
Malam itu Boo Young baru saja pulang dari menjemput Calvin. Tetapi Avril belum juga di rumah, ia pikir Avril masih bersama Eun Soo. Karena sudah malam, Boo Young kemudian membantu Calvin untuk membersihkan badannya dan menemani Calvin untuk tidur.
Untung saja, sebelum mereka pulang Boo Young berhenti di sebuah restoran Italia. Seperti biasa jika mereka berada di restoran Italia, pasti yang di makan adalah pizza.
Akhirnya Calvin pun tertidur, Boo Young kemudian keluar dari kamar dan mencari keberadaan Avril. Tapi malam itu Avril belum pulang juga, sehingga Boo Young pun mengambil handphonenya untuk menelpon Avril. Karena tak seperti biasanya, Avril pulang telat semalam ini.
"Kamu kemana Avril, semalam ini belum juga pulang." batin Boo Young sambil meraih handphonenya.
Ketika Boo Young mulai membuka isi pesan masuk dari orang yang tak ia kenal, matanya hampir keluar dari tempatnya. Dia memutar Vidio itu berkali-kali untuk mengetahui di mana Avril sekarang.
Boo Young pun menelpon sang asisten untuk mencari tahu keberadaan Avril. Tetapi 3 jam sudah berlalu, tetap saja Avril belum di ketahui keberadaanya.
Ingin sekali malam itu Boo Young meminum Alkohol agar bisa hilang stresnya karena memikirkan Avril, tetapi dia teringat kalau saat itu Calvin ada di rumah. Dia tidak mau jika Calvin melihat papanya meminum Alkohol.
"Avril, apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu berbuat seperti itu, ketika aku mulai menyukai mu!!" batin Boo Young bersedih.
Malam itu Boo Young benar-benar tidak bisa tidur, pikirannya berputar-putar memikirkan apa yang sedang di lakukan Avril malam itu. Hal itu semakin membuat Boo Young frustrasi dan ingin meluapkan amarahnya.
...****************...
Pagi itu Avril terbangun, karena perutnya terasa lapar. Dia melihat sekeliling ruangan itu dengan tatapan aneh, karena tempat itu terlihat asing olehnya.
"Di mana aku sekarang?" batin Avril.
Dia mulai mengingat-ingat hal terakhir yang ia lakukan, sehingga membuat ia berakhir di dalam ruangan itu. Terakhir yang dia ingat, dia di jemput seorang laki-laki untuk menemui Seung Chul.
Kemudian Avril meraih handphonenya di atas meja samping ranjang. Dia baru menyadari kalau handphonenya tidak ada baterainya. Ia pun turun dari ranjang dengan merasakan pusing di kepalanya.
Avril pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu ia keluar dari ruangan itu. Dia di sambut oleh penjaga hotel yang tadi malam telah menolongnya.
"Selamat pagi nona cantik." sapa seorang penjaga hotel yang usianya sekitar 50 tahun.
"Selamat pagi.... maaf, bagaimana aku bisa di sini ahjuma?" tanya Avril dengan heran.
Penjaga hotel tersebut menceritakan tentang kejadian semalam bahwa ada seorang laki-laki mencoba untuk melakukan hal yang tidak baik kepadanya.
Setelah tahu alasan ia bisa sampai di hotel, Avril pun berterima kasih dan berpamitan kepada penjaga hotel tersebut. Tak lupa Avril membayar tagihan kamarnya semalam dan menambahkan beberapa won tips untuk penjaga hotel.
Sesampainya ia di apartemen, Calvin sudah berangkat sekolah dan Avril mengira kalau Boo Young pun pergi bekerja. Ketika Avril masuk ke kamar, Boo Young pun terbangun.
"Dari mana saja kamu? apa yang kamu lakukan di hotel itu?" tanya Boo Young dengan nada tinggi yang membuat Avril ketakutan.
"Aku bisa jelasin, a-aku........."
