My Korean Husband

My Korean Husband
Melahirkan dan Pendarahan



Boo Young pun kemudian masuk ke dalam ruangan, kemudian ia mendekati Avril yang sedang kesakitan karena kontraksi datang bertubu-tubi. Lalu ia menggenggam tangan Avril dan menyemangatinya. Sementara seorang perawat memasangkan infus di lengan Avril.


Sang Dokter pun mendekat kepada mereka dan ia mengatakan bahwa Avril bisa melahirkan secara normal. Hanya saja saat itu baru pembukaan 8, maka dari itu Dokter memberikan obat perangsang melalui selang infus.


Di dunia ini tidak ada kata tidak mungkin, padahal kemarin dokter memvonis janin dalam keadaan sungsang dan baru terapi sekali, tetapi posisi bayi sudah dalam posisi yang siap untuk di lahir ke dunia. Walaupun usia kandungan belum waktunya melahirkan, tetapi dokter sudah memeriksa tidak ada masalah jika melahirkan lebih awal.


Memang mengandung bayi kembar lebih rentang melahirkan prematur. Bukan berarti bayinya tidak sehat, tetapi karena dilahirkan lebih cepat dari waktu perkiraan lahirnya, bayi prematur rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Hal ini karena organ tubuhnya belum siap bekerja di luar kandungan ibu. Namun, bayi prematur kadang juga dapat tumbuh dan berkembang dengan normal layaknya bayi sehat.


Bayi prematur membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra karena kondisi tubuhnya cenderung lebih lemah dibandingkan bayi cukup bulan. Namun, asalkan dirawat dengan baik, bayi yang lahir prematur juga bisa sehat layaknya bayi normal.


"Sayang, maafkan aku. Tadi aku tidak ada di samping mu saat kau membutuhkan ku." Kata Boo Young lirih di dekat telinga Avril.


Avril yang merasakan sakitnya kontraksi pun tak merespon perkataan Boo Young. Janin yang berada di dalam kandungan sudah mulai mendorong untuk keluar. Suster penjaga pun mulai memeriksa dan sepertinya Avril sudah siap untuk melahirkan.


Dengan di bimbing team medis, Avril mulai memposisikan diri untuk melahirkan. Rasa sakit yang teramat, membuat tenaga Avril terkuras habis saat mengejan. Di sinilah peran Boo Young di butuhkan, Boo Young tak henti-hentinya memberi semangat untuk Avril.


Suami mendampingi istri melahirkan merupakan hal yang penting dilakukan. Selain membuat istri lebih tenang, keberadaan suami bisa membuat istri lebih siap dalam menghadapi persalinan. Begitupun dengan apa yang di rasakan Avril saat itu, walaupun dia sudah kehabisan tenaga, tetapi kata-kata Boo Young membangkitkan semangatnya.


Sekitar 25 menit Avril mengejan, akhirnya bayi pertama pun lahir dengan selamat. Suara tangisan bayi pun membuat tenaga Avril pulih dan Boo Young pun tak terasa meneteskan air matanya. Setelah bayi di bersihkan, sang perawat pun memberikan kepada Avril untuk di beri ASI. Bayi yang berkelamin perempuan itu di letakan di dada Avril, Boo Young segera mengelus dengan lembut kepala bayinya.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, tapi aku merasa menjadi orang yang paling bahagia saat ini." Kata Boo Young sambil menangis penuh haru.


Kata-kata Boo Young pun membuat team medis ikut terharu. Kemudian Avril menyuruh Boo Young untuk menggendong anaknya, agar tahu bagaimana rasanya menggendong bayi yang baru saja di lahir. Menyentuh kulit bayi yang terasa hangat dan lembut, lagi-lagi membuat Boo Young terharu.


"Kamu akan menjadi Ayah terbaik bagi anak-anak mu!" Kata salah satu team medis.


"Aku akan selalu berusaha untuk menjadi Ayah yang baik untuk mereka." Sahut Boo Young mencium kening anaknya yang belum ia kasih nama.


Para team medis melihat ketulusan Boo Young. Tidak semua calon ayah akan bersikap seperti yang di lakukan Boo Young, sehingga mereka pun memuji ketulusan Boo Young. Sekitar 20 menitan, Avril mulai merasakan bayinya akan segera keluar dari rahimnya.


