My Korean Husband

My Korean Husband
Avril ikut Boo Young



Pagi itu Boo Young bangun tidur langsung membuka kulkas khusus penyimpanan Asi. Ia melihat beberapa bungkus Asi yang cukup untuk beberapa hari. Lalu dia masuk ke dalam kamarnya dan di lihatnya Avril yang sedang memompa Asi untuk ia simpan.


Jika Asi tidak di pompa, Avril akan kwalahan memberi Asi pada si kembar. Jadi ketika si kembar sedang tidak menyusu dan *********** mengeras karena produksi Asi, ia pun memompanya dan ia simpan di dalam kulkas. Jika sewaktu-waktu si kembar bangun ia akan menghangatkan Asi untuk di berikan si kembar.


Tidak lama kemudian Boo Young keluar dari kamar mandi. Lalu dia menyuruh Avril untuk mandi dan bersiap-siap pergi dengannya.


"Cepetan mandi dan pakai baju yang bagus!" Suruh Boo Young dengan nada dingin.


"Memangnya mau kemana?" Tanya Avril yang kebingungan.


"Hari ini kamu ikut denganku, ketemu klien dari Jepang." Jawab Boo Young sambil mengusap rambutnya yang masih basah.


Tanpa berkata-kata lagi, Avril kemudian menyimpan Asi ke dalam kulkas. Lalu ia pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian. Setelah terlihat cantik, Avril pun keluar dari kamar mandi.


"Apa kita ajak si kembar, Calvin dan orangtua ku?" Tanya Avril bersemangat.


"Cuma kamu saja! Si kembar di rumah sama Ahjumma dan Papa Mama. Besok saja kita ajak jalan-jalan Papa sama Mama. Hari ini adalah urusan pekerjaan, jadi gak ada waktu untuk jalan-jalan." Jawab Boo Young yang masih dengan sikap dinginnya.


Semalaman Boo Young tidak bisa tidur memikirkan Avril yang selalu marah kepadanya. Ia teringat dengan janji-janjinya untuk tidak membuat Avril bersedih. Lalu ia berencana mengajak Avril kemanapun ia pergi, agar Avril percaya kalau dirinya tidak ada hubungan apapun dengan Dinna.


Mereka berdua keluar dari kamar, orangtua Avril sudah bangun dan duduk di sofa sambil menonton TV. Sedangkan Ahjumma sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Selamat pagi Ma, Pa...." Sapa Boo Young.


"Pagi... Kalian sudah rapi, mau pergi kemana?" Tanya Mamanya Avril.


"Kita mau pergi ketemu klien dari Jepang, Avril nitip si kembar sama Calvin ya Ma. Untuk Asi nanti biar Ahjumma yang siapin." Jawab Avril.


Ketika Avril sedang berbicara dengan Mamanya, Boo Young pergi ke dapur untuk meminum susu segar sambil memberitahu Ahjumma untuk menjaga si kembar dan memberinya Asi di jam yang sudah di beri jadwal oleh Avril.


Sebelum mereka bertemu klien dari Jepang, Boo Young berencana untuk mengajak Avril sarapan terlebih dahulu di restoran.


"Avril, Ayo berangkat sekarang!" Ajak Boo Young.


"Kalian gak sarapan dulu?" Tanya sang Mama.


"Kita sarapan di luar saja Ma, sekali-kali." Jawab Boo Young.


Karena Calvin belum bangun, merekapun pergi tanpa berpamitan dengannya. Hari ini hari Sabtu, kuliah Calvin juga libur, makanya Calvin bangun agak siangan. Boo Young mengambil kunci mobilnya dan memakai sepatunya, begitupun dengan Avril. Lalu mereka pergi keluar berdua.


Boo Young menggandeng tangan sang istri, Avril pun tersenyum tipis. Ia merasa senang karena Boo Young perduli dengannya. Itulah yang di butuhkan Avril, di sayang dan di perhatiin saja sudah membuatnya bahagia.


Ketika mereka masuk ke dalam mobil, Boo Young membantu Avril untuk memakaikan sabuk pengamannya. Kemudian Boo Young melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kamu kenapa mengajakku?" Tanya Avril dengan lirih.


"Biar kamu tidak berburuk sangka terus terhadapku!" Jawab Boo Young dengan nada dingin.


"Tapi kenapa kamu terlihat marah kepadaku? Bahkan nada suaramu membuatku tak nyaman!" Imbuh Avril memprotes.


"Sebenarnya aku sangat marah kepadamu! Setiap marah kamu selalu mengungkit masa laluku! Sampai detik ini, sebenarnya aku masih marah sama kamu!" Kata Boo Young dengan kesal.


"Maafkan aku! Aku tidak bisa mengontrol lidahku ketika aku sedang marah." Sahut Avril dengan manja.


