My Korean Husband

My Korean Husband
Mulai Ada Rasa Suka



Sebulan sudah Avril bekerja di perusahaan Boo Young. Selain bisa reunian dengan rekan kerja yang masih bertahan, Avril pun bisa curhat kapan saja dengan Eun Soo tentang masalahnya. Walaupun sampai sekarang Avril masih menyembunyikan tentang pernikahan kontraknya dengan Boo Young, tetap saja Avril senang, karena tidak merasa jenuh.


"kamu tahu, Lee Seung Chul keponakan Boo Young? tiba-tiba dia mau jadi model produk baru kita loh!" kata Eun Soo memberitahu Avril.


"oh... aku dengar memang seperti itu." sahut Avril cuek.


Karena memang Avril tidak tahu siapa Seung Chul dan sepertinya dia juga tidak mau tahu.


"berarti kamu akan sering bertemu dengannya, dia itu lebih ganteng dari pada Boo Young. Kamu jangan sampai naksir dia, ingat! kamu sudah punya suami!" imbuh Eun Soo yang berharap kalau dirinya yang di posisi Avril untuk menemui Seung Chul.


Seperti tidak memperdulikan perkataan Eun Soo, Avril pun berdiri dari duduknya yang sudah selesai memakan makan siangnya.


Eun Soo pun segera mengikuti langkah Avril dari belakang untuk membayar makan siangnya.


"kali ini aku yang traktir kamu, sebagai tanda terima kasih ku karena kamu sangat pandai menyimpan rahasia ku." bisik Avril ke telinga Eun Soo.


Memang Avril menyuruh Eun Soo untuk merahasiakan pernikahannya dengan Boo Young dengan alasan jika karyawan memperlakukan Avril dengan beda karena Avril istri sang CEO.


Handphone Avril pun berbunyi, tanda ada pesan masuk dan ia pun segera membuka pesan itu.


"kamu di mana? kenapa kamu tidak ada di kantin?" isi pesan dari Boo Young.


Pesan itu ternyata dari Boo Young, Avril merasa risih karena akhir-akhir ini Boo Young sering memperhatikannya. Bahkan Boo Young pun terang-terangan mengajak pulang bareng, walaupun dia bersedia pulang bareng, tetapi Avril selalu sembunyi-sembunyi agar tak terlihat oleh karyawan lainnya.


Karena Avril sudah nyaman dengan posisinya saat ini, yang rekannya tahu Avril masih single.


Tanpa membalas pesan Boo Young, Avril pun memasukan handphonenya ke dalam tas dan berjalan bersama Eun Soo menuju kantor.


Ketika mereka sampai di lobby perusahaan, Boo Young sudah menunggu mereka di dekat lift.


Karena Eun Soo tak merasa enak, ia pun berpamitan kepada Avril untuk naik ke atas dan memberi kesempatan kepada mereka untuk berduaan.


"dari mana saja kamu?" tanya Boo Young yang tampak kesal.


"bersikaplah sewajarnya, nanti karyawan yang lain mengetahui hubungan kita." jawab Avril yang tak kalah kesalnya.


Kemudian Avril pun memencet tombol lift dan tak lama kemudian lift pun terbuka. Lalu Boo Young mengikuti Avril dari belakang.


"nanti kita pulang bareng, kita jemput Calvin." kata Boo Young yang memandangi Avril dari pantulan kaca dinding lift.


"ok! kamu tunggu di tempat biasanya." kata Avril bersedia.


Kebetulan lantai tempat mereka sama, jadi mereka lebih sering bertemu satu sama lain. Di rumah atau di kantor, sehingga membuat Boo Young merasa ada yang kurang jika Avril tidak masuk kerja.


Setelah sampai di lantai 14, mereka keluar dari lift bersamaan tanpa berkata sepatah kata pun. Agar para karyawan tidak mencurigai hubungan mereka.


"Avril, kamu besok ikut dengan ku untuk menemui model produk baru kita." kata ketua Team marketing.


Boo Young yang belum masuk ke ruangannya pun mendengar ketua team berbicara. Dia pun tahu kalau Avril akan menemui keponakannya Lee Seung Chul. Rasa khawatir pun muncul, karena keponakannya termasuk orang dengan mata keranjang.


"ok! siap laksanakan." sahut Avril dengan semangat.


