My Korean Husband

My Korean Husband
USG



...****************...


Tiga bulan sudah Boo Young merasakan mual sepanjang pagi hari, terkadang di siang hari ia masuk ke kantor karena rasa mual akan hilang di siang hari. Tetapi dia tidak bisa menggunakan AC saat berada di dalam mobil. Baginya, bau angin yang keluar sangat menyengat dan membuatnya ingin muntah.


Bersyukur, rasa mual yang ia rasakan di pagi hari tak separah sebelumnya. Hanya saja dia tidak menyukai bau wewangian, sehingga dia melarang karyawannya untuk tidak menggunakan parfum terlalu berlebihan. Terlihat tubuhnya semakin berisi, karena tiga bulan terakhir ini dia malas untuk berolahraga dan hanya makan makanan kesukaannya.


Calvin tidak bisa setiap hari pergi ke kantor karena dia juga di sibukkan oleh jadwal kuliah dan juga dia sudah menyandang sebagai asisten profesor. Jadi Calvin juga tidak mau melewatkan waktu kuliahnya. Terkadang dia akan menggantikan tugas sang profesor jika profesor tidak datang ke kampus.


Sebenarnya banyak karyawan yang membicarakan Boo Young karena badannya tampak berisi, tidak terlalu gemuk tetapi sixpack pada perutnya perlahan menghilang di telan lemak. Para karyawan berpikir, jika Boo Young mempunyai suatu penyakit, Karena mereka tidak tahu jika Boo Young merasakan ngidam ketika sang istri sedang hamil.


Siang itu Eun Soo sengaja menyemprotkan minyak ke bajunya sebelum masuk ke ruangan Boo Young untuk memberikan beberapa berkas untuk ia tandatangani. Baru saja pintu terbuka separuh, bau wangi langsung menusuk ke dalam hidung Boo Young, alhasil perutnya pun terasa di aduk-aduk ingin muntah.


Dengan rasa tak bersalah, Eun Soo jalan mendekati Boo Young untuk menyerahkan berkas. Tangan Boo Young mulai menutupi hidung dan mulutnya bersamaan untuk menghindari bau wangi yang membuatnya mual.


"Aku tahu kamu sengaja menyemprotkan parfum sebelum kesini?" Kata Boo Young sambil menutupi hidungnya.


"Maaf, aku lupa kalau dirimu sekarang tidak Suga wewangian." Sahut Eun Soo meledek.


Kalau bukan karena Eun Soo sahabat Avril, Boo Young pasti sudah memecatnya. Kali ini Boo Young tidak mempermasalahkan atas tindakan yang di lakukan Eun Soo, ia buru-buru menandatangani berkas yang di serahkan Eun Soo dan cepat-cepat menyuruhnya keluar dari ruangannya.


Setelah semua selesai Boo Young pun bergegas pulang, karena hari itu jadwal Avril untuk melakukan pemeriksaan di sebuah klinik kandungan. Karena mereka ingin tahu jenis kelamin anak mereka, jadi hari ini mereka akan melakukan USG (ultrasonografi medis).


Dengan di antar asistennya, Boo Young pun sudah sampai di apartemen. Di lihatnya Avril yang baru menggantikan pakaiannya, lalu Boo Young pun menghampirinya dan memeluk Avril dari belakang. Dia merindukan istrinya, karena sudah tiga bulan lebih mereka tidak melakukan hubungan suami istri.


Bukannya Avril tidak mau melayani sang suami, itu karena Boo Young terlalu khawatir jika ia menyakiti Avril dan calon bayinya. Padahal Boo Young sudah mencari tahu dari go*gle tentang boleh tidaknya melakukan hubungan suami-istri ketika istri sedang hamil. Karena kehamilan di semester pertama sangat rentang, Boo Young pun berusaha menahan keinginannya dan memilih menunggu sampai kandungan Avril kuat.


"Sayang, kamu mengagetkanku!" Protes Avril sambil membalikan badannya dan mencium bibir sang suami.


"Ayo segera berangkat, nanti telat." Sahut Boo Young untuk menghindari melakukan sesuatu yang lebih.


