
Satu bulan kemudian,
Seperti biasanya, Avril menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Pagi itu dia bangun lebih awal, karena dia ingin meluangkan waktu sebentar dengan Calvin sebelum ia berangkat kuliah.
Sebentar lagi Calvin akan menginjak umur 8 tahun, tak terasa Avril sudah menjadi seorang Ibu selama 8 tahun. Tak pernah ada di benaknya kalau dia akan memiliki anak yang sangat cerdas seperti Calvin. Hidupnya berubah ketika Calvin lahir.
Sebelumnya Avril selalu mendapat makian dari tetangga ketika mereka tahu jika Avril hamil di luar nikah. Dia masih bersyukur karena keluarganya masih mendukung dan menerima Avril dalam kondisi yang sudah hamil.
Jika mengingat dulu sebelum Calvin lahir, itu hal yang terberat dalam hidupnya. Makanya Avril sering menasehati teman-temannya yang di Indonesia untuk menjaga kehormatan mereka. Karena kehormatan adalah identitas diri seseorang. Setiap Agama mewajibkan umatnya untuk menjaga kesucian.
Lamunan Avril pun di bangunkan oleh pelukan dari Calvin. Tak terasa Avril meneteskan air mata ketika Avril membayangkan dirinya yang dulu. Tetapi Calvin memeluknya dan membasuh air mata sang Ibu.
"Mama kenapa menangis?" Tanya Calvin yang ikut sedih.
"Tidak apa-apa, waktu tak terasa kamu sudah sebesar ini." Jawab Avril sambil memeluk Calvin.
Kemudian Avril keluar dari kamar Calvin untuk membuat sarapan. Sedangkan Calvin mulai dengan membuka laptopnya.
Sementara Boo Young sedang di ruang fitnes untuk menurunkan berat badannya, karena sebulan terakhir dia makan banyak. Semua itu karena Avril selalu masak makanan enak, Boo Young pun susah mengontrol keinginannya untuk makan.
Setelah mereka selesai sarapan, Calvin lebih dulu berpamitan untuk pergi ke kampusnya. Dengan di temani sang asisten dan dua bodyguard, Calvin masuk ke dalam mobil. Sesampainya ia di kampus, ternyata sudah banyak wartawan yang menungguinya.
Untung saja Calvin pagi itu mau di temani bodyguard, padahal biasanya dia tidak mau dan sang bodyguard hanya bisa mengawasinya dari jauh. Mungkin hari itu hari keberuntungannya, karena Calvin tidak mau di wawancarai, sang bodyguard yang bertubuh besar dan berotot turun dari mobil dan menyingkirkan para wartawan.
Calvin pun berhasil masuk dalam kampus tanpa menemui wartawan yang ingin lebih tahu jauh tentang kehidupannya. Karena para wartawan tidak bisa masuk ke dalam kampus, Calvin pun merasa aman di dalam sana.
"Apakah wartawan di luar mengganggu mu?" Tanya Profesor.
"Tidak! kebetulan hari ini aku di antar bodyguard suruhan Papa, jadi aku bisa menghindar dari mereka." Sahut Calvin sambil mengeluarkan laptopnya.
Kemudian Calvin mulai melakukan eksperimen di ruang itu dengan sang profesor. Entah eksperimen macam apa yang sedang mereka lakukan, hanya mereka berdua dan Tuhanlah yang tahu.
...****************...
Sore itu Eun Soo pulang dari kantor, ia berencana pergi menemani Avril untuk membeli kado buat Calvin, karena beberapa hari lagi Calvin ulang tahun. Tetapi tiba-tiba Seung Chul menelponnya dan memberitahunya bahwa dirinya sedang sakit sendirian di apartemen.
Eun Soo yang tidak tega membiarkan Seung Chul sendirian yang sedang sakit, ia pun memberi tahu Avril kalau dirinya tidak bisa menemaninya mencari kado dan berjanji jika besok akan pergi menemaninya.
"Avril, maaf aku tidak bisa menemani mu untuk mencari kado. Aku janji, besok pasti aku akan menemani mu, Ok!" Kata Eun Soo meminta maaf.
