My Korean Husband

My Korean Husband
Avril Pindah Ke Ruang Inap



Karena ada masalah dalam perusahaannya, pagi itu Boo Young terpaksa pergi ke kantor untuk menyelesaikan permasalahan itu. Sehingga membuatnya tidak bisa menjenguk Avril. Ia pun menelpon orang tuanya agar datang ke rumah sakit untuk menjaga Avril, jika sewaktu-waktu ia di pindahkan di ruang inap.


Pagi itu Calvin pun tidak masuk kuliah demi untuk melihat adik kembarnya dan untuk menemani sang mama. Ia dan kakek neneknya setelah sarapan pagi, langsung bergegas mengganti pakaiannya dan langsung pergi ke rumah sakit di mana sang mama di rawat.


"Kakek nenek, Calvin sudah siap. Ayo cepetan kita pergi ke rumah sakit. Calvin sudah tidak sabar mau gendong adik kembar!" Kata Calvin sambil menuruni anak tangga.


"Ok! jangan lupa bawa tas mu." Sahut sang nenek yang sedang membantu suaminya merapikan bajunya.


Mereka bertiga pun keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil, lalu mereka di antar oleh asisten Joon untuk pergi ke rumah sakit. Selama di perjalanan, Calvin tidak bisa berhenti berbicara. Kebahagiaan pun terlukis jelas di wajah Calvin. Ia merasa bangga atas dirinya yang sudah menjadi seorang kakak dari bayi kembar.


Sekitar 30 menit, mereka pun sampai di rumah sakit,lalu turun dari mobil dan berjalan menuju informasi menanyakan keberadaan Avril. Betapa kagetnya mereka, ketika mengetahui jika Avril masih di ruang ICU. Dan mereka pun langsung pergi menuju tempat Avril di rawat.


"Kenapa mama di ruang ICU, Nek?" Tanya Calvin heran.


"Nenek juga tidak tahu. Sebaiknya kita lihat dulu keadaan mama mu." Jawab sang nenek sambil menggandeng tangan Calvin masuk ke dalam lift.


Ketika mereka sampai di depan ruang ICU, mereka melihat Avril sedang di periksa oleh dokter ahli. Jadi Calvin dan kakek nenek hanya menunggu di luar dengan perasaan khawatir.


Sekitar sepuluh menit mereka menunggu, akhirnya seorang dokter dan dua perawat keluar dari ruang ICU. Jie Hyo (nenek) kemudian berdiri dan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan.


"Maaf Dok, bagaimana keadaan menantu saya Avril?" Tanya Jie Hyo serius.


"Keadaannya semakin membaik dan sebentar lagi pasien akan segera di pindah ke ruang inap." Jawab sang dokter dengan senyuman.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter, mereka pun merasa lega. Mereka hanya bisa melihat Avril dari balik kaca, saat itu Avril masih terlihat pucat dan lemas, karena memang dia mengalami pendarahan pasca melahirkan.


Di kantor,


Boo Young terlihat sedang berkonsentrasi menatap laptopnya. Belakangan ini memang perusahaan Boo Young mengalami kendala pemasaran, karena perusahaan Dinna telah memutuskan kontrak dengan perusahaan secara sepihak, jadi perusahaannya mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Untuk membuat keuangan perusahaan stabil, Boo Young harus menjalin kerja sama dengan perusahaan besar. Entah kenapa tiba-tiba perusahaan Dinna memutuskan kontraknya tanpa alasan yang pasti. Bisa saja Boo Young melakukan gugatan untuk menanggung kerugiannya, tetapi perusahaan Dinna cukup besar, jika melawan pun perusahaan Boo Young malah kena imbas buruk.


Kring...Kring...Kring...


Suara handphonenya berdering. Tanpa melihat nama di layar handphonenya, Boo Young kemudian mengangkat panggilan itu.


"Jika kamu ingin perusahaan mu kembali normal, temui aku di restoran Z sekarang juga." Kata seseorang.


Tanpa berfikir panjang, Boo Young pun mematikan laptopnya dan bergegas pergi ke restoran demi menyelamatkan perusahaannya. Sebenarnya ia enggan pergi, karena dia teringat Avril yang masih di ruang ICU, tetapi keadaan membuatnya tak bisa berbuat apa-apa selain menemui orang itu.