Kemudian Boo Young masuk ke ruangannya dan Avril pun segera melakukan pekerjaannya.


...****************...


Avril menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat sekitarnya dan memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya, di rasa tidak ada orang, Avril pun segera masuk ke mobil Boo Young.


Lagi-lagi sikap Boo Young membuatnya gugup, Boo Young membatunya untuk memakaikan sabuk pengaman kepada Avril.


"aku hanya mencoba membantu mu! jangan berpikiran lebih!" sahut Boo Young yang tampak kesal.


Kemudian mereka pergi meninggalkan parkiran perusahaan untuk menjemput Calvin.


Di pertengahan jalan, Avril melihat toko hewan kucing yang memajangkan kucing lucu-lucu dari balik dinding kaca toko itu.


"waahh... kucingnya manis sekali, seandainya kita punya satu di apartemen kita." gumam Avril yang terdengar oleh Boo Young.


Ketika mereka sampai di sekolahan, Calvin sudah menunggu dan di temani oleh seorang wali guru.


"Calvin........." panggil Boo Young yang merentangkan tangannya, seolah-olah akan memeluk Calvin.


Calvin yang mendengar suara papanya, seketika ia langsung lari dan memeluk erat tubuh Boo Young. Dan kini Calvin sudah di gendongan Boo Young. Avril pun menyapa sang guru.


"selamat sore, maaf kita terlambat menjemput." dengan sopan Avril meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.


"tidak apa-apa, ini memang sudah tugas saya untuk menemani murid yang belum di jemput." sahut sang guru.


Biasanya Calvin di jemput oleh asisten Boo Young, tapi akhir-akhir ini Boo Young sering mengajak Avril untuk menjemput Calvin. Selain bisa lebih dekat dengan sang anak, Boo Young pun juga merasa nyaman saat bersama Avril.


Lalu mereka berpamitan kepada sang guru untuk pulang, di pertengahan jalan Calvin pun menagih janji sang papa yang akan membelikannya Pizza.


"papa, sekarang Calvin ingin makan pizza. kata papa, hari ini akan membelikan aku pizza." tagih Calvin yang sebelumnya Boo Young berjanji kepadanya.


Tanpa menolak, Boo Young pun membawa mereka ke restoran pizza yang paling enak kesukaan Calvin.


Sesampainya mereka di restoran, merekapun segera memesan 2 loyang pizza dengan ukuran sedang.


Setelah pesanan mereka datang, entah ada angin apa Boo Young mengambilkan pizza ke piring Avril, lalu dia mengambilkan untuk Calvin.


Avril pun langsung menoleh ke arah Boo Young dengan tatapan aneh.


"sebenarnya ini orang salah makan obat apa ya? kok bisa berubah jadi baik begini, bikin orang jadi gelisah saja." batin Avril yang masih menatap Boo Young.


Makanan mereka pun habis tanpa sisa, kebetulan Avril waktu itu sangat lapar, jadi dia bisa makan cukup banyak di banding Boo Young.


"kita mau kemana lagi sekarang?" tanya Boo Young kepada Calvin.


"kita pulang saja, aku capek!" sahut Avril sambil meliuk-liukan badannya.


Padahal pertanyaan itu untuk Calvin, tapi Avril malah menjawab dengan santainya.


"oh! mama sudah capek, kalau begitu kita pulang saja." kata Boo Young kepada Calvin.


Lagi-lagi Avril merasa aneh dengan sikap Boo Young, biasanya dia akan mendengar jawaban Calvin terlebih dahulu, baru memutuskan kemana selanjutnya mereka akan pergi. Tapi kali ini Boo Young membuat Avril terheran-heran.


Boo Young pun membantu Calvin untuk masuk ke mobil dan lagi, kelakuan Boo Young membuat Avril semakin gelisah.


Yang biasanya Calvin duduk di samping Boo Young, tapi kali ini Boo Young membantu Calvin untuk duduk di belakang.


"ini orang maunya apa ya?" tanya Avril kepada dirinya sendiri.


"cepetan masuk!" suruh Boo Young yang membangunkan Avril dari lamunannya.


Boo Young pun membukakan pintu mobil untuk Avril dan Avril pun membuang rasa gelisahnya dan mengantisipasi jika Boo Young berubah baik kepadanya karena ada sesuatu yang di rencanakan oleh Boo Young.


Bersambung.....