
Tiga hari sudah mereka berada di Indonesa dan hari inilah yang mereka tunggu-tunggu untuk kelangsungan acara pernikahan Avril dan Boo Young.
Selama mereka berada di Indonesa, setiap harinya Avril memperkenalkan tempat-tempat yang cukup indah dan monumen di Jakarta.
Tak ketinggalan, Avril mengajak Boo Young dan orang tuanya berkuliner setiap harinya, cilok dan batagor menjadi makanan favorit sang calon mertua.
Sebenarnya banyak sekali tempat-tempat indah yang ingin Avril tunjukan kepada mereka, tetapi karena waktu yang terbatas, membuat mereka tidak bisa menikmati indahnya tempat-tempat di Indonesia.
Sebelum pernikahan mereka terlaksana, Boo Young masuk ke kamar mendekat ke arah Avril yang sudah selesai di rias dan menyodorkan beberapa lembar untuk Avril tandatangani.
"ini apa?" tanya Avril pura-pura tidak tahu.
"ini surat kontrak kita." jawab Boo Young menyodorkan kertas itu yang ia tulis dalam bahasa Inggris.
Avril pun langsung membaca satu demi satu pasal yang tertulis di kertas itu, merasa tidak ada yang memberatkannya, ia pun berdiri dan mengambil sesuatu dalam lemarinya.
Sudah di duga Avril, kalau Boo Young akan menulis pasal-pasal di kertas itu, walaupun ada beberapa hal yang yang tidak ia inginkan, tetap saja ia bersikap cool dan tidak memprotes. Avril pun sudah mengantisipasi dan juga membuat surat kontrak pernikahan dalam bahasa Inggris pula.
Boo Young pun membacanya dengan teliti dan ada beberapa pasal yang membuatnya keberatan.
tidak boleh bersentuhan fisik.
setelah cerai Calvin menjadi hak asuhnya.
jangan bawa pacar ke apartemen.
Tiga hal yang membuat Boo Young merasa keberatan, tapi demi melancarkan rencananya, ia pun menyetujui dan saling menanda tangani surat kontrak itu.
Setelah itu mereka keluar untuk melangsungkan pesta pernikahan mereka, walau hanya di datangi tetangga dan sanak saudara, pesta itu cukup meriah.
Avril dengan cantiknya berjalan ke arah kursi pelaminan dengan mengenakan gaun berwarna putih dan begitupun Boo Young yang juga mengenakan setelan jas warna putih.
Mereka berdua tampak serasi dan banyak orang memuji mereka sebagai pasangan yang cantik dan ganteng yang membuat para tamu undangan terkagum-kagum melihat mereka berdua.
Calvin yang sedang duduk dengan nenek kakeknya tak berhenti tersenyum melihat orang tuanya menikah.
"Calvin, papa mu sangat tampan!" teriak ibu-ibu yang terdengar nyaring.
Apalagi saat Boo Young memakaikan cincin pernikahannya, para tamu undangan berteriak mendoakan agar pernikahan mereka langgeng, beberapa tamu merasa iri karena perhiasan itu sangat mahal.
Dan tak tanggung-tanggung, Boo Young memberi mahar uang senilai 500 juta Rupiah.
Entah dasar apa Boo Young begitu royal dengan istri kontraknya, mungkin karena ingin di puji atau ada sesuatu yang di sembunyikan Boo Young?
"kenapa kamu beri mahar sebanyak itu, apa kamu tidak salah." tanya Avril berbisik tidak percaya.
"itu sebagai tebusan rasa bersalahku karena aku telah mengambil masa muda mu dan sebagai tanda terima kasih ku karena kamu sudah menjaga Calvin dengan baik." kata Boo Young berbisik di telinga Avril.
Avril sendiri tidak tahu jika Boo Young akan memberikan mahar sebanyak itu. Karena dia sendiri tidak berharap banyak atas pernikahan kontraknya.
...****************...
Akhirnya, pesta pernikahan mereka sudah selesai. Para tamu undangan pun sudah pada pulang, hanya tinggal tetangga terdekat yang sedang membantu membersihkan kotoran-kotoran yang berserakan.
