
Sudah waktunya makan siang, Dinna berjalan ke arah Boo Young dan mengajaknya untuk segera pergi makan siang dengan sang Ayah. Seperti tidak memperdulikan perasaan Avril, Dinna terang-terangan menggoda Boo Young di depannya.
Avril tampak kesal, tapi dia menyuruh Boo Young untuk pergi makan siang dengan Dinna. Pikirnya, mereka pergi untuk membicarakan bisnis. Jadi Avril tidak mau egois, dia percaya sama sang suami, kalau Boo Young tidak akan tergoda oleh Dinna.
"Sayang, kamu pergi saja. Aku gak apa-apa kok, aku makan siang sama ketua team saja." Suruh Avril kepada Boo Young.
"Gak mau! Kamu harus ikut makan siang sama kita." Tolak Boo Young.
Boo Young tidak perduli, dia hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi dengan Avril. Sudah cukup ia dan Avril sering berantem karena faktor kecemburuan. Apalagi Dinna sudah mulai menunjukkan sifat aslinya, bisa saja Dinna membuat skenario baru untuk memancing masalah.
"Tapi Papaku hanya ingin kita berdua makan dengannya." Kata Dinna memberitahu.
"Oh Ok! Aku akan ke sana tanpa Avril. Kamu duluan saja, aku gak mau Avril cemburu karena kita bersama dalam satu mobil."Sahut Boo Young.
Karena sudah paham dengan sifat Dinna, Boo Young pun menyuruh Dinna untuk pergi ke restoran sendiri dan dia akan menyusul. Sebenarnya Avril tidak terima kalau Boo Young pergi tanpa dia. Tapi demi kebaikan perusahaan, Avril pun berusaha untuk mengontrol rasa cemburunya.
Ketika Boo Young hendak pergi, tiba-tiba tangan Boo Young meraih tangan Avril dan mengajaknya pergi bersama. Sepertinya Boo Young tidak tega kalau meninggalkan Avril makan siang sendirian, sedangkan dia makan enak di restoran.
"Ambil tas mu, ayo ikut aku!" Ajak Boo Young.
"Tapi kan Ayah Dinna hanya ingin bertemu denganmu!" Sahut Avril.
"Tidak ada yang bisa mengaturku! Jika orang ingin bertemu denganku, berarti ia harus mau bertemu dengan istriku!" Imbuh Boo Young yang membuat Avril tersentuh.
Mereka berdua pun keluar dari gedung kantor. Dengan melajukan mobilnya, Boo Young merasa bangga pada dirinya sendiri, karena ia bisa menjadi suami yang punya harga diri.
*****
Sesampainya mereka di restoran, Dinna dan Ayahnya sudah menunggu di ruangan private di restoran tersebut. Avril dan Boo Young pun segera masuk dan memberi salam hormat kepada Ayahnya Dinna. Bukan karena Boo Young takut, tapi memang sudah sewajibnya yang muda menghormati yang tua.
Wajah Dinna nampak pucat ketika Boo Young datang dengan Avril. Seperti ada sesuatu yang ia takutkan. Bahkan ia terlihat tidak nyaman ketika Boo Young mulai mengenalkan Avril kepada sang Ayah.
"Maaf Hoejangnim, sudah membuat Anda menunggu lama. Perkenalkan, ini istri saya!" Kata Boo Young sambil mengenalkan Avril.
"Gak apa-apa, kita juga baru datang. Jadi hubungan kalian baik-baik saja!" Sahut Ayah Dinna kebingungan.
Sebelumnya, Dinna memberitahu sang ayah bahwa hubungan Boo Young dan Avril tidak baik, berbohong kalau mereka berdua akan bercerai. Tujuan Dinna mengajak Boo Young makan dengan sang Ayah, supaya Ayahnya membujuk Boo Young untuk menjalin hubungan dengannya.
Tapi, karena Boo Young datang dengan Avril, semua rencana Dinna pun gagal. Jika saja Boo Young tidak datang dengan Avril, Ayah Dinna sudah menjodohkan mereka berdua. Dinna pikir, Boo Young akan takut dengan Ayahnya, karena perusahaannya sang berpengaruh banyak pada perusahaan Boo Young.
"Tapi Dinna bilang kalau kalian akan segera bercerai." Kata Ayah Dinna yang masih bingung.