Lalu Avril melingkarkan lengannya di lengan Boo Young yang sedang menyetir, kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu Boo Young. Sepertinya Avril menyesali perkataannya yang sudah menyinggung sang suami.


Boo Young pun tersenyum melihat istrinya seperti anak kecil. Tak lama kemudian Boo Young membelokkan mobilnya ke sebuah restoran. Lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke restoran untuk sarapan.


"Jam 10. Sebenarnya Dinna dan Sekertaris ku bisa menyelesaikannya, tapi klien ku ingin bertemu denganku secara langsung." Jawab Boo Young.


Karena sudah jam 9.45 pagi, Boo Young kemudian mengajak Avril untuk pergi ke cafe di mana mereka akan bertemu. Selain Boo Young, Dinna dan sekertarisnya juga datang.


"Boo, aku di mobil saja!" Kata Avril sambil memperlihatkan ekspresi imutnya.


"Nanti kamu berprasangka buruk lagi, nuduh lagi, marah lagi! Ayo turun, Dinna sama sekertaris ku sudah menunggu di dalam. Sebentar lagi klienku datang!" Sahut Boo Young memprotes.


Avril tetap tidak mau turun, dia sebenarnya tidak ingin melihat Dinna. Melihatnya saja sudah membuat Avri kesal. Lagian Avril juga tidak mau menjadi obat nyamuk ketika mereka membicarakan bisnis.


Akhirnya Boo Young masuk ke dalam cafe tanpa Avril. Di lihatnya Dinna dan sekertarisnya sudah menunggunya di meja sudut restoran. Dan tak lama kemudian kliennya yang dari Jepang pun datang.


*****


Setelah lelah menunggu selama lebih dari dua jam, akhirnya Boo Young datang juga. Ketika Boo Young masuk ke dalam mobil, Dinna tiba-tiba muncul dari balik jendela.


"Boo, Aku boleh numpang kamu gak? Kebetulan sopirku hari ini libur." Pinta Dinna yang tidak menyadari kalau Avril di dalam mobil.


"Ya sudah, kamu duduk di jok belakang, soalnya di depan ada istriku." Sahut Boo Young.


Dinna yang menyadari keberadaan Avril pun segera berpura-pura menelpon seseorang. Ia pun berpamitan kepada Boo Young bahwa salah satu temannya mengajak dia ketemuan.


"Sorry Boo, tiba-tiba temanku menelpon, katanya dia ingin bertemu denganku." Dinna berbohong.


"Oh ok kalau gitu, Kita duluan ya!" Sahut Boo Young yang langsung melajukan mobilnya.


Di dalam mobil Avril sudah cemberut, marah tanpa sebab. Ia menyilang tangan di dadanya dan membuang pandangannya ke arah jendela.


"Kamu kenapa lagi? Begitu saja sudah marah, padahal aku gak ngapa-ngapain loh!" Protes Boo Young yang merasa heran dengan sikap sang istri.


"Bukannya menolak tapi malah menyuruhnya masuk!" Celetuk Avril dengan nada kesal.


Boo Young pun di buat bingung oleh sikap Avril yang kekanak-kanakan. Dia lebih memilih diam dan berkonsentrasi menyetir, daripada meladeni perkataan Avril yang tidak ada habisnya. Ia melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.


Kring Kring Kring...


Ponsel Avril berdering, di lihatnya nama Calvin tertera di layar ponsel. Avril pun segera mengangkat panggilan itu.


"Kenapa Mama sama Papa pergi gak ajak Calvin?" Kata Calvin bertanya.


"Papa ada urusan pekerjaan sayang, nanti kalau Papa ada waktu, pasti akan ajak Calvin jalan-jalan." Sahut Avril.


"Okay! Mama pulang jam berapa?" Tanya Calvin.


"Sekarang Mama dan Papa masih di perjalanan. Sebentar lagi sampai kok! Ya sudah ya... Mama tutup telponnya, kamu jagain adik-adik mu." Jawab Avril menutup panggilannya.


Ketika Avril selesai berbicara dengan Calvin, tiba-tiba mobil berhenti di sebuah gedung parkiran. Dia tidak tahu dimana. Ia pun melihat ke arah kaca dan dia tidak tahu tempat tersebut.


"Ayo keluar!" Ajak Boo Young.


"Ini di mana?" Tanya Avril penasaran.


Avril pun segera keluar dari mobil, karena Boo Young sudah terlebih dahulu keluar. Di lihatnya banyak mobil yang terparkir di sana, Avril merasa bingung dan hanya bisa mengikuti langkah Boo Young dari belakang. Tapi tiba-tiba Boo Young meraih tangannya dan menggandengnya.


Bersambung...