
Sebelumnya Avril sudah meminta restu dari orangtuanya agar dia di ijinkan untuk menikah dengan Boo Young.
Awalnya sang papa Danu Sanjaya tidak merestui, tetapi Avril tak henti-hentinya memberi penjelasan akhirnya sang papa memberi restu untuk Avril dan Boo Young menikah.
Beberapa kali Boo Young sempat Vidio Call dengan orang tua Avril, membicarakan tentang pernikahan atau hanya sekedar bertanya kabar.
Biarpun Boo Young termasuk orang bad boy, tapi dia tetap ingin terlihat bijaksana dan bertanggung jawab di hadapan orang tua Avril.
Avril pun meminta bantuan kepada sang adik untuk mempersiapkan keperluan pernikahanya. Walaupun tidak menggelar pesta mewah, tetap saja menyiapkan pesta pernikahan butuh waktu dan rencana Avril hanya mengundang sanak saudara saja.
"sayang, sudah siap semua?" tanya Boo Young kepada Avril di depan Calvin.
Sontak saja Avril langsung menatap ke arah Boo Young dengan tatapan tajam, seakan memprotes karena telah memanggilnya sayang.
Dia tahu kalau itu hanya akting, tapi tetap saja Avril tidak suka dan merasa aneh mendengar Boo Young memanggilnya sayang.
"sudah siap semua!" jawab Avril ketus.
"mama kenapa marah sama papa?" tanya Calvin karena mendengar jawaban mamanya seperti orang marah.
Kemudian Boo Young mendekati Calvin dan menggendongnya lalu menjelaskan kepada Calvin kalau mamanya sedang kecapekan.
"mama sedang kecapekan, makanya Calvin harus sering bantu-bantu mama." kata Boo Young menjelaskan.
Karena semua sudah siap dan asisten Boo Young sudah menunggu di mobil, mereka pun bergegas keluar dari apartemen.
Avril pun menarik koper kecilnya keluar dari apartemen, karena koper-koper yang besar sudah di bawa turun oleh sang asisten.
"mama papa mu bagaimana?" tanya Avril saat mereka di lift.
"mereka di antar driver, nanti kita bertemu di bandara." kata Boo Young memberi tahu Avril.
Setelah satu jam dalam perjalanan ke bandara, akhirnya mereka sampai dan orang tua Boo Young pun sudah sampai terlebih dahulu.
Mereka memang tidak mengajak sanak saudara, karena Boo Young sendiri tidak mau jika sanak saudara mereka tahu tentang pernikahannya.
Sebagai orang tua Min Sik dan Jie Hyo merasa aneh atas sikap anaknya yang tidak ingin di ketahui oleh orang lain tentang pernikahannya.
Alasan Boo Young, karena dia belum siap jika semua orang tahu tentang dirinya yang sudah punya anak berumur 6 tahun. Intinya Boo Young menjaga image.
Tetap saja kedua orang tua Boo Young bersyukur, dengan Boo Young menikah, berarti Boo Young sudah tidak berhubungan dengan Boo Rua lagi, itu pemikiran orang tua Boo Young.
Karena mereka tidak tahu, kalau Boo Young dan Avril hanya menikah kontrak. Sedangkan hubungan Boo Young dan Boo Rua masih berjalan lancar.
...****************...
Di bandara internasional Soekarno Hatta,
Rasa capek yang mereka rasa, setelah perjalanan 7 jam lebih, akhirnya terobati oleh sikap keluarga Avril yang sangat ramah dan baik.
Ini kali pertama Boo Young menginjakan kakinya di Indonesia. Cukup membuat Boo Young merasa kagum, karena orang Indonesia sangat sopan-sopan.
Avril meluapkan rasa rindunya kepada orang tua dan adiknya, mereka saling berpelukan satu sama lain.
"kita langsung pulang saja, kasian Calvin kelihatannya capek." ajak pak Danu kepada semuanya dengan bahasa Inggris.
"iya pa, aku juga capek banget." sahut Avril sambil mendorong troli.
Boo Young sambil menggendong Calvin yang tertidur, mengikuti Avril dan orangtuanya berjalan menuju parkiran.
Sesampainya mereka di rumah, mereka membersihkan diri dan kemudian di sajikan makan malam berupa rendang sapi dan dua macam sayuran.
