My Korean Husband

My Korean Husband
Janin Kurang Berat Badan



Sudah berbulan-bulan lamanya Boo Young merasakan ngidam yang seharusnya di rasakan oleh sang istri. Akhirnya, setelah kehamilan Avril yang semakin besar, dirinya sudah kembali normal lagi seperti sedia kala. Tak merasakan mual atau pusing ketika di pagi hari, bisa di bilang masa sickness morning yang di alami Boo Young cukup menyiksa.


Mungkin itu bisa jadi hukuman bagi Boo Young karena sudah menyakiti hati Avril dan juga membiarkan Avril membesarkan anak sendirian. Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, cepat atau lambat pasti ada balasannya. Dan Boo Young pun menyadari, bahwa apa yang ia alami adalah balasan atas apa yang ia lakukan kepada Avril sebelumnya.


Pagi itu Avril pergi ke Dokter kandungan dengan di temani sang suami dan juga Calvin. Jadwal hari itu adalah untuk melakukan USG, karena kehamilan Avril sudah menginjak usia 7 bulan. Bersyukur, di masa kehamilan Avril tidak merasakan hal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Dia juga merasakan gerakan aktif pada janin kembar di dalam kandungannya. Hal itu karena Avril menjaga pola makannya dan tak lupa mengkonsumsi suplemen makanan.


Boo Young juga ikut berperan penting dalam mendukung kesehatan pada janin kembarnya. Setiap hari ia selalu mengingatkan Avril untuk makan makanan sehat dan juga berolahraga. Tak tanggung-tanggung, Boo Young pun mendatangkan pelatih senam ibu hamil ke rumah untuk melatih Avril.


"Apakah aku boleh ikut masuk ke dalam untuk melihat langsung calon adik ku?" Tanya Calvin yang ingin melihat monitor.


"Tentu saja boleh!" Sahut Boo Young sambil memberantakkan rambut Calvin.


Tak lama kemudian mereka pun di panggil oleh seorang perawat untuk masuk ke dalam ruangan Dokter. Mereka bertiga pun langsung memasuki ruangan Dokter dengan raut wajah antusias. Karena mereka sudah tak sabar lagi ingin melihat janin kembar di dalam kandungan Avril.


Setelah mereka mengobrol dengan Dokter, menceritakan keadaan dan apa yang di rasakan Avril pada kandunganya. Sang Dokter pun menyuruh Avril untuk masuk ke ruang USG. Begitupun Boo Young dan Calvin yang ikut masuk ke dalam ruangan itu.


Ketika Dokter mulai melakukan USG, dua janin kembar itu terlihat jelas di monitor. Calvin menutup mulutnya setelah melihat janin itu, dia terlalu excited melihat calon adiknya. Karena takut tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak teriak, ia pun menutup mulutnya. Begitupun dengan Boo Young yang terpana melihat dua bayi yang sedang bergerak di dalam perut sang istri.


Dia terus berfikir, bagaimana bisa di perut kecil sang istri terdapat dua mahkluk yang sedang bergerak-gerak di sana. Boo Young pun meraih tangan Avril dan menggenggamnya. Tak terasa Boo Young meneteskan air matanya, karena dia merasa terharu melihat calon buah hatinya dan juga istrinya yang sangat kuat saat mengandung.


Saat selesai melakukan USG, kemudian sang Dokter menyuruh mereka untuk duduk di kursi. Lalu Dokter menjelaskan keadaan janin yang ada di kandungan Avril. Bersyukur, semua sehat-sehat dan hanya saja berat janin kurang sedikit. Sehingga Dokter menyarankan Avril untuk memakan lebih, agar berat badan janin bertambah dan tidak lahir prematur.


"Makanan apa yang sebaiknya di makan Dok?" Tanya Boo Young yang mulai panik ketika mendengar kalau berat badan bayinya kurang.


