
...****************...
Mereka baru saja sampai di rumah, pulang dari menjemput Calvin. Avril kemudian menyuruh Calvin untuk membersihkan badannya dan istirahat. Karena sudah seminggu Boo Young tidak bersama Calvin, ia pun merasa rindu yang teramat dan ia membantu Calvin untuk berganti baju. Kemudian Boo Young menemani Calvin untuk tidur, karena besok hari pertama Calvin kuliah di universitas.
Sedangkan Avril pergi ke kamar mandi, karena hari ini ia selesai menstruasi, ia pun segera mandi keramas. Setelah mandi, lalu Avril duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Lalu ia beranjak dari duduknya untuk mengambil baju tidur.
Belum sempat ia memakai bajunya, Boo Young sudah memeluknya dari belakang. Sepertinya dia tahu kalau menstruasi Avril sudah selesai. Aroma wangi rambut Avril membuat Boo Young tidak bisa untuk menciumnya.
Malam itu mereka berdua menghabiskan malam yang panjang. Boo Young berharap Avril segera dapat memberikan keturunan lagi. Terlihat Boo Young sangat menikmati peran sebagai Ayah. Seringkali dia membantu Avril untuk mengurus Calvin.
Avril sangat bersyukur, kehidupannya saat ini jauh lebih baik. Ia sendiri tak menyangka bahwa dirinya akan memiliki suami seorang CEO. Walaupun di awal kehamilan dia tidak di temani sosok suami dan banyak masalah yang ia hadapi, tapi kini semua terbayar sudah atas kesedihan yang dulu pernah ia rasakan.
Anak yang cerdas, suami yang ganteng dan materi melimpah. Hampir mendekati kesempurnaan. Tapi hal itu tak membuat Avril lupa diri, dia masih sama seperti Avril yang dulu, yang sederhana dan rendah hati.
...****************...
Pagi yang cerah seperti hati Avril yang sedang di peluk mesra sang suami. Ingin beranjak dari tidurnya, tetapi masih ingin berlama-lamaan di peluk suami. Tetapi karena tanggungjawab seorang istri dan Ibu, Avril pun memaksakan dirinya untuk melepaskan tubuhnya dari cengkraman suami.
Karena semalam dia habis bercocok tanam dengan suami, ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu. Setelah selesai mandi, ia keluar dari kamar untuk membuat sarapan. Sebelum ia membuat sarapan, ia terlebih dahulu membangunkan Calvin agar dia bisa membersihkan badannya.
"Sayang, kamu kok tidak membangunkan ku?" Kata Boo Young yang tiba-tiba memeluk Avril dari belakang.
"Jangan begini, nanti Calvin lihat." Protes Avril.
Boo Young pun langsung melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamar Calvin. Di lihatnya Calvin yang masih sibuk memandangi laptopnya. Boo Young pun tersenyum, merasa bangga memiliki anak secerdas itu. Di usia yang masih terbilang kecil sudah menguasai semua pelajaran.
Kemudian ia duduk di samping Calvin sambil melihat apa yang di lakukan sang anak. Calvin yang menyadari keberadaan sang papa, ia pun langsung minta di peluk manja. Kelihatan kalau Calvin saat ini lebih dekat dengan sang papa dari pada Avril.
"Papa, nanti papa dan mama tidak perlu antar Calvin. Aku mau sama asisten Joon saja!" Kata Calvin sambil memeluk sang papa.
"Kenapa sayang? hari ini kan hari pertama kamu masuk kuliah." Tanya Boo Young penasaran.
Karena Calvin tidak mau di perlakukan seperti anak kecil, dia ingin terlihat cool ketika berada di antara remaja-remaja di kampus. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Boo Young sendiri juga ingin terlihat cool di hadapan orang lain, sampai sekarangpun dia masih seperti itu.
Kemudian mereka berdua keluar dari kamar untuk sarapan. ***** makan pun langsung naik ketika di meja makan tersaji olahan kentang. Pagi itu Avril membuat pancake dari kentang dan Boo Young yang suka dengan olahan kentang langsung menyerbunya.
