
Hatinya serasa mau copot saat sang perawat memanggilnya untuk menemui Dokter yang menangani sang istri. Dia pun melangkah masuk ke dalam ruangan dengan gugup, sang dokter yang mengetahui itu pun menyuruh Boo Young untuk tenang.
Ia pun duduk di depan dokter dan sang dokter mulai menjelaskan kondisi sang istri secara detail. Ternyata Avril belum waktunya melahirkan, ia hanya mengalami kontraksi palsu. Tetapi dokter menyarankan kepada Boo Young agar Avril di rawat di rumah sakit sekitar dua hari, agar memudahkan dokter untuk mengecek kondisi janin.
"Istri bapak hanya mengalami kontraksi palsu, tetapi untuk memudahkan kami memantau kondisi janin, kami menyarankan pasien untuk di rawat untuk beberapa hari. Takutnya akan ada kontraksi lagi dan terjadinya persalinan prematur." Kata dokter menjelaskan.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, Dok!" Sahut Boo Young.
Setelah mendengar penjelasan dari Dokter, Boo Young pun langsung menemui Avril yang sudah di pindah ke ruang inap. Dengan langkahnya yang buru-buru, ia segera masuk ke dalam ruangan dan melihat Avril sudah berbaring di ranjang pasien.
Boo Young pun mendekat ke arah Avril dan duduk di kursi samping ranjang. Mereka berdua saling bertatapan, rasa kasian pun terlihat dari raut wajah Boo Young, karena melihat Avril yang sedang berbaring di ranjang. Lalu ia meraih tangan Avril dan tersenyum.
"Apakah sangat menyakitkan?" Tanya Boo Young sambil mengelus rambut Avril.
"Iya, ini lebih menyakitkan dari hamil pertama." Jawab Avril tersenyum pula.
Di saat seperti ini Boo Young merasakan betapa sulitnya sebagai perempuan. Dari hamil sampai melahirkan akan merasakan rasa sakit yang tidak bisa di rasakan oleh seorang laki-laki. Melihat istrinya yang terkulai lemah di ranjang, membuatnya ingin menggantikan rasa sakit itu.
Dalam hatinya di berjanji kalau dirinya tidak akan menyakiti Avril dan terus menjaganya. Dia akan terus berusaha untuk membahagiakan sang istri dengan melakukan hal yang di inginkan Avril. Saat itu Boo Young hanya ingin melihat Avril tak merasakan rasa sakitnya kontraksi.
...****************...
Dua hari kemudian,
Avril akhirnya bisa pulang ke apartemen setelah dua hari tinggal di rumah sakit. Rasa sakit di perutnya pun menghilang. Kehamilan kali ini memang berbeda waktu sedang hamil Calvin. Tidur tak pernah nyenyak karena setiap malam sering buang air kecil. Mudah lelah saat melakukan aktivitas dan punggung merasakan nyeri. Dadanya pun terasa perih dan sesak nafas, sehingga membuatnya tak merasa nyaman.
Dia bersyukur memiliki suami yang cukup pengertian padanya. Terkadang juga sang suami memijit kakinya yang terlihat bengkak dan terkadang kram. Biarpun begitu, ketika melihat foto janin yang ada di kandunganya, membuat ia bersemangat.
"Mama, kapan nenek dan kakek datang ke Korea?" Tanya Calvin yang merindukan Nenek-kakeknya yang di Indonesia.
"Nanti, kalau mama sudah melahirkan." Jawab Avril yang sedang duduk sambil menonton TV.
Sebelumnya memang orang tua Avril berencana untuk datang ke Korea setelah Avril melahirkan. Setahun sudah mereka tidak bertemu, setelah mengetahui Avril mengandung anak kembar, orang tuanya pun sangat excited menyambut kelahiran cucu mereka.
Kemudian Calvin pun berpamitan untuk pergi kuliah dengan di antar sang asisten, sedangkan Boo Young duduk di samping Avril dan malas untuk berangkat kerja. Sesekali Boo Young menempelkan telinganya di perut Avril, dia ingin mendengar aktivitas di perut sang istri.
"Cepetan berangkat! sudah beberapa hari tidak masuk kerja!" Suruh Avril sambil memberantakkan rambut Boo Young.
"Entahlah... aku ingin selalu di dekat mu." Sahut Boo Young yang segera mendaratkan bibirnya ke bibir Avril.
Setelah puas menciumi Avril, Boo Young pun berpamitan untuk pergi bekerja. Sebenarnya ia tidak tega meninggalkan Avril sendirian di apartemen dengan hanya di temani Ahjumma. Pasti Avril akan merasa bosan karena sudah tidak bebas pergi kemana-mana. Tetapi hari itu Boo Young harus tetap pergi kerja, karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dan juga meeting yang tertunda.
