
Hari ini hari Minggu, Boo Young berencana mengajak keluarga dan mertuanya jalan-jalan ke puncak. Mengingat kemarin dia telah membuat Calvin kecewa, sebagai gantinya ia ingin membuat Calvin bersenang-senang melihat pemandangan. Karena memang Calvin lebih suka melihat alam ketimbang keramaian di kota.
Setelah sarapan selesai, Boo Young menyuruh Avril dan mertuanya untuk bersiap-siap. Sedangkan dirinya membantu Calvin untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Ketika mereka sibuk masing-masing, tiba-tiba bell pintu berbunyi.
Ahjumma pun segera melihat ke layar CCTV dan di lihatnya Eun Soo bersama Seung Chul yang sudah berdiri di depan pintu. Tanpa memberitahu Avril, Ahjumma pun segera membukakan pintu untuk mereka. Karena Ahjumma sudah tahu kalau Eun Soo adalah sahabatnya Avril.
"Silahkan duduk.... Saya panggilkan Nyonya Avril dulu ya!" Suruh Ahjumma mempersilahkan mereka.
"Okay!" Sahut Eun Soo yang langsung duduk bersama Seung Chul.
Dengan sedikit berlari, Ahjumma mengetok pintu kamar Avril dan memberitahunya kalau Eun Soo dan Seung Chul datang.
"Nyonya, Nona Eun Soo dan Tuan Seung Chul datang." Panggil Ahjumma.
"Okay... Terimakasih!" Sahut Avril.
Sudah rapi berganti pakaian, Avril kemudian keluar dari kamarnya dengan mendorong si kembar di stroller. Begitupun dengan orangtuanya yang juga keluar dari kamar.
Mereka kemudian saling menyapa dan berpelukan. Karena sudah beberapa Minggu, Avril dan Eun Soo tidak bertemu. Eun Soo dan orangtuanya Avril juga cukup dekat, jadi tidak ada kecanggungan di antara mereka.
"Pagi-pagi sudah rapi saja! Kalian mau pergi ya?" Tanya Eun Soo.
"Iya, gak tau mau di ajak kemana sama Booyong. Oh ya, kalian ikut saja!" Jawab Avril mengajak mereka untuk bergabung.
Ketika mereka sedang mengobrol, Boo Young dan Calvin keluar kamar. Dengan ekspresi senang, Calvin segera berlari menghampiri Eun Soo dan memeluknya. Memang mereka saling dekat dan Eun Soo sangat menyayangi Calvin seperti anaknya sendiri. Sedangkan Boo Young menyapa mereka dengan santai.
"Aunty mau ikut dengan kita?" Tanya Calvin bersemangat.
"Gak sayang... Aunty kesini cuma mau kasih ini ke kamu!" Jawab Eun Soo sambil memberi kertas undangan pernikahannya dengan Seung Chul.
Avril yang mendapat surat undangan itu pun sedikit terkejut, begitupun dengan Avril. Mereka tak menyangka kalau Eun Soo akan segera menikah. Mereka semua ikut senang atas pernikahan Eun Soo dan Seung Chul yang akan di selenggarakan Minggu depan.
"Karena kalian mau pergi, Aku dan Seung Chul pamit pulang dulu ya." Pamit Eun Soo.
"Kalian gak gabung saja sama kita?" Ajak Avril.
"Maaf Vril, Kita masih sibuk mempersiapkan pesta pernikahanku. Lain waktu saja kita pergi bareng-bareng." Tolak Eun Soo yang memang masih sibuk menyiapkan pesta pernikahannya.
Sebelum pergi Eun Soo terlebih dahulu menggendong si kembar secara giliran. Melihat si kembar yang begitu lucu, Ia pun berharap setelah menikah juga ingin segera punya anak.
Setelah Eun Soo dan Seung Chul pulang, Avril kemudian menyuruh Ahjumma untuk bersiap-siap karena dia juga ingin mengajaknya. Selain bisa bantuin menjaga si kembar, sekalian Ahjumma bisa cuci mata. Tak lupa, Avril juga membawa bekal makanan untuk di makan di taman puncak.
Tema kali itu seperti piknik, duduk di alas tikar sambil makan makanan bekal dan saling mengobrol. Semua kebutuhan si kembar pun penuh di dalam tasnya.
*****
Setelah menempuh jarak waktu sekitar 2 jam, merekapun sampai di puncak. Avril segera menggelar tikar di bantu oleh Ahjumma. Lalu ia menyuruh orangtuanya untuk duduk. Sedangkan Boo Young dan Calvin langsung pergi jalan-jalan naik ke puncak yang lebih tinggi.
