
...****************...
Hari ini hari libur, Calvin dan sang papa sedang sibuk di ruang fitness. Setelah sekian bulan Boo Young memiliki wajah chubby, kini dia 8ngin membalikan tubuhnya seperti yang semula. Papa dan anak pun bersemangat mengangkat alat berat, Calvin pun tak mau kalah dengan sang papa, ia pun mengangkat besi dengan berat 1kg.
Dua laki-laki yang hampir memiliki sifat yang sama, dengan wajah yang rupawan. Mereka benar-benar sangat mengagumkan. Sang papa yang ahli dalam mengelola perusahaan, sang anak mempunyai keahlian dalam ilmu sains. Terdengar sempurna memang, tetapi dengan kelebihan mereka bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Tetapi dua laki-laki itu pandai dalam menutupi kelemahan mereka.
Pagi itu Avril membantu Ahjumma untuk menyiapkan sarapan. Perutnya semakin membesar hingga membuatnya tidak bisa lagi berdiri lama. Karena merasa capek, ia pun berjalan menuju ke sofa ruang tamu untuk menyandarkan kepalanya di sofa dan mengangkat kakinya ke atas meja sambil menonton TV.
Kelakuan Avril pun di lihat oleh suami dan anaknya. Mereka berdua pun menggelengkan kepala bersamaan, sambil memandangi Avril dari samping. Lalu mereka berdua dengan banyak keringat mendekati Avril, alhasil mereka berdua pun kena marah olehnya. Dan menyuruh mereka berdua untuk mandi.
"Jangan dekat-dekat dengan ku, kalian bau asam. Cepatlah pergi mandi!" Kata Avril dengan nada agak tinggi.
"Siap Nyonya!" Sahut Calvin meledek.
Kemudian Boo Young pergi ke kamar Calvin untuk membantunya mandi dan menyiapkan baju untuknya. Setelah selesai mengurus Calvin, kemudian Boo Young pun pergi ke kamarnya untuk mandi. Sebelum ia masuk kamar, ia mendekati Avril dan mencium kening Avril dengan cepat dan berlari masuk ke kamar.
Avril pun mendengus kesal karena Boo Young mengagetkannya. Wanita hamil memang lebih sensitif, perasaan yang sensitif, hidung pun ikut sensitif. Kalau Boo Young tidak menyukai wewangian, Avril malah sangat menyukai bau wangi, mungkin itu karena terpengaruh oleh janin yang ada di kandungannya.
Setelah Boo Young selesai mandi dan memakai baju, kemudian ia keluar dari kamar. Dan di lihatnya Avril yang sudah tertidur di sofa, ia pun mendekat dan duduk di lantai sambil memandangi wajah Avril yang polos tanpa make up. Walaupun tanpa make up, Avril terlihat cantik. Di kehamilan ini, Avril memang memperlihatkan auranya, dia terlihat cantik walau hanya memakai kaos yang kebesaran.
Calvin yang sudah merasa lapar, ia pun keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan kedua orangtuanya. Dia melihat sang papa sedang memandangi wajah mamanya sambil menoel-noel hidungnya dengan pelan. Kebetulan saat itu Calvin sedang membawa handphonenya, ia pun merekamnya tanpa sepengetahuan Boo Young.
Avril pun terbangun karena merasa geli di daerah hidungnya. Di lihatnya Boo Young yang tersenyum memandanginya dan Avril pun membalas senyuman dari sang suami. Sedangkan Calvin masih asyik merekam mereka berdua. Hingga Boo Young pun menyadari apa yang sedang di lakukan Calvin.
"Kamu sedang merekam ya?" Tanya Boo Young yang menyadari keberadaan Calvin.
Calvin hanya menjawab dengan tertawa kecil, lalu menghentikan merekam. Kemudian Avril pun duduk dan mengajak Boo Young dan Calvin untuk sarapan. Pagi itu mereka sarapan dengan omelette kentang. Tadinya Avril yang ingin membuatkan untuk mereka, tetapi karena kakinya merasa capek, akhirnya ia serahkan ke Ahjumma.