Tidak ada kesempatan bagi Avril untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Boo Young sudah menarik tangan Avril, dia menyeret Avril dengan kasar untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Avril yang merasa kesakitan di pergelangan tangannya hanya bisa berteriak dan memohon kepada Boo Young agar melepaskan tangannya.
Tanpa mendengarkan perkataan Avril, Boo Young menarik tubuhnya dan di masukan ke bathtub. Avril di guyur air dingin dengan shower. Karena cuaca di luar mulai dingin, air di shower pun terasa dingin menusuk ke tulang.
Karena sangking dinginnya, Avril sampai tidak bisa berbicara lagi. Bibirnya membiru karena kedinginan, jari jemari muai mati rasa. Sekitar 30 menit Avril di guyur air dingin oleh Boo Young.
"Avril, kamu kenapa begitu murahan. Aku pikir kamu berbeda dari wanita-wanita lain." kata Boo Young.
Melihat Avril yang kedinginan, Boo Young pun tak tega. Lalu ia membantu Avril membuka bajunya dan memandikannya dengan air hangat. Boo Young pun melilitkan handuk di tubuh Avril.
Melihat tubuh Avril tanpa selembar pakaian tak membuat Boo Young bernafsu. Karena di pikirannya, kemarin malam Avril tidur dengan seseorang dan saat ini dia membantu untuk membersihkan badan Avril dari bau pria tersebut.
Setelah selesai membantu Avril memakai pakaiannya, Boo Young menyuruh Avril untuk duduk di depan meja rias yang ada kaca cerminnya.
"Boo Young, aku tidak...."
"Diam!... aku tidak mau mendengar penjelasan mu!" kata Boo Young sambil membantu Avril mengeringkan rambutnya.
Avril melihat wajah Boo Young dari pantulan kaca, ada raut wajah kecewa. Avril pun berdiri dari duduknya, lalu ia memeluk tubuh Boo Young dengan tangisannya.
"Aku tidak melakukan apa-apa, kamu salah paham!" kata Avril sambil menangis.
"kamu mabok dan........." Boo Young tidak bisa meneruskan perkataanya.
Tiba-tiba ia mengingat kejadian 6 tahun yang lalu, di saat Avril sedang mabok dan tidur dengannya. Boo Young pun mendorong tubuh Avril yang sedang memeluknya dan hairdryer di tangannya ia banting ke lantai hingga hancur.
Karena Boo Young yang mulai menyukai Avril, sehingga membuatnya kecewa yang teramat dalam. Boo Young kemudian mengganti pakaiannya dan pergi keluar meninggalkan Avril seorang diri.
"Kenapa kamu begitu bodoh, tidak mau mendengarkan penjelasan ku." batin Avril melihat kepergian Boo Young.
Avril kemudian keluar dari kamar, berjalan menuju dapur dan mencari sesuatu yang bisa ia makan. Sambil makan roti, Avril mengambil handphonenya yang berada di tas untuk ia charge.
Setelah baterai terisi daya 10% Avril mulai menyalakan handphonenya. Notifikasi berbunyi berurutan dan Avril pun membuka pesannya satu per satu. Kebanyakan pesan itu dari Seung Chul, yang menanyakan keberadaannya.
Satu pesan yang membuat Avril merasa tersentuh. Pesan dari Seung Chul yang menyatakan rasa cintanya terhadap Avril.
"Avril, apapun yang terjadi dengan mu, aku tetap mencintai mu." isi pesan dari Seung Chul.
Kemudian Avril berfikir, bahwa pria itu sengaja menjebaknya dan seseorang telah mengirimkan sebuah rekaman Vidio kepada Boo Young dan Seung Chul. Avril mulai berfikir, bahwa dia merasa tidak punya musuh.
"Apa mungkin Boo Rua pelakunya? Akhir-akhir ini Boo Young jarang menemuinya dan menghabiskan waktunya dengan ku dan Calvin." batin Avril.
Karena dia tidak ada bukti, Avril pun membuang jauh prasangka buruknya pada Boo Rua. Kemudian ia menelpon Seung Chul dan memberitahu kalau dirinya baik-baik saja.
Bersambung....