My Korean Husband

My Korean Husband
Kepulangan Avril



Dua hari sudah Avril di rawat di rumah sakit. Akhirnya siang itu Dokter mengijinkan Avril untuk pulang. Betapa senangnya Avril siang itu, karena dia sudah sangat merindukan Calvin.


Selama dua hari Calvin tinggal dengan nenek-kakeknya. Sengaja Boo Young tidak memberi tahu Calvin kalau sang mama sedang sakit. Itupun permintaan Avril, agar Calvin bisa berkonsentrasi mengerjakan ujiannya tahap kedua.


Tetapi Avril belum bisa memaafkan Boo Young dan sudah dua hari juga Avril tidak mau berbicara dengannya. Sampai-sampai pekerjaan kantornya banyak yang belum ia kerjakan, karena ia lebih memilih menemani Avril.


"Jalannya pelan-pelan saja ya!" Kata Boo Young kepada Avril.


Avril tak merespon perkataan Boo Young, ia segera melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam mobil. Saat itu mereka akan pulang ke apartemen.


Di dalam mobil, Boo Young menelpon sang asisten untuk menjemput Calvin dari rumah orangtuanya. Karena Boo Young tahu kalau Avril sangat merindukan Calvin.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Boo Young yang melihat ke arah Avril.


Avril pun memalingkan wajahnya dan melihat ke arah luar dari balik kaca, tanpa menjawab pertanyaan dari Boo Young. Karena Avril tidak meresponnya, Boo Young pun berhenti di sebuah restoran dan membeli Kimbab dan Sup tulang sapi untuk Avril.


Setelah mereka sampai di apartemen, Boo Young pun menyiapkan makanan untuk Avril di meja makan. Dengan harapan Avril mau memakan makanan yang ia beli.


"Sayang, makan dulu ya! Biar ada tenaganya." Suruh Boo Young kepada Avril yang sedang duduk di sofa.


"Jangan panggil aku sayang!" Protes Avril.


Karena Avril sangat lapar, ia pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah meja makan. Avril duduk memakan Kimbab dan meminum sup tulang sapi. Sedangkan Boo Young duduk di depannya menatap Avril yang sedang makan.


Merasa tidak nyaman atas sikap Boo Young yang selalu memandanginya, Avril pun menyuruh Boo Young untuk pergi dari hadapannya.


"Jangan memandangi ku, biarkan aku makan dengan tenang. Bisakah kamu pergi dari hadapan ku." Kata Avril dengan nada judes.


"Ok! aku akan pergi, tapi kamu harus habiskan semuanya." Sahut Boo Young.


Boo Young pun berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke kamarnya. Walaupun sikap Avril sedikit kasar kepadanya, tetapi Boo Young bisa memakluminya. Karena sebelumnya dia lebih kasar sikapnya terhadap Avril.


Avril pun memakan habis makanannya, kemudian ia mencuci piring bekas ia makan. Ketika ia sedang membalikan badannya, Boo Young sudah ada di belakangnya.


Cup......


Boo Young mendaratkan kecupan ringan di bibir Avril, belum sempat Avril memprotes Boo Young, ia pun sudah berlari menuju pintu keluar.


"Sayang, aku pergi ke kantor dulu. Ada yang harus aku bereskan. Sebentar lagi Calvin datang." Kata Boo Young sambil berlari menuju ke pintu keluar.


Avril hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya yang melihat tingkah laku Boo Young yang seperti anak kecil.


Kemudian Avril berjalan menuju kamarnya, ia pun di buat takjub karena kamar itu sudah di hiasi dengan bunga-bunga mawar berkualitas terbaik yang di sukai Avril.


"Sejak kapan dia romantis begini?" Kata Avril bermonolog.


Di rebahkan tubuhnya di atas ranjang yang penuh dengan bunga mawar, ruangan itu semerbak wangi bunga mawar yang membuatnya melayang hingga ia merasakan kantuk. Avril pun tidur di temani bunga-bunga mawar kesukaannya.


Di kantor,


Boo Young datang ke kantor untuk menanda tangani berkas-berkas yang belum sempat ia periksa. Kebetulan, saat itu Eun Soo masuk ke ruangannya untuk meminta tanda tangan.


"Bagaimana keadaan Avril?" Tanya Eun Soo dengan wajah kesal.


"Dia sudah pulang dan baik-baik saja!" Jawab Boo Young sambil menandatangani berkas yang Eun Soo kasih.