"Banyak makanan yang bisa menambah berat badan bayi seperti, ubi-ubian, kedelai, susu, yogurt, telur dan ayam. Dan ibu sebaiknya jangan tidur terlalu malam." Kata Dokter memberi saran untuk Avril.


Kemudian sang Dokter menjelaskan lebih detail kepada mereka apa-apa yang harus mereka lakukan. Sebenarnya tidak ada istilah berat badan janin yang ideal. Setiap bayi berkembang dengan caranya sendiri di dalam kandungan. Tetapi karena Dokter lebih paham, makanya dia menyarankan Avril agar menambah berat badan janin.


Avril pikir, dia sudah melakukan hal yang terbaik. Tapi nyatanya masih ada kekurangan. Ketika di hamil pertamanya dia tidak pernah memikirkan makanan apa yang harus ia makan atau keadaan bayi yang di dalam kandungannya. Tetapi Calvin lahir dengan sehat, tanpa ada masalah serius.


Mungkin karena dia sedang mengandung bayi kembar dan dia sedikit khawatir. Mungkin hal itu yang membuat bayinya kurang berat badan. Terkadang rasa cemas berlebih terhadap janin dan kehamilan juga bisa membuat ibu merasa stres. Bahkan, merasa stres juga bisa membuat Avril makan berlebihan atau justru kurang makan.


Setelah Dokter selesai memberi penjelasan kepada mereka, kemudian mereka keluar dari ruangan dan menyelesaikan administrasi. Lalu Boo Young mengajak Avril dan Calvin makan di sebuah restoran yang menyajikan makanan sehat. Sudah lama mereka tidak makan di luar, karena kekhawatiran Boo Young, sehingga mengharuskan Avril makan di rumah dengan alasan kebersihan.


Tetapi kini ia lebih terbuka setelah mendengar penjelasan Dokter. Kenyamanan dan kesenangan Avril jauh lebih penting daripada memikirkan makanan yang sehat. Karena ketika ibu hamil senang, janin pun ikut senang dan bertumbuh dengan baik.


"Sayang, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Boo Young kepada Avril.


"Aku mau makan es krim." Jawab Avril tersenyum.


Tadinya memang Boo Young melarang Avril untuk makan es krim dan coklat, karena baginya dua makanan itu tidak bisa memenuhi asupan gizi. Selama ini Avril hanya makan makanan sehat yang sudah di jadwal oleh Boo Young. Terkadang Boo Young pun masak sendiri untuk Avril.


Memang makanan sehat untuk ibu hamil sangat penting, tetapi jika tidak di dukung dengan mental yang sehat, semua hanya sia-sia. Jadi kita harus memahami perasaan para istri yang sedang hamil, agar janin berkembang dengan baik.


"Kamu boleh makan es krim, tetapi jangan terlalu banyak!" Sahut Boo Young tersenyum.


"Aku juga mau es krim." Imbuh Calvin.


Mereka bertiga pun keluar dari restoran setelah makan siang. Boo Young mengantarkan Avril ke penjual es krim kesukaannya. Hanya satu porsi es krim saja Avril tidak habis, karena dia hanya menuruti kemauannya.


"Kok tidak di habiskan?" Tanya Boo Young.


"Makan beberapa sendok, aku sudah merasa bosan." Jawab Avril.


Padahal tadinya Boo Young khawatir jika Avril tidak bisa mengontrol dan memakan es krim kebanyakan. Kini Boo Young mulai mengerti, bahwa Avril hanya ingin merasakan rasa es krim, setelah merasakan pun dia sudah merasa puas. Dia berencana untuk tidak melarang Avril makan apa saja, asal tidak berlebihan.


Setelah makan es krim, Avril pun mengajak Boo Young dan Calvin untuk pulang ke apartemen. Karena dia sudah merasa lelah. Sesampainya mereka di apartemen, Avril langsung pergi ke kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur. Sedangkan Boo Young membantu Calvin untuk mengganti baju.


Bersambung....