
Di hari yang sama, Seung Chul dan pihak agensinya mengadakan konferensi pers terkait skandal yang menerpanya. Seung Chul mengkonfirmasi bahwa wanita yang ia peluk adalah Avril Ramona, istri dari pamannya Boo Young.
Konferensi pers itu di siarkan langsung oleh stasiun TV swasta Korea. Tapi tiba-tiba wartawan di kejutkan oleh pengakuan Seung Chul yang katanya sudah memiliki seorang kekasih yang bernama Eun Soo.
Sontak saja para wartawan pun memberondong pertanyaan kepada Seung Chul, yang ingin tahu siapa sebenarnya Eun Soo itu.
"Siapa wanita yang bernama Eun Soo?" Tanya salah satu wartawan.
"Dia seorang wanita yang bekerja di perusahaan paman ku." Jawab Seung Chul dengan tenang.
"Bagaimana kalian bisa bertemu." Tanya wartawan lagi.
"Karena saya ada projects di perusahaan paman ku, sehingga kami seringkali bertemu dan timbullah rasa suka di antara kami." Jawab Seung Chul dan mengakhiri sesi tanya jawab.
Akhirnya konferensi pers pun sudah selesai, banyak pengemar Seung Chul ingin tahu sosok wanita yang ia sebutkan dalam sesi tanya jawab. Tidak hanya membuat publik terkejut, tapi hal itu juga membuat Eun Soo sendiri terkejut mendengar pengakuan Seung Chul yang menurutnya tidaklah benar.
Bagaimana tidak, Eun Soo saja belum pernah mendengar perkataan Seung Chul menyatakan cinta. Tapi kenapa Seung Chul berkata sedemikian rupa, seolah-olah mereka sudah menjalin kasih.
Sore itu, Eun Soo pulang kerja langsung menghubungi Seung Chul dan meminta penjelasan atas apa yang ia katakan di konferensi pers tadi siang. Karena untuk menghindari bertambahnya gosip, Eun Soo pun datang ke apartemen Seung Chul.
Dengan buru-buru Eun Soo memencet bel apartemen milik Seung Chul dan tak perlu menunggu lama pintu pun terbuka dengan sendirinya. Kemudian Eun Soo masuk ke dalam dan di lihatnya Seung Chul yang sedang berdiri di samping kulkas sambil menenggak alkohol.
"Bisakah kamu jelaskan, apa yang kamu bicarakan di konferensi pers mu?" Tanya Eun Soo bingung.
"Menikahlah dengan ku!" Sahut Seung Chul dengan mantap.
Seperti sebuah candaan bagi Eun Soo yang tiba-tiba seseorang dengan mudahnya mengatakan "Menikahlah denganku".
Kemudian Eun Soo berjalan mendekati Seung Chul dengan perasaannya yang tidak karu-karuan. Senang, tapi dia khawatir jika Seung Chul hanya bercanda dengannya.
"Kamu jangan bercanda!" Protes Eun Soo.
"Aku tidak bercanda!" Sahut Seung Chul sambil meraih tangan Eun Soo.
Di letakan minuman beralkohol itu di atas meja makan, lalu Seung Chul mendaratkan ciumannya ke bibir Eun Soo, menandakan bahwa dirinya tidak sedang bercanda.
Seung Chul kemudian mengutarakan niatnya untuk menikahi Eun Soo. Karena diam-diam dia juga mengagumi Eun Soo yang memiliki sifat unik dan lain dari wanita yang pernah ia kenal.
...****************...
"Apakah kamu sudah menonton konferensi pers yang di lakukan oleh Seung Chul?" Tanya Avril.
"Iya, tadi aku sempat menonton tetapi aku tidak menonton versi full nya." Sahut Seung Chul cuek.
Sepertinya Boo Young masih menyimpan amarahnya, sehingga dia masih bersikap dingin terhadap Avril. Biasanya dia tidak pernah menyalakan radio di dalam mobil, tapi sore itu Boo Young menyalakan dengan nada yang cukup keras.
Masih terlihat jelas di raut wajahnya rasa kecewa, kecewa karena Avril tidak jujur padanya saat menemui Seung Chul di restoran itu. Bahkan Seung Chul memberinya sesuatu di kotak kecil yang ia curigai sebagai cincin.
