My Korean Husband

My Korean Husband
Pergi Ke Rumah Jobumonim (Korea)



Hari ini Boo Young pulang kerja lebih awal, karena dia ingin mengajak Avril dan Calvin pergi ke rumah orangtuanya.


Sebelum ia pulang ke apartemen, Boo Young terlebih dahulu mampir ke sebuah toko untuk membeli gingseng merah yang harganya paling mahal, untuk di berikan orangtuanya sebagai permintaan maaf.


"Kenapa kamu pulang lebih awal?" Tanya Avril yang sedang menonton TV di ruang tamu.


"Aku mau mengajak kamu dan Calvin pergi ke suatu tempat." Jawab Boo Young sambil meletakkan gingseng merah di meja.


Boo Young menyuruh Avril untuk bersiap-siap, sedangkan Boo Young pergi ke kamarnya untuk mandi.


Kemudian Avril mematikan TV dan berjalan menghampiri Calvin yang sedang belajar tentang ilmu Fisika.


"Papa sudah pulang?" Tanya Calvin.


"Sudah, makanya sekarang kita ganti baju dan pergi sama Papa." Jawab Avril sambil mematikan laptop Calvin yang masih menyala.


Avril masuk ke kamar Boo Young tanpa mengetuk pintu dan tak sengaja Avril melihat tubuh Boo Young yang setengah telanjang.


Hal itu membuat Avril malu dan spontan menutup wajahnya dengan telapak tangan mungilnya.


"Kenapa kamu menutup mata mu, bukankah dulu kamu sudah pernah melihatnya dan tubuh ku masih sama dengan yang dulu." Kata Boo Young yang mencoba menggoda Avril.


Tanpa berkata apa-apa, Avril segera melangkahkan kakinya untuk keluar, tetapi tangan Boo Young lebih cepat meraih tangannya.


"Kamu kesini mau apa?" Tanya Boo Young yang sudah mengenakan baju.


"A-aku ma-u min-ta to-tolong." Jawab Avril terbata-bata karena melihat penampakan tubuh Boo Young membuatnya menjadi gagap.


Sambil menyodorkan sebuah botol, Avril meminta tolong Boo Young untuk membaca arti tulisan yang ada di botol itu. Karena Avril tidak mengerti Hangul 100% dan dia ingin tahu kegunaan dari isi botol itu.


Ternyata isi botol itu adalah multivitamin yang di beri oleh Eun Soo untuk Calvin.


Setelah mengetahui apa kegunaan dari isi botol itu, Avril keluar dari kamar Boo Young dengan wajahnya yang merah merona menahan malu.


Senyum sinis menyungging di bibir Boo Young. Ia akan membuat Avril jatuh di pelukannya semakin dalam.


"Cukup mudah juga masuk dalam perangkap! Maklum, siapa yang kuat dengan pesonaku" Batin Boo Young.


Sempat beberapa kali Boo Rua menelpon Boo Young, tetapi Boo Young mengabaikan semua panggilan atau pesan singkat dari sang kekasih.


Beruntung, Boo Young tidak memberikan kode pintu apartemennya kepadanya jadi dia tidak bisa seenaknya datang dan membuat Calvin tahu kalau sang papa punya kekasih.


Saat ini mereka dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua Boo Young.


"Papa, kita mau kemana?" Tanya Calvin sambil melihat arah luar dari balik kaca mobil.


"Nanti kalau sudah sampai di sana, pasti Calvin tau." Jawab Boo Young dengan di barengi senyuman.


Tak lama kemudian mereka pun sampai, lalu Boo Young memencet bell pintu dan di bukakanlah pintunya oleh asisten rumah tangga yang bekerja di situ.


Seorang perempuan paruh baya turun dari tangga sambil melihat arah mereka bertiga dengan tatapan bingung.


"Siapa mereka?" Tanya Jie Hyo dengan tatapan ingin tahu.


"Ini cucu mu ma!" Jawab Boo Young serius.


Jie Hyo tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar dari Boo Young. Mulutnya masih menganga, mata sedikit melotot, ia pun terduduk di sofa rumahnya.


Boo Young segera menghampiri mamanya, duduk di sampingnya dan menjelaskan apa yang telah terjadi di antara dia dan Avril.


Sesuai harapan Boo Young, sang mama pun menerima penjelasan dari Boo Young dan segera berdiri menghampiri Calvin dan mulai mengajaknya berbicara.


"Calvin sayang, ini nenek yang selalu menonton kamu di TV." Kata Jie Hyo dengan bahasa Korea.


Calvin pun memeluk sang nenek dengan senyum di wajahnya. Sepertinya Calvin juga suka mempunyai dua nenek.


Jie Hyo pun mempersilahkan Avril untuk duduk, lalu sang asisten rumah tangga membawa minuman untuk mereka.


TingTong... TingTong...


Bel pintu berbunyi.


