My Korean Husband

My Korean Husband
Pindah Apartemen



...****************...


Kekalahan peserta dari Korea Selatan yang sebagai tuan rumah, membuat Calvin menjadi terkenal di seluruh dunia karena kegeniusannya dalam kategori anak-anak di bawah umur 16 tahun.


Dan yang lebih membanggakan lagi, Calvin mendapat gelar Guinness world Record anak termuda paling Genius.


Sampai saat ini, Avril masih menyembunyikan profil Calvin. Karena dia tidak mau dunia tahu bahwa Calvin tidak mempunyai seorang ayah.


Pilihan yang tepat bagi Avril untuk tinggal lebih lama di Korea, karena dia tidak mau banyak wartawan Indonesia mengulik kehidupan anaknya.


Seperti yang kita tahu, para wartawan sangat amat bersemangat untuk menguak sisi gelap setiap orang yang sedang naik daun. Avril takut jika Calvin di serang oleh warga net yang tidak bertanggungjawab, jika dunia tahu bahwa Calvin tidak memiliki seorang Ayah.


*****


Hari ini Boo Young sengaja tidak menemani Calvin saat berlangsungnya lomba, karena dia memberi tahu Calvin kalau dirinya akan memberi kejutan jika bisa mengalahkan lawannya.


Karena hari ini Calvin memenangkan perlombaan, dia bersemangat sekali untuk segera pulang. Dia penasaran, kejutan apa yang akan di berikan Ayahnya.


"Aunty, kita langsung pulang saja ya." Ajak Calvin bersemangat.


"Tapi kita belum makan, kita makan dulu baru pulang ok!" Sahut Eun Soo.


Karena Calvin merasa lapar, dia pun setuju untuk mampir ke restoran terlebih dahulu. Avril tahu kalau Calvin ingin segera pulang, karena dia ingin segera bertemu dengan papanya yang sudah menunggu di apartemen Eun Soo.


Setelah makan siang, Eun Soo langsung menyetir mobilnya untuk pulang ke apartemen.


Sesampainya mereka di apartemen, suara seperti petasan pun terdengar keras di telinga Calvin, Avril dan Eun Soo.


Duaaar....Duaaaar....


Boo Young menyalakan Party Popper bersamaan dengan Calvin masuk ke dalam apartemen. Dia bisa masuk ke apartemen Eun Soo karena Eun Soo sengaja memberi kode pintu untuk Boo Young.


"Congratulations atas keberhasilan anak papa!" Kata Boo Young sambil memeluk Calvin.


"Yaaa! Kenapa kamu mengotori apartemen ku? Pokoknya aku tidak mau tau, sebelum kamu pergi, kamu harus membersihkan ini semua." Suruh Eun Soo marah-marah.


Sebenarnya Eun Soo marah bukan karena apartemen kotor, tetapi karena Avril dan Calvin akan pindah ke apartemen Boo Young, sehingga membuat Eun Soo sedikit sensitif.


Boo Young pun membersihkan bekas Party Popper yang ia nyalakan tadi Di rasa sudah bersih, Boo Young mendekati Calvin dan memberi kejutan yang ia janjikan.


Avril keluar dari kamar membawa koper dan di perlihatkan ke Calvin.


"Mana kejutannya pa?" Tanya Calvin heran.


"Kita akan pindah ke apartemen papa, sayang!" Jawab Boo Young memeluk Calvin.


Calvin langsung loncat-loncat kegirangan karena apa yang ia inginkan selama ini bisa terkabul. Jika ia tinggal dengan Ayahnya, setiap hari dia bisa bermanja-manjaan dengan Boo Young.


*****


Mereka baru saja sampai di apartemen, Calvin yang merasa kecapekan pun tertidur dan Boo Young berpamitan kepada Avril untuk pergi sebentar.


"Avril, aku mau keluar sebentar. Anggap saja ini rumah kamu sendiri. Jika kamu mau makan sesuatu, cari saja di dapur." Pamit Boo Young sambil menunjuk arah dapur.


"Ok! terima kasih." Sahut Avril menunduk.


Apartemen yang tampak mewah bagi Avril, dari segi penempatan dan perabotannya sesuai seleranya. Avril yang merasa capek pun segera mengganti pakaiannya dan ikut tidur bersama Calvin.


Sebenarnya Boo Young pergi untuk menemui Boo Rua yang sedari tadi menelponnya berulang kali, tapi karena ada Calvin Boo Young menyetel handphonenya dengan mode Diam.


"Sayang, kamu kenapa sebulan terakhir ini susah sekali di hubungi. Kamu sudah tidak lagi mencintai ku?" Tanya Boo Rua kepada Boo Young yang baru saja sampai di apartemennya.