Ia pun melangkahkan kakinya dengan berat keluar dari apartemen. Dengan berat hati ia meninggalkan Avril yang mengantarnya sampai di pintu. Bisa di bilang Boo Young terlalu berlebihan, tetapi ia tulus dari hatinya. Avril pun merasa sangat di cintai oleh suaminya.
"Bro, bagaimana keadaan Avril? aku dengar dia baru pulang dari rumah sakit?" Tanya Seung Chul yang menyadari keberadaan Boo Young.
"Dia baik-baik saja!" Jawab Boo Young dingin.
Walaupun Seung Chul sekarang berpacaran dengan Eun Soo, tetapi Boo Young masih menyimpan rasa tidak suka. Ingatannya masih teringat saat Seung Chul memeluk Avril waktu di taman. Sampai saat ini Boo Young masih saja belum bisa melupakan hal itu. Apalagi saat Seung Chul bertemu Avril, tatapannya masih menyiratkan rasa suka.
Hanya Seung Chul lah yang tahu perasaanya terhadap Avril. Tetapi sebagai lelaki, Boo Young merasakan jika Seung Chul masih menyimpan rasa suka. Tanpa banyak berbicara, Boo Young pun meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa Boo Young selalu bersikap dingin kepada mu? padahal kamu keponakannya!" Tanya Eun Soo kesal.
"Karena memang dari kecil dia selalu bersikap dingin." Jawab Seung Chul tersenyum.
Memang mereka berdua sejak kecil sering bermain bersama. Apalagi mereka sempat tinggal bersama di rumah Nenek-kakeknya. Berangkat sekolah selalu bareng dan bermain sepeda di jalan komplek. Terkadang Seung Chul merindukan momen-momen saat mereka masih kecil.
Karena suatu hal, sikap Boo Young berubah menjadi dingin. Sebenarnya bukan karena Boo Rua atau sifat playboy Seung Chul yang membuat Boo Young tak menyukainya. Hal itu hanya Boo Young lah yang tahu dan tidak ada seorang pun yang tahu, termasuk Seung Chul sendiri.
"Sayang, aku masuk ke kantor dulu ya!" Pamit Eun Soo.
"Ok! nanti pulang kerja, aku akan menjemput mu." Sahut Seung Chul tersenyum.
Seung Chul sendiri tidak tahu, apakah dirinya benar-benar tulus mencintai Eun Soo. Tetapi dia selalu berusaha memberikan hal yang terbaik untuk Eun Soo, apalagi dia sudah datang ke rumah orang tua Eun Soo untuk melamarnya, jadi sebisa mungkin dia tidak mau mengecewakan siapapun.
Eun Soo melambaikan tangannya sambil berjalan masuk ke dalam kantor. Hari-harinya sangat menyenangkan ketika bersama dengan Seung Chul, dia masih belum percaya bahwa dirinya saat ini sedang menjalin kasih dengan pria yang ia kagumi.
"Selamat pagi!" Sapa penjaga resepsionis.
"Selamat pagi, selamat bekerja!" Sahut Eun Soo dengan ceria.
Dia pun langsung masuk ke dalam lift, senyumnya tak henti-hentinya menghiasi wajah cantiknya. Kebetulan di lift itu sedang penuh, ada beberapa karyawan wanita yang membicarakan Avril. Mereka mengatakan bahwa Avril tidaklah cocok dengan Boo Young. Eun Soo pun mendengar perkataan itu dan langsung menegur karyawan itu.
"Kamu pikir, kamu yang terbaik? jika kamu merasa lebih baik dari Avril, mungkin saat ini kamu sudah menjadi istri Boo Young!" Bentak Eun Soo membela Avril.
Karyawan itu pun langsung meminta maaf, dia tak menyadari jika ada Eun Soo di dalam lift itu. Karyawan itu pun merasa takut dan berulang kali meminta maaf, tetapi Eun Soo keluar dari lift dengan mengacungkan jari tengahnya.
Karyawan itu pun merasa khawatir jika Eun Soo mengadu kepada sang CEO dan memecatnya. Tapi bukan tipe Eun Soo untuk membuat seseorang kehilangan pekerjaannya. Dia menyadari jika setiap insan yang hidup di dunia ini pasti ada yang suka dan tidak suka, itu sudah menjadi rahasia dunia.
So enjoy your life and don't listen to negative things that will make you sad.
Bersambung...