My Korean Husband

My Korean Husband
Calvin Sang CEO



...****************...


Semenjak Boo Young mengalami morning sickness, Calvin lah yang mengurus perusahaannya. Dia mulai belajar cara bagaimana menjadi seorang CEO dengan bimbingan dari sekertaris sang papa. Memang Calvin anak yang cerdas, tapi selama ini dia belum melakukan praktek untuk menangani perusahaan.


Dengan pengetahuannya yang sangat luas, hal itu memudahkan Calvin untuk memahami apa yang di arahkan oleh sang sekertaris. Apalah gunanya teori tanpa praktek, karena teori dan praktek sama pentingnnya. Teori tanpa praktek hanya menghasilkan omongan kosong, sedangkan praktek tanpa teori hanya menghasilkan kegagalan dan error.


Harus ada keseimbangan antara pemahaman teori dan pembuktian pada praktik, agar ilmu yang kita pelajari padat dipahami lebih dalam. Selain itu kita juga dapat memahami penerapan sebenarnya sebuah teori dalam lingkungan dan kehidupan, sehingga kita bisa memecahka masalah di lingkungan dengan menggunkan teori tersebut.


Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah kata-kata yang pantas untuk menggambarkan antara Calvin dan Boo Young. Karena di usia yang masih sangat muda, bisa di bilang anak-anak, tetapi sudah mewarisi sifat dari sang ayah.


Dingin, tegas dan berwibawa. Itulah Calvin ketika ia berada di dalam kantor, alih-alih dia terlihat menggemaskan tetapi para karyawan malah merasa takut jika sedang melakukan kesalahan. Calvin tak segan-segan memecat karyawannya yang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.


Siang itu Calvin sedang makan siang dengan Eun Soo di sebuah restoran, tapi tiba-tiba para wartawan berkerumunan di luar restoran menunggu Calvin keluar untuk mereka wawancarai, bersyukur Calvin selalu di temani dua bodyguard yang seram dan menakutkan, jadi membuat para wartawan bernyali ciut.


"Kenapa kamu tidak mau di wawancarai?" Tanya Eun Soo.


"Aku hanya tidak suka!" Jawab Calvin dingin.


Eun Soo kemudian menasehati Calvin agar mau di wawancarai. Jika para wartawan mendapatkan berita, pasti mereka tidak lagi mengganggu Calvin dengan mengikuti kemanapun ia pergi.


"Kamu hanya tinggal jawab saja dan sedikit menjelaskan jika ada informasi yang salah." Kata Eun Soo.


Sebenarnya Calvin hanya khawatir jika wartawan itu menanyakan tentang masa lalu kedua orangtuanya, karena dia tidak mau semua orang tahu kalau dia lahir di luar nikah. Bagi Calvin itu tidak benar, dia takut orang-orang berfikir jika anak lahir di luar nikah itu akan menjadi anak yang genius, tapi pada kenyataannya dia hanya mewarisi kecerdasan dari sang Ibu dan Ayahnya.


Tapi siang itu Calvin berencana untuk menemui wartawan-wartawan yang sedang menunggunya di luar. Dia akan menjawab pertanyaan yang menurutnya harus di jawab. Tujuannya agar para wartawan tidak lagi mengganggunya.


Calvin beranjak dari duduknya, begitupun dengan Eun Soo dan di kawal oleh dua bodyguardnya. Sebelumnya Calvin memberi tahu sang bodyguard kalau dirinya bersedia di wawancarai dan hanya menerima pertanyaan yang ringan. Kemudian sang bodyguard pun memberitahu para wartawan kalau Calvin bersedia untuk di wawancarai.


Kebetulan, wartawan yang datang tidak sebanyak biasanya, jadi wawancara itu di lakukan di depan restoran. Dengan sikapnya yang dingin, bisa di bilang terlihat sombong. Calvin mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wartawan. Cukup dengan waktu 10 menit, Calvin pun pergi meninggalkan para wartawan.


Dan para wartawan pun cukup puas dengan jawaban dari Calvin. Bersyukur, para wartawan tidak bertanya tentang kehidupan pribadi Calvin, mereka hanya memberi pertanyaan tentang aktivitas Calvin di kampus dan kantor, juga tentang hobi dan makanan kesukaan Calvin.


Di apartemen,


Boo Young dan Avril baru saja selesai makan siang, tetapi tak lama kemudian ada seseorang yang memencet bel pintu. Karena saat ini mereka menggunakan jasa asisten rumah tangga yang mereka panggil dengan sebutan Ahjumma, jadi dia melihat CCTV untuk mengecek siapa yang datang.