Dan anehnya, gincu yang berwarna merah darah itu sama sekali tidak menempel di bibir Boo Young setelah selesai mencium Boo Rua. Mungkin lipstik mahal kali ya!


"Honey, malam ini kamu tidur di sini saja ya!" Rayu Boo Rua dengan menyelipkan tangannya di dalam kaos Boo Young.


"Maaf honey, masih banyak hal yang harus aku kerjakan!" Tolak Boo Young yang bersiap-siap untuk pulang.


Alasan Boo Young tidak tinggal bersama Boo Rua karena orang tuanya tidak menyetujui hubungan mereka. Orangtuanya membiarkan Boo Young berpacaran dengan Boo Rua, tetapi tidak boleh tinggal serumah.


Boo Young pun segera pergi meninggalkan apartemennya Boo Rua dengan buru-buru. Hal itu membuat Boo Rua merasa curiga, karena tak biasanya Boo Young bersikap seperti itu, seperti menghindari dirinya.


Ingin menelpon Avril, tetapi Boo Young lupa kalau dirinya tidak punya nomer Avril. Kemudian Boo Young membeli makanan untuk mereka makan malam.


"Semoga saja Calvin dan Avril suka dengan apa yang aku beli." Batin Boo Young.


Kebaikan Boo Young bukan tanpa maksud, ada sesuatu yang ia rencanakan maka dari itu dia berusaha untuk bersikap baik kepada Avril dan bukan berarti Boo Young membenci Avril.


Boo Young baru sampai di rumah dan di sambut oleh Calvin dengan penuh keceriaan, sedangkan Avril berdiri di belakang mereka.


Kemudian mereka makan malam bersama dengan makanan yang di bawa oleh Boo Young.


"Makanannya enak tidak?" Tanya Boo Young sambil melihat ke arah Calvin.


"Enak pa, tapi seminggu sekali, Papa harus beli pizza buat aku." Jawab Calvin dengan nada khas anak kecil.


Avril terhanyut dalam kebersamaan mereka, dia masih tak percaya kalau Boo Young yang angkuh, bisa bersikap baik kepadanya dan Calvin. Dia bersyukur, kekhawatirannya tidak terbukti.


Setelah makan malam, Avril membersihkan meja makan dan di bantu oleh Boo Young. Mereka seperti sepasang suami istri yang romantis, saling membantu.


Sedangkan Calvin belajar online, karena sudah sebulan lebih Calvin di Korea dan dia belajar melalui online dengan guru sekolahnya.


"Kamu suka tinggal di apartemen ku?" Tanya Boo Young yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Aku belum tahu, tapi nyaman sih tempatnya." Jawab Avril tanpa menoleh ke arah Boo Young, karena dia sedang mencuci piring.


Entah ada perasaan apa di dalam hati Avril saat ini, mendapat perhatian dari Boo Young membuat hatinya berdegup lebih kencang dari biasanya.


Di usianya yang hampir 30 tahun, Avril belum merasakan apa indahnya cinta. Banyak pria yang mencoba mendekatinya, tetapi hati Avril tak tersentuh sama sekali.


"Apa yang kamu lakukan waktu di Indonesia?" Tanya Boo Young penasaran.


Pertanyaan Boo Young mengagetkan Avril, karena ia sedang melamun, memikirkan sesuatu yang hanya Avril yang tahu.


"Eh... a-aku tidak melakukan apa-apa. Sebenarnya ingin bekerja, tapi Calvin tidak mau di tinggal." Jawab Avril terbata-bata.


Kemudian Avril menceritakan apa yang ia lakukan setelah kepulangannya dari Korea. Lalu ia menjelaskan tentang cek yang yang di berikan oleh Boo Young. Dia memang mengambil uang dengan jumlah nominal yang banyak, karena ia gunakan untuk membayar hutang orangtuanya dan kelahirannya.


"Apakah kamu tidak menjalin hubungan dengan siapa pun selama di Indonesia?" Tanya Boo Young penasaran.


"Tidak! karena aku hanya fokus mengurus Calvin." Jawab Avril sambil berjalan ke arah Boo Young.


Tangan Boo Young pun meraih tangan Avril, lalu dia memeluk Avril karena merasa bersalah. Entah itu pelukan yang tulus atau ada maksud lain.


"Maafkan aku yang sudah membuat mu menderita." kata Boo Young mencium kening Avril.


Mendapat perlakuan baik dari Boo Young, membuat Avril terlena dan membalas pelukan itu.


Boo Young pun tersenyum, karena Avril masuk dalam perangkapnya. Entah apa yang sedang Boo Young rencanakan, tapi Avril benar-benar mulai masuk dalam perangkat Boo Young.


Bersambung....