"Nanti Calvin pergi kuliah sama asisten Joon." Kata Boo Young kepada Avril.
"Kenapa? hari ini kan dia pertama masuk kuliah." Sahut Avril dengan mengerutkan keningnya.
Tak lama kemudian asisten Joon pun datang, terdengar bel pintu berbunyi. Kemudian Calvin dengan cepat mengambil tas dan laptopnya. Avril dan Boo Young mengantarnya sampai ke pintu keluar.
Mereka berdua adalah orang tua yang beruntung memiliki anak secerdas Calvin. Karena Calvin sudah memasuki tempat yang kurang aman, karena di kampus banyak orang. Mungkin ada yang jahat, jadi Boo Young memperingatkan dua bodyguard untuk mengawasi Calvin.
Secara, Calvin berbeda dari anak-anak lainnya. Orang tua mana yang tak khawatir melepas sendirian di luar sana. Beruntungnya, Calvin memiliki papa yang kaya raya. Jadi, dari kejauhan pun orang tua bisa memantau dengan mengirim bodyguard.
"Aku masih ingin berduaan saja! hari ini aku tidak ada meeting, kita ke kantor siangan dikit!" Kata Boo Young dengan manja.
"Sejak kapan kamu pandai bermanja-manjaan begitu?" Tanya Avril dengan tersenyum geli melihat tingkah sang suami.
Boo Young yang sedang memeluk Avril dari belakang, hal itu membuat Avril kesusahan untuk melangkahkan kakinya. Sehingga ia pun menyuruh Boo Young untuk melepaskan pelukannya. Karena dia ingin membersihkan dapur dan mencuci piring.
Dia pun berinisiatif untuk membantu Avril agar ia mendapat jatah pagi. Dengan semangat, Boo Young menaruh piring kotor di tempat cuci piring kotor. Kemudian ia mengambil cairan dan lap untuk membersihkan meja.
Avril yang melihat tingkah sang suami pun hanya bisa tersenyum. Padahal semalam Avril sudah memberikan pelayanan terbaiknya, tapi hal itu belum membuat Boo Young merasa puas.
"Cepetan ganti baju, kita sudah telat!" Suruh Avril setelah selesai mencuci piring.
"Tapi aku masih ingin berduaan dengan mu!" Rengek Boo Young.
Sebagai istri yang baik, ia pun tidak menolak ajakan sang suami. Avril berjalan mendekati Boo Young dan memeluknya. Rasa hangat pun bisa ia rasakan dari tubuh sang suami.
Lalu Boo Young mengangkat tubuh sang istri masuk ke dalam kamar. Di tidurkan Avril di atas ranjang, wajah Avril yang sangat manis menghipnotis Boo Young untuk selalu bersamanya. Dengan lembut Boo Young mulai mendaratkan ciumannya , dari kening hingga leher Avril.
Pagi itu pun terjadi kegiatan bercocok tanam lagi, tubuh Avril menjadi candu sang suami. Karena hari sudah semakin siang, mereka pun berdua masuk ke kamar mandi.
Dan lagi-lagi, kegiatan bercocok tanam pun terulang lagi hingga membuat kaki Avril terasa lemas. Boo Young dengan sabar memandikan Avril, seperti ia sedang memandikan seorang bayi.
"Wah! sudah jam 9 pagi!" Kata Boo Young sambil melihat jam di handphonenya.
"Itu semua gara-gara kamu!" Protes Avril.
Mereka berdua dengan buru-buru memakai pakaian kerja. Padahal Boo Young biasanya tidak pernah telat untuk berangkat kerja, semenjak keberadaan Avril lah membuatnya berubah. Yang tadinya CEO disiplin, tapi sekarang dia lebih nyantai.
Walaupun begitu, tetapi tidak mempengaruhi performa kerjanya. Hanya saja, dia seperti pengantin baru. Jadi maklum saja kalau ia ingin selalu berduaan dengan seng istri.
Bersambung....