Karena Ahjumma tidak tahu, ia pun memanggil Boo Young agar mengecek siapa yang datang. Dan di lihatnya Hyung Shik dari dalam CCTV. Lalu Boo Young pun membukakan pintu untuknya. Dan ternyata ia datang dengan Boo Rua.


Di lihatnya Boo Rua dan sahabat suaminya yang duduk di sofa ruang tamu. Ada raut wajah tidak suka di wajah Avril ketika melihat Boo Rua. Ingatannya mulai kembali ketika di masa-masa sulitnya. Tetapi Avril berusaha untuk menghargai mereka, karena mereka adalah tamu sang suami.


Hyung Shik kemudian menjelaskan apa maksudnya datang menemui Boo Young. Karena dia mau berpamitan untuk pulang ke Amerika dengan Boo Rua dan mereka berdua akan menikah di sana. Mendengar pernyataan Hyung Shik, Boo Young sedikit kaget karena tak menyangka kalau sahabatnya benar-benar serius dalam menjalin hubungan dengan Boo Rua.


"Kalau memang itu yang terbaik buat kalian, aku hanya bisa mendoakan kalian. Semoga kalian mencapai kebahagian yang kalian harapkan." Tanggapan Boo Young.


"Terima Kasih, tapi kita tidak bisa berlama-lama di sini, karena 4 jam lagi kita sudah harus di bandara." Pamit Hyung Shik.


Di sini Boo Rua tidak banyak berbicara dan lebih banyak diam mendengarkan mereka berdua mengobrol. Begitupun dengan Avril yang hanya melirik kesana kemari memperhatikan mereka mengobrol.


Akhirnya Hyung Shik dan Boo Rua berpamitan untuk pulang. Sebenarnya Boo Young ingin mengantar mereka ke bandara, tapi melihat Avril yang tak begitu suka dengan kedatangan Boo Rua, ia pun mengurungkan keinginannya dan lebih memilih diam di rumah menghabiskan waktu dengan Avril.


"Bagaimana bisa Hyung Shik menikahi Boo Rua?" Kata Boo Young lirih.


"Sepertinya Boo Rua sudah berubah dan sepetinya Hyung Shik juga sangat mencintainya." Sahut Avril sambil menyalakan TV di dalam kamar.


Boo Young pun kemudian mengambil handphonenya dan menelpon sang sekertaris untuk menanyai keadaan kantor. Atas bantuan Calvin, semua klien yang tadinya susah untuk di negosiasikan, tapi saat ini dengan mudahnya menjalin kerja sama dengan perusahaan Boo Young.


Kemudian ia memberi tahu ke Avril jika Calvin sudah berhasil menaklukan perusahaan besar yang tadinya susah untuk di tangannya. Hal itu membuat mereka berdua merasa bangga atas kecerdasan Calvin.


"Kamu tahu? Calvin bisa menaklukan perusahaan besar untuk bekerjasama dengan perusahaan kita!" Kata Boo Young dengan antusias.


"Benarkah? Calvin memang tidak di ragukan lagi. Dia sungguh membanggakan." Puji Avril yang sangat bangga dengan kecerdasan sang anak.


Avril pun beranjak dari ranjang dan mulai menelpon kedua orangtuanya, dia ingin menceritakan tentang keberhasilan Calvin yang sangat membanggakan. Sedangkan Boo Young keluar dari kamar, karena ia merasa lapar lagi. Kali ini dia membuka kulkas dan mengambil beberapa buah anggur.


Boo Young merasa khawatir, karena ia mulai tak bisa mengontrol keinginannya untuk makan. Di tengah malam pun ia sering terbangun karena merasa lapar. Buah-buahan tidak cukup baginya, karena ia ingin makan makanan berat dengan rasa asin dan gurih.


Setelah selesai makan anggur, dia pun masuk ke kamarnya. Avril masih asyik mengobrol dengan kedua orangtuanya, tetapi perut Boo Young tidak bisa di ajak kompromi. Perutnya meronta-ronta ingin di isi makanan yang lezat, ia pun kemudian keluar dari kamar lagi dan menelpon sang asisten untuk membelikannya mie kedelai hitam.


Ia pun menyuruh sang asisten untuk membeli dua porsi. Seperti kata Dokter, di kehamilan sang istri di semester pertama, dia akan banyak makan dan lebih suka makanan yang gurih dan asin.


Bersambung.....