My Korean Husband

My Korean Husband
Balas Dendam Boo Young.



Boo Young,


Pagi sebelum Avril bangun, Boo Young berjalan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi ia kemudian memilih pakaian terbaik yang ia punya, karena aktivitasnya, Avril pun terbangun.


Setelah Avril keluar dari kamar, Boo Young kemudian menyemprotkan parfumnya yang paling mahal ke seluruh tubuhnya hingga bawah kakinya. Setelah ia terlihat tampan, Boo Young pun keluar dari kamarnya.


Di lihatnya Avril yang sedang menyiapkan sarapan dan tanpa berkata apa-apa, ia berjalan melewatinya tanpa menyapa atau melirik ke arah Avril. Boo Young bisa menangkap ekspresi Avril yang terlihat heran.


Dengan cepat ia kemudian keluar dari apartemen, karena anak buahnya sudah menunggu di parkiran apartemen. Ketika ia keluar dari lift, mobil mewah pun menyambutnya dan ia segera masuk ke dalam mobil tersebut.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, tangan Boo Young menggenggam ponselnya. Antara ingin menelpon dan menunggu panggilan dari Avril, tetapi tak ada panggilan yang masuk. Boo Young pun


"Kenapa dia tidak menelpon ku? apa dia tidak khawatir, aku pergi pagi-pagi tanpa sarapan dan tanpa pamitan!" Batin Boo Young sambil membolak-balikan handphonenya.


Akhirnya mobil itu sampai juga ke sebuah gedung tua kosong yang tak berpenghuni. Boo Young keluar dari dalam mobil dengan di iringi anak buahnya. Raut wajahnya berubah menjadi marah, langkanya pun berubah menjadi cepat.


Di lihatnya seorang pemuda yang di ikat di sebuah kursi. Pemuda yang pernah ia lihat di rekaman Vidio. Bibirnya menyungging, pertanda bahwa ia sedang tidak menyukai dengan apa yang ia lihat.


"Jadi kamu yang telah membuat ku salah paham dengan istriku!" Teriak Boo Young.


Plaaaaak!


Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi sang pemuda itu. Tak puas Boo Young menampar pria itu, Dia pun menyuruh anak buahnya untuk mengambil air dingin yang sudah di persiapkan oleh anak buahnya.


"Ambilkan air!" Suruh Boo Young dengan nada keras.


Dia akan menyiksa pemuda itu, seperti ia menyiksa Avril waktu ia sedang salah paham. Di siramkan air itu ke tubuh pemuda tersebut. Air yang sangat dingin telah mengalir dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Pemuda itu pun teriak karena sangking dinginnya dan ia memohon kepada Boo Young agar mengampuninya. Beberapa kali tamparan pun melayang ke pipi pemuda itu hingga darah segar terlihat di ujung bibir sang pemuda itu. Belum puas dengan tamparan, Boo Young kemudian menyiramkan air dingin terus menerus ke tubuh itu hingga ia menggigil kedinginan.


"Ini yang di rasakan istri ku waktu itu!" Teriak Boo Young yang hampir menangis.


Menangis karena mengingat ia ketika menyiksa sang istri di hotel. Sudah puas menyiksa pemuda itu, Boo Young kemudian menyuruh anak buahnya untuk kembali menyiksa pemuda itu sampai dia di ambang kematian.


Boo Young kemudian pergi meninggalkan pemuda itu dan masuk ke dalam mobil mewah miliknya dengan di kawal bodyguard yang sangat kuat. Mobil itu melaju ke sebuah apartemen yang cukup mewah yang jaraknya tidak jauh dari gedung tua itu.


Sesampainya ia di parkiran, Boo Young keluar dari mobil tanpa pengawalan. Dia berjalan menemui resepsionis, karena ia dulu sering ke masuk ke situ, sang resepsionis pun mengijinkan ia masuk tanpa undangan dari sang pemilik kamar.


Langkahnya yang berwibawa, senyumnya yang menawan membuat penjaga resepsionis itu merasa kagum. Boo Young kemudian melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam lift.


Dengan rasa yang sudah tidak sabar, Boo Young kemudian masuk ke dalam apartemen itu. Karena dia hafal dengan kode pintu, jadi dia tak susah-susah menunggu yang empunya apartemen membukakan pintu untuknya.


Di lihatnya Boo Rua dengan pakaian **** dan menggoda. Tapi Boo Young tersenyum sinis ke arah perempuan yang pernah singgah di hatinya. Tangannya meremas kasar di dagu Boo Rua, lalu ia melepaskan dengan kasar pula, hingga Boo Rua protes kesakitan.


