudian bel pun berbunyi, Seung Chul segera beranjak dari duduknya dan melihat siapa yang datang. Dan yang datang adalah sang manajer yang membawa makanan untuknya dan Eun Soo.
Setelah menaruh makanan, sang manajer pun berpamitan untuk pulang dan berpesan kepada Seung Chul untuk berhati-hati, agar tidak ada gosip di lain hari.
"Sorry ya! padahal aku yang janji akan masakin buat kamu, malah berakhir seperti ini." Kata Seung Chul tersenyum.
"Avril jago masak lho! biasanya di hari libur dia masak buat aku." Sahut Eun Soo.
Setelah selesai makan, Eun Soo dan Seung Chul duduk di sofa. Karena besok hari libur, Eun Soo berencana untuk pulang jam 10 malam. Seung Chul kemudian memindah Chanel TV, tak lama kemudian ada adegan intim di layar TV.
Eun Soo seketika menutup matanya dengan telapak tangannya karena merasa malu. Seung Chul pun tertawa terbahak-bahak melihat Eun Soo seperti anak remaja yang sedang malu menonton film romantis.
Walau bagaimanapun, Eun Soo tidak pernah menjalin hubungan yang serius. Sering kali ia di putuskan oleh pacarnya, karena ia tidak mau berhubungan intim sebelum menikah. Dan juga ia akan tahu, pria yang hanya mencintainya karena ***** dan pria yang benar-benar tulus mencintainya. Kalau pria-pria itu meninggalkan Eun Soo, berati mereka pria yang hanya memikirkan *****.
"Kamu tidak pernah menonton film romantis begini?" Tanya Seung Chul sambil menahan tawa.
"Ya pernah! tapi tidak sama lawan jenis." Sahut Eun Soo menurunkan tangannya.
Daripada menimbulkan kecanggungan, Seung Chul kemudian memindah Channel TV dengan drama Korea yang sedang populer. Mereka berdua menonton drama bersama, walaupun sebenarnya mereka tidak ingin menonton.
Karena waktu sudah malam, Eun Soo pun berpamitan untuk pulang. Tetapi Seung Chul melarangnya untuk pulang, karena besok adalah hari libur. Seung Chul menyuruh Eun Soo untuk menemaninya. Karena Seung Chul selalu merasa kesepian ketika ia di apartemen sendiri.
"Bisakah kau menemaniku untuk malam ini?" Pinta Seung Chul memelas.
Eun Soo melihat ekspresi Seung Chul yang terlihat sedih pun menyetujui ajakan Seung Chul untuk menemaninya.
"Ok! tapi kamu harus janji, jangan kurang ajar!" Sahut Eun Soo sambil menoleh ke arah Seung Chul.
Kemudian Eun Soo meminta Seung Chul untuk meminjaminya baju, karena ia ingin mandi. Seung Chul pun mengambilkan baju yang baling kecil untuk di berikan ke Eun Soo.
Setelah Eun Soo mandi, Eun Soo duduk di tepi ranjang, sedangkan Seung Chul duduk di sofa yang berada di kamar itu. Seung Chul mulai bercerita tentang hal-hal yang sedih dalam hidupnya, hingga tak terasa air matanya menetes di pipi.
Selama ia berkarir, ia memiliki banyak teman, tetapi tak ada satu pun teman yang membawanya dalam hal positif. Bahkan teman-temannya hanya ada ketika ia senang, menghilang ketika ia sedang ada masalah. Maka dari itu, Seung Chul berharap Eun Soo mau menjadi temannya di kala senang maupun susah.
Eun Soo yang melihat Seung Chul sedang menangis, ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Seung Chul. Kemudian ia berdiri di depan Seung Chul dan memeluknya. Seung Chul sambil menangis, menempelkan kepalanya di perut dan melingkarkan tangannya di tubuh Eun Soo.
Seperti sedang banyak masalah, Seung Chul pun meluapkannya dalam tangisan. Eun Soo mengelus rambut Seung Chul untuk menenangkannya sambil menyemangatinya dengan kata-kata.
Kita tidak tahu setiap masalah yang di hadapi oleh orang lain. Hargailah setiap orang, jangan kalian pandang remeh ketika melihat orang mendapat masalah. Karena setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk menyikapi masalah mereka, mungkin salah satunya dengan menangis.
"Nangisnya sudah ya! sekarang kamu bersihkan badan mu dan cepetan istirahat." Suruh Eun Soo yang masih mengelus kepala Seung Chul.
Seung Chul pun menurut dan ia bangkit dari duduknya untuk masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai, Sing Chul keluar dari kamar mandi dan di lihatnya Eun Soo sudah tertidur di atas ranjang.
Ia pun tersenyum, hatinya merasa lega setelah menceritakan masalahnya kepada Eun Soo. Seung Chul mendekat ke arah Eun Soo, lalu ia menyelimuti tubuh Eun Soo. Kemudian Seung Chul mengambil selimut di dalam lemari dan ia tidur di sofa.
Bersambung...
Teruntuk semua pembaca setiaku, Terima Kasih kalian sudah mendukung karya ini. Tolong tinggalkan komentar kalian jika ada salah ketik atau nama dan jangan lupa drop your like. Terima Kasih