"waaahhh ini enak sekali." puji Jie Hyo yang mencicipi rendang sapi buatan Ussy.
Avril pun mencoba memperlihatkan kepada mereka bahwa hubungannya dengan Boo Young baik-bqik saja.
Di ambilkan nasi ke piring Boo Young dan lauk pauk, kemudian Avril juga memberi sendok dan garpu kepada Boo Young. Sikap Avril menunjukan selayaknya seorang pasangan yang sedang jatuh cinta.
"pintar akting juga si Avril." batin Boo Young sambil tersenyum.
Biasanya Boo Young dan orangtuanya makan menggunakan sumpit, tapi kali ini untuk menghargai keluarga Avril, mereka pun makan dengan sendok, bahkan tak merasa risih menggunakan tangan saat memasukan daging ke mulut mereka.
Ussy sengaja membeli daging dengan kwalitas terbaik demi menjamu calon besannya.
"Calvin belum bangun?" tanya pak Danu kepada Avril.
"belum pa, mungkin dia sangat kecapekan." jawab Avril yang masih sibuk mengambil rendang di depannya.
Setelah menikmati hidangan makan malam, mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol kesana kesini tentang Indonesia dan Korea.
Untungnya pak Danu sangat fasih berbahasa Inggris, begitupun Park Min Sik. Jadi mereka tidak merasa kesulitan dalam berkomunikasi.
Rumah Avril memang tidak terlalu besar, tetapi suasana di rumah Avril sangat nyaman. Dengan hiasan dinding hasil karya Calvin yang tertata rapi setiap tembok ruangan, menyuguhkan pemandangan yang tak membosankan.
"semua ini Calvin yang melukis?" tanya Min Sik dengan bangga.
"iya sir, karena saya suka melukis, sekalian saya mengajari Calvin melukis dan ternyata hasilnya sangat bagus." jawab pak Danu membanggakan sang cucu.
Karena rumah Avril hanya memiliki 3 kamar, terpaksa adiknya Avril mengungsi di rumah saudara.
Boo Young pun berpamitan untuk tidur dan Avril mengarahkan Boo Young untuk masuk ke kamarnya.
Beruntung, kamar Avril cukup luas dan ada 2 tempat tidur milik Calvin dan Avril.
"kamu dan Calvin tidak tidur satu ranjang?" tanya Boo Young yang sedang duduk di tepian ranjang samping Calvin tidur.
"tidak, karena Calvin kalau tidur suka sendiri." jawab Avril yang sedang mengambil selimut buat Boo Young.
Avril pun mengambil kasur lipat untuk dia tidur, karena Boo Young tidak merasa enak, ia pun mengalah dan menyuruh Avril tidur di atas ranjang.
"kamu tidur di ranjang saja, aku tidur di bawah." suruh Boo Young yang sudah berjongkok di sebelah Avril.
"kamu tidak terbiasa tidur di lantai, kamu saja yang tidur di atas." tolak Avril dan menarik selimutnya.
Tanpa permisi, Boo Young langsung tidur di sebelah Avril, karena Avril terkejut, ia pun spontan berdiri dan teriak.
"aaaahhhrrr.... kenapa kamu tidur di sini." teriak Avril.
"sssssssssttt.... di luar sana ada mama dan papa kita, janganlah teriak dan Calvin akan terganggu dengan teriakan mu." protes Boo Young dengan nada pelan tapi jelas.
Mata bulat Avril pun melotot ke arah Boo Young dan Avril segera merebahkan badannya di atas ranjang. Karena teriakan Avril tadi membuat Calvin bangun.
"mama, kenapa papa tidur di bawah." tanya Calvin yang baru saja bangun.
"ah... Calvin sudah bangun. Kamu lapar kan, ayo makan dulu." sahut Avril turun dari ranjangnya dan menghampiri Calvin.
Boo Young pun ikut menghampiri Calvin dan karena Calvin tidak merasa lapar, ia pun ingin tidur lagi. Tetapi sebelum tidur, Calvin menyuruh orang tuanya untuk tidur di ranjang bersama.
"Calvin tidak lapar ma, masih mengantuk. Papa dan mama tidur di atas ranjang saja, jangan di bawah." kata Calvin yang masih mengantuk.
Kemudian mereka berdua pun tidur di atas ranjang yang sama dengan posisi saling membelakangi.
Bersambung....