Tampak bingung wajah Min Sik saat melihat Calvin yang ia tahu seorang anak Genius yang ia tonton di TV, tapi saat ini ada di hadapannya.


"Ada apa ini?" Tanya Min Sik atas kebingungannya.


Jie Hyo menarik lengan suaminya dan menjelaskan kepada suaminya tentang siapa Calvin dan wanita yang duduk di sebelahnya.


Tampak wajah Min Sik mulai memerah menahan amarahnya.


Marah karena anak lelakinya sudah mempermainkan anak orang sampai memiliki anak yang sudah berumur 6 tahun.


Karena tidak ingin terdengar oleh Avril dan Calvin, Min Sik kemudian mengajak Boo Young masuk ke dalam kamarnya.


Plaaaak


Suara tamparan mendarat ke pipi kanan Boo Young. Boo Young memang pantas mendapatkan tamparan, lebih dari itupun juga pantas.


"Selama ini papa sudah cukup sabar menghadapi kamu, tapi kali ini papa benar-benar marah kepada mu!" Seru Min Sik menghardik Boo Young.


"Kamu sudah menghancurkan hidup anak orang, kamu harus menikahinya!" Bentak Min Sik yang tidak bisa lagi menahan amarahnya.


Ini tidak sesuai harapan Boo Young, dia akan kesulitan dalam melakukan rencananya jika harus menikahi Avril.


Lagi pula dia sudah punya pacar, apalagi dia sudah berjanji akan menikahi Boo Rua secepatnya.


"Tapi Pa, Avril orang Indonesia." Boo Young mencoba mencari alasan untuk tidak menikahi Avril.


"Tidak ada tapi-tapian, atau Papa ambil alih perusahaan mu." Ancam sang papa.


Walaupun Boo Young adalah CEO di perusahaan tetapi dia hanyalah pewaris dari sang Ayah, jadi Boo Young akan kalah melawan Ayahnya.


"Tapi perusahaan itu aku yang besarkan Pa!" Kata Boo Young tak mau kalah.


Bisa di bilang, sang Ayah mewarisinya perusahaan ketika perusahaannya masih kecil dan Boo Young yang membuat perusahaan itu menjadi besar. Masuk dalam perusahaan terbesar di Korea selatan dalam bidang property.


Tetap saja Boo Young tidak bisa melawan papanya yang juga memiliki sifat keras kepala seperti dirinya.


Boo Young kali ini salah langkah dalam bertindak, tak seharusnya dia mengenalkan Calvin dan Avril kepada kedua orangtuanya. Tetapi semua sudah terjadi, ia harus membuat rencana baru untuk melancarkan rencananya.


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk mendiskusikan pernikahan Avril dan Boo Young. Sedangkan Calvin berada di kamar Boo Young menonton TV.


Awalnya Avril menolak untuk menikah dengan Boo Young. Tapi karena Orangtua Boo Young terus memaksa, ia pun terpaksa menyetujui rencana pernikahannya.


Min Sik hanya tak mau jika anaknya menyakiti hati wanita, karena dia teringat oleh adik Boo Young yang sudah meninggal karena kanker.


"Ok! Aku akan menikahi Avril, tapi aku tidak perlu ada pesta." Kata Boo Young menghela nafasnya.


Maksud Boo Young hanya sanak keluarga saja yang tahu jika mereka menikah, dia tak mau jika semua orang tahu kalau dirinya sudah menikah.


"Ok! kalau itu mau mu." Sang papa pun menyetujui permintaan Boo Young.


Sedangkan Avril hanya menunduk tanpa berkata apa-apa. Sepertinya mereka tidak memperdulikan perasaan Avril saat itu.


Sungguh egoisnya mereka, tapi Avril sendiri hanya diam. Di paksa pun hanya menurut, tidak mencoba untuk menolak.


Setelah selesai berdiskusi, kemudian mereka makan malam bersama. Terlihat Avril merasa canggung karena biar bagaimanapun, Avril baru bertemu dengan kedua orang Boo Young untuk pertama kalinya.


"Sayang, kamu suka tinggal di Korea atau Indonesia?" Tanya Min Sik dengan melemparkan senyumannya kepada Calvin.


"Aku suka di Indonesia karena bisa bersama dengan mama, aku suka di Korea karena bisa bersama mama dan papa." Jawab Calvin tanpa memilih.


Setelah selesai makan, Boo Young berpamitan untuk pulang, karena memang sudah malam. Calvin pun sudah merasa kantuk.


"Sayang, maafkan anak Tante ya. Semoga setelah kalian menikah, kalian akan menemukan kebahagiaan." Kata Jie Hyo memeluk Avril.


"Tidak apa-apa Tante, semua sudah berlalu." Sahut Avril singkat.


Tentu saja Calvin sudah berada di dalam mobil, sehingga tidak mendengar percakapan mereka.


Bersambung...