Eun Soo pun mengambil berkas yang sudah di tandatangani Boo Young. Tetapi sebelum ia keluar, dia mengatakan sebuah ancaman pada Boo Young.


Wajar saja Eun Soo mengancam Boo Young seperti itu, karena dia paham betul dengan perusahaan Boo Young dan ia bisa kapan saja menjadi mata-mata lawan bisnis Boo Young.


Boo Young pun tidak merasa khawatir atas ancaman Eun Soo, karena memang ia tidak ada niatan untuk menyakiti Avril lagi.


"Keruangan ku sekarang!" Suruh Boo Young melalui telepon.


Seseorang pun datang dengan berpakaian serba hitam tetapi rapi. Dia pun menundukkan kepalanya dan menyapa Boo Young.


"Selamat sore, Apa yang harus saya lakukan Boss?" Tanya laki-laki berbaju hitam itu.


"Cari tahu siapa dia?" Jawab Boo Young sambil menyodorkan beberapa foto.


"Siap!" Sahut laki-laki itu, lalu pergi keluar dari ruangan Boo Young.


Merasa pekerjaannya sudah selesai, Boo Young pun bersiap-siap untuk pulang. Beberapa kali handphonenya berdering, tetapi ia tidak mengangkatnya karena ia tahu kalau yang menelponnya adalah Boo Rua.


Tidak ingin mengangkat telpon dari Boo Rua, Boo Young pun segera keluar dari ruangannya dan ingin segera pulang untuk bertemu Avril.


Boo Young pun sudah sampai di apartemen, tetapi keadaan apartemennya begitu sepi. Dia berjalan menuju kamar Calvin, tetapi ia tidak menemukan anak kesayangannya. Kemudian ia membuka pintu kamarnya, di lihatnya Avril tertidur di antara bunga-bunga mawar yang ia sengaja siapkan untuk Avril.


Tiba-tiba handphonenya berdering, untung saja Avril tidak bangun. Boo Young pun mengangkat telpon dari sang asistennya. Dan memberitahu bahwa Calvin tidak mau pulang sekarang dan akan pulang besok, karena besok hari libur.


Langkah kakinya menuju ke arah Avril yang masih tidur. Boo Young melepas baju kerjanya hingga ia hanya mengenakan celana pendek.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Avril yang tiba-tiba terbangun.


"Aku mau mandi." Jawab Boo Young dengan santainya.


Ada perasaan aneh ketika Avril memandang tubuh Boo Young yang begitu seksi. Otot-otot yang terbentuk di setiap lengannya dan sixpack di perut Boo Young pun mampu membuat hati Avril bergetar.


Dengan cepat Avril membangunkan dirinya dari lamunannya yang sedang membayangkan tubuh seksi Boo Young. Setiap wanita yang melihat tubuh Boo Young pasti merasakan hal yang sama dengan Avril.


"Calvin tidak pulang hari ini, karena besok hari libur dia mau menghabiskan waktunya dengan nenek kakeknya." Kata Boo Young yang baru keluar dari kamar mandi.


"Sudah tahu!" Sahut Avril dengan judes.


Avril memang tahu kalau Calvin tidak akan pulang, karena baru beberapa menit yang lalu Calvin menelponnya dan memberitahu bahwa ia ingin berlibur dengan nenek-kakeknya.


Boo Young yang hanya mengenakan celana pendek, segera tidur di samping Avril. Padahal cuaca hari itu sangat dingin sekali dan pemanas ruangan tidak di nyalakan karena tidak ingin mawar-mawar yang ada di kamar cepat layu.


"Avril, apa kau tidak merindukan ku?" tanya Boo Young yang menatap ke langit-langit.


Avril masih tidak merespon pertanyaan Boo Young, dia malah menarik selimut dan membenamkan kepalanya ke dalam selimut.


Kemudian Boo Young ikut masuk dalam selimut, tetapi Avril berteriak dan menyuruh Boo Young untuk menjauh darinya.


"Kalau kamu berani menyentuhku, aku akan keluar dari kamar ini." Ancam Avril.


"Maaf, tapi aku hanya ingin memeluk mu saja!" Sahut Boo Young menjauh dari Avril.


Boo Young kemudian beranjak dari ranjang dan mengambil kaos model turtleneck dan celana panjang. Karena sebenarnya dari tadi dia menahan rasa dingin.


Bersambung........


Jangan lupa press 💙 Like dan komentar. Ada coretan baru dari Author yang berjudul MY LUCKY LIFE. Terima Kasih