
Avril baru saja sampai di apartemen, dia merasakan capek di sekujur tubuhnya. Dia pun merebahkan badannya di atas sofa dan tak lama kemudiaan dia tertidur.
Tak lama kemudian Boo Young pun sampai di apartemen, di lihatnya hanya Avril yang sudah tertidur pulas di atas sofa.
Boo Young berjalan ke arah Avril, lalu ia duduk di lantai dan memandangi wajah Avril yang terlihat letih. Di kecupnya kening Avril dengan lembut, tetapi aktifitasnya membuat Avril terbangun dari tidurnya.
Dengan spontan Avril mendorong tubuh Boo Young hingga ia terjungkal di lantai. Boo Young yang tidak terima perlakuan Avril, ia pun langsung berdiri dan mendorong tubuh Avril hingga terlentang di sofa.
Kini Boo Young sudah berada di atas tubuh Avril dan bersiap untuk memangsanya. Betapa kagetnya Boo Young saat Avril menarik kepalanya dan memangsa bibirnya dengan buas.
Avril mencoba untuk melepas baju Boo Young, tetapi aktivitasnya di hentikan oleh Boo Young.
"Apakah kamu memperlakukan pria-pria mu seperti ini!" Bentak Boo Young.
"Iya! kenapa? kamu tidak suka!" Teriak Avril yang tak kalas kerasnya dengan suara Boo Young.
Kemudian Boo Young turun dari tubuh Avril dan ia mengambil amplop warna coklat. Di lemparnya amplop itu ke tubuh Avril.
Avril yang masih terlentang di atas sofa pun segera bangkit dan mengambil amplop itu dari atas tubuhnya.
"Apa ini?"
"Buka saja, nanti kamu akan tahu isinya!"
Dengan ragu-ragu Avril membuka amplop itu dan mengambil isinya yang berupa kertas lembaran putih. Avril mulai membaca isi kertas itu dalam bahasa Inggris.
Dia tak menyangka, apa yang selama ini ia khawatirkan ternyata terjadi juga. Avril berdiri dan melempar kertas itu ke arah Boo Young.
"Jangan harap aku kan menanda tangani surat cerai itu! Kamu sudah mempublikasikannya pernikahan kita dan sekarang kamu meminta cerai kepadaku! Apa kau tidak punya malu, kau sudah menghancurkan hidup ku dan sekarang kamu mau ambil Calvin dari hidup ku juga!" Kata Avril sambil teriak histeris.
Boo Young pun segera meraih tangan Avril dan di tariknya menuju ke kamar mandi. Seluruh Baju Avril di lepas paksa oleh Boo Young dan di siramkan air dingin ke tubuh Avril dengan Shower.
Rasa dingin begitu menusuk tulang Avril, dia berusaha untuk tidak bersuara menahan rasa dingin seperti es. Karena hanya itu satu-satunya cara yang bisa untuk menyiksa Avril, sehingga tidak ada bekas luka di tubuh Avril.
"Cepat tanda tangani surat cerai itu atau kamu akan aku siksa hingga mati kedinginan!" Bentak Boo Young.
"Lebih baik aku mati kedinginan daripada aku harus menanda tangani surat itu! Bunuh aku dan itu caranya agar kamu bisa mendapat hak asuh Calvin." Kata Avril tanpa menoleh ke arah Boo Young.
Mungkin karena rasa dingin yang teramat, hingga membuat Avril yang masih di guyur air dingin tiba-tiba jatuh pingsan.
Di kira Avril hanya berakting, tapi setelah beberapa menit Avril memang tidak bergerak. Pada saat itu juga Boo Young mulai panik dan segera memeluk Avril.
"Avril....Avril....Avril......." Berkali-kali Boo Young memanggilnya sambil memukul pipi Avril, tetapi tidak ada respon dari Avril.
Boo Young segera membawa Avril masuk ke kamar dan di nyalakan pemanas ruangan. Boo Young melepas bajunya dan memeluk Avril di dalam selimut.
Hal itu Boo Young lakukan untuk menghangatkan tubuh Avril. Tubuh Avril masih terasa dingin, Boo Young pun memakaikan kaos kaki untuknya dan mendekap tubuh Avril.