Sesampainya mereka di apartemen, Boo Young melempar jasnya ke sembarang arah dan menjatuhkan badannya di atas ranjang. Avril yang menyadari sikap suami yang masih marah, ia pun duduk di tepi ranjang.
"Apa yang di berikan Seung Chul di kotak kecil itu." Tanya Boo Young dengan nada menekan.
Avril yang baru teringat dengan kotak kecil itu pun langsung beranjak dari duduknya untuk mengambil kotak kecil pemberian Seung Chul. Kemudian ia kembali lagi duduk di samping Boo Young untuk membuka kotak itu.n
Boo Young yang merasa penasaran pun terbangun dari tidurnya dan duduk memandang ke arah kotak kecil itu yang berada di tangan Avril.
Setelah di buka kotak itu, ternyata isinya hanya sebuah kertas kecil yang ada tulisannya "SELAMAT ULANG TAHUN ISTRI ORANG" . Sontak saja Avril tertawa karena kotak kecil yang terlihat mewah isinya hanya sobekan kertas kecil.
"Benar-benar pelit itu manusia, pantas saja Boo Rua tidak mau dengannya!" Kata Boo Young dengan menyebut nama mantan.
Tentu saja Avril langsung menoleh ke arah Boo Young dengan tatapan memprotes. Avril sangat tidak suka jika Boo Young mengungkit nama Boo Rua lagi. Mengingat Boo Rua pernah menjadi orang spesial bagi sang suami, membuatnya menjadi badmood.
Kemudian Boo Young melingkarkan tangannya di pinggang Avril dan menempelkan dagunya di pundak Avril. Dia merasa kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Tadi aja marah-marah! sekarang meluk-meluk!" Protes Avril.
"Makanya, kamu harus jujur kepadaku. Apapun yang kamu lakukan harus memberitahu ku!" Sahut Boo Young yang mulai posesif.
Karena Calvin sudah menelpon Avril kalau dirinya sedang di perjalanan untuk pulang, Avril pun beranjak dari duduknya dan melepaskan tangan suaminya untuk menyiapkan makan malam.
Boo Young kemudian mengganti pakaiannya dan mengikuti Avril untuk membantunya membuat makan malam.
Sebagai seorang suami, Boo Young ingin sekali membantu setiap pekerjaan rumah tangga yang di lakukan sang istri. Avril sendiri sangat bersyukur karena sang suami mau membantu apapun yang ia lakukan.
"Sayang, mau masak apa? Sini aku yang potong wortelnya." Tanya Boo Young yang berdiri di samping Avril.
Kemudian Avril memberinya wortel dan kentang yang sudah ia kupas untuk di potong oleh Boo Young. Karena malam itu Avril ingin memasak ayam kari dengan wortel dan kentang. Setiap Avril memasak, pasti ada menu kentangnya. Semua itu ia lakukan untuk suaminya agar makan banyak.
Tak jarang Avril mendapat protes dari Boo Young, karena sering memasak enak-enak untuknya. Boo Young tidak bisa mengontrol ***** makannya dan paginya ia harus bekerja ekstra untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal.
"Potong seperti ini!" Suruh Avril memberi contoh pada suaminya.
Boo Young dengan semangat memotong sayuran satu per satu hingga semua terpotong rapi. Kemudian Avril mengambil potongan kentang dan wortel itu untuk ia masukan ke dalam kari ayam.
Harum masakan pun mulai menusuk ke hidung. Dengan mesranya Boo Young memeluk Avril dari belakang, dia merasa bangga memiliki istri yang pintar memasak. Tak hanya itu, Avril sebenarnya wanita yang cerdas. Makanya, Calvin pun menjadi anak yang cerdas, karena mewarisi kecerdasan dari Avril.
Tak lama kemudian Calvin pun pulang. Dengan ceria Calvin memeluk mama dan papanya. Boo Young kemudian membantunya untuk membersihkan badan Calvin dan juga menaruh barang-barang Calvin di tempatnya.
"Bagaimana kuliah pertama mu, sayang?" Tanya Boo Young.
"Lancar, aku sangat suka belajar di sana Pa! Karena banyak pelajaran baru yang bisa aku pelajari." Jawab Calvin dengan semangat sambil memakai bajunya.
Sedangkan Avril masih sibuk menyiapkan makanan di meja makan. Kemudian Calvin dan Boo Young keluar dari kamar dan langsung duduk di kursi untuk makan malam.
Bersambung.....