Seorang suster menyuruh Boo Young untuk meletakan bayi pertama di tempat bayi. Kemudian Boo Young menghampiri Avril yang sudah mulai mengejan. Dengan memberi semangat, tak lama kemudian bayi yang berkelamin perempuan itu pun lahir dengan selamat.


Dua bayi kembar yang berkelamin perempuan pun sudah lahir. Kebahagian mereka pun lengkap sudah, tetapi ketika plasenta keluar dari rahim, pendarahan abnormal pun keluar dari ****** Avril lebih dari 500ml, hal itu membuat Avril merasa lemas, pusing, dan sesak nafas.


Dokter segera memijat rahim Avril untuk merangsang kontraksi sehingga perdarahan segera berhenti. Dan juga dokter menyuntikkan obat oksitosin pada otot untuk memicu kontraksi rahim.


Boo Young tak tega yang melihat Avril lemas. Ia kemudian membisikan kata-kata untuk membuat Avril kuat.


"Jika kamu bisa melaluinya dengan baik, kamu bisa melihat senyum anak kita dan memeluknya. Kamu kan Mama yang kuat."


"Jangan khawatir atau takut, aku selalu berada di sampingmu. Begitupun dengan Calvin yang menunggu mu di luar."


Bisikan-bisikan itu pun terdengar jelas di telinga Avril, tetapi darah yang keluar banyak membuatnya ingin tidur. Kemudian dokter menyuruh Boo Young untuk keluar dari ruangan bersalin. Hati Boo Young pun mulai merasakan khawatir, jika terjadi sesuatu pada istrinya.


Karena bayi yang di lahirkan belum cukup bulan, sang perawat pun membawa dua bayi kembar ke dalam ruang inkubator. Beruntung, usia kandungan Avril saat itu sudah menginjak 8 bulan, jadi bayi yang di lahirkan tidak perlu di beri alat bantu pernafasan. Tetapi bayi prematur tetap butuh perhatian ekstra dalam proses tumbuh kembangnya. Karena mereka memiliki risiko tinggi untuk mengalami masalah belajar dan perilaku.


Boo Young keluar dari ruang bersalin dengan raut wajah yang tidak semangat. Air matanya pun menetes di pipinya saat melihat Calvin yang sedang duduk menunggu. Kemudian Boo Young segera menghampiri Calvin dan memeluknya.


"Bagaimana keadaan Avril." Tanya sang mama khawatir.


"Dia mengalami pendarahan, tetapi bayi ku lahir dengan selamat dan sekarang di taruh di inkubator, karena mereka lahir belum cukup bulannya." Jawab Boo Young sesenggukan.


Calvin pun ikut menangis, karena mendengar sang mama yang sedang mengalami pendarahan. Kakek neneknya memberikan semangat kepada Calvin, kalau sang mama akan baik-baik saja.


Seorang suster menghampiri Boo Young untuk memilih susu formula yang akan di berikan kepada sang bayi. Karena Boo Young tidak tahu susu yang bagus, ia pun memberi tahu sang mama untuk memilih susu yang bagus untuk bayi. Setelah selesai memilih susu, perawat menyuruh Boo Young untuk tanda tangan.


"Suster, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Boo Young khawatir.


"Maaf Tuan, saya di bagian mengurus bayi. Untuk mengetahui keadaan istri Anda, bisa di tanyakan di bagian persalinan." Jawab perawat dengan sopan.


Dengan gelisah Boo Young mondar-mandir menunggu dokter yang menangani Avril keluar dari ruangan. Entah apa yang di rasakan Boo Young saat itu, dia terdiam duduk di lantai depan pintu, di mana Avril berada di dalamnya.


Karena hari semakin malam, Boo Young kemudian menyuruh orang tuanya untuk membawa Calvin pulang. Dia tidak mau kalau Calvin kecapekan dan jatuh sakit.


"Tapi Calvin juga ingin menunggu Mama." Kata Calvin yang tidak mau pulang.


"Papa saja yang menunggu Mama, nanti kalau mama sudah sehat, Papa akan memberitahu ke kamu." Sahut Boo Young merayunya.


Calvin pun patuh kepada sang papa dan ia pun pulang dengan kakek neneknya. Boo Young pun menyuruh Ahjumma untuk pulang, karena Ahjumma juga memiliki anak yang harus dia urus.


Kini Boo Young sendirian menunggu Avril. Tampak wajah tampannya yang sembab karena terlalu banyak menangis. Suara handphonenya berdering dan mengagetkannya, ia pun mengangkat panggilan itu.


Bersambung....