"Tidak apa-apa, masih ada waktu." Sahut Avril tanpa memaksa.
Karena hari itu Boo Young masih sibuk dengan pekerjaannya dan akan pulang telat, Avril pun memilih untuk langsung pulang ke apartemen.
Sedangkan Eun Soo masuk ke dalam mobil dan melakukannya dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian, ia pun sampai di parkiran apartemen milik Seung Chul dan dengan buru-buru ia masuk ke dalam lift.
Cincin itu adalah cincin lamaran dan saat itu Seung Chul sedang melamar Eun Soo. Dengan raut wajah yang masih terkejut, Eun Soo menutup mulutnya dan tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Seung Chul.
"Marry me!" Kata yang keluar dari mulut Seung Chul.
"Yes!" Sahut Eun Soo mengangguk.
Senyum haru mewarnai wajah Eun Soo ketika Seung Chul memasangkan cincin berlian itu ke jari manisnya. Walaupun tidak ada kata-kata romantis, tetapi setidaknya Seung Chul berusaha untuk membuat lamaran itu berbeda dari yang lain.
Pada dasarnya Eun Soo tidak suka di gombalisasi, sehingga tidak masalah baginya jika tidak ada kata-kata romantis yang terucap dari bibir Seung Chul. Bagi Eun Soo, surprise yang baru saja ia terima lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia.
Sebulan terakhir ini, mereka memang sering bertemu dan melakukan pendekatan. Mereka belajar untuk memahami karakter mereka masing-masing, hingga hari itu Seung Chul memutuskan untuk melamar Eun Soo.
"Terima Kasih sudah menerima lamaran ku." Kata Seung Chul memeluk Eun Soo.
Eun Soo tersipu malu mendapatkan pelukan dari Seung Chul, hingga membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Lalu mereka pun saling berciuman.
...****************...
Boo Young merasa lelah karena hari itu banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan, hingga memaksanya untuk lembur. Setelah semuanya beres, Boo Young langsung pulang ke apartemen dengan di antar oleh asistennya.
Setelah ia sampai di apartemen, Boo Young kemudian berjalan menuju kamar Calvin. Di lihatnya Calvin yang sudah tertidur pulas, ia pun masuk dan duduk di tepian ranjang dan mencium kening Calvin.
Lalu ia keluar dari kamar dan langsung masuk ke kamarnya dan di lihatnya Avril yang sedang menonton TV sambil bersandar di kepala ranjang.
"Sayang, kamu belum tidur? Bagaimana tadi, sudah dapat kadonya?" Tanya Boo Young sambil melepaskan bajunya.
"Aku tadi tidak jadi pergi, karena Eun Soo pergi ke apartemen Seung Chul. Katanya dia sedang sakit." Sahut Avril sambil membantu Boo Young melepaskan bajunya.
Kemudian Boo Young mandi, sementara Avril menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Karena Boo Young tak kunjung keluar dari kamar mandi, Avril pun melanjutkan menonton TV.
Ceklek....
Suara pintu kamar mandi di buka. Dengan hanya melilitkan handuk di bagian bawah tubuhnya, Boo Young keluar dari kamar mandi. Avril yang melihat pemandangan indah itu langsung turun dari ranjang dan memberi baju ganti untuk sang suami.
"Kamu sudah makan?" Tanya Avril sambil menyodorkan baju ganti kepada Boo Young.
"Aku mau makan kamu!" Sahut Boo Young sambil meraih tangan Avril.
Bukannya mengambil baju gantinya, Boo Young malah meraih pinggang Avril dan mendaratkan ciuman ringan di bibirnya. Karena sudah terhipnotis oleh tubuh Boo Young yang menggoda, Avril pun malah balik mencium suaminya dengan mesra.
Karena mendapat lampu hijau dari Avril, Boo Young pun tidak mau kehilangan kesempatan itu. Kemudian Boo Young mulai melakukan aksinya sebagai pejantan tangguh, agar Calvin cepat punya adik.
Bersambung.....