Dengan buru-buru ia keluar dari ruangannya dan berjalan dengan langkah yang lebar. Lalu ia masuk ke dalam lift, ketika ia keluar dari dalam lift, ia bertemu dengan Eun Soo.


"Bagaimana? sudah selesai masalahnya?" Tanya Eun Soo dengan ragu.


Eun Soo tahu, kalau tidak mudah untuk menyesuaikan masalah perusahaan. Di tambah Avril yang baru saja melahirkan dan juga mengalami pendarahan, pasti saat itu Boo Young benar-benar merasakan hal paling berat dalam hidupnya.


Sebagai sahabat Avril, Eun Soo hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka semua. Tak bisa ia bayangkan jika dirinya berada di posisi Boo Young, pasti dia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Beruntung, Boo Young bukan orang yang mudah menyerah, jadi ia masih berusaha sebaik mungkin untuk memulihkan keuangan perusahaannya.


"Tadi Mamaku memberi tahuku, jika Avril akan di pindah ke ruang inap siang ini. Bisakah aku minta tolong kepadamu untuk menemani Avril?" Pinta Boo Young.


"Tentu saja! aku juga berencana untuk menjenguknya setelah pulang kantor." Sahut Eun Soo atas kesediaannya.


Boo Young menyuruh Eun Soo untuk pulang lebih awal, agar bisa menemani Avril ketika orangtuanya pulang untuk memasak makanan buat Calvin. Karena dia sendiri tidak tahu sampai jam berapa ia bisa menyelesaikan masalahnya.


Sebenarnya Eun Soo tampak bingung melihat Boo Young pergi dengan buru-buru. Tetapi dia tetap berfikiran positif, mungkin saja Boo Young menemui CEO yang memiliki perusahaan besar yang mau menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Boo Young.


Di rumah sakit,


Avril baru saja di pindah di ruang inap oleh perawat yang bertugas. Tentu saja Avril di tempatkan di ruang VVIP yang tempatnya sangat nyaman walaupun di rumah sakit. Selain itu, Avril akan mendapatkan fasilitas perawatan yang spesial. Karena memang harga kamar per harinya yang fantastis, jadi wajar saja jika mendapat perawatan khusus.


Dengan senangnya Calvin menghampiri sang mama. Calvin tersenyum dan langsung memeluknya sambil membisikan sesuatu di telinga Avril.


"Mama, cepat sembuh. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu adik kembar ku pulang ke rumah." Bisik Calvin.


Avril pun tersenyum lebar mendengar bisikan Calvin. Memang saat itu Avril belum di ijinkan untuk menemui bayi kembarnya, karena si kembar masih di tempatkan di inkubator, agar pertumbuhan bayi seperti bayi normal lainnya.


Saat itu Avril tidak melihat Boo Young di ruangan, dia hanya melihat kedua mertuanya dan Calvin. Kedua mertuanya pun mendekat ke arah Avril dan mendoakannya agar cepat sembuh dan semua akan baik-baik.


"Ma, Boo Young kemana?" Tanya Avril kebingungan.


"Tadi pagi dia bilang kalau pergi ke kantor, karena ada sedikit masalah dengan perusahaannya." Jawab Jie Hyo dengan jujur.


Jie Hyo mengatakan kepada Avril untuk tidak banyak berfikir. Untuk mempercepat pemulihan, Avril harus istirahat yang cukup dan tidak boleh stres.


"Kamu jangan khawatirkan Boo Young, kalau masalahnya sudah selesai, pasti dia akan segera kesini." Kata Jie Hyo menenangkan Avril.


Avril membalas perkataan mertuanya dengan senyuman. Dia percaya dengan suaminya, jadi tidak ada alasan untuk dia berfikiran negatif kepada sang suami. Di dalam hatinya ia berdoa agar suaminya segera menyelesaikan masalah pada perusahaan milik sang suami.


Dalam lubuk hatinya, ia ingin sekali melihat bayi kembarnya, tetapi perawat sudah berkata sebelumnya jika saat itu Avril belum boleh melihat sang bayi. Tiba-tiba ia teringat, kalau dirinya belum menelpon orangtuanya untuk memberitahu jika dirinya sudah melahirkan.


Ia pun segera meminta tolong kepada Calvin untuk mengambilkan tasnya. Sementara mertua perempuannya sedang menelpon asisten Joon untuk membelikan jus jambu. Karena jus jambu bagus untuk seseorang yang baru saja kehilangan banyak darah.


Bersambung....