Calvin pun merengek karena besok papanya akan segera pulang ke Korea, dia tidak mau berpisah dengan sang papa walaupun sedetik.
"papa, Calvin ikut pulang dengan papa." kata Calvin yang ingin menangis.
Bukan tidak memperbolehkan Calvin pulang ke Indonesia, tetapi karena Boo Young khawatir Calvin kecapekan, makanya dia memesankan tiket untuk Avril dan Calvin Minggu depan.
Tetapi karena Calvin menangis dan tidak mau pisah dengan papanya, Akhirnya Boo Young pun memesan tiket untuk mereka yang akan berangkat besok pagi.
Untungnya Avril dan Calvin masih memiliki Visa multipel entry jadi tidak perlu mengurus Visa lagi.
"yakin, Calvin tidak capek?" tanya Avril yang merasa khawatir.
"asal sama papa, aku tidak akan merasa capek." jawab Calvin dengan yakin.
Hari sudah sore, Calvin masuk ke kamarnya dan di lihatnya beberapa kertas di meja belajarnya. Calvin mencoba meraih kertas itu, tapi Avril datang lebih cepat dan mengambil kertas itu dari tangan Calvin yang belum ia sempat baca.
Sungguh cerobohnya Avril, meletakkan surat kontraknya di sembarang tempat. Jika sampai pihak ketiga tau, habislah hidupnya.
Memang ada beberapa isi pasal dalam surat itu yang memberatkannya, tapi karena Avril bukan orang bodoh, jadi dia sudah mengantisipasi dan mempermasalahkan itu.
"sayang, papa mandiin kamu ya." kata Boo Young yang tiba-tiba datang dan menghampiri Calvin.
Dengan senang hati Calvin berdiri dan meloncat-loncatkan kegirangan, karena sang papa akan memandikannya.
"ok pa! tapi mandinya pakai air hangat ya!" sahut Calvin senang.
Boo Young memang sangat menyayangi Calvin, karena kecerdasan dan kemiripannya pada dirinya, hal itu membuat Boo Young sangat menginginkan Calvin selalu bersamanya.
Apalagi Calvin juga sangat menyukainya, Boo Young semakin semangat menjalani hari-harinya sebagai seorang ayah.
Kemudian Avril pergi ke luar untuk membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang masih di meja.
Sedangkan mertua Avril sedang istirahat di kamar, karena merasa capek dan besok pagi mereka akan menempuh perjalanan jauh ke Korea.
...****************...
"Boo Young, makan dulu. papa mama sudah menunggu di luar." suruh Avril tanpa masuk ke kamar.
Saat ini Boo Young sedang asyik berkirim pesan dengan sang kekasih, hingga tak mendengar panggilan Avril.
Meraka pun sudah selesai makan malam, tapi Boo Young tak kunjung keluar dari kamar dan Ussy pun menyarankan Avril untuk membawa makanan untuk Boo Young ke dalam kamar.
"Avril, kamu ambilkan makanan untuk suami mu dan bawa ke kamar." suruh sang mama.
"baik ma!" respon Avril tanpa membantah.
Kemudian Avril mengambil nasi dan lauk pauk ke dalam piring, dalam hati Avril males melakukan hal itu pada suami kontraknya, kalau suami asli pasti Avril tidak akan merasa keberatan.
"cepetan di makan!" kata Avril dengan nada jengkel.
"kenapa kamu bawa makannya kesini?" tanya Boo Young yang masih memandangi handphonenya.
Tanpa menghiraukan perkataan Boo Young, Avril mulai memasukan barang-barangnya ke dalam koper.
Ketika Avril menoleh ke arah Boo Young, makanan yang iya bawa tadi masih utuh dan tidak di sentuh oleh Boo Young.
"ya! makan dulu nasinya, mama ku akan marah jika kamu tidak memakannya." kata Avril sedikit membentak.
"suap in dunk! kalau tidak mau, berarti aku tidak makan." suruh Boo Young yang masih sibuk dengan sang kekasih.
Terpaksa Avril menyuapi Boo Young, agar makanan yang ada di piring cepat habis.
Bersambung....