Tubuh Avril mulai menghangat, Boo Young kemudian mengeringkan rambut Avril lalu mengoleskan krim pada tubuh Avril yang begitu kering karena air dingin.
"Makanlah... aku pergi menjemput Calvin." isi tulisan di kertas.
Karena memang Avril terasa lapar, Avril pun memakan habis makanan yang ada di meja itu. Entah dari kapan Boo Young menyiapkan makanan itu.
Tak lama kemudian terdengar suara Calvin yang baru sampai di apartemen. Calvin menghampiri Avril yang sedang tertidur di ranjang.
"Mama kenapa sakit? Besok Avril ada ujian Fisika di universitas Korea, jadi mama tidak bisa menemani ku." Kata Calvin sambil memeluk sang mama.
"Besok mama sudah sembuh dan akan menemani mu untuk ujian ok!" Sahut Avril dengan memposisikan dirinya untuk duduk.
Karena Avril belum memakai pakaiannya, Avril pun menutupi tubuhnya dengan selimut. Lalu Boo Young mendekati Calvin dan menyuruhnya untuk membersihkan diri dan tidur.
Boo Young bisa di bilang papa yang bertanggung jawab untuk anak, Dia mau menyiapkan semua keperluan Calvin. Mungkin karena dia terlalu menyayangi Calvin, jadi dia berusaha untuk menjadi papa yang terbaik.
"Tadi papa mengajak ku makan pizza dan sekarang Calvin harus menurut dengan papa, Jadi Calvin tidur dulu ya ma!" Pamit Calvin sambil mencium pipi sang mama.
"Iya sayang, Terima Kasih Calvin sudah menjadi anak penurut." Sahut Avril mencium balik pipi Calvin.
Setelah selesai menidurkan Calvin, Boo Young pun menghampiri Avril dan menaruh punggung tangannya di atas dahi Avril. Tetapi Avril menepis tangan Boo Young.
Padahal Boo Young hanya ingin memastikan kalau Avril tidak demam. Kemudian Boo Young pergi ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai, Boo Young keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang.
Boo Young melepas kaosnya, lalu ia tidur di sebelah Avril yang hanya mengenakan celana pendek seperti biasanya. Sedangkan Avril belum sempat memakai bajunya sama sekali.
"Besok kamu ambil cuti, kita temani Calvin ke universitas." Kata Boo Young sambil memeluk guling yang di jadikan sekat antara ia dan Avril.
"Hmmm...." Sahut Avril tak perduli dan mengganti posisinya membelakangi Boo Young.
Betapa kagetnya Avril ketika Boo Young tiba-tiba sudah memeluknya dari belakang. Karena Avril sedang tidak memakai pakaiannya dan Boo Young pun telanjang dada, hal itu membuat Avril tidak nyaman.
"Menjauhlah dari ku, bukankah aku ini hanya wanita murahan." Kata Avril sambil mendorong tubuh Boo Young.
Bukannya menjauh, Boo Young malah mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya di leher Avril sambil memejamkan matanya.Sebagai wanita normal, ketika daerah sensitifnya tersentuh pasti merasakan keanehan.
Sebenarnya Boo Young sendiri menahan dirinya untuk tidak tergoda oleh tubuh Avril, karena memang malam itu ia hanya ingin tidur memeluk Avril. Tapi keadaan berubah ketika Avril membalikan badannya.
Seakan-akan sudah lupa atas kejadian kekerasan yang di lakukan oleh Boo Young beberapa jam yang lalu. Avril meraih pipi Boo Young dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibirnya.
Sebagai laki-laki normal, Boo Young yang mendapat lampu hijau, dia pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan ia mulai meluncurkan serangan-serangan yang membuat Avril tak dapat menolaknya.
"Kamu kenapa menggoda ku? Apakah kamu bersikap seperti ini kepada setiap laki-laki?" Tanya Boo Young di sela-sela aktivitasnya.
"Iya, aku memang wanita penggoda." Jawab Avril asal.
Hal itu malah membuat Boo Young semakin buas memangsa Avril. Malam itu pun terjadi lagi bercocok tanam. Dan semoga saja Calvin mendapatkan adik!
Bersambung...