"Oh... Itu hanya kesalahpahaman saja, tapi kita bisa mengatasinya dan gak sampai ada perceraian." Imbuh Boo Young menjelaskan.
Setelah Boo Young menjelaskan panjang lebar kepada ayah Dinna, mereka pun mulai memesan makanan dan memakan makan siang mereka. Avril sangat bersyukur, karena ayah Dinna orang baik dan tidak menggunakan kekuasaan untuk menindas seseorang.
*****
Makan di restoran mewah dengan harga makanannya yang mahal, membuat Avril tidak berhenti memakan makanan yang di pesan oleh ayah Dinna. Makanan mahal tidak untuk di sia-siakan, tetapi untuk di nikmati. Itulah pepatah yang berlaku untuk Avril. Sehingga hampir semua makanan yang tersaji di meja ia habiskan.
Alhasil, ketika ia balik ke kantor, perutnya terasa penuh dan tak bisa banyak bergerak. Hal itu membuat sang suami menggelengkan kepalanya. Heran dengan sang istri yang bisa makan banyak, yang tambah membuatnya heran, ketika Avril tidak jaim.
"Aduh! Perutku penuh sekali. Perasaan aku tidak makan terlalu banyak." Keluh Avril sambil duduk di sofa ruangan Boo Young.
"Terus, kemana perginya semua makanan tadi?" Tanya Boo Young meledek sang istri.
Tidak memperdulikan ledekan dari sang suami, Avril membuka kancing celananya agar perutnya agak longgar. Sedangkan Boo Young duduk di kursi kebesarannya untuk mulai bekerja.
Perut kenyang, suasana mendukung, Avril pun tertidur pulas di atas sofa. Terlihat kancing celananya masih terbuka, Boo Young tersenyum manis dan berjalan menghampiri Avril. Memang hal paling enak itu ketika perut sudah kenyang langsung tidur.
Boo Young pergi ke ruang pribadinya untuk mengambil selimut, lalu ia membiarkan Avril tertidur di sofa dan menyelimutinya dengan selimut yang baru saja ia ambil dari ruang pribadinya.
"Sudah jam dua, tapi si Dinna tidak datang. Apa dia gak balik kesini lagi ya!" Batin Boo Young.
Kalaupun Dinna gak datang, Boo Young malah senang. Itu yang ia inginkan, membuat Dinna pergi dari kantornya dan Avril bisa beristirahat di rumah sambil merawat si kembar. Tetapi gara-gara keberadaan si Dinna, ia harus rela kalau si kembar di asuh oleh Ahjumma.
Sampai jam empat sore, Dinna pun tak datang atau menghubungi Boo Young. Avril terbangun dengan sendirinya karena merasa badannya terasa pegal-pegal. Dengan posisi duduk, Avril melihat sang suami yang masih sibuk memandangi laptopnya.
Tak lama kemudian sang sekertaris mengetok pintu dan masuk memberi laporan kepada sang CEO. Semenjak Avril mulai ikut Boo Young kerja, sang sekertaris pindah tempat kerjanya seperti semula. Setelah mendapatkan tanda tangan dari sang CEO, dia pun pergi keluar sambil menyapa Avril yang masih dengan penampilan khas bangun tidur.
"Bagaimana tidurnya, nyenyak?" Tanya Boo Young.
"Hehehehe....." Avril nyengir.
Melihat Avril yang menggemaskan, membuat Boo Young tidak tahan lagi untuk tidak menghampirinya. Dengan gemas, Boo Young mencubit pipinya Avril yang terlihat chubby. Semakin tak tahan, Boo Young pun duduk di sebelah Avril dan memberinya ciuman kejutan.
Sontak saja Avril terkejut, karena Boo Young menciumnya di leher. Avril memprotes dengan apa yang di lakukan suaminya, tetapi bukannya berhenti malah Boo Young semakin berani dan tangannya menelusuri tubuh Avril hingga membuatnya kegelian.
"Ya! Sadar Boo, ini di mana?" Kata Avril mengingatkan, karena saat itu mereka sedang di ruang kerja.
"Kenapa? Kamu maunya di dalam!" Sahut Boo Young menghentikan aktifitasnya.
Karena mereka khawatir, jika tiba-tiba ada orang yang datang, Boo Young pun membopong Avril pergi ke ruang pribadinya. Ia melanjutkan aktivitasnya yang belum selesai. Hubungan suami istri, sepertinya tidak bisa terhindarkan.
Bersambung...