Momen yang jarang Avril rasakan di dalam hidupnya, berkumpul dengan orang-orang yang ia cintai. Kini ia merasa hidupnya sudah komplit. Memiliki anak-anak yang cerdas dan lucu, memiliki suami yang sangat mencintainya.
Sambil memakan camilan, Avril mengobrol dengan orangtuanya. Ibunya menasihati Avril agar tidak terlalu cuek dengan sang suami. Ibunya bisa menilai kalau Boo Young adalah tipikal suami yang harus di jaga, dari sorot mata Boo Young, dia sangat mencintai Avril.
"Kamu jangan terlalu egois, suamimu orang yang baik. Kamu harus perhatian padanya, karena laki-laki itu juga suka di perhatiin." Nasihat dari sang ibu.
Karena sudah dua jam Boo Young dan Calvin naik ke puncak, Avril pun menelpon Boo Young dan menyuruhnya untuk segera turun makan siang.
Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya Boo Young dan Calvin turun juga. Avril segera mengambilkan makanan yang ia bawa untuk mereka berdua. Untung saja Avril bawa bekal, kalau tidak mereka bisa kelaparan, karena di sekitar tempat itu tidak ada penjual sama sekali.
Mereka sangat menikmati liburan di puncak. Bahkan Calvin mengajak Papanya untuk pergi ke sana lagi jika ada waktu. Pemandangan di puncak memang sangat bagus, di tambah cuaca yang mendukung. Hal itu membuat Calvin sangat menyukai tempat tersebut.
"Papa, Next time kita kesini lagi ya! Aku belum puas mengelilingi dan melihat pemandangan di pass puncak!" Ajak Calvin dengan manja.
"Okay, hanya kita berdua, biar kita puas jalan-jalannya." Boo Young menyetujui permintaan anak laki-lakinya.
"Oh... jadi kalian tidak suka jalan-jalan sama Mama dan si kembar!" Gerutu Avril.
Sebenarnya bukannya tidak suka, hanya saja Boo Young tidak mau jika Avril dan si kembar menunggu mereka ketika mereka menaiki puncak.
Karena sudah mulai gelap, angin pun mulai dingin. Boo Young segera mengajak mereka untuk pulang. Karena dia tidak mau si kembar terserang flu atau apapun. Sebelum sampai di rumah, Boo Young mampir di sebuah restoran China dan mereka pun makan malam di sana.
Makan malam pun sudah selesai, mereka langsung pulang ke apartemen. Sesampainya di apartemen, Boo Young menunggu Calvin yang sedang mandi, lalu membantunya memakai baju. Seperti biasanya, Boo Young akan menemani Calvin sampai tidur.
Ceklek!
Boo Young membuka pintu kamarnya, di lihatnya Avril yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di badannya. Mata Boo Young tidak berkedip melihat istrinya yang terlihat menarik dengan badannya yang berisi.
"Lihat apa?" Tanya Avril sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk.
"Mau di bantuin mengeringkan rambut gak?" Sahut Boo Young merayu.
"Aku bisa sendiri. Cepetan kamu mandi, ih bau!" Suruh Avril melirik ke arah sang suami.
"Mandiin dunk!" Rengek Boo Young dengan manja.
Karena Avril sudah mandi, ia pun menolak ajakan Boo Young untuk mandi bareng dengannya. Tetapi walaupun Avril menolak, tetap saja Boo Young menarik tangan Avril untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Avril yang mengingat pesan Ibunya agar tidak mengecewakan suaminya pun tidak hanya bisa nurut ketika sang suami menariknya masuk ke dalam kamar mandi.
Akhirnya Avril pun mandi untuk yang kedua kalinya. Tentu saja sebelum mandi, mereka terlebih dahulu bermain-main. Di umur Boo Young yang sudah berkepala tiga membuat keinginannya lebih besar untuk berhubungan suami istri. Begitupun dengan Avril, yang juga menyukai hal itu.
"Aduh dinginnya...." Keluh Avril karena AC di kamar menyala.
"Sini aku peluk!" Boo Young menarik tangan Avril dan memeluknya.
Mendapat pelukan hangat dari Boo Young membuat Avril sedikit nakal. Ia mulai menggoda sang suami dengan memainkan tangannya di tubuh Boo Young yang memang belum memakai baju. Dan Boo Young pun membiarkan Avril bermain-main sesuka hatinya.
"Kenapa kamu nakal sekali!" Protes Boo Young yang sebenarnya menyukai kenakalan sang istri.
"Biarin! Nakal sama suami sendiri gak di larang!" Sahut Avril sambil menggoda sang suami.
Serangan bertubi-tubi dari Avril pun membuat Boo Young tidak bisa menahannya lagi. Hingga aktivitas suami istri pun terjadi di malam sunyi yang penuh keromantisan.
Bersambung...