"Argh..... Sakit sayang!" Protes Boo Rua.


Tak merespon protes dari Boo Rua, kemudian Boo Young mendorong tubuh Boo Rua hingga ia terjatuh di lantai.


Lagi-lagi tak ada jawaban dari Boo Young, Boo Rua pun mulai merasa takut karena ekspresi Boo Young berubah menjadi marah. Matanya melebar seperti ingin keluar dari tempatnya.Boo Rua mulai menjauh dengan menggeser badannya, tetapi Boo Young tak tinggal diam.


Plaak...


Tamparan yang sangat keras mendarat di pipi mulus milik Boo Rua, hingga membuat Boo Rua menangis ketakutan. Kemudian Boo Young menyeret badan Boo Rua masuk ke dalam kamar mandi. Ia kemudian mematikan semua pemanas ruangan.


"Boo Young! apa yang kamu lakukan?" Tanya Boo Rua yang semakin ketakutan.


Air shower pun mulai mengucur di badan Boo Rua, yang membuatnya kedinginan setengah mati. Karena Boo Rua tak berhenti berteriak, Boo Young pun mendaratkan tamparan beberapa kali, hingga Boo Rua benar-benar bisa diam.


"Kamu sudah membuat istri ku menderita! kamu yang telah mengirim Vidio kepada ku, hingga aku tega menyakiti istri yang sangat aku cintai. Dan sekarang kamu harus merasakan apa yang di rasakan istri ku!" Bentak Boo Young dengan keras.


Boo Young mengikat tangan dan kaki Boo Rua dan merendamnya di bathtub dengan air dingin. Kemudian Boo Young menelpon ke resepsionis agar membiarkan anak buahnya masuk ke atas.


Setelah anak buah Boo Young berhasil masuk ke apartemen Boo Rua, Boo Young kemudian bersiap-siap untuk pergi.


"Awasi wanita itu! biarkan dia sampai pingsan dan baru keluarkan ia dari air!" Perintah Boo Young kepada anak buahnya.


Kemudian Boo Young keluar dari apartemen Boo Rua dengan perasaan puas. Langkahnya dengan cepat segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Antar aku ke kantor." Perintah Boo Young.


Setelah sampai di depan perusahaannya, Boo Young dengan cepat masuk ke dalam lift, karena dia sudah tidak sabar ingin melihat Avril. Tetapi ketika ia sampai di ruangan marketing, dia tak melihat keberadaannya Avril.


Ketika ia melangkahkan kakinya 3 langkah ke depan, dia melihat seseorang yang hanya terlihat tubuhnya, sedangkan kepalanya masuk ke dalam ruangan. Baru ia sadari, ternyata orang yang sedang mengintip ke ruangannya adalah Avril.


Ia pun dengan tersenyum berjalan menuju tempat Avril berada, di sentuhnya tangan Avril yang masih memegang handle pintu dengan pelan. Avril pun terlihat gelagapan saat melihat Boo Young sudah berdiri di hadapannya.


"Apakah kamu sedang mencari ku?" Tanya Boo Young dengan tegas.


"Oh, Tidak! a-aku ha-hanya......" Jawab Avril dengan gagap.


Karena mendengar Avril menjawabnya dengan nada gelagapan, Boo Young kemudian mendorong tubuh Avril dan di angkat tubuhnya untuk duduk di meja kerjanya.


Di dalam ruangannya Boo Young mulai menggoda Avril dan hal yang membuat Boo Young tertawa adalah ketika Avril memejamkan matanya dan bersiap-siap menerima serangan dari bibirnya.


Karena Boo Young tak kunjung mencium bibirnya, Avril pun mendorong tubuh Boo Young hingga ia bisa turun dari meja. Tetapi tangan Boo Young berhasil meraih tangannya dan di tarik hingga tubuh mereka bersatu. Boo Young mendaratkan ciuman yang buas dan yang membuat Boo Young semangat di saat Avril membalas ciumannya.


Tok...Tok...Tok....


Suara ketokan pintu membuat Boo Young kecewa, karena dia harus melepaskan bibir lembut Avril. Ternyata yang datang adalah anak buahnya, setelah anak buahnya menyampai pesan, Boo Young langsung menyuruhnya untuk keluar.


Setelah itu Boo Young melanjutkan aktivitasnya dengan Avril, dengan masih berciuman Boo Young mendorong tubuh Avril untuk masuk ke ruang istirahatnya dan melakukan pembuatan yang lebih buas, tetapi tiba-tiba Avril menghentikan Aktifitasnya dengan Boo Young dan Avril segera keluar dari ruangan itu.


Bersambung....