Semenjak kehamilan Avril, Boo Young menjadi lebih teliti dalam memilih makanan sehat. Dan juga sangat menjaga kebersihan, hingga kucing milik Calvin sekarang di buatkan rumah di balkon dan tidak boleh masuk dalam rumah. Jika Calvin ingin bermain dengan kucing, mereka akan main di luar ruangan. Untung saja Calvin tidak protes, karena dia tahu jika sang Ayah sedang mengalami paranoid ringan.


Sesampainya mereka di klinik, Avril pun mengambil nomer antrian dan menunggu di panggil. Tak lama kemudian, Avril pun di panggil oleh perawat untuk memasuki ruangan. Dengan di temani suaminya, Avril pun segera masuk dengan perasaan senang karena akan segera melihat calon anaknya yang berada di dalam kandungannya. Tetapi sebelum melakukan USG, mereka terlebih dahulu di periksa oleh dokter.


"Maaf Dok, apakah kita boleh melakukan hubungan intim?" Tanya Avril agar Boo Young paham atas penjelasan dari Dokter dan tidak terlalu khawatir.


"Ibu hamil tidak perlu takut hubungan intim dapat membahayakan janin karena ada banyak proteksi alami dalam tubuh ibu, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutupi leher rahim yang dapat membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi." Jawab Dokter menjelaskan.


Boo Young yang mendengar penjelasan dari Dokter pun mengangguk-anggukan kepalanya, sebagai tanda jika dirinya memahami apa yang di katakan sang dokter.


"Kandungan ibu sudah jauh lebih kuat dan ibu pun akan merasa lebih berenergi, bahkan lebih bergairah untuk bercinta di trimester kedua. Selain itu, rasa mual, muntah, dan pusing yang suami ibu alami di trimester pertama juga perlahan-lahan akan berkurang saat memasuki trimester kedua ini." Imbuh Dokter.


"Berapa kali dalam seminggu kami bisa melakukan hubungan suami-isteri?" Tanya Boo Young penasaran.


"Sebenarnya ibu dan suami bisa melakukan hubungan intim sesering yang ibu inginkan. Namun, terlalu sering berhubungan intim saat hamil juga tidak dianjurkan. Hubungan intim saat hamil yang terlalu sering (lebih dari tiga kali dalam seminggu) bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing (ISK). Apalagi sekarang kehamilan ibu sudah memasuki trimester kedua, jadi kandungan ibu sudah kuat." Jawab Dokter dengan jelas.


Dengan begitu Boo Young pun tidak perlu khawatir lagi jika ingin melakukan hubungan suami istri. Lalu sang Dokter menyuruh Avril untuk masuk ke dalam ruangan untuk melakukan USG. Dengan perasaan yang gugup Avril dan Boo Young memasuki ruangan, di sana sudah ada peralatan lengkap dan monitor untuk melihat janin.


Kini Avril sudah tiduran di ranjang dan Dokter sudah memberi gel di perutnya. Dokter mulai menggerakkan alat itu di atas perut Avril ke kanan dan ke kiri, hingga sang Dokter menemukan sesuatu dalam kandungan Avril. Sang Dokter mulai memperjelas di monitor dan memotret janin.


Boo Young hanya memandangi monitor dan tidak mengerti dengan apa yang di sana. Tapi dia tahu kalau ada sesuatu yang aneh dari janinnya. Ia pun mengerutkan dahinya dan memandang penasaran di monitor.


Berbeda dengan di Indonesia, biasanya kita bisa mengobrol ketika melakukan USG tentang keadaan janin di dalam kandungan. Tidak dengan di Korea, si Dokter lebih fokus dengan melihat keadaan kandungan dan akan menjelaskan setelah selesai melakukan USG.


Setelah selesai melakukan USG, sang Dokter pun menyuruh Avril untuk duduk di kursi. Karena Dokter akan menjelaskan keadaan kandungan sang pasien. Avril dan Boo Young pun langsung menurut apa yang di katakan Dokter dan mereka pun duduk di hadapan dokter, bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari sang Dokter.


Bersambung....