Walaupun Ahjumma yang membuat sarapan, rasanya tak kalah jauh dengan masakan Avril. Itu karena Avril sering mengajarkan kepada Ahjumma untuk masak makanan kesukaan suami dan anaknya.
*****
Terlihat Avril merasa bosan menonton TV, karena sedari tadi ia menggonta-ganti channel satu ke channel lainnya. Hal itupun di sadari oleh sang suami dan Boo Young kemudian menggeser badannya di dekat Avril yang sedang menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.Dengan mesra ia mengecup kening Avril dan tersenyum.
"Sayang, saat ini kamu ingin pergi kemana atau ingin melakukan apa?" Tanya Boo Young tersenyum.
Karena ia ingin membuat Avril senang dan juga berenang bagus untuk ibu hamil, akhirnya Boo Young pun mengajak Avril dan Calvin pergi ke rumah orangtuanya. Karena di sana memiliki kolam renang pribadi. Lalu mereka bertiga bersiap-siap pergi untuk berenang.
Tetapi, ketika semua sudah siap, tiba-tiba perut Avril merasakan kontraksi yang cukup sakit di rasakannya. Alih-alih pergi berenang, malah Boo Young membawa Avril ke rumah sakit. Avril mengerang kesakitan hingga membuat Boo Young merasa takut jika Avril sampai melahirkan.
"Papa, apakah mama akan segera melahirkan?" Tanya Calvin yang duduk di kursi belakang mobil.
"Papa juga tidak tau, tapi saat ini belum waktunya mama melahirkan." Jawab Boo Young gugup karena mengawatirkan sang istri.
Sesampainya mereka di rumah sakit, Boo Young kemudian melakukan registrasi dan Avril pun segera masuk ke ruangan dengan dokter. Kali ini Boo Young dan Calvin tidak di ijinkan perawat masuk ke ruangan. Rasa khawatir pun semakin menjadi-jadi, karena tidak boleh menemani sang istri.
Kemudian Boo Young menggandeng tangan Calvin dan bertanya kepada perawat yang baru saja keluar dari ruangan.
"Maaf suster, bagaimana keadaan istri ku?" Tanya Boo Young khawatir.
"Untuk sementara, istri bapak sedang di periksa. Apakah sudah waktunya lahir atau hanya kontraksi palsu. Saat ini pasien di pindah ke ruang VK observasi, jadi tidak ada yang boleh menemani." Jawab seorang perawat menjelaskan.
Sudah sekitar dua jam Boo Young menunggu, tetapi belum ada pemberitahuan dari Dokter. Akhirnya, ia pun menemui perawatan penjaga dan bertanya tentang kondisi sang istri. Tetapi karena Avril masih di ruang observasi, sang perawatan pun menyarankan Boo Young untuk pulang terlebih dahulu dan akan menelponnya jika sudah siap untuk melahirkan.
Karena melihat Calvin yang kecapekan, ia pun berencana untuk menitipkan Calvin ke rumah orangtuanya dan dia bisa menunggu Avril sendirian di rumah sakit. Boo Young pun meninggalkan nomer telponnya kepada perawat, lalu ia dan Calvin pulang ke apartemen untuk bersiap-siap pergi ke rumah orangtuanya.
"Papa, Calvin juga ingin menemani mama!" Pinta Calvin.
"Tapi sayang, saat ini mama masih di ruang observasi." Sahut Boo Young yang sedang mengantar Calvin ke rumah orangtuanya.
Setelah mereka sampai, Boo Young pun memberitahu keadaan Avril kepada orangtuanya. Karena merasa lapar, sang mama pun menyiapkan makan buat Boo Young.
"Bukankah Avril melahirkan masih sebulan lebih? mungkin dia hanya mengalami kontraksi palsu." Kata sang mama memberitahu.
"Aku tidak tahu ma, kata perawat Avril sedang di ruang observasi, jadi tidak ada yang boleh menemaninya." Sahut Boo Young yang nampak khawatir.
Setelah selesai makan, Boo Young pun berpamitan kepada kedua orang tuanya dan Calvin. Dia melajukan kendaraannya ke rumah sakit dengan rasa cemas. Sesampainya dia di rumah sakit, sang perawat pun memanggilnya.
Bersambung....